Saturday, May 10, 2008

Posted by adriani zulivan Posted on 1:57:00 PM | No comments

cerita akhir 22

Ini "pergulatan batin" diujung usia 23-ku: I Love 23!

Gosh, what will gonna happen to me tomorrow? What will gonna be when I am 24? What will gonna come when I am no longer 23? Gosh!!!

"Mahluk Tuhan Paling Seksi" (Mulan Jamil).
Kebetulan aku sedang denger lagu itu waktu nulis post ini. Lagu yang sudah beberapa bulan ini masuk dalam playlist MP3 komputerku (takjub bgt dg kamampuan Mr Dhani menciptakan musik luar biasa, apalagi di intronya.

meskipun menurut Abib, sobatku, Dhani tidak bagus bahasa Indonesianya karena liriknya redundant: "kamulah mahluk Tuhan, Yang tercipta, YANG paling seksi". Kebanyakan kata "yang" YANG enggak penting. Iya kan, YANG saYANG?)

Nah, gara2 lagu itu aku jadi dapat kata2 yang pas untuk menggambarkan kekhawatiran dan ketidakrelaanku keluar dari 23. Ya, ternyata!

Hmm selama ini aku merasa bahwa 23 adalah angka seksi, karena menjadi perempuan 23 tahun memang sangat seksi. kenapa?
  • karena kematangan kita bisa diukur di sini (fisik dan emosional) 
  • kita seharusnya sudah memiliki titel akademik yang memuluskan jalan ke dunia kerja. 
  • sudah jelas cita2 hidup (alur berkarir & hubungan dengan 'calon bapaknya anak-anak'). 
Bukankah semua fakta pencapaian itu terdengar seksi?
Iya donk, karena ketika berkenalan dengan orang lain kamu akan mengenalkan diri sebagai pekerja di sebuah instansi (bukan mahasiswi) yang sudah memiliki pegangan mengenai rencana hidup dengan orang yang kamu cintai. Seksi abis!

Itu sebabnya I hate being out of that 23 box. I'd like to be in, again! That's the reason why do I like to use 23 on my identity age whereever I am. But I guess, it will no longer exist since my last conversation with Mom: You'll be 25 tomorrow, Honey! Move up, reach out your life goal!

Hmm, Luv U!



Share
|





about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata