Thursday, August 21, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:45:00 PM | No comments

Pemenuhan Akses Transportasi bagi Kebutuhan yang Beragam



Latar Belakang
Transportasi merupakan kebutuhan dasar setiap orang, artinya tiap-tiap orang mempunyai hak yang sama untuk berada dimana saja dengan bergerak (bertransportasi). Seseorang dapat bergerak sendiri dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan tak bermotor, atau bergerak mengemudikan dan menumpang kendaraan bermotor. Khusus untuk seseorang yang melakukan perjalanan dengan mengemudikan kendaraan bermotor ada beberapa syarat cukup/wajib (sufficient condition) yang harus dipenuhi sehingga orang tersebut memenuhi aspek kepatuhan (legal) dan kepatutan (layak) untuk bergerak dengan mengendarai kendaraannya, diluar syarat-syarat lain yang bersifat perlu (necessary condition).

Dua hal yang termasuk syarat cukup/wajib bagi seseorang untuk turun ke jalan adalah 1) kepemilikan SIM sesuai dengan kendaraan yang dikemudikannya (UU 22/2009 pasal 77); dan 2) kelulusan uji tipe bagi setiap kendaraan bermotor dan modifikasi kendaraan bermotor yang dikemudikannya (UU 22/2009 pasal 49). Jadi setiap warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk turun ke jalan dengan mengemudikan kendaraannya jika orang tersebut telah memenuhi syarat wajib yaitu, mempunyai SIM sesuai dengan kendaraannya sebagai wujud pengakuan kompetensi mengemudinya secara legal (aspek kepatuhan) dan layak (aspek kepatutan) oleh negara dan kendaraan yang dikemudikannya juga harus lulus pengujian terhadap persyaratan teknis dan laik jalan yang dipersyaratkan.

Bagi saudara-saudara kita yang mempunyai keterbatasan fisik, belum optimalnya pelayanan angkutan umum misal angkutan umum yang mampu mengakomodir kebutuhan yang beragam, kepemilikan SIM dapat memberikan perbedaan besar dalam kehidupannya, antara lain: 1) mampu meningkatkan kemandirian dalam kehidupan sosial, 2) mencari pekerjaan dan bekerja; dan 3) mendapatkan kebebasan untuk pergi dimanapun dan kapanpun.

Kemajuan teknologi kendaraan telah banyak membantu pengemudi/pengendara dengan keterbatasan fisik ini, mulai dari menghasilkan kendaraan yang mudah digunakan oleh pengemudi dengan keterbatasan sampai dengan melakukan modifikasi khusus (termasuk untuk menurunkan batas kecepatan) sehingga pengguna dengan keterbatasan mampu menggunakannya dengan mudah.

Tentunya modifikasi ini juga harus memenuhi prinsip-prinsip passive safety (melindungi pengguna) dan memastikan kendaraan modifikasi tidak berbahaya bagi pengguna jalan yang lain. Selain itu, satu hal yang seringkali dilupakan adalah pemenuhan kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan modifikasi sebagai salah satu wujud nyata dari kesamaan hak yang diterima oleh semua orang untuk bertransportasi.

Pada kesempatan ini, sebagai sebuah langkah awal untuk mewujudkan transportasi yang mampu mengakomodir kebutuhan yang beragam maka kami berencana untuk membuat suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan membuka akses yang sebesar-besarnya bagi saudara-saudara kita dengan keterbatasan untuk bisa mendapatkan haknya secara legal dan layak (SIM dan modifikasi kendaraan) di jalan.

Tujuan kegiatan
  1. Advokasi regulasi guna mewujudkan memberikan kesetaraan pengguna jalan dengan keterbatasan;
  2. Advokasi pemenuhan standar sertifikasi modifikasi kendaraan bagi pengguna dengan keterbatasan
  3. Advokasi peningkatan pengetahuan berlalulintas dan ketrampilan mengemudi/mengendarai kendaraan bagi pengguna dengan keterbatasan.

Bentuk kegiatan
  1. Pendampingan, pembelajaran, pengetahuan berlalu-lintas, dan pelatihan ketrampilan mengemudi bagi pengguna dengan keterbatasan oleh pihak yang berwenang (profesional);
  2. Seminar dan atau FGD tentang regulasi, standarisasi dan kompetensi bertransportasi bagi pengguna dengan keterbatasan;
  3. Penyelenggaraan ujian SIM (teori dan praktek) –kolektif- bekerjasama dengan pihak yang berwenang bagi pengguna dengan keterbatasan;
  4. Penyelenggaraan test drive kendaraan modifikasi bagi pengguna dengan keterbatasan;
  5. Malam penggalangan dana

Hasil yang diharapkan
  1. Meningkatnya pemahaman dan kesadaran difabel tentang peraturan berlalu lintas.
  2. Pemenuhan aspek kepatuhan (legal) dan kepatuhan (layak) bagi pengguna dengan keterbatasan (difabel) untuk bisa mendapatkan SIM sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Draft usulan terkait dengan perlunya perbaikan regulasi, standarisasi kendaraan (sertifikasi) dan kompetensi mengemudi pengguna dengan keterbatasan sebagai wujud pemenuhan kebutuhan yang beragam.

Peserta
Terbuka untuk umum, khususnya calon pengemudi kendaraan dengan keterbatasan (difable).

Penyelengara Kegiatan
Kegiatan ini diselanggarakan atas kerjasama beberapa instansi pemerintah dan lembaga masyarakat:
  1. Dirlantas Polda DI Yogyakarta, dan Jajarannya
  2. Dinas Perhubungan dan Komunikasi Provinsi DI Yogyakarta (dalam konfirmasi)
  3. Bappeda Provinsi DI Yogyakarta (dalam konformasi)
  4. Polres Sleman, Gunung Kidul, Kulon Progo, Bantul, dan Yogyakarta
  5. Difable Motorcyclist Community (DMC)
  6. UCP (United Cerebral Palsy)
  7. Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM
  8. Komunitas Masyarakat Sadar Keselamatan (KMSK) Provinsi DI Yogyakarta

Waktu dan tempat pelaksanaan
  1. Pendampingan, pembelajaran, pengetahuan berlalu-lintas, dan pelatihan ketrampilan mengemudi bagi pengguna dengan keterbatasan oleh pihak yang berwenang (profesional): 22-23 Agustus 2014 pukul 09.00 – 16.00 WIB, bertempat di Grha Sabha Pramana UGM
  2. Seminar: Pemenuhan Akses Transportasi Bagi Kebutuhan Yang Beragam. September 2014, pukul 08.00 – 12.00 WIB, di Balaikota Yogyakarta
  3. Penyelenggaraan ujian SIM (teori dan praktek)–kolektif- bekerjasama dengan pihak yang berwenang bagi pengguna dengan keterbatasan; September-Oktober 2014 pukul 08.00 – 16.00 WIB, bertempat di Polres Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Yogyakarta
  4. Penyelenggaraan test drive kendaraan modifikasi bagi pengguna dengan keterbatasan; 22-23 Agustus 2014 pukul 09.00 – 16.00 WIB, di Sabha Pramana UGM.
  5. Cek kesehatan bagi peserta ujian SIM pengguna dengan keterbatasan; Pada 22 Agustus 2014 pukul 09.00 – 16.00 WIB di Grha Sabha Pramana UGM
 Sumber: PUSTRAL UGM
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata