Friday, April 25, 2008

Posted by adriani zulivan Posted on 3:37:00 PM | No comments

Ketika Nyawa Seseorang Ada di Tangan Kita


Nyawa seseorang di tanganmu!
Pernah merasakan hal itu? Aku tidak!

Tapi seseorang (A) pernah mengatakan bahwa keputusanku atas suatu hal mengenai hubungannya denganku (ini sama sekali bukan urusan hati) akan berpengaruh terhadap umur hidup seorang (B).

Nah, A dan B mempunyai hubungan darah, sedangkan aku samasekali tak memiliki hub darah dengan keduanya, bahkan aku tak mengenal B sama sekali.
A punya bad story dengan aku. Atau lebih benar: A menggoreskan bad story dalam sejarah hidupku. Not that bad, cuma masalah rasa yang tak seharusnya ada.
Mengapa tak seharusnya ada? karena bertepuk sebelah tangan dan di luar ikatan sucinya dengan org lain. --ribet? I guess so!
Pokoknya tahun lalu dia berharap agar aku tidak memberitahu siapapun mengenai perasaannya itu (eventhough dia pernah membocorkannya pada orang lain: seorang sahabatku yang dijadikannya tempat curhat).

Beberapa bulan lalu, sebelum Lebaran, si B sakit parah sampai kritis dan membutuhkan kantong2 darah. Di situlah dia menyebut-nyebut: " Tolong, di hari-hari terakhir kehidupannya (B), saya mohon."

Karena di saat yang sama aku sudah merasa "empet" sekali dengan sikapnya dalam menyikapi perasaan terlarangnya itu. A takut aku melakukan hal2 yg bisa menyudahi hidup si B.

A sempat menyebut-nyebut: "...turunan terakhir imam...". Entah si B ada hubungannya dengan para pemuka agama (but he is/was not a moslem) itu, entah apa. Tapi se-empet2nya, aku juga punya otak, karena aku manusia. Enggak ada sedikitpun niat untuk menyudahi kehidupan si B.

Nah, kenapa jdi inget lagi? karena dua hari lalu si B benar-benar menghadap Khalik, tanpa tanganku.
Seorang teman guyon: wah, sekarang bisa donk bales dendam!
Aku: Tidak, trims, sudah terlalu banyak disibukkan dengan urusan tidak penting dengan org itu (si A).

Okay, let's get loud! --enggak nyambung?



[20130609.ft.]


about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata