Saturday, September 15, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 1:30:00 PM |

Lolos!

Hai hai hai, lagi gembira nih. Abstrak paperku diterima! Hehehe, alhamdulillahi rabbil alamin...

Abstrak ini kukerjakan buru-buru, hanya beberapa jam sebelum deadline pengiriman ditutup. Ceritanya, saat itu aku sedang di Malang untuk sebuah proyek "jalan-jalan".

Gambar dari sini.
1 September 
Hari terakhir pengiriman abstrak. Padahal, info tentang konfrensi internasional ini sudah kudapat sejak pertengahan Juli lalu. Abstrak harus dikirim ke Singapur, negara yang waktunya satu jam lebih cepat dari Indonesia. Artinya, pukul abstrak itu harus terkirim sebelum pukul 23.00WIB.

Persoalan tidak mudah. Pertama, hotspot hotel tak sampai kamar. Malas menulis di lobby, sebab ini bukan hotel besar yang punya ruang tunggu yang nyaman. Kuputuskan untuk mencari cafe. Ternyata ini tak mudah, berbeda dengan di Jogja. Akhirnya kami menuju sebuah mal di pusat kota. Pasti ada kafe atau resto yang punya hotspot di sini, pikirku.

Celingak-celiguk di kawasan Alun-alun, akhirnya dapat warung KFC bertuliskan "24 jam" dan "free hotspot". Batal ke mal, sebab pastinya jam 9 sudah tutup. Ternyata di warung itu ada Internet Corner. Ada 5 PC terhubung internet di sana.

.
Semua PC dikuasai anak-anak kecil dan remaja. Ah, malam minggu itu KFC jadi tempat nongkrong keluarga, ternyata. Aku harus "menyingkirkan" seorang anak batita yang pencet-pencet keyboard komputer tanpa dia mengerti.

Oke, aku dapat koneksi. Persoalan belum selesai sampai di sini. Aku harus merangkai tulisan dari poin-poin yang sudah dibicarakan. Poin ini kudapat dari diskusi via Gtalk dengan Mas Punto dari Center for Heritage Conservation (CHC) UGM, dua hari sebelumnya.

Sedikit kesulitan, sebab pikiran dihantui keterbatasan waktu yang terbatas. 08.11 kukirim ke @joeyakarta, berharap dia bersedia memberi komentar. Hufff, dia pun sibuk. 08.18 kukirim ke @uradn yang ternyata lagi di jalan.

08.24 dapat balasan dari @joeyakarta. Kuperbaiki tulisanku, sambil mengalih-bahasakan ke Bahasa Inggris. 08.42 mendapat tambahan lagi dari @joeyakarta. Kumasukkan ke tulisanku.

Bolak-balik mengedit agar sesuai aturan: hanya 300 kata. Sempat hampir nyerah ketika jarum jam di depanku mengarah ke 23.00, ini sudah tanggal 2 September di Singapur.

Tepat 23.43 WIB, tulisan terkirim ke panitia. Telat nyaris satu jam. "Ah, kali aja panitia-nya melihat waktu yang tertulis di email yang masuk, bukan di jam PC-nya. Nothing to lose, pikirku."

2 September
Nyampe hotel nyaris jam 01.00. Besok pagi harus bergerilya lagi.

5 September
Panitia NODEM kirimkan email tentang Abstract Submissions. Ada lega, ketika tahu bahwa aku tidak telambat mengirimkan aplikasiku. Ya, meski juga tidak yakin akan lolos :)

15 September
Aku sudah lupa tanggal pengumuman penerimaan abstrak, sebab terlanjur yakin tak akan lolos. 13.30 masuk sebuah email dari panitia NODEM di Swedia yang menyatakan bahwa abstrakku lolos dan aku diundang untuk berpartisipasi di acara NODEM di Hongkong. Yay!

Padahal, tulisan abstrak ini belum memuaskanku. Dan akibat keterbatasan waktu serta keterkaitan tema, maka aku diminta membuat presentasi poster, bukan dalam bentuk oral. Tak apalah, sebuah kemajuan. Ini tulisan pertamaku untuk forum internasional, kan :)

Bagaimanapun, aku berterimakasih kepada @puntowijayanto untuk obrolan panjangnya dan ngasih banyak masukan. Juga @joeyakarta yang mau "menemani" lembur dan mengomentari tulisanku. Yang paling penting adalah @maulanarch yang telah mengirimkan informasinya

Kalian semua berjasa, untuk pengalaman tulisan ilmiah internasional pertamaku ini. Trims! :*

Nah kalau sudah lolos, terus siapa yang mau bayarin tiket ke Hongkong? Ini nih, berburu sponsor jadi persoalan selanjutnya...

Mlekom,
AZ

about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata