Tuesday, August 24, 2010

Posted by adriani zulivan Posted on 3:17:00 PM | No comments

Mungkin Tak Baik Jika Tidur diantara Sahur dan Shubuh...

...
Semua orang berkumpul di sini, di kantor tempat dimana kami pertama kali bertemu dan menghabiskan sebagian besar hari-hari kami. Di kantor inilah kami mengawali semua. Tak kunyana, di kantor ini pula kami mengakhiri semuanya.
*
Petang ini, tak seperti biasa, semua karyawan masih berkumpul. Kami terpaku pada siaran televisi berbahasa Inggris dari televisi lokal. Mereka, dan kami, seperti menunggu-nunggu sebuah berita terkait kantor, atau pekerjaan kami, atau kegiatan kami, atau entah apalah itu. Yang pasti, kami menantikannya.

Hummm, mungkin bukan kami, tapi mereka. Aku tak ikut dalam kelompok itu. Aku sengaja menjauh, demi tidak mendengar kabar burung yang sudah beredar. Aku berharap bila kabar itu tak pernah ada.
*
Di ruangan itu terlihat wajah-wajah kuyu, kaku, dan muram. Aku tahu apa yang ada di pikiran mereka. Pasti sebuah kekecewaan. Aku tahu apa yang mereka kecewakan. Tapi aku, sekali lagi, tak mau tahu tentang itu. Aku saat itu sedang membangun hati dan pikiranku dari serpihan yang pecah sejak aku mendengar kabar burung sore tadi.
*
Awalnya suara presenter berita berbaju biru itu hanya sayup-sayup. Kini, ia bersuara lantang. Mereka, oran-orang yang di dekat televisi, membesarkan volume suara. Mau tak mau, aku mendengarnya. Sang presenter cantik, ya paling tidak suaranya terdengar cantik bagiku, membacakan sebuah berita. Kecelakaan.

Sebuah mobil masuk ke jurang malam tadi. Serta merta aku keluar. Kulihat berita itu. Kulihat mobil itu. Tak sanggup aku menahan diri lagi.

Jika sedari tadi aku hanya diam tanpa mau mendengar berita apapun yang disampaikan orang yang ada di sekitarku, kini aku harus menerima kenyataan itu.

Ya, itu mobil yang dikendarainya saat mengantarkanku pulang tadi malam.
Ya, dia di sana.

Presenter mengatakan bahwa korban dalam keadaan tidak selamat. Teriakku tak tertahan lagi: "Gara-gara aku, dia di sana!" jeritku.

"Mengapa harus dia? Mengapa harus sekarang?" kataku memukul meja di samping teman kantorku.

**
Kejadian itu hanya sekelebat. Begitu singkat untuk dipahami sebagai sebuah mimpi. Namun kenyataannya, aku memang sedang bermimpi! Jika dalam mimpi itu aku menangis, ketika bangun pun aku tak henti-hentinya menangis. Hingga mataku sembab dan hidung terus berair.

Itu mimpiku tadi pagi, setelah sahur, menjelang shubuh. Mungkin aku terlalu lelah untuk menunggu shubuh, dan terlelap hingga bermimpi buruk dalam waktu tak lebih dari 15 menit saja!

Kucari henpon yang ada di dekat bantalku. Kubaca balasan SMS dia untuk SMS ceritaku mengenai makanan sahur tadi. Lalu kutelp.

"Halo," jawabnya.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?"
"Ya donk. Kenapa?"
"Enggak, cuman ingin nanya kabar." Hampir tiap hari kami saling bertanya kabar, entah dalam keadaan bertemu langsung maupun tidak.
"Apa kamu sehat?"
"Ya, kan ada yang rawat. Memangnya kenapa?"
"Aku mimpi. Kamu sakit."
"Gak kok. Semalam aku memang cape bgt. Tapi aku sehat2 saja."
"Alhamdulillah..."
"Kamu kenapa? Kamu pilek?"
"Enggak, aku takut, aku nangis pas bangun."
"Kenapa kamu nangis? Udah donk, aku baik-baik saja kok."
"Iya, sori. Aku gatau kok gak bisa berhenti nangis. Aku tahu kalo kamu baik-baik saja." Aku begitu emosional, setengah jam bertelepon dengannya, aku masih terus menangis.
"Sekarang aku pengen nemenin kamu."

**
Pagi hari aku hanya terdiam. Dan begitu bahagia ketika bisa melihat sosoknya lagi di depan mata-kepalaku sendiri. Bisa kusentuh lagi tubuhnya. Bisa kunyatakan bahwa dia baik-baik saja.

Namun sepanjang hari itu, aku tetap bingung, apa arti dari mimpi buruk itu? Benarkah itu akan terjadi? Ataukah ia akan baik-baik saja?

Aku tak berani membagi cerita mimpi ini padanya. Lalu kuhubungi seseorang yang selama ini kuanggap kakak.

[09:37] adriani_zulivan: kk,
[09:48] kadep: Dd
[10:03] adriani_zulivan: kk, mo tanya
[10:09] kadep: Sure
[10:10] adriani_zulivan: kalo kita mimpi org meninggal, itu artinya apa ya kira2?
[10:11] adriani_zulivan: de mimpiin org, dan dia meninggal. dan pas bangun de nangis beneran
[10:11] kadep: Hehe artinya orang itu akan berumur panjang
[10:11] adriani_zulivan: OYA? sure?
[10:12] kadep: Kata orang sih
[10:12] kadep: Kan mimpi is the opposite
[10:12] adriani_zulivan: ooo
[10:27] adriani_zulivan: yes, udah cari disini. most answer adlh: umur panjang! alhamdulillah...http://www.google.co.id/search?aq=f&sourceid=chrome&ie=UTF-8&q=arti+mimpi+orang+meninggal
[10:27] adriani_zulivan: tq, kk cinta
[10:37] kadep: Okeh


Ya, lewat beragam info tsb kutemukan jawaban.  Dengan kata kunci "arti mimpi orang meninggal" kucoba googling, dan menemukan ini juga ini

Kemudian aku merasa sangat gembira: Bahwa ia akan baik-baik saja. Lalu kucoba hubungi dia, bermaksud untuk menceritakan. Namun membaca ini, kuurungkan niat tersebut.


Mimpi merupakan sebuah keadaan ketika manusia mengalami suatu kejadian yang memberikan gambaran kehidupan lain yang terkadang bisa memberikan makna dalam kehidupan sesungguhnya. Mimpi bisa jadi isyarat yang diberikan oleh Allah kepada hambanya berupa berita baik atau buruk dan mimpi ada yang memiliki makna dan ada pula yang berupa mimpi kosong sekadar permainan setan kepada manusia.

Rasulullah saw. bersabda, “Mimpi itu ada tiga. Mimpi yang baik merupakan kabar gembira dari Allah. Mimpi yang menyedihkan berasal dari setan, dan mimpi yang datang dari obsesi seseorang. Jika salah seorang di antara kalian mimpi yang menyedihkan maka hendaklah dia bangun lalu shalat dan tidak menceritakannya pada orang lain.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw. bersabda, “Mimpi yang baik adalah dari Allah. Sedangkan mimpi yang menakutkan berasal dari setan. Barangsiapa mimpi yang tidak menyenangkan maka hendaklah dia meludah ke sebelah kirinya tiga kali dan berlindung diri kepada Allah dari setan, maka mimpi tersebut tidak akan membahayakannya” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Bertolak dari hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan:
  1. Mimpi bisa terjadi karena suatu obsesi. Obsesi tersebut begitu kuat dalam memori kita sehingga muncul dalam mimpi. Misalnya, seorang pemuda yang terobsesi menikahi Dian Sastro, sangat mungkin dia bermimpi menikah atau bertemu dengannya. Ini adalah mimpi yang bersifat fitriah atau alamiah.
  2. Bermimpi yang baik. Mimpi ini datangnya dari Allah, kita wajib mensyukurinya dan boleh menceritakannya pada orang lain sebagai wujud rasa syukur.
  3. Mimpi buruk atau menakutkan. Mimpi ini datangnya dari setan. Kita wajib berlindung diri pada Allah, bahkan kalau memungkinkan meludah tiga kali ke sebelah kiri dan jangan menceritakannya pada orang lain –kecuali kalau ingin mengetahui takwil mimpi tersebut. Sebab kalau kita menceritakannya, setan akan merasa senang kalau gangguannya itu menjadi bahan pembicaraan manusia.


Ya, semoga kamu baik-baik saja ya... Biar tetap ada KITA.
`
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata