Friday, September 21, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:53:00 PM |

September Ceri[t]a

Dear Amy, see you in September, hope that you'll remember me next year.
Hey Jammie, you've been a great friend of me, I hope that I'll still see you arround here... 
["Yearbook" - Hanson]

September. 
Pernah menjadi bulan yang selalu kunanti dengan ceria

September di tahun pertama KITA. Aku menanti saat, untuk membeli sepasang cincin perak dari Kotagede. Cincin itu berpatri inisial panggilan sayang kita. 

CK
September tahun kedua. Kuberanikan diri untuk memasak sesuatu. Sebuah pudding berbentuk hati hadir di tengah obolan santai kita bersama sejumlah teman. Aku bahagia, ketika kurasakan kebahagiaan kamu.

<3
Ya, September. Bulan di mana aku menunggu kamu bertambah usia. Selalu punya rencana-rencana mendadak untuk membuat kamu lebih bahagia, di sebuah hari, di tiap bulan ini.

Tahun lalu, September kedua itu, adalah bulan kelima kita memutuskan untuk merangkai KITA. Aku dan kamu rencanakan sebuah KITA, dalam sebuah ikatan. Ikatan yang bukan sekadar cincin Kotagede, bukan pula sekadar cinta berbentuk pudding hati. Itulah saat dimana kita berdua ingin menyatukan kamu dan aku, menjadi KITA.

September itu, keluargamu ke rumahku. Berkenalan, berbagi ceri[t]a. Kenangan ini terlalu indah menyedihkan untuk kuingat...


Kamu tahu?
Di awal September ini, Papa menanyakan tentang kamu. Lebih tepatnya, beliau bertanya tentang KITA. Berharap kita, kamu dan aku, benar-benar menjadi KITA, di tahun ini. "KITA" yang bukan sekadar "kita". KITA yang dulu pernah menjadi mimpi kita.

Dengan berat hati, kuceritakan semua yang terjadi pada KITA. Apa adanya. Saat bercerita, kepalaku mendadak pusing. Kurasakan mataku memproduksi air, hingga membuatnya berkaca-kaca. Kujaga emosi, memastikan tak ada yang menetes jatuh.

Papa tanyakan berbagai kemungkinan untuk kembali. Papa juga menyebut tentang blog ini yang masih sering bercerita tentangmu. Mauwo (kakak Papa) pun menyatakan hal sama.

"Hati sudah berubah," kataku. 

Mereka pun tak lagi menanyakan kemungkinan-kemungkinan itu. Entah mereka percaya, atau tidak...

Tahun ini, September ketiga. Aku bahkan tak ingat lagi tanggal lahirmu. Trims ada jamuan makan kemarin malam, ketika salah seorang teman membangkitkan ingatan.

Trims? Kenapa harus berterimakasih? Memangnya apa yang akan terjadi beberapa hari ke depan?

...dan... ah! Kenapa pula hidungku mendadak pilek saat kuketik tulisan ini? Lalu mengapa juga jari-jariku sibuk mengusapkan tisu ke kedua mata? 

Ah!

Tahun ini, Septemberku tak ceria. Aku di sini, berbagi ceri[t]a.

Mlekom,
AZ 


about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata