Thursday, September 11, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 12:15:00 PM | No comments

Awalnya Coba-coba, Lalu Jadi Pecandu

Awalnya Coba-coba, Lalu Jadi Pecandu
Muhamad Bisri: Berhenti Merokok adalah Kemerdekaan Diri

Kisah ini mungkin cerita lama yang sering kita dengar. Cerita lama yang berulang, dari generasi ke generasi. Ekspansi industri rokok di Indonesia bukan pekerjaan kemarin sore, melainkan proses panjang yang lingkupi sejarah negeri sejak 200 tahun lalu. Hingga kini, dampaknya masih sangat nyata dalam kehidupan kita.

Juni 2014 lalu, Kementerian Kesehatan RI mencatat ada 66 juta jiwa perokok aktif di Indonesia. Angka ini mendudukkan  Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 3,9 juta diantaranya adalah remaja usia 10-14 tahun (data Global Adult Tobacco Survey). Maka tak heran, jika kisah awal mula perkenalan dengan rokok di atas kerap menjadi  keseharian remaja kita.

Hal ini diawali pula oleh Muhamad Bisri (39), Governance Specialist EMAS Sulawesi Selatan. Mempunyai ayah yang menjadi penikmat sejati kretek, membuat Bisri akrab dengan rokok. Namun, perkenalan dengan rokok baru terjadi di masa awalnya menjadi mahasiswa. Memang terdengar ironis, jika institusi pendidikan seperti kampus justru menjadi tempatnya mengenal bahan adiktif ini.

Setelah lulus dan bekerja, kecanduannya tak lantas hilang. Berbagai saran dari teman tak pernah bangkitkan keinginan untuk berhenti. Hingga pertengahan tahun ini, saat melihat gambar paru-paru hitam berlubang di bungkus rokok kesukaannya. “Rasanya mau pingsan saat melihat gambar itu, seperti menampar saya dengan keras,” jelas Bisri. Ia lalu bertanya, seperti apa wujud paru-parunya yang telah ia asapi selama 19 tahun itu.

Tepat 17 Agustus lalu, di Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Bisri turut memproklamirkan kebebasannya dari jeratan candu rokok. Rasa khawatir akan kondisi raganya mampu menumbuhkan kesadaran besar atas pentingnya kesehatan. Setelah merasa mencapai kemerdekaan diri,  kini Bisri ingin menularkan pengalamannya , dengan menjadi Konsultan Berhenti Merokok.

[AZ]


about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata