Tuesday, September 9, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:19:00 AM | No comments

Indahnya Dunia Endah

Mbak Endah Laras mengundang Sahabat Pencinta Budaya di Jakarta dan sekitarnya untuk menyaksikan Pentas Musik Endah laras "INDAHNYA DUNIA ENDAH" - Bersama Brayat Endah Laras, feat. Liliek Jasqee (violin) dan Plenthe (perkusi) Bentara Budaya jakarta, Kamis, 11 September 2014 pukul 19.00 WIB...Free [Faizal Ahmad]


"Selendang menggendong kelahiran manusia… 
Menggendong isi alam, menarikan kehidupan… 
Yun ayun…. 
Hidup terayun ayun…ayun…ayun…. 
Tangan kaki mata punya hati menyapa hidup …." 

Sebait tembang diatas berjudul Yun Ayun, diciptakan dan dikidungkan oleh Endah Laras, penyanyi asal Solo, putri dari seorang dalang dan guru tari kesohor. Kemampuannya menyanyi ditempa sejak kecil, terbukti dengan seringnya memperoleh predikat juara di berbagai ajang lomba. Berbagai genre musik ia pelajari seperti pop, keroncong maupun seriosa. 

Mengawali karir secara serius sebagai seorang penyanyi pada tahun 1996. Aktif mengeluarkan album baik kolaborasi dengan beberapa seniman campursari maupun album sendiri. Antara lain “Gemes” dan “Jangkrik Genggong” bersama Anjar Any, album “Kembang Kecubung” serta “Lego” bersama Mus Mulyadi dan Manthous’s, album “Jakarta Suroboyo” bersama Boy Suryo, album “Aja Kanda Sapa-sapa” bersama Cak Dikin. Lalu beberapa solo albumnya antara lain “Lelo Ledhung” dan “Jenang Gula” kendang kempulan (1998), album “Andhe-andhe Lumut” dan “Mung Sliramu” (2000). Terlibat pula dalam kelompok Dongeng untuk Bangsa bersama Garin Nugroho, Widyawati, dan Edo Kondologit. 

Endah Laras sosok yang ramah, murah senyum, aktraktif dan selalu menemukan ide baru di setiap pertunjukannya, sehingga penonton tidak pernah bosan karena ia berupaya menawarkan kesegaran. Kiprahnya saat ini tidak hanya sebatas penyanyi solo tetapi juga guru vokal, komposer dan arranger baik musik kontemporer maupun musik tradisi Indonesia. 

Bersama kelompok brayat Endah Laras, ia terlibat aktif mencipta dan mengaransemen aneka tembang. Kehausannya di bidang seni dipenuhinya dengan menjajal dunia seni peran yaitu pada film “Soegija” karya Garin Nugroho dan “Finding Srimulat” karya Charles Gozali. 

Panggung nasional maupun internasional turut berperan mengembangkan kemampuan dan karirnya sehingga semakin memantapkan ayunan langkahnya sebagai seorang seniman. Seperti lagu Yun Ayun yang diciptakannya, seolah-olah menggambarkan jejak berkeseniannya yang selalu berayun menarikan kehidupan...
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata