Thursday, June 13, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 11:06:00 AM | No comments

Satu Jam Bersama Peter Carey




Diskusi 
Satu Jam bersama Peter Carey
 Kamis, 13 Juni 2013, Pukul 19.30 – 20.30
Ruang Sidang Lantai 2,
Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) 
Fakultas Teknik UGM
Yogyakarta

Sejarah menjadi bagian dari perjalanan suatu kota. Kota merupakan artefak yang masih hidup sampai saat ini yang mampu menceritakan banyak hal. Serpihan-serpihan cerita di belakang artefak tersebut menjadi suatu kekuatan bagi setiap daerah dengan kekhasannya masing-masing. Demikian juga halnya dengan Kota Yogyakarta dan sekitarnya sebagai daerah yang kaya akan serpihan tersusun dan menjadi coretan emas dalam perjalanan sejarah perjuangan bangsa.

Perang Diponegoro (1825 – 1830) sebagai salah satu peristiwa yang pernah terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya, bukanlah periode singkat yang hanya dituliskan dalam waktu lima tahun. Pangeran Diponegoro dengan pasukannya mempunyai suatu periode sebelum dan sesudah tahun-tahun tersebut. Beberapa daerah di Yogyakarta dan sekitarnya menjadi bagian terpenting dari gerakan Pangeran Diponegoro dengan pengikutnya dan masyarakat pada saat itu.  Ruang-ruang yang terbentuk olehnya, baik sebelum terjadinya Perang Diponegoro maupun saat meletusnya Perang Diponegoro dan setelahnya, menjadi satu hal yang sangat menarik untuk dilihat sebagai catatan sejarah bangsa Indonesia dengan melihat ruang-ruang fisik yang ada.  Pertanyaan menarik yang bisa tercetus dari catatan sejarah tersebut yang bisa terbaca adalah “Bagaimana ruang-ruang kota menjadi satu bagian penting dari Perang Diponegoro di Kota Yogyakarta dan sekitarnya dan bagaimana membaca sejarah suatu kota dalam keterkinian dengan sudut pandangan pelestarian kota sebagai pembangunan ?"

Prof. Peter Bryan Ramses Carey atau yang lebih dikenal dengan Prof. Peter Carey adalah salah satu sejarawan yang telah banyak menulis sejarah di Asia Tenggara, termasuk terkait keberadaan Kota Yogyakarta dan sekitarnya dengan salah satu bukunya yang berjudul The Power of Prophecy, Princes Dipanagara and The End of An Old Order in Java, 1785 – 1855 (2008, KITLV Press, Leiden. Second Edition) yang sudah diterjemahkan dalam judul Kuasa Ramalan Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1788 – 1855. Dengan dukungan beberapa buku yang ditulis Peter Carey sebelumnya, antara lain The Archive of Yogyakarta, 1980; Babad Dipanagara, 1981; The British in Java, A Javanese Account 1811 – 1816, 1992; The Archive of Yogyakarta, vol 2 Documents Relating to Economic and Agrarian Affairs, 2000  yang ditulis dengan Mason C.Hoadley, diharapkan “Diskusi satu jam bersama Peter Carey” akan menjadi diskusi yang menarik dengan tarikan di beberapa keilmuan termasuk dalam hal ini bidang Arsitektur dan Perencanaan Kota.

Keluaran Diskusi:

  • melihat catatan sejarah sebagai bagian terpenting dari upaya pelestarian kota     
  • melihat ruang kota Yogyakarta dan sekitarnya pada periode pada masa lalu dan masa kini dengan benang merah yang mampu terbaca

Penyelenggara:
Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan (JUTAP) FT UGM bekerjasama dengan

  • Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD)
  • Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI)
  • Panitia IHY (Indonesia Heritage Year) – TPI (Tahun Pusaka Indonesia) 2013
Unduh pdf. file di sini.

Sumber: Indonesian Heritage Year 2013 di sini.

about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata