Tuesday, January 8, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 11:23:00 AM | No comments

Koe Banget :(


Agar Si Dia Tak Berselingkuh

KOMPAS.com -  Anda mungkin sudah mengetahui penyebab pria bisa terjebak dalam perselingkuhan. Selain mungkin sifat hidung belangnya, ada kondisi serta situasi tertentu yang mendorong sebuah perselingkuhan terjadi.

Cara paling efektif mencegah terjadinya selingkuh adalah dengan menjaga keharmonisan sebuah hubungan. Ini kunci untuk mencegah pria Anda berselingkuh. 

1. Menjaga hubungan tetap  menarik
Jika Anda merasa sedikit bosan dengan rutinitas seksual Anda (bahkan jika Anda menyalahkan dia), maka ia kemungkinan besar bosan juga. Mengubah segalanya menjadi kunci. Jadilah orang yang memulai situasi intim lebih sering. 

2. Jangan biarkan dia lupa Anda ada
Jika dia pulang kantor terlambat atau pergi keluar dengan teman-temannya, daripada mengomel dan melarang-larang, lebih baik saat ia pergi kirimkan teks mesra, seperti "Aku mencintaimu," "I miss you" atau "Aku punya kejutan khusus untuk kamu ketika Anda tiba di rumah!" Tapi jangan sibuk menginterogasi kemana dia pergi, bersama siapa saja  atau kapan dia akan pulang. Anda hanya perlu  mengingatkan dia masih memiliki seorang wanita di rumah yang mencintainya. Gunakan cinta Anda untuk memaksa pikiran bersalah keluar dari pikirannya jika ia berniat macam-macam.

3. Biarkan dia tahu konsekuensinya
Pada awal hubungan, Anda dapat membiarkan dia tahu dengan cara yang ringan, bahwa Anda tidak akan mentolerir perselingkuhan. Katakan langsung padanya ketika dia sedang diliputi perasaan senang dan jatuh cinta pada Anda. Ia akan ingat bahwa dan berpikir tentang hal itu sebelum ia selingkuh di kemudian hari.

4. Jangan mengomel 
Saat memiliki pasangan, hidup pria cenderung melakukan segalanya untuk kebahagiaan pasangan. Melakukan semua yang dia bisa untuk mencoba menyenangkan Anda. Anda memasakkan makanan untuknya, meski rasanya tidak enak dengan senang hati ia menikmati. Nah, seharusnya Anda juga melakukan hal yang sama.  Menonton pertandingan sepak bola dengan dia, memberinya ruang dan keheningan ketika ia ingin membaca koran atau menonton berita, dan memberinya banyak sentuhan singkat dan kecupan mesra sehingga ia tidak pernah merasa kehilangan koneksi itu kepada Anda.

Dan di atas semua,  jangan menjadi istri yang cerewet atau selalu berdebat dengan cara destruktif. Ingat, Anda adalah sistem dukungannya, jadi ketika Anda mencoba selalu mengalahkan dia, dapat membawanya ke kondisi kekacauan emosional, yang buntut-buntutnya akan membuat dia mencari wanita lain yang bisa mendukungnya.

Sumber: Your Tango
Co-pas dari Kompas alamat ini.


Gambar dari sini.


Kucoba telaah satu-satu, apa yang bikin artikel tersebut "koe banget":
  1. Tentu tak perlu dibahas. Kita tidak menikah.
  2. Aku selalu melakukan ini. Tapi kamu lebih mau menjawab sapaan basa-basi mantanmu. Ratusan kali sapaanku lewat DM, Gtalk, SMS kamu biarkan. Satu mention di Twitter dari mantan, kamu balas dengan sangat segera. Apa salah jika aku berpikir ada sesuatu spesial di antara kalian (lalu aku cemburu)? Ya, dan kalian akhirnya kalian memang mengakui itu, meski di belakangku, lewat obrolan Gtalk antar kalian, yang akhirnya kuketahui"
  3. Aku selalu bilang, jauh sebelum kita berkomitmen: Aku benci orang selingkuh. Ya, meski kamu tak pernah mengakui bahwa kedekatan kalian itu sebagai selingkuh... "Memangnya aku ada berkomitmen dengannya?" bentakmu selalu. 
  4. Membuatku menjadi bagian dari berbagai kegiatanmu adalah salah satu upayaku melebur dengan kamu. Ingat, kamu mengubahku secara ideologis dan membuatku tegila-gila pada heritage. Apa kamu suka bergaul dengan teman-temanku? Hummm...
Aku cerewet, memang. Dari urusan keringat, kulit lecet, potongan rambut, jeans belel, berpakaian pada tempatnya (alasi kaosmu dengan kemeja di acara formil), makanan bebas kolesterol, berkabar, berkabar, berkabar. Memang itu yang selalu kucereweti. Kamu? Sering bantah, marah, cenderung menolak dan... ini yang aku tak sanggup: membentak dengan sangat kasar!


Lalu berantam, berdebat panjang. Ini intinya: kamu lalu mencari orang lain untuk ngobrol. Sayangnya, orang lain itu mantanmu, yang menyatakan ingin menikahi orang sepertimu. Sekali lagi, aku cemburu; sebab itu berbahaya. Dia punya pacar, kamu punya aku. Gila!

Namun aku sadar, ini kesalahanku: Tak dapat menciptakan obrolan menyenangkan buatmu. Lalu kamu cari orang lain. Orang lain yang tak pernah kamu bentak, meski 'menginjak-injak' hubungan kita. 

Entahlah. Terserah saja. Melupakanku dan lebih memilih berbohong (entah mengapa, demi menyembunyikan beragam fakta tentang kedekatan kalian, kamu jadi PEMBOHONG--hal yang paling kubenci selain perselingkuhan!).

*
Tadi, kukirim URL artikel di atas ke kamu, tanpa teks apapun. Balasannya: "maaf ay :( aku sayang kamu selalu ay".

Koe banget!

Mlekom,
AZ


about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata