Sunday, June 6, 2010

Posted by adriani zulivan Posted on 11:27:00 PM |

6610

Judul ini berarti tanggal enam bulan enam tahun ini. 6 Juni 2010.

Hari ini Gilang, sahabatku, menikah. Acaranya sejak pagi. Aku datang bersama Pawali, teman seorganisasiku bersama Gilang saat kuliah dulu. Aku bawa kamera, yang di dalamnya ada foto-foto yang kuambil dua malam lalu, malam saat aku menjenguk Cindil di RS bersama Mama Niknok.

“Ini Cindil yang anak Gerinmep?” tanya Pawali saat melihat foto itu.
“Iya, kenal, Mas?” tanyaku.
“Enggak… tau aja, pernah ketemu,” eciee, Si Cindil tenar gitu! :)
“Ini dia lagi sakit? Kapan ini?”
“Iya, mas. Di RSPR, udah tiga hari ini.”

Di rumah lagi ada Mama. Mama bilang akan ada saudara yang datang. Kami pulang, naik taksi lagi. Kubilang pada pak supir untuk ke alamat rumahku. Di jalan, aku tidak konsen. Pikiranku jauuuh ke RS. Aku sangat ingin bertemu Cindil, lagi. Setelah kemarin juga ketemu, sebenarnya.

Entah kenapa, rasanya ini pertama kalinya aku merasa begitu kangen padanya. Nanti malam aku akan ke Rumah Sakit, pikirku, setelah keribetan menyambut tamu di rumah selesai. Tapi kupikir-pikir lagi, akan sangat aneh kalau aku ke sana tanpa alasan.

Aku hampir tiap hari (atau memang tiap hari ya?) menjenguk Cindil. Ada saja alasan: Yang disuruh manajerku, lah. Yang mau curhat masalah kerjaan kita berdua lah, yang diminta Cindil datang untuk urusan kerjaan lah...

Nah, apa kata Cindil kalau aku tiba-tiba datang sendiri tak beralasan? Iih, kaya orang jatuh cinta aja, pengen selalu bertemu! Tapi kan aku memang jatuh cinta? Yeah, gak terlalu yakin dengan perasaan ini, sih. Tapi ya memang sepertinya begitu :))

Tapi yang pasti, aku gak pengen Cindil tahu kalau aku suka sama dia. Bisa berabe!

Tapi di seperempat jalan, aku SMS Cindil. Berulang-ulang aku ketik dan hapus. Benar-benar mengatur kalimat, agar alasan kedatanganku tak terkesan terlalu dibuat-buat. Yaaa, meski memang begitu itu kenyataanya :)

“Mau corn soup? Aku bawakan kalo mau.” Aku tahu di depan pintu rumah sakit ada konter ayam goreng bule yang juga jual corn soup. Beberapa kali aku makan di sana saat menjenguk Cindil.
“Humm, yeah boleh. Makasih ya.”
“Mas, kalo ke tempat Cindil dulu mau, gak?” tanyaku takut-takut pada Pawali.
“Gak papa. Ayok aja!”

*
Sebelum membeli corn soup, aku ngambil uang di ATM yang terletak di pintu masuk. Pawali ternyata ngambil poto ini:



Makasih buat Pawali untuk jasanya mempertemukan kami :) Juga untuk foto unik ini.
about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata