Monday, March 31, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:15:00 PM | No comments

Workshop Bahasa Jawa Kuna



WORKSHOP BAHASA JAWA KUNA 
Trawas, Mojokerto — 13 s.d. 28 Juni 2014
Diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient (EFEO) dan Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV)

Pengantar
Dalam upaya mendukung terwujudnya generasi baru ahli ilmu filologi Jawa Kuna, maupun kerja sama internasional di bidang tersebut, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bekerja sama dengan École française d’Extrême-Orient (Lembaga Prancis untuk Kajian Asia, EFEO) maupun Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (Lembaga Kerajaan Belanda untuk Kajian Asia Tenggara dan Karibia, KITLV) akan menyelenggarakan Workshop Bahasa Jawa Kuno.

Workshop dilaksanakan selama 15 hari dengan 20 orang peserta dari dalam dan luar negeri, dibimbing secara intensif oleh pakar filologi Jawa Kuno. Kegiatan dilangsungkan dalam suasana alami khas Jawa. Pengalaman belajar bahasa diperkaya dengan kunjungan ke beberapa candi di sekitar lokasi workshop.

Tujuan
Setelah mengikuti workshop, peserta akan mampu menerjemahkan dan menganalisis teks Jawa Kuno secara mandiri dan memahami sumber pendukung (Kamus dan Tata Bahasa) yang harus dimanfaatkan.

Lokasi
Workshop diselenggarakan di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, di lokasi yang kondusif untuk studi intensif dalam kebersamaan dan yang dikelilingi peninggalan candi, arca dan prasasti dari zaman klasik. 

Jadwal dan Materi
Workshop diselenggarakan pada tanggal 13 sampai dengan 28 Juni, 2014.
Minggu pertama diisi dengan latihan intensif tata bahasa Jawa Kuna. Minggu kedua diisi dengan pembacaan bersama tiga jenis teks Jawa Kuna: parwa, kakawin, dan prasasti (masing-masing 2 jam per hari).

Pengajar
  1. Prof. Dr. Willem van der Molen (KITLV dan UI)
  2. Prof. Dr. Arlo Griffiths (EFEO dan UI) 
  3. Dra. Dwi Puspitorini, M.Hum (UI)
Bahasa Pengantar
Bahasa Inggris (disertai penjelasan dalam bahasa Indonesia). 

Peserta
Mahasiswa, dosen, peneliti, staf perpustakaan, pusat dokumentasi, atau lembaga pengelola naskah, dan peminat lainnya dari dalam dan luar negeri. Calon peserta merupakan lulusan dari atau masih terdaftar sebagai mahasiswa pada program studi yang relevan (misalnya Sastra Jawa, Sastra daerah lain, Sastra Indonesia, Arkeologi).

Penerimaan peserta
Peserta sebanyak 20 (duapuluh) orang, diseleksi berdasarkan kelengkapan berkas yang terdiri atas: 
  1. bukti kelulusan dari atau masih terdaftar pada program studi yang terkait,
  2. Daftar nilai pada tingkat S1 atau S2. Bagi mahasiswa yang belum lulus S1 dapat menunjukkan daftar nilai terakhir.
  3. Nilai TOEFL (minimal 450) atau hasil test bahasa Inggris lain yang setara.
  4. Surat lamaran dalam bahasa Inggris yang menjelaskan motivasi keikutsertaan,
  5. Surat rekomendasi dari 1 atau 2 pengajar di perguruan tinggi (bagi peserta mahasiswa) atau surat rekomendasi dari atasan yang berwenang (bagi peserta dari instansi).
  6. Kopi kartu identitas (KTP, KTM, atau SIM).
Berkas digabung dalam satu fail pdf dan dikirim kepada: Panitia Workshop Bahasa Jawa Kuno. Email: lkk@pnri.go.id

Penerimaan dibuka mulai dari disebarluaskannya pengumuman ini dan ditutup tanggal 30 April 2014. Hasil seleksi diumumkan melalui email paling lambat tanggal 10 Mei 2014. Hasil seleksi panitia tidak dapat diganggu gugat.

Biaya
Peserta tidak dipungut biaya. 

Fasilitas
Panitia menanggung biaya akomodasi, konsumsi, dan studi lapangan. Peserta yang lulus seleksi akan dijemput di dan diantar kembali ke Bandara Juanda K. dan Surabaya (stasiun KA atau terminal bus). Panitia tidak menanggung transportasi dari/ke tempat asal peserta. 

=======================================

INTENSIVE COURSE IN OLD JAVANESE
Trawas, Mojokerto, East Java, Indonesia — 13 through 28 June 2014

organized by the National Library of the Republic of Indonesia (Perpusnas)
in collaboration with the École française d’Extrême-Orient (EFEO) and
the Royal Netherlands Insitute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV)

Aiming to support the training of a new generation of Old Javanese philologists and to stimulate international collaboration in this field, the National Library of the Republic of Indonesia (Perpusnas) in collaboration with the École française d’Extrême-Orient (French School of Asian Studies, EFEO) and the Royal Netherlands Insitute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) will organize this year an intensive course in Old Javanese.

Concept. An academic retreat lasting 15 days attended by about 20 students who will be guided in intensive manner by 3 specialists of Old Javanese philology. The program will take place in typical Javanese natural surroundings while the learning experience will be enriched by excursions to vestiges of ancient Hindu and Buddhist civilization in East Java. 

Aim. The student who has completed the intensive course is able independently to read and analyse Old Javanese texts and is aware of the available research tools (Dictionaries, Grammars, etc.).

Location. The program will take place on a location on the flank of Mount Penanggungan in East Java that is conducive to intensive collective study and is in whose vicinity are found vestiges of ancient Java such as temples, sculptures and stone inscriptions in Old Javanese language. 

Dates. The program will take place from 13 through 28 June, 2014.

Teachers. The team of teachers is composed of Willem van der Molen (KITLV and University of Indonesia), Arlo Griffiths (EFEO and UI) and Dwi Puspitorini (UI).

Course content. The first week we will focus on intensive study of Old Javanese grammar, after which, during the second week, we will read representative samples of three principal genres of the Old Javanese textual corpus: Parwas, Kakawins, Inscriptions (2 hours per day each).

Language of Instruction. English. 

Participants. We will admit about 15 participants from Indonesian universities or other institutions. We also welcome about 5 foreign scholars of Sanskrit or other related fields, or foreign graduate students, who wish to learn Old Javanese.

Admission. Admission will proceed through selection on the basis of an application file which should consist of: 

  1. your CV
  2. a statement of motivation explaining your interest in participation
  3. if relevant a reasoned request for financial support toward your international travel costs

Please compile your application in a single pdf file and send it to as soon as possible to:

Panitia Workshop Bahasa Jawa Kuno
email: lkk@pnri.go.id with cc to arlo.griffiths@efeo.net

Admission for foreign participants will be open from the date of publication of this announcement until March 30.

Costs. Selected participants are expected to travel on their own expense to Juanda International Airport in Surabaya. In exceptional cases, we may be able to offer a contribution to those costs. There is no registration fee, and we will shoulder the costs of transportation between Surabaya and the location on Mount Penanggungan, lodging, board, excursions, and study material.

Sumber dari sini.


Saturday, March 29, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:42:00 AM | No comments

Rubbish

Barusan baca ini di TL, dari RT seorang teman. Jadi rupanya, Pak Bondan yang pernah saya cintai itu (sampai kemudian ia menghamba pada Gerindra dan kroninya), kemarin membuat kultwit tentang alasan ia membela Prabowo. Pagi ini, Budi Setyarso, wartawan Tempo, menceritakan pengalamannya di tahun 1998, saat meliput proses peradilan Prabowo yang terkait kasus penculikan aktivis.

Ini kicauan Pak Bondan, via @PakBondan:
  • Khusus untuk manteman, twitseri ini mungkin bisa memberikan pencerahan bagi Anda semua yang berpikiran terbuka.
  • 1. Manteman tentu mengetahui, saya adalah seorang jurnalis dan kolumnis. Artikel opini saya dimuat Kompas, Tempo, Wall Street Journal, dll.
  • 2. Saya juga pernah pemimpin redaksi di 3 media nasional, serta diakui sebagai wartawan investigatif andal.
  • 3. Sebelum saya gabung dan berjuang dengan @Gerindra, tentu saya teliti dulu rekam jejak @Gerindra dan @Prabowo08.
  • 4. Pada akhir tahun 1998 saya juga pernah mendampingi pejabat dari Washington DC mewawancarai @Prabowo08 selama 3 jam.
  • 5. Berbagai tuduhan dan fitnah ke @Prabowo08 saya teliti satu per satu. Mulai dari tuduhan penculikan, kerusuhan 1998, sampai keluarga.
  • 6. Saya mulai twitseri ini dari awal: Saat @Prabowo08 memilih untuk jadi tentara walau beliau bisa kuliah di universitas terbaik AS.
  • 7. @Prabowo08 masuk AKABRI, karena terinspirasi oleh kisah kedua pamannya yang gugur tahun 1946 bersama Mayor Daan Mogot.
  • 8. @Prabowo08 juga ingin melanjutkan perjuangan ayahnya dan kakeknya: jiwa dan raga 100% untuk Merah-Putih.
  • 9. Saat memimpin Kopassus, kualitas kepemimpinan @Prabowo08 legendaris. Sampai sekarang anak buahnya masih loyal.
  • 10. @Prabowo08 pastikan kesejahteraan semua prajuritnya. Di medan perang, @Prabowo08 selalu pimpin dari garis terdepan.
  • 11. Bahkan, ada tiga momen di Timor Timur ketika @Prabowo08 diduga gugur karena putus kontak radio. Beliau sangat berani.
  • 12. Keberanian dan dedikasi @Prabowo08 menjadikan Kopassus salah satu pasukan elit terbaik dunia. Dihormati dan disegani.
  • 13. Prestasi @Prabowo08 sebagai Danjen Kopassus, a.l.: pembebasan sandera di Pegunungan Mapenduma, Papua.
  • 14. @Prabowo08 juga memimpin pendakian tim Indonesia ke puncak gunung Everest. Ia tidak mau kita dikalahkan Malaysia.
  • 15. Sekarang kita bicara 1998. Saat itu, keberpihakan @Prabowo08 pada proses demokrasi dan reformasi mengagetkan.
  • 16. Mungkin karena @Prabowo08 pernah sekolah di luar negeri, kala itu beliau termasuk perwira yang mendukung reformasi.
  • 17. Tuduhan pertama: @Prabowo08 cerai karena tidak becus mengurus keluarga. Sebenarnya: Beliau diusir keluarga Cendana.
  • 18. @Prabowo08 dianggap mengkhianati keluarga Cendana karena dua hal: Berani menganjurkan Presiden Suharto untuk mundur.
  • 19. Dan hal kedua: @Prabowo08 tidak gunakan senjata dan malah membiarkan demonstran masuk ke kompleks DPR/MPR.
  • 20. Tuduhan kedua: @Prabowo08 menculik & membunuh aktivis demokrasi. Sebenarnya: Tim Mawar bergerak cegah terorisme.
  • 21. Sebelum Tim Mawar dapat perintah mengamankan terduga teroris, terjadi peledakan bom di Jakarta Januari 1998.
  • 22. Peledakan bom ini, salah satunya di Tanah Tinggi ditujukan untuk ganggu Sidang Umum MPR bulan Maret 1998.
  • 23. Pada saat itu, perintah "mengamankan" bisa diartikan "menghabisi". Tim Mawar tidak menghabisi mereka yang diamankan.
  • 24. Malahan, mereka yang diamankan dan dilepas oleh Tim Mawar, sebagian sekarang bergabung di @Gerindra.
  • 25. Apakah mereka mau bergabung dengan @Gerindra jika @Prabowo08 benar kejam seperti dituduhkan?
  • 26. Nah, bagaimana dengan mereka yang masih hilang? Silakan manteman cek hasil investigasi TEMPO edisi Widji Thukul.
  • 27. Hasil investigasi TEMPO menyimpulkan, ada tim lain yang bergerak! Bukan hanya Tim Mawar @Prabowo08.
  • 28. Apakah @Prabowo08 tahu siapa mengamankan mereka? Kalaupun ia tahu, Prabowo terikat sumpah prajurit.
  • 29. @Prabowo08 adalah prajurit sejati. Baginya sumpah prajurit adalah harga mati. Nama baik TNI harus ia jaga.
  • 30. Bagi @Prabowo08, lebih baik ia jadi tertuduh selamanya daripada nama baik TNI tercoreng karena ia buka mulut.
  • 31. Tuduhan ketiga: @Prabowo08 dalang kerusuhan Mei 1998. Sebenarnya: Prabowo adalah kambing hitam.
  • 32. Kerusuhan Mei 1998 dipicu oleh naiknya harga BBM tanggal 4 Mei karena tekanan IMF untuk cabut subsidi.
  • 33. Sudah menjadi rahasia publik, bagaimana @Prabowo08 membujuk Panglima ABRI untuk turun tangan kendalikan situasi.
  • 34. Namun pada saat-saat genting, Panglima ABRI malah tinggalkan Jakarta untuk upacara seremonial di Malang.
  • 35. Tuduhan keempat: @Prabowo08 dicopot karena mau kudeta Habibie. Sebenarnya: Prabowo justru bergerak utk amankan Habibie.
  • 36. Sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 mengikuti protap untuk mengamankan Ring-1 saat ibukota kembali memanas.
  • 37. Prosedur tetap ini dijalankan @Prabowo08 tanpa sepengetahuan Panglima ABRI. Panglima ABRI keliru analisa situasi.
  • 38. Panglima ABRI berasumsi, pergerakan pasukan ke Ring-1 harus atas perintah beliau. Beliau lapor ke Presiden Habibie.
  • 39. Karena informasi ini, Presiden Habibie berasumsi @Prabowo08 ingin kudeta. Prabowo dipanggil menghadap.
  • 40. Jika @Prabowo08 benar ingin kudeta, apakah ia akan datang ke Istana dan datang sendirian tanpa pasukan?
  • 41. Mendengar perintah Presiden Habibie untuk melepas jabatan sebagai Pangkostrad, @Prabowo08 kaget.
  • 42. Namun sebagai prajurit yang taat, ia ikuti perintah Presiden Habibie, lepaskan jabatan Pangkostrad dan jadi Dansesko ABRI.
  • 43. Lanjut lagi. Tuduhan kelima: @Prabowo08 ke Yordania untuk menghindari hukuman. Kenyataaan: Menghindari fitnah.
  • 44. @Prabowo08 adalah mantan Danjen Kopassus. Beliau terlatih di bidang intelijen dan kontra-inteligen.
  • 45. Kondisinya saat itu: ada pihak-pihak yang membutuhkan kambing hitam. Kalau bisa semua dituduhkan ke @Prabowo08.
  • 46. @Prabowo08 sadar, risikonya terlalu besar jika ia tetap di Jakarta. Rumahnya bisa "diisi" senjata, dan sebagainya.
  • 47. Oleh karena itu beliau memilih untuk pergi ke luar negeri. Ke Yordania dan Malaysia. Menghindari fitnah.
  • 48. Tuduhan keenam: @Prabowo08 kaya karena korupsi di masa Orba. Sebenarnya: Tahun 1998 Prabowo jatuh miskin.
  • 49. Rumah di Indonesia tidak punya, tabungan hanya cukup untuk hidup beberapa bulan saja di pengasingan.
  • 50. @Prabowo08 harus kerja keras sebagai pengusaha di luar negeri untuk dapat hidup dengan layak. Mengikuti jejak adiknya.
  • 51. Karena pengalaman sebagai pengusaha di luar, @Prabowo08 jadi tahu benar bagaimana asing eksploitasi SDA Indonesia.
  • 52. Tuduhan ketujuh: @Prabowo08 tidak ada sumbangsih untuk negeri pasca 1998. Sebenarnya: Sumbangsihnya luar biasa.
  • Tolong jangan nyampah di TL saya. Kalau punya bukti, ajukan tuntutan saja. Ini kan negara hukum?
  • 53. Sumbangsih yang terbesar adalah: Mendirikan @Gerindra, partai politik moderen yang terbuka dan jelas visinya.
  • 54. @Gerindra tidak meminta mahar politik untuk mereka yang ingin maju sebagai bupati, walikota, gubernur dan legislatif.
  • 55. @Gerindra juga membuat rekomendasi berdasarkan kompetensi. Contoh: @RidwanKamil didorong jadi Walikota Bandung.
  • 56. Contoh: Saya masuk ke @Gerindra, karena ikut seleksi terbuka. Biaya formulir hanya Rp. 50.000 saja. Yang lain juga sama.
  • 57. Selain @Gerindra, @Prabowo08 juga fokus tingkatkan prestasi olahraga kita. Khususnya pencak silat dan berkuda.
  • 58. Dalam masa kepemimpinan @Prabowo08, timnas pencak silat kita tidak pernah kalah di turnamen internasional.
  • 59. Tahun 2014 ini, @Prabowo08 juga berhasil jadikan tim polo berkuda kita terbaik di Asia. Kalahkan Cina, India, dan Korsel!
  • 60. Di bidang pertanian, @Prabowo08 sebagai Ketua HKTI kembangkan bibit-bibit unggul untuk tingkatkan panen per hektar.
  • 61. Di bidang pendidikan, sudah tidak terhitung lagi berapa banyak beasiswa sekolah dan kuliah yang diberikan @Prabowo08.
  • 62. Baru-baru ini, Yayasan Pendidikan Kebangsaan @Prabowo08 jalin kerjasama beasiswa S1 dengan Kerajaan Yordania.
  • Demikian, manteman. Kultwit saya tentang rekam jejak @Prabowo08. Menjawab semua FAQ yang sering ditanyakan ke saya. Salam
  • Spt manteman perhatikan selama ini, saya melakukan twitseri setelah banyak pertanyaan dan sindiran kepada saya ttg isu apapun.
  • Twitseri adl jawaban saya thd pertanyaan dan sindiran. Setelah twitseri, saya tidak menanggapi lagi, krn hanya akan menambah hiruk-pikuk.
  • Krn itu, silakan membuat twitseri sendiri di luar TL ini. Let's agree to disagree. Maaf kepada manteman yg telah terganggu dg hirukpikuk ini

Ini kicauan Budi via @BudiSetyarso:
  • Aktivis dianggap sbg teroris. Itu bisa terjadi lagi kalau Sang Jenderal berkuasa...
  • 1. Ini bukan kultwit maknyusss. Hanya cerita waktu liputan pada Juli-Agustus 1998. Waktu itu msh wartawan muda, begitu jg skrg..
  • 2. Pada 22 Mei 1998, setelah Soeharto jatuh, Prabowo dicopot dari jabatannya sbg Pangkostrad. Ia sempat melawan. (Baca buku Subagyo HS)
  • 3. Prabowo digeser jd Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI. Pada saat itu, keterlibatan Kopassus dlm penculikan aktivis mulai diusut.
  • 4. Prabowo memimpin Kopassus pada 1996-1998 sblm digantikan Muchdi PR. Pd kepemimpinan mereka terjadi penculikan belasan aktivis demokrasi.
  • 6. Dewan Kehormatan dipimpin Jenderal Subagyo, Kasad saat itu. Anggotanya para jenderal bintang tiga, termasuk Letjen SBY.
  • 7. Dewan Kehormatan bekerja di ruang kerja Kasad, Jl Merdeka Utara, Jakarta. Mereka memanggil para saksi hampir tiap hari.
  • 8. Saya ingat, ratusan wartawan lokal dan internasional selalu menunggu di luar pagar markas AD, di pojok Istiqlal, sejak pagi hari.
  • 9. Setelah memeriksa saksi, Subagyo dan timnya akan menggelar konferensi pers. Pintu pagar markas AD dibuka, dan wartawan dibolehkan masuk.
  • 10. Dewan Kehormatan sekali datang ke markas Kopassus, melihat tempat penyekapan para aktivis. Mereka menggunakan bus pd satu siang.
  • 11. Tanggal 21 Agustus 1998, Letjen Prabowo dipanggil Dewan Kehormatan. Wartawan semakin banyak datang hari itu
  • 12. Ketika itu, Prabowo datang menggunakan Range Rover Discovery, ditemani ajudan dan sopirnya. Ia berseragam dinas militer, dg baret merah.
  • 13. Setelah memeriksa Prabowo, Subagyo dan Dewan Kehormatan menggelar konferensi pers di halaman Markas Besar AD. Mereka semua berdiri.
  • 14. a. Dlm tanya jawab, seorang jurnalis bertanya: apakah Prabowo mengaku menculik belasan orang yang sebagian saat itu msh hilang?
  • 14. b. Subagyo HS menjawab: "Dia (Prabowo) hanya mengakui (menculik) sembilan orang."
  • 15. a. Begitulah, dg pengakuan itu, Dewan Kehormatan merekomendasikan pemberhentian Prabowo dr dinas militer.
  • 15. b. Adapun Muchdi dan Chaerawan dicopot dr jabatan mereka. Karir mrk msh berlanjut stlh itu.
  • 16. a. Bbrp hari kemudian di Cilangkap, Wiranto mencopot tanda-tanda militer Prabowo dlm satu upacara militer.
  • 16. b. Kepada pers stlh upacara, saya ingat, Prabowo hy berkomentar dg satu kata: "Rubbish."
  • 5. Panglima ABRI Jend Wiranto membentuk Dewan Kehormatan Perwira utk mengusut keterlibatan mereka, plus Kol Chaerawan, Dan Grup IV Kopassus.
  • 17. Stl itu, Prabowo tinggal di Amman, Jordania. Dlm satu wawancara yg dimuat Panji, 1999, ia menyebut penculikan sbg "kesalahan teknis."
  • 18. b. Dia mengaku menangkap 6 orang, dan 3 orang lainnya yg disebutnya "kecelakaan."
  • 18. a. Dlm wwcr itu, ia mengatakan menerima daftar orang2 yg harus "diamankan" dari mertuanya, Soeharto.
  • 19. Tiga orang yg ditangkap tp disebut Prabowo sbg kecelakaan adl Pius, Desmond, dan Taslam. Mereka, kata dia, sebenarnsebenarnya bukan target.
  • 20. Enam orang lainnya disebut Prabowo "mau melakukan pengeboman dan kita telah mencegahnya" dan "Kita seharusnya dpt ucapan terima ksh."
  • 21. Sayang, perkara ini berhenti di Dewan Kehormatan, tdk pernah diajukan ke pengadilan. Kesempatan menemukan mrk yg msh hilang tertutup.
Cek Chirpstory pernyataan Pak Bondan di sini, dan pernyataan Mas Budi di sini. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) dokumentasikan kasus-kasus penculikan 1998 di sini. Wawancara majalah Panji dengan Prabowo dapat dilihat di sini.

Terserah saja jika pernyataan Budi dianggap sebagai kampanye negatif jelang Pemilu. Itu hak siapapun, sah-sah saja.


Mlekom,
AZ


Saturday, March 22, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:21:00 PM | No comments

Bukan Teman Sepermainan

Sebuah pelaminan terangkai pesta kebun. Deretan tamu mengular, jawaban atas "silahkan memberi doa dan ucapan langsung kepada mempelai" yang ditawarkan mbak-mbak MC. Jarak dua meter, kami beradu pandang. Aku dan manten perempuan.

Tiba giliranku. Salam terucap, lalu saling menyentuhkan keempat tangan kami. Hanya tangan. Lalu manten laki. Kami berpelukan, cipika cipiki. Kupegang erat bahu kanannya dengan tangan kiri. Kedua tanggannya menggenggam tangan kananku. Kuberi ucapan bahagia setulus hati. Perempuan di sebelahnya terus menyaksikan, dalam tatapan "Who the hells are you, bitch? Hey my newlywed husband, what do you think you are doing right here now?"

Antrian tak dapat menunggu, "Nanti aku hubungi," kata manten laki, saat kusesalkan betapa singkat masa tinggal mereka di kota ini.

Aku punya teman, teman sepermainan. 
Di mana ada dia, selalu ada aku...
[TTM ~ Ratu]

Itu dulu. Waktu temanku masih di Yogya. Temenku ini adalah si manten laki. Kami sekelas di kursus bahasa Lembaga Indonesia Prancis, jaman aku kuliah. Dia kupanggil Simbah, karena menjadi pendengar yang sabar dan penasehat yang baik. Terutama untuk urusan pacar-pacaranku. Usinya memang belasan tahun di atasku. Tiap pacarnya kupanggil "Mbah Putri" :)

Hari ini Simbah nikah. Istrinya bukan teman sepermainan kami. Sedikit mengagetkan, setelah empat tahun usahaku menjodohkannya dengan banyak orang nirhasil. Kami terakhir ketemu 2011 lalu, eh tiba-tiba ngirim undangan.

Sekitar dua bulan lalu Simbah nanyain restoran India di Yogya. Ternyata untuk katering di pestanya. Kutanyakan siapa perempuan beruntung yang mendapatkan hatinya? Dia bilang orang baru, bukan dari lingkaran pertemanan kami. Bapaknya Simbah Putri ini asli India, jadi tema nikahannya India. Sip!

Berapa kali temanmu putus--minimal berdebat--dengan cewenya, akibat cemburu denganmu? Aku... sering. Kejadian ini, malam ini, mungkin salah satunya. Lalu aku mengutuk kesendirianku di pesta itu, sebab Simas mendadak harus ke luar kota. 

Well... mariage heureux, ma chère Simbah et Mbah Putri. Kapan kita ke mana? Aku pengen ngenalin Simas dengan Mbah Putri... (sepenting itukah?  Atau tentang kecemburuan itu cuma perasaanku saja? Hahaha!).

Gambar (kuambil di sini) adalah dhokra berbentuk burung hantuBurung hantu menjadi tunggangan Laksmi, dewi kekayaan dalam mitologi Hindu-India. Gak nyambung dengan cerita, biarin aja :)

Mlekom,
AZ


Tuesday, March 18, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 6:42:00 PM | No comments

Sistem Infomasi Desa untuk Promosi Produk Merapi



Seri Workshop 
Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID)
untuk Promosi Potensi Desa di Kawasan Merapi



Latar Belakang
Sejak tahun 2011, Program Merapi Recovery Response (MRR) di bawah payung Disaster Risk Reduction based Rehabilitation and Reconstruction (DR4) UNDP, bersama COMBINE Resource Institution (CRI) menginisasi pembangunan Sistem Informasi Desa (SID) di 9 desa di lingkar Gunungapi Merapi. SID dirancang untuk menyediakan informasi tentang desa, termasuk yang relevan dengan konteks potensi ancaman bencana di wilayah setempat. Sebagai sebuah sistem informasi, SID bersifat aksesibel bagi publik dan terhubung dengan beragam teknologi dan media. Data dan informasi yang terkelola di dalam SID di tingkat desa akan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kepedulian dan kesiapsiagaan komunitas desa untuk mengurangi risiko bencana.

Pada saat ini, SID yang terbangun di desa, memiliki beragam fungsi teknis, antara lain:

  1. Data kependudukan yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan publik
  2. Data potensi ancaman bencana desa
  3. Data aset/sumber daya desa
  4. Data produk unggulan desa
  5. Peta desa interaktif
  6. Sistem peringatan dini berbasis SMS (SIKAD: Sistem Informasi Kebencanaan Desa); dibangun bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta

Fungsi pelayanan publik adalah salah satu manfaat dasar dari SID bagi desa, selain untuk mendukung perencanaan pembangunan desa dan pemetaan potensi/sumber daya desa. Dengan berjalannya fungsi dasar pelayanan publik, diharapkan SID bisa lebih terkomunikasikan keberadaan dan manfaat layanannya bagi masyarakat desa. Dampaknya, data yang akurat akan bisa terbarui secara rutin, setiap saat, yang akan penting dan menentukan bagi desa, terutama dalam konteks pengurangan risiko bencana.

Selain fugsi tersebut, SID juga memiliki fungsi untuk memetakan potensi sumber daya desa, antara lain produk-produk unggulan desa. Dengan ragam media yang dihimpun dalam payung SID, terutama media online, diharapkan SID bisa mendorong tumbuhnya praktik usaha ekonomi rakyat di desa-desa penerap SID. CRI bersama MRR UNDP menrancang sebuah seri workshop untuk melatih desa-desa penerap SID memanfaatkan media yang tersedia untuk melakukan promosi potensi desa.

Tujuan

  • Memperkuat pengetahuan dan kemampuan peserta dari komunitas desa dalam menggunakan SID untuk mempromosikan produk unggulan desa
  • Memperkuat kemampuan pengelolaan website desa oleh pemerintah dan komunitas desa untuk mempromosikan produk unggulan desa ke dunia luar

Waktu dan Tempat

  • Selasa – Rabu, 25 – 26 Maret 2014: Hotel Quin Colombo, Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta untuk Cluster Sleman
  • Kamis – Jumat, 27 – 28 Maret 2014: Hotel Artoz, Magelang, Jawa Tengah untuk Cluster Magelang

Peserta
Setiap workshop di tingkat desa akan diikuti oleh 20 orang peserta, perwakilan pemerintah desa dan tim promosi desa (yang dibangun oleh IOM).

  • Sleman: Kepuharjo, Glagaharjo, Wukirsari, Tamanmartani, Umbulharjo, Argomulyo
  • Magelang: Jumoyo, Sirahan, Tamanagung, Ngargomulyo

Fasilitator

  • MRR UNDP: Mart Widarto, Didik Humam Zarodi
  • COMBINE Resource Institution: Elanto Wijoyono
  • Praktisi Media Online: Adriani Zulivan, Sinta Carolina

Agenda

Hari I
08.30 – 09.00 : Pendaftaran ulang peserta (MRR UNDP)
09.00 – 09.15 : Pembukaan (BPBD Sleman/Magelang dan Koordinator Program MRR UNDP)
09.15 – 12.00 : Presentasi dan Diskusi:

  • Pemanfaatan SID untuk Promosi Produk Unggulan Desa (MRR UNDP)
  • Pemanfaatan Media berbasis Internet untuk Pemasaran Produk Unggulan Desa (Adriani Zulivan)

12.00 – 13.00 : istirahat
13.00 – 14.00 : Pemetaan potensi produk unggulan desa (fas: tim)
14.00 – 15.30 : Penulisan materi produk unggulan desa untuk konten publikasi/promosi (fas: Sinta Carolina)
15.30 – 16.00 : istirahat
16.00 – 17.30 : Latihan 1: membuat akun e-mail kelompok, membuat blog, membuat akun media jejaring sosial (Facebook dan Twitter), dan bergabung ke situs komunitas/toko online (Kaskus, TokoBagus) (fas: tim)
17.30 – 19.00 : istirahat
19.00 – 21.00 : Unggah materi ke media jejaring sosial (fas: tim)

Hari II
08.30 – 10.00 : Latihan 2: unggah materi promosi desa ke website desa (SID) (fas: tim)
10.00 – 11.30 : Presentasi dan Diskusi:

  • Menghubungkan SID dengan Media Online lainnya
  • Strategi Sistem Penjualan dan Pengiriman Produk Desa

11.30 – 12.00 : Rencana Tindak Lanjut dan Penutup


Info lanjut di program Lumbung Komunitas.

Sunday, March 16, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:44:00 PM | No comments

Panen Cabe Merapi


Ini kedua kalinya panen cabe di Deles, dusun yang terletak di jarak 4 kilometer dari puncak gunungapi Merapi. Bersama Dik Umi, putrinya Mas Sukiman, difoto Irma.

Mlekom,
AZ
20140722

Saturday, March 15, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 7:23:00 PM | No comments

Luar Kepala


Beberapa pekan lalu, seorang pegiat komunitas Earth Hour Yogya mengirim pesan pendek. Minta nomorku dijadikan contact person untuk komunitas @wargaberdaya. Mereka sedang membuat daftar komunitas warga di Yogyakarta.

Sore ini, dia SMS lagi. Nanya CP komunitas Peta Hijau. Ah... ini sih jawabannya ada di luar kepala. Gak butuh buka phonebook lalu co-pas ke teks SMS :)

Mlekom,
AZ

Thursday, March 13, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:19:00 PM | No comments

Mia Ayam Desa Borobudur


Lokasi: Foodcourt seberang Kantor Desa Borobudur, Magelang, Jateng.

Mlekom,
AZ


20140514

Sunday, March 9, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:46:00 PM | No comments

We Survive on Donations


It would be great if every organization try the same way, rather than depending to few mans/funds.

Well, salute!

Mlekom,
AZ



Fifth International Conference on Urban and ExtraUrban Studies
7-8 November 2014
King Mongkut's University of Technology Thonburi
Bangkok, Thailand

2014 Featured Theme: Chaos and Creativity in Global Space




Bangkok & Spaces and Flows
Bangkok, the capital city since 1782, is the cultural, political, and economic center of Thailand. Famous for its high-rise buildings and impressive nightlife, the city boasts numerous universities, canals, magnificent temples, palaces, and unique markets and street vendors. The most visited city in 2013, this colorful and dynamic city presents the ideal stage for our discussions on the spaces and flows of the urban and extraurban.

We are proud to partner with the School of Architecture and Design (SoAD) to host our 2014 edition of the Spaces and Flows Conference. The SoAD was established in 1994 to provide Thailand a complete program of studies in English. The school aims to produce graduates with a well-grounded knowledge in design – blending art with technology, environmental concerns, and a competence in the language for global communication and international recognition.

Conference Focus
This conference aims to critically engage the contemporary and ongoing spatial, social, ideological, and political transformations in a transnational, global, and neoliberal world. In a process-oriented world of flows and movement, we posit, the global north and global south now simultaneously converge and diverse in a dialectic that shapes and transforms cities, suburbs, and rural areas. This conference addresses the mapping of, the nature of, and the forces that propel these processural changes.

We are inviting proposals for paper presentations, workshops/interactive sessions, posters/exhibits, or colloquia (See Proposal Types) addressing spaces and flows through one of the following themes:

  1. Urban and Extraurban Spaces  
  2. Human Environments and Ecosystemic Effects  
  3. Material and Immaterial Flows

Proposal ideas that extend beyond these thematic areas will also be considered. For more information about the ideas and themes underlying this community, see Our Focus.

We also offer participation options for those individuals who cannot attend the conference. Authors who wish to submit an article for potential publication in the Spaces and Flows Journal may submit a Proposal for Article Submission, while all members of the knowledge community with an accepted proposal may submit an online presentation to the knowledge community YouTube channel.


See more here.


Saturday, March 8, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:03:00 PM | No comments

Cara Hapus Aplikasi "Delta Search" di Mesin Pencari


Delta Search. Itu ganggu gak? Entahlah (malas gugling), yang pasti aku kurang nyaman dengan tampilan browser yang tidak seperti biasa. Jadi, hapus saja. Gugling, langsung nemu di artikel halaman pertama. Ternyata, perlu cara berbeda untuk aplikasi mesin pencari (browser) berbeda. Ini yang berhasil kucoba:

Chrome:

  • Klik Costumize and control Google Chrome yang berada di sudut kanan atas browser.
  • Pilih menu Settings, lalu Extentions.
  • Hapus Delta Search dengan klik gambar tong sampah (Remove from Chrome)
SR Ware Iron:
Meski mirip banget dengan Chrome, pada browser ini tak terdapat menu Extentions. Maka, ada cara lain yang kutemukan di sini.

  • Unduh aplikasi AdwCleaner di sini. Jika menggunakan antivirus, AdwCleaner mungkin dideteksi sebagai virus berbahaya, seperti Baidu Antivirus yang kugunakan. Namun abaikan saja dengan klik Allow (jangan khawatir, ini tidak menginveksi perangkat kalian!).
  • Setelah berhasil mengunduh, klik Scan. Aplikasi akan mencari file yang terinfeksi oleh Delta Search ini. Centang file yang tidak ingin dihapus (kusarankan, centang saja semua).
  • Klik Clean. Aplikasi akan me-restart perangkat kamu.
  • Selesai :)
Aku kok jadi sering kena aplikasi menyebalkan seperti ini ya? Baiklah, mesti hati-hati lagi meng-klik aplikasi yang sering muncul (popping up) di beberapa web.


Mlekom,
AZ

Wednesday, March 5, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:45:00 PM | No comments

Kaos Donasi untuk Sekolah Gajahwong



Gak pernah bosan cerita tentang aktivitas Sekolah Gajahwong. Ini merupakan sekolah yang diinisiasi oleh Komunitas Ledhok Timoho, sebuah kampung warga yang menghuni bantaran Kali Gajah Wong. Tentang Komunitas Ledhok Timoho pernah kucatat di sini.

Saat ini, mereka membuat kaos untuk dijual kepada publik. Hasil penjualannya menjadi donasi penyelenggaraan sekolah. Dengan mengeluarkan Rp 90.000,- per kaos, Anda akan membantu pendidikan anak-anak kampung ini. 


Kode: SGW T-SHIRT M 01
Kode: SGW T-SHIRT 02



Kode: SGW T-SHIRT 03

Keterangan:
  • Gambar atas. Kode: SGW T-SHIRT 04
  • Ukuran yang tersedia S,M,L,XL. Ukuran lain bisa dipesan.
  • Info pemesanan: SMS 085643418333 atau via akun FB ini. Bisa juga dengan datang langsung ke kios fundrising Sekolah Gajahwong yang terletak di kawasan Timoho, Yogyakarta.
Yuk donasi!

Mlekom,
AZ


Posted by adriani zulivan Posted on 8:08:00 PM | No comments

Asem-asem Daging


Ini adalah salah satu hasil pikir "duh enak banget, coba bikin ah!" setelah mencicipi menu Asem-asem Daging di dapur Es Teler Sukonandi. Lalu, seperti biasa, tanya Padhe Google. 

Di warung Sukonandi, menu ini hanya berbahan daging sandung lamur, buncis, tomat hijau, dan cabe hijau besar. Aku tambahkan tahu, brokoli, terong hijau dan jagung manis. Juga tomat merah dan cabe merah sebagai penyegar warna. Dagingnya kupilih tetelan (seperti yang digunakan untuk rawon), bukan sandung lamur (yang hanya berupa lemak bening). Dan tentu saja, rasanya lebih pedas dengan tambahan cabe rawit.

Bahan:
  • 250 gr tetelan, potong seibu jari
  • 100 gr buncis
  • 1 batang brokoli, potong kecil
  • 200 gr tahu, potong dadu
  • 1 bongkol jagung, pipil
  • 1 terong hijau kecil, potong kecil-tebal
  • 4 tomat hijau, belah empat.
  • 1 tomat merah, belah empat
  • 6 belimbing wuluh, potong bulat
  • 4 cabe hijau besar, potong
  • 1 cabe merah besar
Bumbu halus:
  • 5 bawang merah
  • 3 bawang putih
  • 2 cabe rawit
Bumbu utuh:
  • 2 biji asam jawa (optional)
  • 2 batang sere, geprek
  • 2 cm lengkuas, iris lebar-tipis
  • 4 lembar daun salam
  • 1/4 sdt merica bubuk (optional)
  • 3 sdm kecap manis
  • 2 sdm gula pasir
Cara:
  • Cuci daging. Tekan-tekan lembut (jangan sampai pecah), aliri dengan air. Rendam sebentar, sampai air berwarna merah. Ulangi terus sampai bening. Ini untuk hilangkan darah.
  • Masukkan 750 ml air ke panci. Tambah garam. Aku gunakan panci tekanan tinggi (presto) agar daging lekas lunak. Didihkan air. Masukkan daging dan beberapa lembar lengkuas yang sudah diiris + 2 lembar daun salam + 1 batang sere. Matikan api setelah 15 menit. Ini menjadi kaldu.
  • Dalam penggorengan, panaskan minyak. Tumis bumbu halus + sisa sere, lengkuas dan salam; hingga matang.
  • Pindahkan tumisan ke dalam kaldu. Aduk rata. 
  • Nyalakan api kecil. Masukkan seluruh bahan (dahulukan brokoli dan buncis yang lebih lama matang) + kecap, merica dan gula. 
Meski tak sama persis dengan yang kucicipi di warung Sukonandi, rasanya enak (pake banget). Asem, pedes. Segar! "Ini sayur asem versi daging," kata Mamaku.

Mlekom,
AZ

Tuesday, March 4, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:16:00 PM | No comments

Telak!



Mahasiswi sebuah kampus di New Zealand ambil studi tentang komunitas @jalinmerapi (JM). Dia orang Indonesia. Sama Bataknya sama awak. Kemarin, dia diundang ke lokakarya. Ada parapihak yang selama ini aktif menghidupi JM, agar bisa ngobrol awal untuk penelitiannya ini.

Di waktu coffe break, obrolan telak dua perempuan. A dan B.

Telak 1:
B: Wajahmu kok kaya sering lihat ya, Mbak...
A: Sering nonton infotemen ya? *dalam hati*
B: Iya lho, familiar banget...
A: Iya, muka Batak kan mirip-mirip... *masih dalam hati*
B: Sospol ya?
A: Heh, S1-nya di UGM? Jurusan apa?
B: Komunikasi
A: Angkatan? 
B: 2001
A: Heh, berarti kita sekelas dan ospek bareng!
Stop pakai "mbak-mbak" dan obrol ngalor-ngidul tentang kawan-kawan seangkatan.

Telak 2:
A: Di NZ ambil apa? 
B: Kampusnya? Canterbury.
A: Eh aku pernah penelitian bareng GNS, salah satu penelitinya Noel Trustum.
B: Wah, aku gak kenal orang-orang tua di sana...
A: Kalau studi masternya?
B: Masternya dulu di UI, Komunikasi juga. Sekarang ambil bencana...
A: Ini lagi DOKTOR???!
Berakhir dengan si B nyemangatin si A untuk sekolah lagi. "NZ itu banyak beasiswa tentang bencana, kan kamu concern ke isu ini..."

Telak 3:
A: Gak sekalian ikutan ke Merapi? (seorang peneliti Jerman ikut rombongan teman-teman Merapi pulang)
B: Jangan sekarang, kasihan anakku.
A: Udah punya anak??? *ini kemudian terasa agak lebay. Usia-usia segini, punya anak ya biasa aja kali yes*

Telak 4:
A: Erupsi Kelud kemaren udah di Yogya? Lebih serem dari Merapi...
B: Enggak. Karena bandara tutup, makanya baru bisa sekarang. Tapi aku di sini waktu erupsi 2006.
A: Oh masih di sini ya...
B: Waktu itu udah di Jakarta, setahun setelah lulus. Erupsi 2006 itu kebetulan lagi liburan di Yogya...
A: Jadi dia lulus EMPAT TAHUN! *dalam hati lagi*

Perempuan A adalah aku. Perempuan B adalah Dwie Irmawati Gultom. Gambar itu kami lagi cekakakan di kantor @BPPTK, bersama si mas-mas peneliti Jerman.

Telak!

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 6:37:00 PM | No comments

Goyang Tije


Sebagai pengguna Trans Jogja (Tije) yang cukup setia, aku sering mengeluh. Terutama tentang supir yang ugal-ugalan (pernah kutulis di sini) dan kondisi kendaraan yang tidak layak. Yang terakhir ini cukup menyiksa, terutama di saat-saat seperti ini:

  1. merem, baik mendadak ataupun tidak. Kondisi bus yang tidak baik (Mamuku menyebut kendaraan jenis in idengan "kaleng-kaleng")
  2. berlubang atau bergerunjal, dll sejenisnya. Terutama di jalan konblok seperti di bandara. Yang namanya bokong dan daerah yang sejalur dengan tulang ekor bisa mendadak kaget dan tersiksa. Belum lagi joknya gak empuk :(
  3. dll. Sila menambahkan.
Pagi tadi aku menempuh jarak sekitar setengah jam dari rumah ke arah Prambanan. Sebab ini jalur menuju bandara, bus nyaris selalu penuh. Setelah halte tempat aku naik --dan mendapat bangku, cukup banyak penumpang baru yang berdiri.

Yang kebagian duduk, hebatnya, bisa tertidur pulas. Sampai mangap. Sampai gelendotan. Sampai pulas. Pasangan di kiri gambar turun di bandara, kelihatannya sedang nuris di Yogya. Bapak sebelahnya kupikir warga lokal.

Selamat tidur, aku ingin menanyakan resep pulas ketika dibuai goyang Tije. Hehehe... :p

Mlekom,
AZ


20140428
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata