Saturday, April 14, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:49:00 AM |

Sukiman, Perintis Diversifikasi Tanaman Tembakau ke Sayuran


Pada ketinggian 1185 mdpl di sebuah dusun perbatasan akhir dengan Puncak  Gunung Merapi tepatnya di Dusun Kepuh  Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang Klaten , Sukiman (42 tahun) menjalani aktivitas hidup sebagai seorang petani asli lereng merapi dengan suasana damai dan tenang. Aktivitas pagi itu diawali Sukiman ke ladang belakang rumah untuk merawat tanaman sayuran tomat yang sudah mulai berbuah, disamping tomat tanaman Lombok merah dan sayuran kembang  kol juga nampak tumbuh subur di ladang belakang rumah di bawah gardu pandang pengawasan Gunung Merapi di Deles ini. Kebanyakan orang tahu bahwa di Deles ini sekedar daerah wisata  lereng Gunung Merapi dari sisi timur yang masuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Pada saat erupsi merapi tahun 2010 kemarin Deles ini merupakan daerah rawan bencana 3 dimana semua warga dari dusun ini mengungsi secara sukarela ke kota Klaten selama 40 hari. Dari sekian banyak kisah menarik dari dusun lereng merapi ini terutama kisah heroik disaat merapi meletus 2010 dan juga kisah kearifan masyarakat lokal dalam penghijauan  hutan di lereng merapi ternyata ada sebuah kisah perjuangan seorang petani dalam merubah pola tanam tembakau ke sayuran dan tanaman produktif lainnya.


Sejak jaman dahulu sampai awal tahun 2003 mayarakat di daerah Deles dan sekitarnya adalah petani tembakau sejati. Tanaman tembakau merupakan tanaman yang di budidayakan secara turun temurun oleh warga didaerah ini dan termasuk daerah penghasil tembakau wilayah jawa Tengah. Selain tembakau tanamn cengkih juga menjadi tanaman unggulan dari warga Deles ini. Sukiman seorang lulusan sekolah setingkat SMEA mencoba membuat sebuah perubahan yang sangat bersejarah di Deles ini. Bermodalkan tekad dan pengetahuan yang dia miliki mulailah Sukiman ini melakukan budi daya tanaman diluar tanaman tembakau yang menjadi tradisi masyarakat Deles ini. Awal mulanya orang menganggap apa yang dilakukan Sukiman ini agak aneh karena belum terbiasa di daerah ini. Tanaman Tomat, Kembang Kol, Cabe dan beberapa sayuran lain mulai di budidayakan Sukiman mulai tahun 2003. Perlahan namun pasti apa yang dilakukan Sukiman tidak sia-sia. Hasil ketekunannya berbuah hasil panen tanaman sayur yang bagus. Satu persatu masyarakat mulai bertanya kepada Sukiman dan meniru pola tanam yang dilakukan Sukiman. Dengan penuh kesabaran Sukiman memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani walau dia bukan seorang pegawai penyuluh pertanian resmi dari pemerintah.


Dari satu kampung ke kampung Sukiman dengan sabar memberikan penyuluhan kepada para petani bagaimana bertanam sayuran yang bagus, mulai dari penyediaan bibit tanaman, penyemaian perawatan dari hama penyakit dan sampai pengolahan pasca Panen. Sukiman tidak pernah meminta upah ketika  memberi penyuluhan kewarga tetapi secara kearifan local  masyarakat  kadang warga membeli imbalan berupa sekarung rumput yang langsung di taruh warga di motor Sukiman bagitu selesai penyuluhan. Hasil panen sedikit demi sedikit menarik para pengepul sayuran untuka naik ke Lereng merapi ini ketika musim panen sayuran tiba. Banyak petani yang awalnya menanam tembakau kemudian beralih ketanaman sayuran walaupun saat itu adalah saat musim bertanam tembakau. Pelan namun pasti, Sukiman tidak pernah memaksakan petani tembakau untuk beralih dari tembakau ke sayuran. Semua mengalir dengan alami karena bukti yang di bawa Sukiman menjanjikan secara nyata bahwa hasil sayuran yang di tanam melebihi hasil ketika bertanam tembakau yang harganya sangat fluktuatif dan selalu di permainkan tengkulak. Pengorbanan Sukiman ini tidak sia-sia, secara bertahap sejak tahun 2003 sampai 2011 tiga desa di lereng merapi sisi timur yaitu meliputi Desa Sidorejo, Sidomulyo, dan Balerante mulai berubah pola tanamnya dari petani tembakau menjadi petani sayur mayur. Tembakau secara perlahan tergantikan oleh komoditi sayuran dan luas ladang tembakau lama-lama semakin mengecil karena perubahan pola tanam masyarakat ini.


Selain itu Sukiman juga aktif sebagai seorang relawan dalam memantau Gunung merapi dari sisi timur. Lewat radio komunitasnya dan organisasi lintas merapi yang didirikannya Sukiman memberikan banyak pencerahan dan ide-ide kebersamaan yang menghidupkan kembali semangat warga daerah sini. Semangat untuk mandiri dan saling membantu diantara warga yang kuat serta kepedulian pada alam sekitar dengan melakukan penghijauan hutan serta pencegahan dari eklporasi pasir di lereng merapi ini menjadi contoh keteladanan yang luar biasa dari seorang Sukiman, petani lulusan SMA yang tidak tergoda bekerja di Kota tetapi memilih menetap di kampung dan menjadi motivator warga sekitarnya.


Liputan khusus JSTT (fauzi an & didik jn)

Copas dari sini.
about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata