Friday, January 25, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 8:59:00 PM | No comments

Primadona, Nano Riantiarno

Primadona (sebuah roman)Primadona by Nano Riantiarno
My rating: 5 of 5 stars

Mungkin ini buku terlama yang saya baca. Bukan karena jenuh, namun tiap detil yang terlalu sayang untuk terlewat. Saya membayangkan Jakarta yang nyaman di buku ini. Penggambaran tentang Kali Ciliwung yang bersih (rombongan perempuan mencuci di sana), indah (banyak kapal kecil tertambat di dermaga, sekadar milik orang kaya yang hobi plesir), dan seterusnya.

Lalu secara jahat, imaji saya membaningkan dengan kondisi JAkarta hari-hari ini, yang minggu lalu dilanda banjir hebat (ya, meski banjir juga sudah setua Jakarta).

Ini buku sangat bagus, meski awalnya membosankan karena alur yang terlalu lama akibat detil yang terlalu penuh. Ya, Riantiarno menggambarkan secara detil tiap peristiwa, tiap setting, dan tiap penokohan. Hingga saya membayangkan peniti jenis apa yang digunakan Kedjora, tulisan batik apa yang digunakan pemain lainnya. Akhirnya, saya menikmati dan memuji detil itu. Hingga saya baca berulang-ulang. Indah!

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 8:53:00 PM | No comments

Ape House

Ape HouseApe House by Sara Gruen
My rating: 2 of 5 stars

Stopped on the page of 140s. Get no idea of the conflicts. But you have the idea to raise awareness of animal life.

I was laughing successfully on the very beginning of the story, you have great taste of humor, Sara. I like it!

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 8:51:00 PM | No comments

Primadona

Primadona (sebuah roman)Primadona by Nano Riantiarno
My rating: 5 of 5 stars

Mungkin ini buku terlama yang saya baca. Bukan karena jenuh, namun tiap detil yang terlalu sayang untuk terlewat. Saya membayangkan Jakarta yang nyaman di buku ini. Penggambaran tentang Kali Ciliwung yang bersih (rombongan perempuan mencuci di sana), indah (banyak kapal kecil tertambat di dermaga, sekadar milik orang kaya yang hobi plesir), dan seterusnya.

Lalu secara jahat, imaji saya membaningkan dengan kondisi JAkarta hari-hari ini, yang minggu lalu dilanda banjir hebat (ya, meski banjir juga sudah setua Jakarta).

Ini buku sangat bagus, meski awalnya membosankan karena alur yang terlalu lama akibat detil yang terlalu penuh. Ya, Riantiarno menggambarkan secara detil tiap peristiwa, tiap setting, dan tiap penokohan. Hingga saya membayangkan peniti jenis apa yang digunakan Kedjora, tulisan batik apa yang digunakan pemain lainnya. Akhirnya, saya menikmati dan memuji detil itu. Hingga saya baca berulang-ulang. Indah!

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 2:42:00 PM | No comments

Tumpukan Kalkulasi

Gambar dari sini.
Menumpuk. Itu kalau tidak dikerjakan. Mau mulai yang mana dulu? Kalau sibuk mengkalkulasi untung-rugi, gak siap-siap ini kerjaan. Lucunya, mereka datang bersamaan dalam waktu nyaris berbarengan di minggu ini.

  1. Kampanye Indonesian Heritage Year 2013 (selama 2013 ini).
  2. Promo World Heritage Day (WHD) Indonesia di Lombok (April)
  3. Konsep Temu Pusaka Indonesia (mungkin di Lombok, berdekatan dengan WHD).
  4. Media brief untuk seminar tentang fossil fuel subsidies di UGM, ITB, UI (akhir Februari).
  5. Heritage mapping di 10 kota pilot project (Februari).
  6. Pendataan heritage emergency response (HER) pasca banjir Jakarta minggu lalu (tengah Januari).
Tumpukan kalkulasi bisa saja terjadi, namun bukan urusan duit-menduit, lebih pada pertimbangan kemampuanku. Soalnya, tentu saja pekerjaan yang sudah jalan harus diutamakan untuk selesai.

Tuh kan, jadi ngitung-ngitung lagi...

Mlekom,
AZ

Thursday, January 24, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:21:00 PM | No comments

Elmina, Ester Van Steekelenburg

Elmina: Building on the Past to Create a Better FutureElmina: Building on the Past to Create a Better Future by Ester Van Steekelenburg
My rating: 4 of 5 stars

This is a good example of research study. Research is not just taking the data, and then leave. Research is showing the world what you are getting, to be studied by more people.

The power of this book is contained in the idea of ​​raising the profile of local people to talk about their own environment. These people are not only policy makers, but also people who may "nobody".

Lots of interesting photos really takes you as being visited Elmina, yourself.

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 9:06:00 PM | No comments

Buku tentang Zen, Tsai Chih Chung

Buku tentang Zen, Pikiran yang TercerahkanBuku tentang Zen, Pikiran yang Tercerahkan by Tsai Chih Chung
My rating: 4 of 5 stars

Buku Zen yang serius saja saya suka, apalagi yang komik begini. Sangat membantu memahami pemikiran Zen. Semakin banyak quote yang saya salin dari "petuah-petuah abadi" di buku ini.

View all my reviews

Buku ini kubaca tahun 2004 lalu.
Posted by adriani zulivan Posted on 9:35:00 AM | 1 comment

Coba Dulu, Kalau Gagal Ya Sudah!

Gambar dari sini.
Kalimat judul di atas terdengar positif, ya. Semacam you'll never know before you try! Namun, tidak begitu yang aku tangkap.

Semalam aku diundang tim dari Jakarta untuk ngobrol tentang inventarisasi pusaka. Mereka adalah orang pemerintahan dari dinas yang mengurusi perkotaan. Intinya cari konsultan untuk proyek inventarisasi pusaka di 10 kota yang menjadi pilot project. Mereka ingin menggunakan sistem Indonesian Heritage Inventory (IHI) yang kubangun.

Kutolak, tentu saja. IHI harus tetap menjadi gerakan independen yang tidak dibawahi badan pemerintahan. Biarkan dia tumbuh menjadi organisasi yang berakar pada kekuatan publik. Kutawarkan bentuk lain, dengan mengadopsi pada cara kerja IHI untuk proses pendataan. Mereka setuju.

Dengan GIS sistem, IHI memungkinkan pendataan situasi terkini lewat crowd-sourching. Ini yang membedakan IHI dengan sistem lain yang tidak dinamis: hanya ada satu data, sejak awal didokumentasikan hingga entah kapan.

*
Di hari yang sama (23/01), Elanto Wijoyono diundang oleh dinas yang mengurusi budaya. Bersama berbagai stakeholder terkait pusaka, mereka merapat seharian. Dinas ini tertarik mengadopsi Sistem Informasi Desa (SID) yang dikembangkan Elanto bersama timnya.

Nah, ini kenyataan, bahwa dua instansi kementrian akan membuat sebuah basis data dengan tema sama: pusaka. Semalam kuceritakan pada Elanto tentang obrolanku dengan orang-orang perkotaan itu. Aku takut jika sistem ini menjadi tumpang tindih, lalu kemudian malah menjadi tak efektif.

Awal 2011, Elanto pernah tawarkan pembuatan sistem informasi pusaka. Tawaran ini ia berikan pada Indonesian Heritage Trust, sebuah organisasi yang menjadi hub komunitas pusaka se-Indonesia. Tawaran ini ditolak, dengan alasan yang aku lupa apa. Sistem inilah yang kemudian, di awal 2013 ini, dilirik dinas yang mengurusi budaya itu.

Oktober 2011 muncul Perpustakaan Digital Budaya Indonesia. Kegiatan ini dimotori sejumlah komunitas peduli pusaka. Sistem ini coba menangkan segala informasi di dunia maya terkait pusaka. Mirip dengan basisdata yang selama ini telah dikembangkan pemerintah. Perbedaannya terletak pada verifikasi data yang tidak dilakukan, sebab mengambil floating information yang bertebar di media online.

Maret-April 2012, aku dan Elanto meneliti sejumlah instansi pusaka di Yogyakarta, yang meliputi pemerintah, LSM, hingga kampus. Kami mencari tahu sistem pendokumentasian yang mereka gunakan. Cek laporan awalnya di sini.

Tiap organisasi itu memiliki sistem inventarisasi masing-masing. Tak ada sinergi antar satu sama lain. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan pernah membuat sebuah sistem online (namun intranet) benama Sistem Informasi Kebudayaan (SIK). Sebuah kebijakan top-down yang menyulitkan masing-masing instansi di bawahnya. AKhirnya, SIK mangkrak setelah dibangun dengan uang negara yang tak main-main jumlahnya.

*
Kembali ke obrolan tadi malam. Kuusulkan membuat sistem terintegrasi. Namun bukan menyuruh semua instansi menerapkan sistem ini di kantornya, namun mengintegrasi sistem yang telah ada. Berdasar penelitian yang telah kami lakukan di 2012 lalu, kusimpulkan bahwa para pegawai pemerintah tak memiliki kema(mp)uan yang cukup untuk mengubah kebiasaan mereka.

Mereka sadar bahwa nantinya sistem ini akan memudahkan pekerjaan, namun merasa keberatan jika harus mengulang proses memasukkan data yang selama ini telah tersimpan di sistem mereka ke dalam sistem baru.

Orang-orang perkotaan ini tak setuju. Menurut mereka, justru program ini menjadi upaya untuk 'memaksa' mengubah kebiasaan itu.

"Saya tidak yakin," kataku.
"Ya kita coba"
"SIK itu gagal. Selain sistemnya yang belum matang, orang-orangnya juga tak siap."
"Harus dicobakan."
"Kecuali begini... Setelah sistemnya selesai dibangun, kita bikin workshop managemen sistem, pesertanya tiap instansi. Tak boleh pejabatnya, namun anak muda yang mengerti IT. Dua per instansi."
"Ya, begitupun boleh. Kalau upaya ini gagal ya sudah. Yang penting sudah dicoba."

Aku agak tak suka dengan kalimat terakhir. Seakan begini bunyinya: Ini ada uang yang harus dihabiskan, buatlah proyek; perkara jalan atau tidak, ya itu urusan kemudian...

Sedih ya. Ini negaraku, mana negaramu?

Mlekom,
AZ




Wednesday, January 23, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:06:00 AM | No comments

Pastel Mama


Ini masakan mamaku: pastel sayuran. Kemarin siang, kuunggah foto ini di Twitter dan Facebook. Hingga pagi ini, ada saja yang beri jempol dan komentar. Cek apa kata mereka di sini :)

Mamaku, selalu hebat!

*edisi anak pamer :))

Mlekom,
AZ

Monday, January 21, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:14:00 AM | No comments

Darlung Mama Darling


Darlung. Dadar gulung. Kulitnya putih bening tanpa pewarna. Isinya kelapa parut dengan campuran gula merah. Untuk memasak ini, Mama cuma menghabiskan waktu sejam di dapur. Sejam! Kalau aku, bisa empat jam deh...

"Ya lihat jam terbangnya," kata temanku.

Cek komen teman-temanku di sini.

Ini darlung, bikinan Mama darling :))

Mlekom,
AZ

Sunday, January 20, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:23:00 AM | No comments

Soes Sus Zulivan


Soes adalah salah satu kue kesukaan Papa, Pak Zulivan. Mama, Sus Zulivan, cukup sering membuat ini. Meski begitu, aku tak pernah mencicip, sebab aku tak begitu suka sejenis roti pembungkusnya itu.

Namun, hari ini, melihat vla yang sangat cantik menggoda, aku ikut mencicipi. Ternyata, soes itu enak banget, sodara! Ya jangan samakan dengan soes yang dibeli, lah! Yang cuma nengok poto ini aja tergoda kok, coba cek di sini.

Oh ya, vla nikmat ini juga sangat lezat dimakan dengan roti tawar, pengganti selai. Slurf!

Baru belajar menikmati kue ini? Cicipilah soes bikinan Sus Zulivan! :))

Mlekom,
AZ

Monday, January 14, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:20:00 AM | No comments

Dharmawisata BOL BRUTU & Wisata Gunungkidul

Sumber gambar dari sini.
Teman-teman saya hendak berkunjung ke Museum Kayu Wanagama sekaligus bertemu dengan pimpinannya Pak Suranto, Dosen Kehutanan UGM yang mempunyai rencana untuk memperkenalkan konsep "Kebudayaan Kayu". Pak Suranto sudah konfirmasi untuk kesediannya menerima kita semua untuk ngobrol-ngobrol.

Museum Kayu Wanagama terletak di Hutan Wanagama Bunder Playen Gunungkidul. Museum ini memiliki koleksi fosil kayu berusia ratusan tahun, Arca Gupolo dari Sengon, dan lain-lain. Selain itu Museum ini juga menjadi lokasi favorit fotografer untuk mengabadikan aliran Sungai Oya dari sudut yang menarik. Menuju museumnya sendiri kita akan masuk hutan dengan syahdu.


Kemudian jika masih ada waktu kita bisa berkunjung ke Museum Radio di Banaran Playen Gunungkidul, sebuah rumah Limasan yang pernah menjadi saksi Gerilya Jendral Sudirman, atau kita bisa menuju Desa Ngloro Kecamatan Saptosari untuk menyaksikan bagaimana secara turun-temurun warganya mempertahankan konsep rumah yang memadukan Joglo dan Limasan. Beberapa rumah di Desa tersebut sudah resmi menjadi Bangunan Cagar Budaya. Siapa tahu kita juga masih bisa mampir ke Pantai di sekitaran pesisir Saptosari. (akehe kepinginane)


Akan menarik jika Mahatma Anto, Greg Wuryanto, Apriadi Ujiarso, Kris Budiman, Putu Sutawijaya bisa bergabung mengingat "kedekatan" mereka dengan "Kebudayaan, Kayu dan Rumah" ;).


Jika anda berminat untuk bergabung, mari kita berkumpul di Area Parkir dan Perkemahan Wanawisata Bunder Playen Gunungkidul, 19 Januari 2013 Jam 09.00 WIB (Persis setelah Jembatan Sungai Oya). Oh ya, mas Hery Fosil rencana akan mengajak para pemuda-pemudi Gunungkidul juga (mohon pemudinya dibanyakin ya :-p).


Siapkan Kamera, Jas Hujan dan tiket masuk Museum Rp. 5,000,- serta biaya bensin dan konsumsi anda masing-masing serta jika nantinya diperlukan urunan.


Jadi ... siapa yang mau ikut?


Pengumuman dari Cuk Riomandha di grup Facebook BOL BRUTU.


Ancer2nya ya sebelum masuk Playen ... Alas Bunder, kalau udah sampe p4 gading berarti kebablasen.


Kata kuncinya: "rest area BUNDER". turun di situ, lalu nyebrang jalan besar, masuk ke jalan setapak di samping warung...teruus nanti museum akan kelihatan di sebelah kiri kita. museumnya tidak kelihatan dari jalan besar wong neng tengah alas je...



Saturday, January 12, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 10:00:00 AM | No comments

Cerita Aktivis Indonesia...

Gambar dari sini.
Dari sebuah tautan alamat internet di Facebook, aku betemu Jo. Dalam obrolan di email, kami bersepakat untuk membantu sebuah kelompok aktivis yang memberi perhatian pada sebuah kawasan percandian di Sumatra. Sebut kelompok ini dengan DKJ, sebuat kawasan percandian itu dengan MJ.

Teman-teman aktivis DKJ diberitahukan oleh seorang penulis, Indonesianis asal Prancis, mengenai sebuah konfrensi internasional di India. Konfrensi ini mengangkat tema yang terkait dengan apa yang selama ini diperjuangkan oleh teman-teman DKJ.

Persoalan klasiknya, mereka tak ada dana untuk berangkat. Disinilah aku dan Jo coba berperan. Kami hubungi segala pihak yang kami harapkan bisa membantu. Jo sampai detil membuatkan surat pengantar yang ia harapkan akan dikirim atas namaku dan Indonesian Heritage Inventory (IHI).

Mengapa bukan namanya? Penjelasan ini agak rumit, menyangkut statusnya sebagai seorang Amerika kritis yang visanya kerap ditolak pemerintah India. India berkepentingan dengan tak sedikit wilayah tambang batubara di Indonesia, termasuk kawasan cagar budaya yang diteliti Jo.

Mengapa aku? Siapalah Adriani Zulivan dengan IHI-nya? Baginya, aku dan IHI memiliki posisi kuat di arena pelestarian pusaka Indonesia. Ia jelaskan berbagai hal yang tak sebaiknyakujelaskan di sini.

Aku setuju, dengan pertanyaan: Siapa yang akan menyusun kebutuhan dana? Jo meyakinkah bahwa hal itu akan ditangani teman-teman DKJ. Sip!

Satu hari, tiga hari, seminggu tak ada kabar. Kuhubungi Jo, menanyakan perkembangannya, terutama terkait hitungan budget. Jo malah mengubah rencana, dengan mengirim aku dan asisten penelitinya (seorang dosen di Jakarta) untuk mengikuti konfrensi ini.

Aku terang saja menolak, dengan segala konsekuensi terkait those so called 'uwuh-pakewuh'. Mungkin karena aku orang Indonesia, lalu merasa gak nyaman jika harus "melangkahi" orang. Ya, kusebut melangkahi, sebab menurutku teman2 DKJ lah yang berhak ikut di forum ini.

Jo jelaskan lagi, bahwa dia tak lagi respek dengan kelompok yang dianggapnya tak profesional ini. Begini cara Jo menyebut mereka:

"They were just not able to be professional enough to even have the courtesy to reply or follow up except for joking about it on Facebook"

"I am not going to help DKJ as if they were children."

Dia ingin aku datang, sebab bagaimanapun aku melakukan interaksi terhadap persoalan MJ dan proses konservasi di sana. Memang, Mei 2012 lalu aku berencana membuat heritage mapping di kawasan MJ, namun tak sempat terlaksana. Hal lain yang pernah kulakukan adalah melibatkan MJ dalam sebuah workshop mengenai pemetaan pusaka untuk kemudian dimasukkan menjadi aplikasi jelajah di telepon pintar. Ini masih dalam proses, baru akan selesai tahun ini.

Pendek kata, rencana ini tak pernah terwujud. Waktu sangat mepet, tinggal enam hari untuk mempersiapkan segalanya. "So my feelings are that DKJ missed this opportunity and there is nothing we can do about it now," kata Jo.

Sedih ya, dengan kesempatan sebesar ini, dengan bantuan seintensif ini, teman-teman aktivis kita tak ingin memperjuangkannya...

Oh iya, ngomong tentang Jo. Tadinya, kupikir dia 'hanyalah' seorang pejalan seperti aku: Pejalan yang mendokumentasi, lalu terlibat gerakan heritage preservation. Eh ternyata, dia adalah seorang dosen perguruan tinggi di Inggris. Kebangsaan Amerika yang banyak meneliti tentang berbagai peninggalan sejarah di Indonesia, tangible dan intangible. Trims pada Google!

Mlekom,
AZ

Thursday, January 10, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:13:00 PM | No comments

Majalah: Kotapusaka #Edisi 1

Kotapusaka #Edisi 1Kotapusaka #Edisi 1 by Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI)
My rating: 3 of 5 stars

Bagus sih, gak ada gambar wajah para pejabat daerah yang biasa muncul di iklan-iklan wisata daerah. Hohoho :)

View all my reviews

Wednesday, January 9, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 8:00:00 PM | No comments

Peyek Cabe Udang Rebon


Beberapa bulan lalu pernah nyicip peyek cabe di warung basonya Mas @Saptuari. Sejak kemarin, itu peyek terngiang-ngiang di kepala. Aku sih pernah lihat cara bikin peyek di Embah Mangun, tetangga yang jualan peyek kacang terenak se-Jogja (serius!). Udah lama gak lihat Mama bikin peyek, "Capek pinggang," katanya.

Siang jelang sore tadi, kubulatkan tekad untuk mencoba! Hehehe, langsung ketik kata "resep peyek renyah krispi" di Google. Lalu memutuskan ini, setelah mencaplok dari beberapa resep:

Bahan:
250 gr tepung beras
50 gr tepung sagu
1 sdm tepung kanji
4 daun jeruk, iris halus
6 bawang putih, haluskan
1 sdm ketumbar, giling kasar
2 sdm udang rebon
garam
air

Di resep ada yang pakai santan. Tapi berhubung malas nunggu santan dari freezer mencair, kugunakan air biasa saja. Aku juga tak menambahkan kemiri, kurang suka aja sama aromanya. Oh ya, yang terpenting adalah cabe! Aku pakai cabe merah tak segar (cabai kering), agar gorengannya tak lembab.

Cara:
Aduk semua bahan. Cabe disobek-sobek kasar, agar kalau digigit masih terasa teksturnya. Aduk rata. Goreng.

Nah, cara menggorengnya teryata tidak semudah yang kulihat di tempat Simbah. Mungkin karena aku pakai teflon, bukan wajan lebar seperti Simbah. Tapi teflon ini sangat membantu agar mudah dibolak-balik karena tak lengket. 

Ambil adonan sedikit-sedikit (sesuai selera aja mau segede apa), lumurkan ke pinggiran penggorengan. Siram dengan minyak goreng panas dari tengah teflon. Goyang-goyangin sampe pada ke tengah semua. Bolak-balik sampai agak coklat dan krispi. 

Simpel banget. Rasanya pedas dan agak asin (dari udang yang tidak direndam). Krispi banget. Kriuk-kriuk! Jadi bertanya-tanya, selain cabe, bahan apa lagi yang seru untuk dipeyek, yah?

Ini masakan pertamaku di 2013 (haha, akhirnya masak juga, setelah 1,5 bulan absen). Ini peyekku, mana peyekmu? :))

Mlekom,
AZ


*
Update (10/01):
Yang sudah pada makan bilang: Enak! Alhamdulillah. Namun bagiku, masih ada rasa yang kurang, mungkin akibat kemiri. Saranku, tambahkan 4 kemiri + 1 gelas santan + 1 butir telur. Akan makin krispi jika proses penggurengan diulang sekali lagi, jadi yang pertama digoreng setangah matang saja.

Besok-besok coba lagi, ahhh...

Tuesday, January 8, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 11:23:00 AM | No comments

Koe Banget :(


Agar Si Dia Tak Berselingkuh

KOMPAS.com -  Anda mungkin sudah mengetahui penyebab pria bisa terjebak dalam perselingkuhan. Selain mungkin sifat hidung belangnya, ada kondisi serta situasi tertentu yang mendorong sebuah perselingkuhan terjadi.

Cara paling efektif mencegah terjadinya selingkuh adalah dengan menjaga keharmonisan sebuah hubungan. Ini kunci untuk mencegah pria Anda berselingkuh. 

1. Menjaga hubungan tetap  menarik
Jika Anda merasa sedikit bosan dengan rutinitas seksual Anda (bahkan jika Anda menyalahkan dia), maka ia kemungkinan besar bosan juga. Mengubah segalanya menjadi kunci. Jadilah orang yang memulai situasi intim lebih sering. 

2. Jangan biarkan dia lupa Anda ada
Jika dia pulang kantor terlambat atau pergi keluar dengan teman-temannya, daripada mengomel dan melarang-larang, lebih baik saat ia pergi kirimkan teks mesra, seperti "Aku mencintaimu," "I miss you" atau "Aku punya kejutan khusus untuk kamu ketika Anda tiba di rumah!" Tapi jangan sibuk menginterogasi kemana dia pergi, bersama siapa saja  atau kapan dia akan pulang. Anda hanya perlu  mengingatkan dia masih memiliki seorang wanita di rumah yang mencintainya. Gunakan cinta Anda untuk memaksa pikiran bersalah keluar dari pikirannya jika ia berniat macam-macam.

3. Biarkan dia tahu konsekuensinya
Pada awal hubungan, Anda dapat membiarkan dia tahu dengan cara yang ringan, bahwa Anda tidak akan mentolerir perselingkuhan. Katakan langsung padanya ketika dia sedang diliputi perasaan senang dan jatuh cinta pada Anda. Ia akan ingat bahwa dan berpikir tentang hal itu sebelum ia selingkuh di kemudian hari.

4. Jangan mengomel 
Saat memiliki pasangan, hidup pria cenderung melakukan segalanya untuk kebahagiaan pasangan. Melakukan semua yang dia bisa untuk mencoba menyenangkan Anda. Anda memasakkan makanan untuknya, meski rasanya tidak enak dengan senang hati ia menikmati. Nah, seharusnya Anda juga melakukan hal yang sama.  Menonton pertandingan sepak bola dengan dia, memberinya ruang dan keheningan ketika ia ingin membaca koran atau menonton berita, dan memberinya banyak sentuhan singkat dan kecupan mesra sehingga ia tidak pernah merasa kehilangan koneksi itu kepada Anda.

Dan di atas semua,  jangan menjadi istri yang cerewet atau selalu berdebat dengan cara destruktif. Ingat, Anda adalah sistem dukungannya, jadi ketika Anda mencoba selalu mengalahkan dia, dapat membawanya ke kondisi kekacauan emosional, yang buntut-buntutnya akan membuat dia mencari wanita lain yang bisa mendukungnya.

Sumber: Your Tango
Co-pas dari Kompas alamat ini.


Gambar dari sini.


Kucoba telaah satu-satu, apa yang bikin artikel tersebut "koe banget":
  1. Tentu tak perlu dibahas. Kita tidak menikah.
  2. Aku selalu melakukan ini. Tapi kamu lebih mau menjawab sapaan basa-basi mantanmu. Ratusan kali sapaanku lewat DM, Gtalk, SMS kamu biarkan. Satu mention di Twitter dari mantan, kamu balas dengan sangat segera. Apa salah jika aku berpikir ada sesuatu spesial di antara kalian (lalu aku cemburu)? Ya, dan kalian akhirnya kalian memang mengakui itu, meski di belakangku, lewat obrolan Gtalk antar kalian, yang akhirnya kuketahui"
  3. Aku selalu bilang, jauh sebelum kita berkomitmen: Aku benci orang selingkuh. Ya, meski kamu tak pernah mengakui bahwa kedekatan kalian itu sebagai selingkuh... "Memangnya aku ada berkomitmen dengannya?" bentakmu selalu. 
  4. Membuatku menjadi bagian dari berbagai kegiatanmu adalah salah satu upayaku melebur dengan kamu. Ingat, kamu mengubahku secara ideologis dan membuatku tegila-gila pada heritage. Apa kamu suka bergaul dengan teman-temanku? Hummm...
Aku cerewet, memang. Dari urusan keringat, kulit lecet, potongan rambut, jeans belel, berpakaian pada tempatnya (alasi kaosmu dengan kemeja di acara formil), makanan bebas kolesterol, berkabar, berkabar, berkabar. Memang itu yang selalu kucereweti. Kamu? Sering bantah, marah, cenderung menolak dan... ini yang aku tak sanggup: membentak dengan sangat kasar!


Lalu berantam, berdebat panjang. Ini intinya: kamu lalu mencari orang lain untuk ngobrol. Sayangnya, orang lain itu mantanmu, yang menyatakan ingin menikahi orang sepertimu. Sekali lagi, aku cemburu; sebab itu berbahaya. Dia punya pacar, kamu punya aku. Gila!

Namun aku sadar, ini kesalahanku: Tak dapat menciptakan obrolan menyenangkan buatmu. Lalu kamu cari orang lain. Orang lain yang tak pernah kamu bentak, meski 'menginjak-injak' hubungan kita. 

Entahlah. Terserah saja. Melupakanku dan lebih memilih berbohong (entah mengapa, demi menyembunyikan beragam fakta tentang kedekatan kalian, kamu jadi PEMBOHONG--hal yang paling kubenci selain perselingkuhan!).

*
Tadi, kukirim URL artikel di atas ke kamu, tanpa teks apapun. Balasannya: "maaf ay :( aku sayang kamu selalu ay".

Koe banget!

Mlekom,
AZ


Monday, January 7, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 8:55:00 PM | No comments

Travelling Solo to Vietnam

Travelling Solo to VietnamTravelling Solo to Vietnam by Bettina Guthridge
My rating: 3 of 5 stars

Although not an effective guide to carry when you travel to Vietnam, this book can add your insights about the where-to-go, what-to-do in Vietnam. Interesting illustration , reminds me of picture-dictionary when I was little kid :)

View all my reviews

Sunday, January 6, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 8:58:00 PM | No comments

Iman dan Tanah Air

Iman dan Tanah Air Eka BudiantaIman dan Tanah Air Eka Budianta by Agung Dwi Ertanto
My rating: 1 of 5 stars

Dapat buku ini saat peluncuran di surabaya.

Selamat membaca! :)

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 6:24:00 PM | No comments

Mimpi 2013

Gambar dari sini.

Katanya mimpi adalah kunci untuk kita taklukkan dunia (ini lagu!), maka aku coba-coba menyusun mimpi. Kata orang, mimpi itu bunga tidur. Nah aku hebat, tidak tidur bisa bermimpi!
  1. Nginjak Eropa. Kayanya bukan via beasiswa kuliah (ini belum deh), tapi konfrensi internasional.
  2. Tinggal di rumah sendiri. Meski ngontrak, yang pasti tidak di ketek ortu lagi.
  3. Jahit dress sendiri. Tinggal beberapa langkah lagi.
  4. Kelola usaha sendiri. Ini masih kuat mimpi tahun lalu: bikin butik atau warung atau homestay.
  5. Masak kue sendiri. Sudah melakukan banyak percobaan sejak tahun lalu.
  6. Daftar beasiswa Master. Bener lho ya, lho ya, lho ya! (tekad suka kalah sama malas gerak)
  7. Kecilin perut. Ya push-up lah, ya yoga lah. Yayaya. Doank. Males.
  8. Kerja di Indonesia timur. Nah, I am so exited with this plan. Habisnya, pengen kerja di Singapur belom-belom berani ndaftar.
  9. Nambah daftar kunjungan ke candi. Ini sih obsesi yang baru saja muncul.
Mlekom,
AZ

Friday, January 4, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 10:04:00 AM |

2013 Kami



Pagi tadi aku bangun siang (???!). Semalam ngelembur tiga (oh yeah!) abstrak paper, dan kebetulan sedang tidak shalat. 

Bangun-bangun, di meja sudah ada lontong opor yang ternyata sudah dimasak kemarin. Opor dimasak oleh Bu Wati, Asisten RT yang baru. Agar tak terlalu selera Jawa, Mama masak taucho udang untuk menghadirkan "lidah Medan". Ada pula rendang, ayam goreng, dan kerupuk sebagai pelengkap. Udah bergaya lontong Medan sikit, lah!

Kemarin Mama juga bikin kue bolu pisang. Pas kali, macam sedang tahun-baruan di Medan ya!

Orang Medan itu merayakan Hari Raya Natal justru di tanggal 1 Januari. 25 Desember dihabiskan dengan beribadah. Perayaan besarnya pada tahun baru, dengan bikin aneka masakan lontong, membuka kue-kue toples, dan ritual mengunjungi sanak-saudara.

Ini alasan mengapa tiket ke Sumatra Utara dsk selalu menanjak mahal di akhir tahun, menyamai (melampaui?) tiket-tiket akhirtahun ke destinasi wisata favorit.

Kami tidak Natalan. Juga tidak tahun-baruan. Tapi bolehlah merayakan hari libur keluarga dengan lontong. Di keluarga kami, makanan bernama lontong selalu menjadi menu istimewa, meski kali ini berbentuk opor :)

Eta ma mar-Natal hita sudena. Selamat 2013!

Mlekom,
AZ

Tuesday, January 1, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 8:56:00 PM | No comments

Djakabaia: Djalan-Djalan dan Makan-Makan di Soerabaia

Djakabaia: Djalan-Djalan dan Makan-Makan di SoerabaiaDjakabaia: Djalan-Djalan dan Makan-Makan di Soerabaia by Vina Tania
My rating: 2 of 5 stars

Menarik! Tapi hanya sajikan jajanan populer yang sudah diketahui semua orang. Yang alternatif, nyempil-nyempil dan bikin orang makin serius blasukan makanan, donk! :)

View all my reviews
Posted by adriani zulivan Posted on 9:06:00 AM | No comments

2012-ku

Ada buanyaaaak hal yang terjadi pada 2012-ku. Namun hanya ada tiga kenangan yang menggoret garis baru di telapak tanganku. Mungkin... :)

Ketiganya menjadi hal paling berharga yang secara drastis mengubah aku. Secara status, sosial, keluarga, dan nyaris membelokkan (atau memperlancar?) jalan hidupku.

Pisah dengan Ndil
Ini adalah keputusan sadar yang kulakukan. Tak etis menjelaskan persoalan internal di sini.

Keputusan ini, awalnya, berakibat buruk. Insomnia kambuh, pikiran kacau, aktivitas tak produktif, serta berbagai hal negatif lain.

Itu berjalan tak kurang dari seminggu. Ikhlas adalah kata kunci yang kugunakan untuk bangkit. Meski tak mudah dan hingga hari ini proses itu belum usai, kini aku sudah mampu berdiri tegak, menatap ke depan.

Amin!

IHI
Ah, tak ada habisnya menceritakan ini. Ini anakku, Indonesian Heritage Inventory. Kubangun atas dukungan Ndil. Aku sangat mencintainya!

IHI sempat terombang-ambing karena persoalan ayah-ibunya. Butuh komitmen besar, lahir-batin, untuk terus membesarkannya.

Aku... Menyerah... Perubahan relasiku dengan ayahnya membuatku tak lagi dapat berlaku seprofesional membedakan urusan kerja dan domestik.

:(

Pernikahan
Akhirnya keluarga kami melaksanakan hajatan pertama. Alhamdulillah, ini momen besar yang kami tunggu sejak 4-5 tahun lalu. Kebahagiaan terbesar di tahun ini, bagi keluarga.


Semoga.


Gambar dari sini.

2012 itu tahun penuh cerita. Kebahagiaan ada di mana-mana. Terlalu panjang untuk diceritakan di sini.

Selamat tinggal 2012, kamu memberi begitu banyak warna pada hidupku! :)

Mlekom,
AZ
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata