Thursday, April 3, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:24:00 PM | No comments

Menimbang Caleg PDI-P dari Yogyakarta


Tahun ini, seperti tahun-tahun yang lalu, aku akan ikut Pemilu. Sederhana saja, aku ingin Jokowi menjadi Presiden. Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Untuk membuat Jokowi berpeluang memperebutkan kursi Presiden, aku harus memilih tak hanya di Pemilu Pilpres, namun juga sejak pemilu wakil rakyat nanti. Intinya, kudu milih partai merah! Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Maka akupun mencari-cari tahu tentang rekam jejak para caleg dari Partai PDI-P, partai yang mengusung Jokowi. Wajah mereka banyak beredar seantero DIY, mulai dari kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogya, hingga Desa Terong di sudut provinsi. Namun tak berarti aku mengenal.


Ya, OK. Aku kenal satu orang. Dia mantan Bupati dua periode di salah satu Kabupaten. Kini istrinya menggantikan posisinya. Sepertinya selanjutnya akan diisi putranya (soudzon). Namanya... ah kalian tau siapa! Itu lho, yang sekarang sedang disidik KPK akibat kasus korupsi...


Yasudah, nama satu ini tentu kulupakan saja. Rugi kan kalo milih, eh di tengah jalan masuk rutan... Maka kucari tahu nama-nama lain. Nunggu media ngeluarin rekam jejak per calon, kelamaan ya. Mau googling pun malasnya minta ampun. Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Nah, ini dapat informasi dari sumber terpercaya (ceile, udah kaya liputan investigasi infotemen). Sila cari CV-nya di portal KPU yang tidak kumplit itu. Daftar ini adalah mereka-mereka yang 'lolos screening' dari mata pegiat isu publik di DIY. Mereka adalah:

  • Caleg DPRD Provinsi DIY, Dapil 6 (meliputi 9 kecamatan, yaitu Tempel, Sleman, Turi, Ngaglik, Pakem, Cangkringan,  Ngemplak, Kalasan, dan Prambanan): GM Totok Hedi Santosa (nomor urut 2). Berkomitmen pada kebudayaan. Kritis, termasuk pada partainya. Memperjuangkan isu Perdais agar tidak melulu soal fisik. Masukannya kepada Sultan selalu didengar.
  • Caleg DPRD Tingkat 1, Dapil Kota Yogya: R.B. Dwi Wahyu Budiantoro, Spd, Msu (nomor urut 4). Tak banyak omong, serius bekerja. Kritis, termasuk pada partainya.
  • Caleg DPR RI: Pulung Agustanto (nomor urut 7). Orang muda, track record masih bersih. Berkomitmen pada kebudayaan.
Mereka mengotori kota, daerah, dan provinsi dengan alat peraga kampanye? Ya! Mereka mengganggu ketenangan warga dengan suara raung knalpot saat kampanye? Ya! Mereka memaku pohon untuk menempel poster dirinya? Ya! Mereka ugal-ugalan di jalan raya, tanpa patuhi aturan lalin? Ya! Mereka konvoi sepeda motor tanpa helm? Ya! Mereka libatkan anak-anak dalam ajang kampanye? Ya! Mereka membuat kerusuhan di kota? Ya!

Tapi aku selalu ingat kata Bang Kristupa: Yang tidak ikut Pemilu tak pantas menjelek-jelekkan pemimpin sekarang! Jadi, aku ingin punya hak untuk mencaci-maki (astaga!) orang-orang ingkar yang padanya kutitipkan harapan... *uhuk!* Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Nulis ini. Aku dibayar partai? Wah seneng donk, kalau iya. Aku dalam tekanan? Iya, tekanan pengen berbagi informasi. Hahahaha :)

Gambar dari sini. Sampai bertemu 9 April!


Mlekom,

AZ

about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata