Friday, March 30, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:51:00 PM | No comments

Harga BBM Naik: Adegan Politis versus Hitungan Matematis


Dua hari ini terjadi bentrokan rusuh antara pengunjuk rasa dan Polisi. Pengunjuk rasa menuntut pembatalan rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah. Dua hari ini anggota dewan yang (gila) hormat itu sedang rapat untuk membahas hal tersebut. Di dalam ruangan megah ber-AC.

Di luar, elemen mahasiswa, buruh dan masyarakat bertahan di bawah terik matahari dan hujan. Pagi hingga malam. Tengah malam, bahkan pagi lagi, tepatnya. Kerusuhan terjadi. Bentrokan massa. Ini di luar ruangan nan megah ber-AC itu.

Di dalam ruangan dingin, para wakil rakyat yang (gila) hormat teriak-teriak ala jalanan. Mereka, ternyata, bukan berembuk atas dasar hitungan matematis, namun kompromi politis. Mereka kini sedang melakukan lobi-lobi politik terhadap penetapan keputusan apakah jadi atau tidak untuk dinaikkan harga BB-nya.

Lobi? Ya! Aneh? Ya!
Tapi itulah yang terjadi. Bahkan kemarin sempat muncul usulan untuk melakukan voting! Yaampun, itu apa-apan sih? Hitungan ekonom nan akademis dikalahkan oleh kepentingan politis?

Yang di luar ruang AC seharusnya adem ayem saja di luar sana. Toh kalian (kita?) hanya menjadi obyek politik kelompok di ruang AC itu. Rakyat diadu domba. Mau jadi kambing congek demokrasi?

Foto: @wakil_rakyat

Jadi intinya: harga BBM naik sekadar adegan politis, bukan simpulan hitungan matematis? #yakali

Mlekom,
AZ 



about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata