Saturday, May 24, 2008

Posted by adriani zulivan Posted on 8:08:00 AM | No comments

Alhamdulillah masuk lagi... :))

Tulisan berjudul "Urusan Perut, Naluri Lahir" kemarin nongol di Harian Kompas Jogja-Jateng dengan penulis bernama Putra Anggara Zulivan. Itu adikku.

Humm, sesungguhnya itu tulisanku. Ceritanya, bulan lalu tulisanku baru dimuat di rubrik sama, aku yakin tidak akan dimuat lagi jikapun tulisan tersebut lolos meja redaksi. Maka, kupinjam KTM Putra, kukirim tulisannya.

Aku memang lagi ketagihan menulis rubrik satu ini. Bukan karena bayarannya yang Rp 300.000,-, namun akibat kebanggaan ketika karya kita dibaca banyak orang. Ini merupakan rubrik untuk mahasiswa. Ada dua tulisan yang diambil, satu dari Perguruan Tinggi di DIY, satunya di Jogja. Honor tulisan biasanya dipakai untuk traktir teman-teman yang menagih acara "makan-makan" :)

Ini adalah kali ketiga tulisanku masuk di rubrik sama. Pertama kali tahun lalu, sayangnya tidak muncul di website KOMPAS.

*
Di pers mahasiswa (persma), kami, para jurnalis kampus, selalu berlomba-lomba untuk nampang di media. Paling sering jadi kolomnis khusus opini mahasiswa di harian KOMPAS edisi Jogja-Jateng.

Apalagi kampus akan memberi penghargaan bagi mahasiswa yang menunjukkan tulisannya di media massa. Berupa uang. Rp 50.000,- untuk terbitan lokal, 100 rb tingkat nasional. Tidak banyak, tapi kebanggaan ketika diketahui orang-orang kampus itu menjadi sesuatu yang mahal sekali. Beberapa kali aku dikasi selamat (-eh?) dosen dan teman pasca penerbitan tulisanku.

SMS pun jadi penuh ucapan. Gila ya, sebegitu hebatnya untuk hanya sekelas kolom lokal? Kesempatan makan-makan gratis pun jadi sering, akibat siapapun yang baru nongol di media diminta mentraktir dari honor tulisannya ;)

*
Rubrik Akademia ini merupakan rubrik mingguan. Nongol tiap Jumat. Tulisan yang dibahas merupakan opini atas sebuah tema satu kalimat yang diberi Redaksi sebagai pemantik. Saking senangnya, nyaris tiap minggu aku membuat dan mengirim tulisan, namun tentu saja tak semua bisa terbit.

Akibatnya, tiap Jumat pagi aku langsung membuka halaman khusus Jateng-DIY di kotran KOMPAS. Berharap-harap cemas tulisanku nongol. Seperti kemarin pagi. Tulisanku dengan nama dan foto adikku yang nongol. Langsung kutunjukkan pada Putra dan berharap dia mampu membaca lalu mempelajarinya, sebab kuyakin akan ada orang yang bertanya di kampus.

Dan benar saja. Putra bilang, dosennya membahas sesuatu yang ada dalam tulisan. Awalnya Putra gak nyambung, selanjutnya dia langsung mengingat-ingat isi tulisan yang dibacanya pagi tadi. Haha, maafkan aku membebanimu dengan berbohong... *bohong kok bangga*

Meminjam KTM adikku ini menjadi kenakalan pertamaku. Rasanya ingin, sangat ingin, meminjam KTM sepupu-sepupuku yang kuliah di Jogja. Humm...

Ya, begitu deh. Alhamdulillah masuk lagi... He3...   
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata