Sunday, November 18, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 7:22:00 AM |

Blusukan Solo: "Tafsir Lukisan Malam” Kauman Solo


Kelurahan Kauman bermula dari Kawedanan Yogiswara/Kapengulon. Kauman mulai tumbuh saat Paku Buwono III membangun Mesjid Agung pada tahun 1757 M. Sang Raja mengangkat Tafsir Anom sebagai Penghulu Mesjid Agung. Dalam melaksanakan tugas sehari-harinya, penghulu Mesjid Agung dibantu oleh abdi dalem ulama lainnya (antara lain Ketib dan Merbot). Para abdi dalem ulama beserta santri-nya tinggal di sekitar Mesjid Agung yang kemudian berkembang dan dinamakan Kauman yang berarti kampung “Kaum”. Pada mulanya para abdi dalem ulama hanya bekerja sebagai abdi dalem saja, istrinya bekerja sambilan membatik di rumahnya untuk konsumsi keraton. Seiring berjalannya waktu usaha rumah tangga tersebut kemudian berkembang menjadi usaha batik dan kerja rangkap ini berhasil menaikkan taraf ekonomi masyarakat. Usaha inilah yang antara lain menyebabkan masyarakat Kauman dapat membangun rumah yang megah/indah pada awal tahun 1800 sampai dengan pertengahan tahun 1900.

Sampai saat ini beberapa keturunan dari para abdi dalem “kaum” masih ada yang menempati rumah peninggalan Kakek buyut mereka, bahkan ada beberapa rumah yang masih mempertahankan keaslian bentuk bangunannya

mau tau lebih lengkap ?

mari ikuti kegiatan Blusukan Solo “Tafsir Lukisan Malam” Kauman Solo

Sabtu 24 Nopember 2012
nantinya Peserta Blusukan Solo akan diajak menelusuri sejarah adanya dan perkembanganya kampung Kauman Solo

Donasi: Rp 100.000,-
Fasilitas : Ilmu, Pengalaman, Souvenir, Makan Malam

Pendaftaran dan Informasi lebih lengkap bisa menyampaikan pertanyaan ke

Sekretariat :
Jalan Jawa No. 18, Timuran, Banjarsari, Solo
Telepon/Sms : 0271 9120522
BB Pin : 2A27C4B2


***
Copas dari Blusukan Solo.

Mlekom,
AZ
about it
Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata