Sunday, February 23, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:01:00 PM | No comments

Kamu Lebih Cantik, Kok!


Itu diucapkan seorang sahabat, pasca aku putus. Ternyata, dia barusan googling tentang perempuan yang menjadi pemicu perpisahanku dengan pasangan.

Cewe itu pendek. 
Selera bajunya buruk. 
Orangnya hitam. 
Rambutnya tipis. 
Hidungnya gak ada. 
Giginya hitam.
Pahanya gede. 
Betisnya kekar. 
Drama queen, apa-apa di-tweet!

.. dan masih banyak hal lain yang mereka bilang. Bikin muak! 

Ada apa sih dengan penampilan orang? Dia jelek? Mereka harusnya protes pada Tuhan sebagai pencipta cewe itu. Biarlah dia mau berpakaian apapun, selama gak menyakiti hati mereka. Dan tentu saja, mereka gak punya hak untuk mengatur aktivitasnya di dunia maya. Memangnya mereka ini siapa? Selain mereka bukan siapa-siapa, itu samasekali tak mengobati rasa sakitku.

Itu kejadian lama. Pekan lalu aku nonton YouTube Maia Estianti dan putranya. Ada teman membagi video ini di Facebook, berhasil membuatku nge-klik tautan tersebut. Maia semacam dikhianati mantan suami, sebab menikah lagi tanpa izin. Itu inti video ini. Karena gak update infotainment, aku jadi kepo sangat, lalu search video lain tentang kasus ini.

Ada beragam komentar yang menghina-dina sang istri baru. Kebanyakan soal fisik dan caci maki yang mempertanyakan harga dirinya. Aku serasa diingatkan dengan kejadian lama itu. Jika ada yang bilang "Kamu lebih cantik, kok!", apakah Maia lantas merasa baik-baik saja? Juga simbak Septy Sanustika, Zaskia Gotik, Ayu Tingting, Airin Rachmi Diany, dan masih banyak lagi...

Jika mereka merasa baik setelah disiram kata-kata memuakkan itu, aku yakin mereka sakit!

Foto di atas tentu bukan aku atau perempuan itu :)

Mlekom,
AZ

Saturday, February 22, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 1:32:00 PM | No comments

Tungku pembakaran gamping yang mirip benteng


Gambar di atas bentuknya sepintas mirip benteng atau kastil. Bangunan tersebut adalah tobong, atau tempat pembakaran batu gamping agar lunak dan bisa digunakan sebagai campuran bahan bangunan.

Adriani Zulivan, seorang blogger yang tinggal di Jogja, mengambil gambar bangunan mirip kastil tersebut di jalan arah dari Imogiri ke Panggang, Yogyakarta.

Menurut tulisan di blog komunal yang bertanggal 19 Februari 2014 tersebut, ia mendapat cerita dari penduduk setempat bahwa bangunan tobong dengan latar belakang bukit dan memiliki pemandangan menarik tersebut belum sempat digunakan karena pemiliknya meninggal dan tanahnya dijual ke orang lain.

Yeni Setiawan

Sumber: Beritagar

Saturday, February 15, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:43:00 PM | No comments

Dicari: Tukang Pijet untuk Dipersuami


Cuma butuh suami yang mampu lakukan ini... *elus-elus tangan yang kena CTS*

Sebab aku gemar menjadi tukang jahit, maka kami klop.

Mlekom,
AZ

Thursday, February 13, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:15:00 AM | No comments

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 36: Taman

Taman Sampah

Sebagai warisan budaya tak ternilai, mestinya kawasan Candi Borobudur ditetapkan sebagai Taman Arkeologi, bukan Taman Wisata sebagaimana yang berlaku kini. Sebagai Taman Arkeologi, ia akan menjadi rujukan proses pembelajaran yang sarat pendidikan. Sebaliknya, Taman Wisata yang dikelola perusahaan ini, menjual nyaris tiap jengkal tanahnya untuk kepentingan komersil. Ketika menjadi pembelajar, pengunjung akan malu membuang sampah sembarangan. Menjadi wisatawan? Entahlah...

Gambar diambil pada 16 Februari 2012.

Mlekom,
AZ

Wednesday, February 12, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 3:14:00 AM | No comments

Keripik Biji Durian


Beli durian 6 buah, gak sebiji pun bisa dimakan. Kubilang, aku ditipu pedagangnya. Temenku bilang, jangan berburuk sangka. 

Akhirnya, durian hanya dikupas lalu dimasukkan kontainer makanan. Disimpan di kulkas. Sama Mama suruh dibuang saja. Sama aku suruh disimpan saja, nanti dibuat kolak, kuah serabi atau apapun. Kata Mama, itu gak ada aromanya, buat apa dimasak. Kataku, biar uangnya gak kebuang, dimasak saja :p

Aku pun googling "resep durian". Yang paling banyak tentu pancake, nggak menarik. Akhirnya mencatat jus, kolak, mochi, es krim, serabi (bukan kuahnya), sop (semacam es campur), durian goreng, keripik biji durian dan ketan durian. Belum tau mau buat apa, yang pasti tidak akan membuang daging dan bijinya.

Akhirnya, baru sempat ngedapur 11 hari kemudian. Niatnya mau bikin durian jadi semacam selai untuk olesan dorayaki itu. Tentu duriannya hanya sebagai tekstur tambahan (sebab aroma tak dapat dipertanggungjawabkan) saja, dengan bahan utama kacang merah. Bijinya, tentu digoreng.

Warna dagingnya sudah bening sebab kelamaan di kulkas. Aromanya sudah nyaris busuk. Akhirnya semua kucuci, sisakan biji saja. Jadi jelas akan memasak apa :)

Begini resepnya...


Biji yang sudah dikupas

Bahan 
1.5 kg biji durian
1500ml air
2 ruas kunyit, haluskan
1 sdt kapur sirih
6 bawang putih, haluskan
4 kemiri, haluskan
2 sdm garam
minyak goreng
kiri: hasil potongan. kanan: slicer dan potongan yang dimasukkan ke larutan kunyit dan kapur sirih
Cara
  • Siapkan baskom berisi air. Masukkan kunyit dan kapur sirih.
  • Bersihkan biji durian, kupas kulit kerasnya. Remas-remas dengan sedikit garam. Cuci. Potong tipis (aku gunakan slicer, sebab ukuran biji yang kecil dan tekstur yang licin akan sulit dipotong dengan pisau biasa). Masukkan dalam baskom berisi air.
  • Dengan saringan, angkat biji dari baskom. Akan banyak getah (bening, seperti lem) yang keluar. Terus guyur dengan air kran, sangga bawah baskom agar getah turun.
  • Lumuri irisan biji yang sudah bersih dengan bawang + kemiri + garam. Diamkan 10 menit agar meresap.
  • Goreng dalam minyak sedang. Harus sabar menunggu garing, sebab gorengan setipis ini akan cepat sekali gosong jika digoreng dengan api besar.
  • Tiriskan. Simpan dalam toples.
Bagaimana rasanya? Enak, sangat wangi. Tapi justru wanginya yang bikin aku tidak terlalu menikmati. Enakan biji nangka sih (tapi belum pernah nyoba digoreng, dulu di Aceh sering makan rebusan biji nangka).

Ini nyaris subuh. Demi menuhi janji ke beberapa teman yang meminta resepnya :) 
Silahkan mencoba. Enak, kok!

Mlekom,
AZ

Monday, February 10, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 6:55:00 PM | No comments

Sushi vs Galundeng


Obrolan sore hari.
X: Duh gajian msh lama
Y: Pdhl aku mo ditraktir Sushi Tei *godain*
X: Berapaaaaaan?
Y: 48rb lah porsi kecil
X: Galundeng aja ya! *serius*

Galundeng adalah roti goreng. Jajanan pasar yang banyak dijual di tukang gorengan di Yogya, seharga sekitar seribu rupiah per potong.

Yak'e!

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ

Sunday, February 9, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:30:00 PM | No comments

Mbakmil


"Mbak, cape nggak?" tanya seorang gadis yang sedang menimbang serius kondisiku.
"Enggak!" jawabku.
"Kalau cape, duduk aja Mbak," katanya khawatir sambil clingak-clinguk cari tempat duduk.
"Heh, santai aja"
"Mba hamil kan? Kalau gak kuat nanti tunggu di sini aja..."
"Gak, aku datang untuk ikut jelajah kok..."

Tukan tukan, dituduh hamil. Lagi. Ini yang ketiga kalinya dalam tiga tahun terakhir, atau yang kedua kalinya dalam tahun ini. Artinya, rata-rata ada satu tuduhan di tiap tahun dan ada satu tuduhan di tiap bulan.

Tuduhan pertama di 2011 dari Bu Tamara, seorang pemijat. Tuduhan kedua dari Bu Anjas, itu tuh komennya di foto yang kusebar di Facebook bulan lalu. Ketiga ya kejadian di atas, hari ini di acara heritage walk pecinan Magelang.

Gadis yang mengkhawatirkan kondisiku itu mungkin melihat perutku yang tidak rata (a way of avoiding the word "besar"), saat kami bertemu di kota yang sama Januari lalu. Waktu itu, aku pakai rok cukup gombrong yang pinggangnya diletakkan di bawah dada. Ya seperti Bumil, ibu hamil. Ya kalau begini caranya, aku jadi Mbakmil lah, embak-embak hamil.

Salam peyut endut! :)

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 8:21:00 PM | No comments

Cara Hilangkan Ask.com sebagai Mesin Pencari Utama


Aku bukan penggemar Mozilla Firefox, namun sangat sering membuka ini untuk bantu memilah aktivitas di dunia maya. Belakangan berasa terganggu dengan mesin pencari (search engine) yang bukan Google. Lalu? Googling donk ah! Kata kuncinya berganti-ganti, dari "change ask.com to google on mozilla" hingga "cara hapus ask.com di mozilla".

Sejam baca sana-sini, coba saran ini-itu, akhirnya ketemu yang jitu di sini (terjemahan Indonesia-nya kacau, coba masukin ke Google Translate saja jika kamu lebih nyaman membaca dalam bahasa Inggris). Ini adalah website salah satu software pengusir virus, tapi gak cuma nyuruh kita untuk unduh produknya, mereka kasih tips jitu untuk persoalanku. Lakukan langkah ini:
  1. Cek di Control Panel (klik Start di kiri bawah layar > klik Control Panel) apakah ada program bertulisan "ask". Jika ada, langsung remove/uninstall program. Namun, saya tidak menemukannya. Ternyata, file instalasi Ask.com ini kerap 'bersembunyi' dengan nama lain.
  2. Buka browser Mozilla. Klik Help di bagian atas jendela > klik Troubleshooting Information. Akan muncul jendela baru, klik Reset Firefox. Setelah ini prosesnya cukup lama, browser Mozilla akan ditutup. Ini proses mengubah/mengganti/menghilangkan semua cache yang ada di browser. Sabar aja. Akan muncul informasi kalau proses pembersihan sudah selesai, klik Finish.
  3. Browser Mozilla akan muncul kembali, namun dengan halaman kosong (tanpa informasi sejenis most visited site). Sila cek, Mozilla kembali bersanding dengan Google!
Cobain deh!

Oh iya, Ask.com itu bukan virus yang merusak file, namun semacam aplikasi yang akan membuka berbagai iklan dan membawa aplikasi pihak ketiga ke perangkat kita. Efeknya? Makan space dan memperlamban kinerja komputer.

Segitu dulu. Aku memaksa diri untuk mendokumentasikan proses pencarian persoalan masalah perkomputeran seperti ini, agar besok-besok kalau butuh lagi gak repot.

Gambar dari sini, bukan logo Ask.com.


Mlekom,
AZ


Saturday, February 8, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:49:00 PM | No comments

titip pesen ya..



Adri, aku nitip beberapa pesan, ya.. buat temen-temen kantor

aku belum bs buka feng office soalnya, jd g bs upload2 sendiri

aku nitip unggahin MoM rapat kemarin, file logo (.zip), dan file layout poster (.zip). oia, ada juga 2 MoM dr pertemuan sebelumnya..
Logo dan poster itu aku edit pake inkscape; ada di ubuntu kan. Kalo mu ubah-ubah, ada filenya juga di sana.

kalo office ttp blm bs jalan, minimal kirim aja ke milis kantor. maaf kalo kebanyakan..
kalender di kertas gedhe kmrn aku bawa, pengennya buat aku pindahin ke office, tp ya gmn lg, blm bs.
mggu dpn ku k kantor, tu kertas aku tempelkan di dinding, gantiin kertas kecil yg kamu tempelin di lemari kaca tu :p

ku di borobudur mgkn br bs OL besok pagi, ada warnet di deket tpt aku nginap
ku mu melewatkan bbrp hari tanpa piala dunia yang akan mulai malam ini :)

kalo ada hal lain yg ok utk diobrolin, kamu tahu gmn menghubungiku haha

makasih ya..


*aku cc-kan juga ke gmail kamu. takutnya pas email kantor ikutan bermasalah..


-- 
Elanto Wijoyono
PETA HIJAU - Green Map Indonesia
http://greenmap.or.id



###
Oh well, oh well... ini jaman belum kenal, yes! Sebagian besar gak ingat ini ngobrolin apa (sampai melihat attachment) dan kapan.

Gak sengaja nemuin email ini waktu lagi searching percakapan di email. Senyum-senyum sendiri. Yak'eee!

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 8:28:00 PM | No comments

Cerita Mandi


#1
Seorang teman berjasa memopulerkan tagar #AntiMandiGarisKeras di jagad Tweetland, akibat dia jarang mandi (bukan tidak pernah, catat :)). Entah apa alasannya, entahlah kapan atau berapa kali dalam berapa waktu pula dia mandi. Entahlah.

Akhir 2010, di masa tanggap darurat Gunungapi Merapi, kami bekerjasama di komunitas @jalinmerapi. Suatu ketika dia mandi di posko. Saat itu terjadi gempa. Kamar mandi terletak di lantai dua, sehingga guncangan terasa sangat keras. Bersama semua orang yang ada di dalam bangunan, ia buru-buru turun ke halaman, dalam keadaan masih bersabun dan bersampo. Untung sempat pakai handuk.

Teman-teman lalu nyeletuk: Kamu sih mandi, jadi gempa deh...

#2
Sepupu liburan di Yogya. Kami janjian berburu pernak-pernik. Pesannya pagi itu: Kak, bangunin kalau udah mau berangkat ya. Kalau gak mau pergi-pergi, malas mandi nih... 

#3
Hari ini aku malas ngapa-ngapain. Di rumah saja. Biasanya, jika ada kesempatan di rumah, selain beberes, aku menikmati hidup dengan membaca buku, merapel koran seminggu, memasak atau menjahit. Hari ini tidak. Malas. Tidur-tiduran saja sambil utak-atik hape. Bahkan, malas mandi (!). Akhirnya mandi siang waktu dzuhur, biar afdol wudhu-nya...

#4
Shalat-lah kau sebelum di-shalat-kan. Sampai aku segede ini, kalimat itu sukses bikin ingat Tuhan. Jadi kepikiran, mengapa tidak mengingatkan si pemalas mandi dengan: Mandilah, sebelum kau dimandikan (lalu dikafani)...

#5
Kata @karmarria, temanku: dimandikan & dimandiin kenapa konotasinya seakan beda, ya. "aku dimandiin dong sayang..." misalnya.

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ


Thursday, February 6, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:08:00 PM | No comments

Workaholic


Alasan yang jamak keluar dari mulut lelaki yang tak betah jauh-jauh dari pekerjaan:

Zaman pacaran: kejar setoran nikah.
Udah jadi ayah: demi kebahagiaan anak-bini.
Kakek-kakek: sekadar untuk jajan cucu...

...

Sering kasih alasan seperti itu? Kalian memang tidak siap berkeluarga. Percayalah, uang tidak menggantikan kehadiranmu...


Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ

Wednesday, February 5, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:46:00 PM | No comments

1 x 25 Jam x 1 Bulan

Temanku, Anang Saptoto, menjadi satu dari 12 seniman yang terlibat dalam "1 x 25 Jam". Ini adalah sebuah proyek pameran kerja kekuratoran, tentang sepak terjang Rumah Seni Cemeti. Sebagai salah satu peletak sejarah seni di Yogyakarta, Cemeti menjadi rujukan bagi para pelaku seni hingga level dunia.

Meski bukan seniman, aku senang pernah turut andil dalam salah satu proyek karya seni di sana. Kapan-kapan kuceritakan tentang ini. Yang pasti, undangan Anang kali ini tak kami lewatkan. Pameran ini menceritakan perjalan Cemeti selama seperempat abad. 

Anang mengambil bagian "Babak II: Kepingan Sejarah Lisan". Kepingan ini berupa foto-foto jaman awal obrolan tentang membangun Cemeti. Ia mereka-ulang adegan dalam foto tersebut ke dalam bentuk gambar cat di tembok. Ia memainkan cahaya lampu untuk mendapat tone warna dan jatuh bayangan yang tepat. 

1 x 25 jam berarti bahwa kedua-belas seniman akan tinggal di ruang pameran Cemeti selama dua hari satu malam. Dalam waktu itu, mereka menyelesaikan karyanya. Selama bulan ini, Cemeti akan buka 24 jam. Pengunjung bisa menyaksikan langsung proses pengerjaan karya. Yang paling seru, pengunjung yang menyaksikan karya akan mendapat penjelasan langsung dari si pembuat karya.

Aku tadi datang bersama Mas Antok, kami gak sabar nunggu pameran bersama di ujung 1 x 25 jam x 1 bulan nanti. Aku jatuh cinta pada mesin jahit mini dalam karya milik Ika Vantiani, kutulis di siniTentang pameran, cek di sini.

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 9:03:00 PM | No comments

Semoga Kalian Lekas Pulang...


Dalam perjalanan dari Rumah Seni Cemeti yang terletak di ujung selatan Kota Yogya, aku mampir ke sebuah toko franchise. Tertegun ketika ke luar toko, ada bayi ditidurkan di dekat genset di teras toko. Beralas kardus tipis. AKu clingukan mencari orangtuanya. 

Di ujung halaman toko, di pinggir jalan, tampak seorang perempuan sedang mencuci peralatan makan dan masak. Pasti itu ibunya. Mereka mungkin menjual makanan di sekitar tempat ini.


Malam ini pukul 9. Semoga si bayi tidak kedinginan. Selamat bekerja, ibu! Semoga kalian lekas pulang...

Mlekom,
AZ

20140520


  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata