Sunday, September 19, 2010

Posted by adriani zulivan Posted on 11:23:00 PM | No comments

Mantenan Salah Sasaran

Biru-biru!

Warna itu yang kita sepakati sebagai dresscode untuk untuk kita kenakan ke kawinan Chepy, sahabatku.

Aku berkebaya brokat satu warna model encim yang sedikit santai, sedang Cindil mengenakan kemeja batik lengan pendek bermotif hitam, putih, dan biru sebagai warna dominan.

Untuk bawahan, kami kompakan mengenakan celana panjang hitam berbahan jins. Sengaja memilih jins, sebab kami naik sepeda motor.

Sip. Sampailah kita di venue. Sebelum berangkat tadi, aku sempat membaca lagi nama tempat yang tertulis di undangan: “GSP Lantai II”.

Kami jalan melewati parkiran dan langsung menuju pintu utama gedung tersebut. Di jalan terparkir sejumlah mobil jeep gaya yang kuyakin milik teman-teman klub otomotif tempat kami berkomunitas. Salah satunya menjadi mobil pengantin yang dihiasi rangkaian-rangkaian kecil bunga.

“Kok sekarang Ressa mainan jeep, yah? Biasanya dia BMW,” batinku tentang suami Chepy ini.

Tepat sebelum pintu, ada sejumlah karangan bunga bertuliskan ucapan selamat untuk dr Nova dan dr Agung. Jiahhh, sapa tuh?

“Mungkin masuknya dari pintu sana, sayang”, kataku tak yakin pada Cindil.
“Bukannya itu sama saja, ya?”
“Kita coba aja yuk!” kataku ngeyel.

Dan kami mencobanya. Masuk dari pintu yang berada tepat di seberang pintu sebelumnya. Ini jalan becek bgt. Rupanya lokasi dapur tempat katering mempersiapkan jamuan makanannya.

Begitu nyampe ke dalam, suasananya persis dengan yang tadi. Pengantin perempuannya, sebagaimana Chepy, memang berjilbab. Tapi Ressa kok jadi gendut banget gitu ya???

Kutelp Rosso, sahabatku dan Chepy.

“So, lagi dimana?”
“Di Wonosari. Kamu kemaren kok gak dateng?”
“Ngapain?”
“Liburan aja,” jawabnya yang penduduk asli Wonosari ini.
“Eh So, mo nanya kawinan Chepy itu kapan sih?”
“Oalaa, pantesan kamu gak dateng. Kemarin itu.”
“Iya e, aku gak dateng. Yaudah, makasih So.”

Kami pun terdiam. Aku pengen ngekek abis sebenernya. Ketawain kebodohanku. Tapi gak bisa, sebab perasaan lagi gak enak, karena gak enak sama sahabtku yang sudah mengundang.

Bingung harus apa, kuobrolin dengan Cindil. Kami langsung keluar, berjalan membelah venue menuju pintu depan, tempat kami pertama datang tadi.

Kami berbincang di depan, berdiri seperti orang kebingungan. Aaah, bagaimana cara mengatakannya pada Chepy?

“Chep, maaf, aku sedang di luar kota?”
“Chep, aku sakit.”
“Chep, aku…”

Bilang begitu? Gila, gak enak banget! Cindil memaksaku untuk tidak berbohong.

“Chep,lagi dimana? Bu, bisa dengar ini?” kutekan tombol loud-speaker agar Chepy yang diujung telepon sana mendengar keriuhan suasana pesta.
“Heeeeh, kamu itu ya, kemana aja??? Kok kemaren gak dateng…” dia langsung memberondongku.
“Bentar. Kamu dengar, gak?”
“Enggak,” jawabnya. “Apa itu?” lanjutnya.
“Duuh, gak denger ya?”
“Enggak. Kamu kemaren kok gak dateng???”
“Iya, Chep. Gini. Ummm, aku sekarang sedang di GSP.”
“Kamu salah hari yah? Sudah kuduga!”

Mlekom,
AZ
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata