Saturday, May 10, 2008

Posted by adriani zulivan Posted on 2:00:00 PM | No comments

A Quarter Life Fear!

Waktu akan lulus SMU dulu seorang guru di sekolah bercerita mengenai tahapan usia anak manusia. Tahapan usia itu berhubungan dengan kedewasaan dan pencapaian.

Mau tahu seperti apa?
Ini ada catatan suratku untuk seorang laki-laki yang pernah sangat aku cintai beberapa tahun lalu.*

*hmmm, tentu saja bukan Si AbDal. Aku sering memanggilnya Becks karena dia sangat mengidolakan celeb pesepak bola Inggris itu. AbDal is my now, and I hope my future. Amien!

#####################################################################

‘Toek:

The Lovely Becks I EVA haD,

Makasih banyak udah PERNAH menjadikanku “seseorang” dalam hidupmu...
e Doea Poeloeh: Satoe, Doea & Tiga e

Doea poeloeh, vt


®
“Kepala dua”, begitu orang biasa menyebutnya.
Doea Poeloeh,
adalah masa peralihan usia tiap anak Adam,
dari masa Remaja Tua menuju Dewasa Awal.
Doea Poeloeh,
Banyak perubahan berarti yang bisa terjadi di usia ini.
Satu yang paling menonjol adalah saatnya menemukan jati diri.
Saat Doea Poeloeh Satoe, vu
Mulailah dengan memilah kegiatan yang diikuti.
Saat Doea Poeloeh Satoe,
Tentukan arah tujuan hidup (goals) menuju cita-cita yang diharapkan.
Saat Doea Poeloeh Satoe,
Mulailah berbelok terus ke arah itu demi menemukan jalanmu.
Terus pahami, dalami, pelajari, maknai, dan get in pada jalur ini.
Saat Doea Poeloeh Satoe,
Jadilah “sesuatu” di satu tempat yang telah kamu diami.
Oval: %“Sesuatu” yang berarti, yang diperhitungkan.
Entah itu sebagai pemenang,

Entah itu sebagai pemimpin...
Saat Doea Poeloeh Doea, vv
Berbuatlah sesuatu untuk hidupmu ketika kamu sudah menemukan “tempat” itu.
“Tempat” itu adalah tempat di mana kamu menemukan jati dirimu,
Oval: ûsiapa kamu sekarang, dan mau apa kamu di masa depan.
Saat Doea Poeloeh Doea,
Kamu akan mulai menemukan peta jalanmu ke depan,
ke mana pun kamu akan membawa peta itu...

K
Saat Doea Poeloeh Doea,
Menjadi seorang filsuf, kah, kau akan membawanya,
Menjadi seorang atlet, kah, kau akan membawanya,
Atau menjadi seorang lainnya yang memang sudah jalan hidupmu,
Karena semua ada padamu...

ì
Saat Doea Poeloeh Tiga, vw
Jadikan jalanmu sebagai bagian penting hidupmu...
Temukan salah satu kunci suksesmu di sini...\
Saat Doea Poeloeh Empat, ... v
Saat Doea Poeloeh Lima v
Saat Tiga Poeloeh Ž
Saat Tiga Poeloeh Lima, ... Ž
Saat Empat Poeloeh, ... 
Saat Lima Poeloeh, ... 
...dst...
...sampai menemukan seluruh Tolak Ukur Kunci Kesuksesan...

...sampai akhir hidup & kehidupan...

Tahapan Usia Manusia[
0-1 tahun ~ Bayi
2-3 tahun ~ Batita

ƒ
4-5 tahun ~ Balita
6-13 tahun ~ Anak-anak
14-17 tahun ~ Remaja muda (AbeGe)
18-20 tahun ~ Old Teenager Y
21-25 tahun ~ Dewasa awal


26-30 tahun ~ Dewasa
31-35 tahun ~ Matang
36-40 tahun ~ Matang abizz (mature)
41-... tahun ~ Tua
... dst...
Siapa Tahu Ini Penting...
Ini ada sedikit cerita dari Guruku sewaktu aku masih di kelas III IPA-4 SMU Muhammadiyah III Yogyakarta, beberapa hari menjelang kelulusan...
Tolak ukur kesuksesan seseorang, dimulai dari usia 25 tahun ke atas,
yaitu ketika pada usia-usia ini seseorang sudah:
ð Lulus sekolah dan bergelar.
ð Mempunyai pekerjaan tetap.
ð Menikah (dengan anak atau anak-anak) dan rumah tangganya bahagia.
ð

&



H
Mempunyai tempat tinggal (rumah) dan kendaraan, walaupun tidak mewah.




ì



Oval:

& + + + &
Jadi, hal ini akan terjadi Insya ﷲﺁ sekitar 4 (empat) tahun lagi
pada Mas Erydani ANGGA Wijayanto...
I hope so...
D2x’s Room, near to BonBin Jogja, June 13th, 2005
Seorang Ibu yang di awal perkenalan dulu Mas sebut dengan “Si Cerewet”




Þ

ADRIANI Zulivan

(yang masih rindu julukan “DEWASA, SMART & JAGO MASAK” ;P )




ƒ a , ì, æ


Z
Adalah seikat kembang, merekah, lampaui batas-batas musim.
Indah kelopaknya pancarkan nuansa kesejukan,
wangi aromanya tiada usai hadirkan MAAF & PENGERTIAN,

dalam bingkai indah PERSAHABATAN...
—Teruslah menjadi bagian hidupku, SOBAT—



\ Me, myself don’t even got the idea when will I found it… ;p
[ Sorry, lupa pernah baca di mana…
Y Tamat SMU merupakan titik kulminasi perjuangan hidup tiap anak manusia dalam mencapai/mencari jati dirinya. Artinya, masa kuliah menjadi jembatan kita untuk tau “aku mau apa dan menjadi apa, sich?”.

######################################################################




Surat ini aku berikan waktu ulang tahunnya, beberapa tahun setelah kami tidak bersama lagi.
Kenapa isi suratnya seperti ini? Karena menurutku di usianya waktu itu (22), dia belum cukup dewasa untuk hubungan-hubungan personalnya dengan orang lain (ecp cewek).
ILU! [lho?].


+++
Nah, aku sekarang adalah Miss A Quarter Life!
Frightened me?
Yes!
Scared me?
Absolutely!
Mad me?
No doubt!

this word again: WHY???
karena aku belum mendapatkan semua dari "tolak ukur kesuksesan seseorang" yang disebut oleh guruku itu.
Naif, ya? Ketika beberapa tahun lalu aku memberikan surat itu pada Si Becks karena ketakutanku jika dia tidak segera keluar dari "zona aman"-nya; eeh, sekarang giliran aku yang mengalami itu.

+++
Btw, ternyata ada buku berjudul sama dengan judul post ini. Terbitan GRAMEDIA (2004), bergenre chiclit.
Ceritanya ttg perempuan seusiaku sekarang yang mengalami fearfull akibat belum menemukan patokan kesuksesannya (dengan indikator umum yang ada di masyarakat kita): karir cemerlang (dengan kedudukan yang diinginkan + calon suami).
Kesanku tentang buku ini: cukup bagus lah, untuk genre ini yang dibikin oleh penulis lokal. Yang membuat menarik adalah karena ini (aku baca tahun 2004) mau enggak mau bakal terjadi padaku. Dan benar: ya tahun ini, meski dengan bentuk fear yang berbeda.


###
AbDal pulang ke Jakarta. Yeah!
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata