Wednesday, March 31, 2010

Posted by adriani zulivan Posted on 6:16:00 PM | No comments

Apakah Rasanya?

`
Ahhhh, mungkin terdengar klise dan  basi bangettttttttt!
Hihihi, tapi tak apelaaa, ay ni nak cerite...

Begini.
Dari keluarga Papa Ipan, ayahku, aku adalah cucu tertua kedua. Yang pertama adalah kakak kandungku yang berbeda tiga tahun di atasku, seorang perempuan.

Beberapa bulan belakangan, keluarga Papa Ipan dihebohkan dengan rencana perkawinan yang akan dilaksanakan oleh BUKAN cucu pertama di keluarga mereka, alias bukan kakakku.

Anw, FYI, ayahku adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, meski cepat menikah, baru dikaruniai anak setelah puluhan tahun menikah, sehingga anak pertamanya baru sebesar anak terkecil di keluarga intiku--baca: sepantaran dengan adikku yang saat ini berusia 21.

Ya, meski semua rela dan memahami kondisi tersebut, aku merasa tak enak ketika beberapa bulan lalu kakaknya Papa Ipan mendekatiku hanya untuk mengatakan:

"De, kalau memang sudah ada yang dekat dan serius, duluan sajalah nggak pa-pa. Jangan tunggu-tunggu kakak lagi."

***
Again, FYI, ada beberapa orang sepupu perempuan dari Papa Ipan yang menikah di atas 30 tahun, dan seorang di atas 40 tahun. Itu, tentu saja, menjadi kekhawatiran keluarga besar mereka jika aku, sebagai cucu perempuan tertua kedua, bermaksud menunda lebih lama demi menunggu kakak perempuanku.

Yang menjadi pertanyaanku kemudian adalah: Apa rasanya 'dilangkahi'?

Entahlah. Kan aku pun belum pernah mengalaminya?

Tapi, menurut kakaknya Papa Ipan, kakakkulah yang memintanya memberitahukanku untuk menjalani itu: melangkahinya jika memang sudah ada yang serius.

"Minta pelangkah!" hanya itu yang dikatakan kakakku dengan bercanda.

OK, then. Ini akan menjadi pernikahan pertama di generasi ketiga dari keluarga besar Munir syarief.
Mohon doa, semoga lancar. Amien.
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata