Monday, February 20, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 8:54:00 PM | No comments

Kapan Terakhir ke Salon?

Pertanyaan itu datang dari mantan bosku, seorang profesor di universitas negeri tertua di negeri ini, pagi tadi saat  kami bertemu lagi setelah sekian lama.

Pertanyaan sejenis pernah dan rawan membuat goncangan rumah tangga :) Ya, aku pernah (beberapa kali) merasa sangat sebal jika Ndil menanyakan hal sama. Nah, kali ini aku tidak merasa sebal. Itu bukan karena ditanya oleh orang lain yang adalah atasanku, namun akibat hasil ngacaku sore ini.

Rambut yang kerapkali menjadi penanda dan pembeda seseorang dengan orang lain memang pernah menjadi bagian penting bagiku. Ya, pernah.

Saat bekerja di sebuah institusi yang memuja formalitas, itulah saat di mana aku sangat memperhatikan rambut dan wajah. Saat itu, aku masih menghamba pada institusi formal di mana sang profesor menjadi atasanku.

Nyalon adalah agenda wajib yang kulakukan secara sadar tanpa malas. Setidaknya sebulan sekali melakukan perawatan rambut (creambath) dan muka (facial). Ditambah scrubbingwaxing dan mani-padicure yang tidak rutin. Ala cewe, lah!

2008 & 2009, berkantor di institusi formal

Kebiasaan itu sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, sejak aku mulai mengenal kata "cantik", meski cantik dalam konstruksi media pariwara: rambut hitam panjang, muka putih mulus. Aku mulai creambath dan facial sejak SMP.

Saat itu tidak di salon, melainkan di rumah dengan bahan-bahan tradisional. Ini adalah efek dirasuki buku jadul "Ramuan Madura" milik Mamaku dan larangan Mama untuk menggunakan produk perawatan yang dijual bebas. "Nanti adek cepat ubanan," kata Mama.

Mamaku rajin menghaluskan kemiri yang sudah dibakar, lidah buaya, tomat, seledri, wortel, dan alpukat dengan blender, ditambah santan, kuning telur, teh basi dan madu untuk diborehkan ke rambutku yang sudah lurus, hitam dan lebat.

Proses menunggu ramuan ini meresap ke kulit kepala dan rambut cukup lama, hingga bahan-bahan tersebut mengering. Sekitar 1-2 jam, aku malu mendekat pada orang lain, sebab rambutku bau amis segala rupa, terutama dari kuning telur yang... ah entahlah, susah menggambarkan aromanya.

Mama juga telaten membuatkan ramuan madu yang dihangatkan untuk dioles ke wajah. Juga timun, tomat, dan putih telur. Aku tak pernah jerawatan. Entah akibat ramuan-ramuan itu atau faktor lain.*)

Waktu SMA kebiasaan ini masih berjalan, namun aku diam-diam membeli krim khusus creambath yang banyak diiklankan. Tak hanya termakan media, namun juga omongan seorang tetangga yang bekerja di salon :)

Saat itu, kegiatan nyalon di rumah ini makin menyenangkan karena ada teman melakukan hal sama: Mbak tetangga yang capster salon dan Mbak yang bekerja di rumahku. Mereka berdua menjadi asisten gratis utk perawatan rambut dan wajahku :)

 Kini, bukan anak kantoran

Aku kini berbeda. Sungguh berbeda :) Sejak bekerja di NGO, aku justru merasa malu dan salah tingkah, salah kostum, salah tempat, ketika melakukan kebiasaan lama. Ah, pemikiran ini ternyata sala, jika kamu sayang tubuhmu :|

Sejak tiga tahun belakangan, sangat sulit bagiku kini untuk menjawab pertanyaan judul tulisan ini. Aku memang sudah sangat lama tak melakukannya. Aku ke salon hanya untuk potong rambut, yang kulakukan hanya setahun sekali, atau lebih :|

Rambut hanya kugulung-gulung, lalu menjepitnya dengan jepitan atau ikat. Ini membuat helainya menjadi kasar, dengan ujung yng memerah dan bercabang. Seperti rambut anak-anak pecinta layangan.

Wajah? Jaangan ditanya. Ini lebih memalukan (ya, akhirnya merasakan hal ini)! Kusam, muncul banyak bintik hitam dan komedo, meski tanpa jerawat. Sebenanya aku beberapa kali perhatikan ini saat memerlukan make-up *aku menggunakan make-up sangat jarang, hanya jika ada acara tertentu seperti undangan*, ketika kini aku memerlukan foundation yang lebih tebal dibanding dahulu kala :) Aku jadi khawatir, apakah bintik-bintik hitam itu bisa hilang?

Aku punya bahan dan alat perawatan rambut dan wajah yang lengkap. Hanya saja, tak ada waktu melakukannya. Salon? Semakin tak ada waktu. Sehari-hari aku hanya menggunakan krim creambath tiap usai mencuci rambut dan scrub beras putih (ada di Mirota Batik dan Pasar Bringharjo).

Duuuh, aku menyiksa mereka...


*)
Aku baru jerawatan saat kuliah semester dua. Kata orang karena jatuh cinta :)





about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata