Thursday, February 17, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:51:00 PM | No comments

Ketika Aku Memilih Ini



Di dunia ini, aku hanya menginginkan dua jenis pekerjaan:
  1. Pekerjaan lapangan
  2. Pekerjaan jurnalistik
Di dunia ini pula, aku tidak menginginkan pekerjaan di kantor birokrat dan perusahaan, kecuali:
  1. kampus dan lembaga penelitian
  2. perusahaan media
*
Karena satu dan lain hal, sejak 2011 ini aku tidak melanjutkan pekerjaanku di NGO tempat aku bekerja sejak akhir 2009 lalu. Awal Februari aku diterima di sebuah Perusahaan IT --sebut saja namanya begitu--sebagai Public Relation (PR). PR adalah jenis pekerjaan yang menurutku masih berhubungan dengan dunia media. Apalagi gaji yang ditawarkan cukup besar untuk standar Jogja. Kuterima.

Sayangnya, aku menerima tidak dengan hati dan pikiran. Sebab seluruh hati dan pikiranku tak bisa lepas dari hal-hal terkait pekerjaan lapangan, jurnalistik, dan anti perusahaan. Wah, gaswat!

Setelah seleksi wawancara (7/02) yang didalamnya terdapat sesi tawar menawar gaji, akupun pulang. Di sesi itu, tidak terjadi kesepakatan sebab harga yang kutawarkan tidak cocok dengan tawaran mereka. Dengan langkah ringan, sebab tak harus masuk ke perusahaan, aku menuju rumah.Pulang.

Keesokan pagi masuk email dari perusahaan tersebut. Berisi draft kontrak kerja. Menyebutkan besar gajiku setelah mereka naikkan dari tawaran saat sesi wawancara. Aku bingung menerima tawaran ini, sebab aku tidak merasa sreg dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan, yaitu lebih kepada marketing produk lewat media yang mereka miliki.

Ini jauh dari perkiraanku. Jika PR lebih banyak bertemu orang luar kantor untuk membina relasi --yang memang akhirnya berpengaruh pada marketing-- pekerjaan di sini akan berada di kantor setiap hari! Intinya, tak akan ada keasyikan membina relasi dengan orang luar seperti yang awalnya kubayangkan.

Email kujawab juga. Mereka mimintaku untuk masuk kerja pada 21 Februari. Dengan berbagai alasan agar tidak segera masuk ke sana --namun di lain sisi aku saat itu belum memiliki pekerjaan-- sedikit kuperpanjang sesi bagaining ini demi mengundur waktu. Berikut jawabanku 4 hari kemudian:

Saya sudah membaca dan mempelajari Job Offering Letter terlampir. Ada sejumlah hal yang ingin saya tanyakan:
  1. Saya tidak menemukan detil job descriptions yang akan saya kerjakan nanti.
  2. Apakah angka yang tertulis tidak bisa masuk dalam range tawaran saya saat wawancara?

Keesokan harinya emailku berbalas:
 
Terima kasih atas email anda, maaf baru kami reply hari ini, perlu bisa kami sampaikan  adalah sbb:
  1. untuk ekspektasi anda di salary offering perlu kami bicarakan dulu dengan pihak-pihak terkait,
  2. untuk job desc detail CRO akan kami sampaikan beserta KPI pada saat anda sudah joint di, krn bagaimanapun in detail hal tersebut masih merupakan rahasia perusahaan terkait dengan status kekaryawanan anda secara legal.

Tidak kubalas. 16 Februari dikirim lagi:


Terkait dengan email anda tempo hari, kami menerbitkan Job Offering Letter sebagai opsi ke 2 untuk anda. Untuk detail job description akan kami sampaikan setelah anda menerima Job Offering kami dan bergabung dengan kami.

Mohon anda cek dan pelajari job offering letter tersebut, serta konfirmasikan kepada saya secepatnya.


Dalam offer terakhir ini tertulis angka yang sangat baik, berupa gaji pokok dan tunjangan jabatan. Sesuai keinginanku dalam sesi wawancara. Ditambah bonus kinerja tahunan dan 4 jenis asuransi (keluarga, kecelakaan kerja, kematian, hari tua). Nah, makin susah kalau mau nolak lagi!
Kebetulan seminggu sebelumnya aku mendapat tawaran kerja di kantor lamaku, di sebuah institusi pendidikan. Belum ada kejelasan. Aku masih menunggu itu dulu tanpa melepaskan yang PR ini. Kujawab:
Terimakasih atas kesempatannya untuk mempertimbangkan kembali tawaran tersebut.

Setelah mendapat gambaran umum mengenai job description tersebut, saya mengerti apa yang akan saya kerjakan nanti meski belum mendetail. Secara angka, saya menyetujui tawaran ini.

Namun perlu saya beritahukan kembali, bahwa saya tidak dapat bergabung pada Senin (21/02) nanti, terkait keperluan keluarga (yang pernah saya ceritakan saat tes lalu). Saya siap untuk memulai pekerjaan saya pada 1 Maret 2011 mendatang.

Mohon pertimbangan,
Tidak ada jawaban. Tapi aku tahu mereka menyetujui, sebab hal ini sudah kusampaikan sejak sesi wawancara. 
Tawaran pekerjaan di institusi pendidikan tsb belum menunjukkan tanda-tanda. 25 Maret kuperjelas tawaran itu, mereka masih membutuhkanku. Alhamdulillah.
"Tapi honornya enggak besar, lho..." kata bakal calon bosku.
Ah tak apa. Yang penting aku jadi freelancer. Kami sepakat untuk tidak membuat jam kerja untukku. Aku akan bekerja sesuai target, tidak harus ngantor setiap hari, 8 jam sehari. Akupun bisa pindah kerjaan jika mendapat pekerjaan yang cocok. Aku senang!
Aku tidak tahu berapa rupiah yang akan menjadi hakku di tiap bulannya untuk pekerjaan ini, namun aku memiliki kepercayaan besar pada orang-orang di institusi ini. Tahun 2008 aku pernah bekerja di sini, itu sebabnya :)

Aku yakin bahwa sebagai freelancer di institusi pendidikan ini aku tak akan mendapat gaji sebesar di Perusahaan IT, tak kan pula ada asuransi, tidak juga bonus. Tapi tak apa. Ini bukan goal-ku. Ini hanya persinggahan sementara. Kuutarakan pada Cindil mengenai hal ini.

Ya sayang.aku doain n dukung kamu.yg pnting kamu tau n suka ma yg kamu pilih.
SMS Cindil ini menenangkan hatiku. Aku mempertaruhkan hal besar untuk pekerjaanku. Makasih sudah dukung aku, sayang…
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata