Friday, July 15, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:38:00 PM | No comments

Perokok Usia 10 Tahun Naik 28 Persen



BUKITTINGGI, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya jumlah anak-anak perokok di atas usia 10 tahun di Indonesia sejak empat tahun terakhir ini.

"Berdasarkan hasil riset dasar kesehatan Kementerian Kesehatan tahun 2010 jumlah perokok anak berusia di atas 10 tahun sejak tahun 2007 mengalami peningkatan prevalensi mencapai 28,2 persen," kata Menkes Endang Rahayu di Bukitinggi, Sumatera Barat, Jumat (15/7/2011).

Dia menyampaikan hal itu seusai memberikan kuliah umum dengan tema "Upaya Penanggulangan Penyakit Paru di Indonesia" pada acara Kongres Nasional XII Perhimpunan Dokter Paru Indonesia yang diselengarakan di Bukitinggi.

Kendati tidak menyebutkan secara pasti jumlah perokok berusia 10 tahun ke atas, pada tahun 2007, jumlah perokok usia 10 tahun ke atas hanya 23,7 persen. "Artinya, terjadi kenaikan sekitar lima persen dengan perkiraan mereka memiliki risiko kanker paru sebesar 20-25 persen," lanjutnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Kesehatan mengambil beberapa langkah, antara lain menerbitkan rancangan PP Tembakau yang baru yang saat ini masih diproses di Kementerian Hukum dan HAM.

Selanjutnya, pemerintah daerah diminta mengeluarkan peraturan daerah larangan merokok di tempat umum. Pada beberapa daerah, hal ini disambut cukup baik.

"Kementerian Kesehatan menyambut baik pemerintah daerah yang menerbitkan Perda Pelarangan Merokok di tempat umum karena hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menyehatkan masyarakat," kata dia.

Berikutnya, kampanye larangan merokok juga dilakukan di sekolah untuk menyadarkan generasi muda bahwa merokok merupakan kebiasaan yang tidak baik dan tidak sehat.

Keberadaan organisasi massa seperti Muhammadiyah dan NU juga diharapkan berperan dalam menanggulangi hal ini dan turut mengampanyekan bahaya rokok bagi kesehatan.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, Kalimantan Tengah merupakan daerah dengan prevalensi perokok tertinggi di Tanah Air (mencapai 43, 2 persen) dan Sulawesi Tenggara terendah dengan prevalensi 28,3 persen.

Editor :Benny N Joewono
Sumber: Kompas

about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata