Wednesday, September 12, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:57:00 PM |

Batagor Cucut

Siap goreng
Beberapa minggu ini lagi suka banget makan siomay-batagor. Ketularan partner-in-walk (???) -ku yang sdah beberapa bulan ini (atau dari dulu?) sering ngajak makan di Mang Mudi, Kang Ujang, dan judul-judul warung Siomay Bandung lain di Jogja. Dia entah suka siomaynya, entah pula karena di warung-warung ini ada beranekaragam es yang sangat dia gemari.

Terus-terusan makan siomay-batagor tidak pernah bikin bosan. Apalagi, sudah sebulan ini aku makan 4-5 kali sehari. Di antara tiga jam makan utama, aku cari batagor dan makanan lain non nasi.

Beberapa hari lalu baca twit seorang teman yang bikin siomay. Jika dia yang baru saja belajar masak itu bisa, masa aku nggak bisa? :)

Semalam tekad bulat. Sengaja aku bangun pagi agar tak kesiangan belanja. Sebelum ke pasar, kucari resep di Google dengan kata kunci "somay batagor". 

Ngepasar
Sejujurnya, aku tak tahu bentuk ikan tenggiri. Tapi gak sulit untuk bertanya pada penjual. Sayang, tak ada tenggiri di Pasar Prawirotaman Jogja. Kutemukan ikan tongkol, nila, bandeng, lele dan ikan... (lupa namanya). Satu-satunya yang tampak memungkinkan hanya ikan cucut (aku tahu nama ikan ini karena mudah dikenali dari bentuk muncungnya).

Penjual pasar ternyata juga bersedia memotong ikan hingga berbentuk fillet. Tidak sampai bersih, hanya dibagi menjadi tiga bagian: daging kanan, kiri dan tulang. Tugasku menguliti dan membuang tulangnya di rumah. Tapi potongan ini sudah sangat membantu, jarang ada pedagang pasar yang mau mem-fillet. Dulu untuk peliharaan burunghantu-ku, aku belanja di fish mart khusus.

Resep juga memberi alternatif udang. Aku juga suka siomay cumi. Tapi sayang, mama lagi tak mau makan seafood karena kolesterol yang sedang tinggi. Tinggal berdoa, semoga ikan cucut ini enak.

Lupa dapat di situs mana, tapi ini resepnya, plus sedikir modifikasiku:

Bahan baso:
1/2 kg ikan cucut
1/4 kg ayam
3 bawang putih
1 ons kanji
2 ons terigu
1 telur
garam
merica hitam
kulit pangsit

Pelengkap:
tahu
kentang
kubis 
telur puyuh
kacang panjang
jagung
kecipir
terong hijau bulat

Saos kacang:
1,5 ons kacang tanah 
0,5 ons kemiri
kecombrang secukupnya
5 cabe rawit
4 cabe merah
2 bawang putih
cuka
garam
gula merah

Cara masak:
  1. Semua bahan baso dihaluskan (aku pakai blender). Lalu dicampur. Tambah air. Masukkan adonan ke dalam kulit pangsit dan tahu. Masukkan dalam dandang kukusan.
  2. Semua bahan pelengkap dikukus bersama pangsit. Setelah matang, goreng pangsit dan tahu untuk menjadi batagor. Biarkan sepeti itu untuk menjadi siomay.
  3. Sangrai semua bahan saos, kecuali kecombrang dan gula. Haluskan (blender) bersama kecombrang. Tuang ke panci, tambah air, masukkan sisa bahan, masak sampai mendidih.
  4. Selesai! :))

Mudah banget, ya! Aku pun takjub karena rasanya enak. Juga mendapat komentar sama dari chef terbaik sepanjang hidupku: Mama.


Siap santap
Awalnya, jagung ingin kumasukkan ke dalam adonan baso untuk menggantikan bengkoang di resep. Tapi lupa memasukkan, eh dikukus enak juga. Sensasi rasanya menarik sekali di antara rasa dominan kacang (saos). Kecombrang juga menambah rasa mengejutkan. Saranku, jangan banyak-banyak memakai kecombrang sebab aromanya sangat kuat, jangan sampai mendominasi lalu menghilangkan aroma kacang.


Bahan-bahan bergaris bawah dalam resep di atas adalah pelengkap yang tidak biasa ada di menu batagor/siomay. Aku hanya tertarik membeli karena rasanya yang memang kusuka :)

Oh iya, setelah membungkus pangsit, untuk mengetahui rasa daging olahannya, kucoba menggoreng beberapa. Rasanya sangat enak. Aroma amis ikan tertutupi oleh ayam. Gorengan ini enak dimakan dengan saos sambal.


Kenang-kenangan dari usaha pertama memasak ini adalah dua baret di dua jari tangan + lengan kanan kecipratan saos kacang panas. Jadi masak sambil ber-plaster dan bioplacenton. Belum lagi efek di tumit yang sangat sakit pasca berdiri empat jam di depan kompor :))

Kedua jari ini terkena pisau

Tapi bagaimanapun, bahagia sangat bisa bikin masakan yang enak. Apalagi itu makanan favorit yang biasa kubeli.

Mlekom,
AZ 

*maaf ya, fotonya seadanya. Formalitas aja nih motretnya, karena kaki selak sakit.

 
about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata