Wednesday, May 21, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 12:34:00 PM | No comments

Vastenburg Carnival: bamboo, it’s my costume


Vastenburg Carnival
Solo, 6-7 Juni 2014
 bamboo, it’s my costume

Indonesia yang kaya dengan ragam hayatinya masih banyak menyimpan kekayaan tradisi dan pengetahuan yang belum digali secara optimal. Salah satunya adalah tanaman bambu. Jenis tanaman ini mudah ditemukan dan ditanam di daerah-daerah Indonesia.  Dari 2040 jenis bambu yang ada di dunia, 165  jenis bambu tumbuh di Indonesia.  Suatu tanaman yang punya banyak manfaat dan multifungsi untuk obat-obatan, konstruksi bangunan, interior, kerajinan tangan, alat musik,  menyerap dan menahan air, mencegah erosi tanah dan lain-lain. Karena nilai kegunaannya itu, beberapa arsitek Indonesia menjuluki bambu sebagai ‘emas hijau’. Menjadikan bambu sebagai alternatif pengganti bahan bangunan seperti beton, besi, dan kayu yang kini berharga mahal.  Sayangnya, masih banyak masyarakat yang  tidak begitu peduli terhadap bambu. Kita tertinggal jauh dari Cina, Jepang dan negara-negara lainnya sudah melangkah lebih jauh menggunakan serat bambu untuk bahan tekstil dan terus mengembangkan teknologi bambu.

Mencermati nilai kegunaan bambu yang luar biasa itu, Rumah Karnaval Indonesia (RKI)  mengelaborasi dan mengeksplor bambu untuk kostum karnaval. Kemanfaatan bambu, karakter bambu yang ringan, mudah dibentuk (lentur), dan awet menginspirasi RKI membuat tema karnaval ‘bamboo, it’s my costume’ dalam  program Vastenburg Carnival, pada 6-7 Juni 2014. Selain itu, berdasarkan data historis, pada tahun 1925 ketika perayaan HUT Ratu Wihelmina di Surakarta, bambu telah digunakan menjadi elemen artistik dalam menghias keindahan Benteng Vastenburg. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Surakarta tempoe doeloe sudah akrab dengan bambu sebagai elemen artistik bangunan dan ruang publik. Oleh kerena itu, Vastenburg Carnival berusaha mengujungi masa lalu dan masa kini dalam perpektif pelestarian heritage.

Vastenburg Carnival  akan menampilkan karya kostum karnaval dari bambu hasil dari Workshop selama 4 bulan dan 8 grup karnaval pilihan dari daerah-daerah luar Solo. Program ini berupaya mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan kreativitas bambu dan memahami keberadaan cagar budaya benteng-benteng di Indonesia dalam format Pameran Foto Benteng-Benteng se-Indonesia (bekerja sama dengan Pusat Dokumentasi Arsitektur).  Program ini akan diadakan pada tanggal 6 -7 Juni 2014, di Cagar Budaya Benteng Vastenburg, Jl. Jenderal Sudirman, Surakarta. Peserta meliputi warga masyarakat Solo dan sekitarnya dan 8 grup karnaval tamu undangan.

Program ini bertujuan: (1) Mengapresiasi keberadaan tanaman bambu yang kini jarang dioptimalkan kemanfaatannya oleh masyarakat dalam format kostum karnaval dan Mengajak masyarakat untuk mencintai kekayaan ragam hayati Indonesia; (2) Memahami   aspek historis keberadaan benteng-benteng di Indonesia; dan (3) Memaknai warisan sejarah benteng Vastenburg sebagai simbol pertahanan budaya lokal Indonesia dan sebagai sumber inspirasi dalam meningkatkan jiwa nasionalisme-indonesiaan


Agenda Acara

Jumat, 6 Juni 2014
08.00 : Pembukaan Pameran Fotografi Benteng-benteng Indonesia
09.00 - 11.00 : Sarasehan “Pentingnya Benteng Sebagai Warisan Sejarah Budaya”
09.00 - 11.00 : Jelajah dan Menggambar Benteng Vastenburg
15.00 - 17.00 : Sesi Foto Vastenburg Carnival meliputi kostum dan artistik
19.00 - 21.00 : 1000 Api Benteng Vastenburg


Sabtu, 7 Juni 2014
19.00 – 20.00 : Arak-arakan Vastenburg Carnival
( Rute: Balikota Surakarta - Benteng Vastenburg )
20.00 – 20.15 : Seremonial Vastenburg Carnival
20.15 – 20.30 : Nostalgia Lagu-lagu Belanda Tempo Doeloe - Endah Laras.
20.30 – 22.30 : Pergelaran 6 Grup karnaval Indonesia
Banyumas, Magelang, Jogjakarta, Solo, Boyolali dan Semarang.


Sekilas tentang Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg dulu digunakan sebagai pusat pengawasan kolonial Belanda untuk mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan. Benteng Vastenburg dulu bernama "Grootmoedigheid" dan didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745. Bangunan benteng ini dikelilingi oleh tembok batu bata setinggi 6 m dengan konstruksi bearing wall serta parit dengan jembatan angkat sebagai penghubung. Bentuk tembok benteng berupa bujur sangkar yang ujung-ujungnya terdapat penonjolan ruang yang disebut seleka (bastion). Di sekeliling tembok benteng terdapat parit yang berfungsi sebagai perlindungan dengan jembatan di pintu depan dan belakang. Bangunan terdiri dari beberapa barak yang terpisah dengan fungsi masing-masing dalam militer. Di tengahnya terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera.

Setelah kemerdekaan, benteng ini digunakan sebagai markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan. Pada masa 1970-1980-an bangunan ini digunakan sebagai tempat pelatihan keprajuritan dan pusat Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya Kostrad untuk wilayah Karesidenan Surakarta dan sebagai kawasan militer dan asrama bagi Brigade Infanteri 6/Trisakti Baladaya /Kostrad. Kini Benteng Vastenburg menjadi ruang publik kultural.


Kontak
Heru 0816675808, Taufik 085642253580
rumahkarnaval@gmail.com

Informasi dari siniBaca juga ini
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata