Tuesday, April 29, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 6:52:00 PM | No comments

Keluarin, Enggak, Keluarin, Nggak


"Keluarin, enggak. Keluarin, enggak. Akhirnya aku keluarkan juga. SIM C yang menyembul malu-malu di dompet. Bersama STNK, kusodorkan ke salah satu Polisi yang mengadakan razia kendaraan roda dua di ring-road selatan arah Sewon, Bantul siang tadi.

"Mbak Adriani?"
"Ya."
"Ini SIM-nya berakhir 2011. Silahkan minggir dahulu."
"Minggir? Ke mana?"

Tangannya diarahkan ke sebuah lahan kosong. Ada belasan sepeda motor dan pemiliknya yang parkir di sana. Ada sekitar lima Polisi lain  yang sedang sibuk menginteregosi dan mencatat nota di kap mobil patroli. Aku mendekat, memarkir motor, turun, menunggu giliran.

"Mana STNK-nya?"
"Itu diambil..." tunjukku ke arah jalan, tempat aku dicegat oleh satu dari sekitar lima polisi yang memberhentikan para pengendara motor.
"SIM-nya?"
"Diambil dua-duanya, Pak."
"Lho, yang diambil SIM, bukan KTP?"
"SIM dan STNK," jawabku agak kesal. Pertanyaan kok diulang-ulang.
"Mbak motornya yang mana?"
"Itu," tunjukku pada motor yang diparkir di belakang tempatku berdiri.
"Berapa nomornya?"

Aku mendekat ke plat motor, gak hafal. Namanya juga motor pinjaman. Satu polisi lain meneriakkan nomornya ke Polisi yang memegang setumpuk surat kendaraan.

"STNK-nya yang mana ya?" ulangnya lagi. Kudiamkan saja. Tak lama salah satu petugas tidak berseragam mendatangi kami, memberi setumpuk STNK lain.

"Mbak Adriani. Sudah tahu kesalahannya?"
"SIM-nya mati."
"Jadi bagaimana ini, mau diurus sekarang?"
"Urusnya gimana, Pak?"
"Langsung di sini bisa."
"Gimana Pak?"
"Kami beri surat tilang."
"Oh gitu. Jadi gini Pak, dua bulan lalu saya ke Kantor Polisi yang di Kotagede itu Pak. Saya baru kehilangan dompet berisi surat-surat. Eh itu Kotagede apa Umbulharjo ya Pak?"
"Umbulharjo." *heran kok si Bapak langsung ngeh aja yang kumaksud*
"Polisinya bilang, SIM yang hilang mau dibuat baru di Yogya, apa cabut berkas ke Sumatra Barat. Saya bilang cabut berkas aja, karena SIM-nya baru bikin. SIM-ku memang keluaran Sumbar. Si Bapak juga memastikan itu dari SIM kadaluarsa ini.

"Jadi, saya punya surat tentang itu Pak. Tapi saya gak bawa sekarang."
"Bagaimana kami bisa percaya?"
"Ya itu Pak, saya bisa ambil nanti."
"Baik, silahkan diurus nanti."
"Ini sampai jam berapa, Pak?"
"Urus di kantor saja. Di perempatan ring-road sana,"sambil menunjuk.
"Di mana itu Pak?"
"Ring-road perempatan sini ini, ke selatan." Gantian Bapaknya yang bete.
"Kiri ya Pak?"
"Kanan."
"Kiri kalau dari utara Pak. Oke Pak, nanti setelah jam lima saya ke sana."
"Lama sekali, sekarang saja."
"Lho kan saya harus ambil surat keterangan hilangnya dulu, Pak."
"Ya, silahkan ambil sekarang, kami tunggu."
"Saya bisanya setelah jam lima Pak, kan harus ke kantor dulu."
"Kantornya di mana?"
"Sewon situ," tunjukku ke arah belokan yang kutuju.
"Harus jam lima?"
"Iya, Pak. Setalah jam lima."
Bapaknya diam.
"Yasudah Pak, nanti saya urus. Ini yang sekarang saya bawa yang mana?" tunjukku pada SIM dan STNK.
Si Bapak kasih SIM.

"Lho Pak, SIM-nya kan gak berlaku, kalau saya dirazia lagi bagaimana?"
"Makanya, mestinya pakai surat tilang," katanya sambil memasukkan lagi SIM-ku di dalam bungkus STNK.
"Tapi kan saya bisa menunjukkan surat kehilangannya Pak!"
"Tapi kan tidak dapat menunjukkannya saat ini!"
"Yasudah... nanti kalau dirazia, saya bilang saja kalau SIM saya di Bapak, ya. Nama Bapak siapa? Sekalian saya minta nomor telepon biar mudah nanti menghubungi. Mungkin saya kemalaman baru ke kantor Bapak." Kurogoh tas, ambil pulpen.
"Tunggu sebentar..." sambil mengalihkan pandangan ke arah calon terdakwa lain di sekitarku.
"Hah?" tanyaku.
"Sebentar lagi," jawabnya. Kumasukkan pulpenku. Lalu duduk di terpal yang diatasnya berisi padi yang sedang dijemur. Ada orang lain di sebelahku.

Aku minum air dari botol di dalam tas. Pengen banget keluarkan hape untuk memotret. Tapi enggak deh, nanti masalah lagi. Akhirnya aku cuma melihat-lihat, bengong gak tau mau ngapain dan diapain :p

Dari jauh, si Bapak yang menginterogasiku tadi bilang: Sambil istirahat-istirahat dulu, Mbak. Aku mengangguk saja. Dia sibuk 'menyisir' tersangka lain.

"Mbak Adriani, silahkan." katanya menyodori SIM dan STNK-ku.
"Sudah, Pak?"
"Ya, silahkan." katanya sambil membuka telapak tangannya ke arah motor (pinjaman)ku.
"Heh?" *dalam hati*
"Sudah Pak?" tanyaku lagi.
Si Bapak mengangguk.
"Trims, Pak." Tadinya mo nanya: Jadi saya nanti gak perlu ke kantor Bapak lagi? Tapi kurasa gak perlu sih, karena gak ada yang ditahan.

Saat berjalan menuju motor, Polisi lain bertanya, "Bagaimana. Mbak?"
"Sudah selesai dengan Bapak yang itu."
Dia cuma mengangguk dan sibuk lagi dengan catatan-catatannya.

Kunyalakan motor, sambil pamitan "Monggo, Pak!" ke si Bapak yang bikin bingung tadi. Apa yang di pikiran si Bapak ya? Hambuh, dab!

Gambar dari sini.


Mlekom,
AZ
 

Monday, April 28, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:40:00 PM | No comments

Penampakan Oke Punya


Sepagian disebul rokok dalam ruangan ber-AC oleh seorang pejabat Kabupaten Bantul. Siang hari, saatnya ngabur sebentar nyari makanan favorit. Susuri barat-timur sepanjang jalan di Desa Tembi, akhirnya nemu ini. 

Warungnya sangat mencolok, di ujung barat perempatan Imogiri lurusan jalur Rumah Budaya Tembi (nahlo, sulit banget kan ancer-ancernya). Cukup rame, mungkin sebab berada di ujung jalan. Aku menemukan sekitar empat warung mie ayam lain di jalur itu, tapi yang dua tutup, yang satu rame sama anak-anak sekolahan (bikin males). 

Ini tumben warung biasa, kuahnya dipisah. Ada pangsit goreng. Sumpitnya bersih (dari plastik, bukan kayu yang lapisan catnya sering bopeng-bopeng). Soal penampakan, oke punya lah! Rasanya? Biasa saja. Aku minum es campur yang rasanya juga gak kaya es campur. Harga mie-nya kalo gak salah 8.000.

Lumayan lah, hilang lapar.

Mlekom,
AZ

20140522

Sunday, April 27, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:13:00 AM | No comments

Geliat Bakat Setelah 21 Tahun Terpendam



Ada yang bilang, seni itu tergantung bakat, bawaan lahir. Ada pula yang meyakini bahwa seni itu dapat dipelajari. Tak ada yang salah, tiap seniman mengalami proses berbeda. Kedua hal itu dialami Sinta Carolina (41) dalam perjalanan berkeseniannya.

Kemampuan Sinta dalam berkesenian baru menggeliat di usia yang tak lagi muda. Ia kini menjadi salah satu perupa paling produktif di Yogyakarta. Sinta mulai menggambar di usia SD, dengan coretan berbentuk buah-buahan. Gambar lain dibuat sebagai tugas pelajaran seni rupa di SMP hingga SMA, juga untuk majalah dinding sekolah. Lepas itu, ia tak lagi mencorat-coret.

Medio 2005, sarjana Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini justru menekuni dunia fotografi. "Awalnya hanya ikut-ikutan teman, lama-lama serius dan ikut kelas fotografi," katanya. Tahun 2011 ia bergabung dengan Kelas Pagi Yogyakarta (KPY), sebuah komunitas belajar fotografi rintisan Anton Ismael.

Dalam memotret, ia mengkhususkan diri pada makanan. "Orang bilang, aliran ini tidak mudah. Jadi kalau sudah bisa memotret makanan, memotret yang lain pasti bisa," jelasnya. "Lagi pula saya suka makan," lanjutnya. Sejak itu, Sinta menjadi fotografer lepas khusus kuliner di sela-sela pekerjaan rutinnya. Ia juga terdorong untuk menuliskan hobi icip-icipnya ke dalam blog, hingga muncul http://sintacarolina.blogspot.com/ di tahun 2011.
Diawali dengan ketertarikannya pada sketsa di majalah kuliner, sinta coba mecorat-coret lagi pada April 2013. "Saat selesai gambar pertama, suami saya bilang; lha itu gambarnya bagus kok! Akhirnya jadi pede dan terus menggambar." Istri dari  Pulung Fadjar Febrieka ini mencari referensi gambar di majalah dan internet. 

Dibanding masakan nusantara, Sinta lebih banyak menggambar makanan internasional. Menurutnya, menggambar detil makanan Indonesia sangatlah sulit, sebab biasanya platting tidak diatur dengan rapi--seperti soto dan gado-gado. Beda sekali dengan sushi dan burger, misalnya. Meski demikian, sudah ada sejumlah menu tradisional yang diabadikannya. "Masih belajar menggambar kuliner lokal, ini salah satu cara saya untuk melestarikan warisan pusaka kita."

Seiring waktu, Sinta tak hanya menggambar makanan, namun juga tumbuhan, hewan, dan benda keseharian semacam kamera dan alat dapur. Ia memilih doodle, metode gambar yang belum banyak dilirik perupa tanah air. [Baca "Doodling SiTukangJahit"] Hasil coretannya diunggah ke Facebook dan Instagram. Hal ini mengundang ketertarikan orang yang melihat, banyak yang ingin mengoleksi karyanya. Selanjutnya Sinta mencetak gambarnya dalam pernak-pernik seperti notes, pin, tas, kaos dan bantal. Produk ini dilabeli Bulbul, diambil dari nama burung bersuara merdu dalam kisah dongeng kesukaannya. 

Belum genap setahun sejak ia kembali menggambar, Independent Art-space & Management (I AM), sebuah galeri seni di Yogyakarta, mengajak Sinta untuk memajang karyanya. Jadilah Sinta memulai debut profesionalnya di dunia seni grafis, dalam pameran tunggal bertajuk "Menulis di Titik Nol". Tema ini mungkin dapat diartikan sebagai perjalanan barunya sebagai perupa, setelah 21 tahun vakum menggambar. 

Dalam pameran yang berlangsung 11 April hingga 3 Mei 2014 ini, Sinta menampilkan karyanya dalam beragam media. Jika selama ini ia menggambar pada media kertas HVS dalam buku gambar, kali ini Sinta juga menggores di kanvas bahkan tembok. Mural di tembok-tombok tersebut menjadi sudut yang paling banyak dibidik pengunjung untuk berfoto ria.

Baru kembali menggambar, langsung ditodong untuk berpameran tunggal. Meski awalnya tak yakin apakah ia mampu, Sinta menerima tawaran tersebut sebagai tantangan. Bagi banyak kalangan, perjalananya di dunia baru ini terasa begitu pesat. "Waks, masak sih? Mungkin karena saya coba tampil beda. Memilih yang tidak banyak dipilih orang, jadi terasa spesifik lalu seolah stand out among the crowd," katanya. 

Sinta belum merasa menjadi seniman. "Menurut saya, seniman itu bekerja penuh sebagai pekerja seni, sedangkan saya tidak," kata Staf Administrasi di Center for Heritage Conservation (CHC) Jurusan Arsitektur UGM ini. Ia pun membebaskan publik untuk menyebutnya sebagai apa. "Fotografer OK, tukang gambar OK, food blogger juga boleh; atau ketiganya juga nggak apa-apa."

Yang pasti, seorang seniman baru telah lahir. Perempuan berbakat yang terus belajar. Selamat datang di titik nol perjalanan baru, Sinta Carolina! 

Mlekom,
AZ


Friday, April 25, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:44:00 PM | No comments

Terenak di Yogya



Tadinya sudah makan malam bareng rombongan sirkus Tukang Makan. Pas otw pulang, Priyo lihat warung bakso emperan yang selalu rame. Selama ini klo mo mampir, males sendiri, katanya. Akhirnya mampir. 

Duh, gak nyesel deh. Ini mie ayam terenak di Yogya. Versiku, tentu! Warung bakso malang ini terletak di dekat rel kereta api di dekat UIN Yogya. 

Mlekom,
AZ

20140522
Posted by adriani zulivan Posted on 9:07:00 PM | No comments

Merapi Memberi Waktu Bersiap



Minggu (20/4) dini hari, untuk kesekian kali sejak letusan besar tahun 2010, Gunung Merapi kembali erupsi. Namun, statusnya masih normal karena erupsinya dinilai kecil dan belum membahayakan. Sesungguhnya, hanya soal waktu Merapi kembali meletus hebat. Kini, masyarakat harus mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.

Oleh : Ahmad Arif

Kronologi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG)-Badan Geologi, erupsi kecil Merapi terjadi Minggu pukul 04.26. Erupsi disertai lontaran batu pijar, sedangkan hujan abu menyebar ke tenggara, selatan, dan barat daya Merapi sejauh sekitar 15 kilometer.

”Sejauh ini, tidak ada indikasi peningkatan aktivitas Merapi lainnya. Gempa vulkanik normal. Dari deformasi juga normal sehingga kami simpulkan status Merapi tetap Normal,” kata Kepala BPPTKG Subandriyo.

Sehari setelah letusan kecil itu, BPPTKG mengirim petugas mengecek kondisi Merapi. Mereka kumpulkan sampel batuan pijar lontaran gunung: sisa letusan 2010 atau dari magma baru. Jika magma baru, artinya ada pergerakan yang bisa mengarah ke peningkatan aktivitas. ”Dari evaluasi sementara, ini bukan juvenile (material baru) meskipun pijar. Sampel akan diperiksa lebih detail,” kata Subandriyo.

Lalu, dari mana daya erupsi Merapi kali ini? Menurut Subandriyo, penyebabnya adalah tingginya kandungan gas di Merapi. ”Jadi, saat-saat tertentu, magma Merapi melepaskan gas vulkanik, terutama CO2. Jika ada gangguan eksternal, seperti gempa tektonik lokal, maka akan mempercepat proses letusan kecil ini,” papar dia.

Dua hari sebelum erupsi, tepatnya 18 April 2014, pukul 20.33, terekam gempa tektonik berkekuatan M 5,6 di selatan Merapi. Lalu, 19 April, pukul 08.00-20.00, terekam gempa tektonik jauh empat kali di sekitar Merapi. ”Beberapa kali letusan kecil Merapi dipicu gempa tektonik lokal. Namun, tidak setiap gempa tektonik lokal akan memicu letusan kecil seperti itu,” tutur dia.

Erupsi kali ini sebenarnya kerap terjadi sejak letusan besar 2010, misalnya pada Kamis (27/3/2014), Merapi juga mengembuskan asap tebal dan menyemburkan abu.

Meski sejauh ini Merapi berstatus normal, Kepala Badan Geologi Surono meminta anak buahnya terus mewaspadai salah satu gunung api teraktif di dunia itu. Begitu terjadi gempa tektonik di Yogyakarta, 18 April 2014, saat itu juga ia mengingatkan untuk bersiap-siap. Sebab, letusan Merapi biasanya didahului gempa di selatan. Benar saja, Merapi akhirnya meletus meskipun kecil.

Letusan 2010, kata dia, upaya penebusan kelalaian. Saat itu, berhari-hari, ia tunggu krisis Merapi hingga akhirnya mengeluarkan keputusan kontroversial mengungsikan warga hingga radius 15 km dari puncak. Keputusan yang belum pernah ada meski kemudian terbukti letusan 2010 itu memang luar biasa dahsyat. ”Cita-cita saya, saat Kepala PVMBG, tak boleh ada istilah kecolongan. Meski belum berhasil tanpa korban, semangat itu pernah ada.”

Ibarat tengah beristirahat setelah letusan besar 2010, Merapi kini menggeliat. Hanya soal waktu Merapi akan kembali meletus hebat. Sebelum itu, perlu segera menyiapkan diri menghadapi hal terburuk.
Zona dilupakan

Stratigrafi Merapi yang dibuat geolog CG Newahll, S Bronto, dkk (10.000 Years of Explosive Eruptions of Merapi Volcano, 2000), menunjukkan, gunung ini punya sejarah letusan besar berulang. Di antara letusan besar, jamak letusan-letusan kecil.

Letusan 2010 mempertontonkan daya rusak Merapi yang luar biasa. Letusan pada 3 dan 5 November tahun itu adalah yang terkuat 100 tahun terakhir, menciptakan awan panas yang meluncur hingga 15 km melalui Kali Gendol. Material muntahan 150 juta meter kubik.

Namun, letusan itu terlihat kecil jika dibandingkan letusan pada 15-20 April 1872. Letusan mematikan Merapi kala itu berlangsung 120 jam tanpa jeda! Awan panas dan material jatuhan memusnahkan seluruh permukiman pada ketinggian di atas 1.000 mdpl.

Letusan sangat mendadak dengan lava kental, tekanan gas sedang, dan dapur magma dangkal, seperti letusan Gunung St Vincent di Kepulauan Antilles Kecil, Karibia, itu dicatat Kemmerling (1921) dan Hartmann (1934) yang menjadi rujukan penelitian B Voight dkk (2000) dalam Historical Eruptions of Merapi Volcano, Central Java, Indonesia, 1768-1998.

Letusan berlangsung lima hari, menghancurkan kubah lava yang tumbuh pada 1867-1871. Letusan dahsyat itu membentuk kawah sedalam 500 meter. Puncak Merapi pun terpangkas. ”Suara letusan seperti meriam terdengar sampai Karawang dan Priangan di barat, serta ke timur hingga Madura dan Pulau Bawean,” tulis Hartmann.

Setelah letusan 1872, Merapi biasa meletus setiap 3-5 tahun dengan skala relatif lebih kecil walau tetap mematikan. Berdasarkan catatan Voight (2010), sejak 1800, Merapi meletus 130.000 kali. Ratusan rumah dan ribuan hektar lahan pertanian hancur. Namun, dari tahun ke tahun, ancaman Merapi membesar karena kepadatan penduduk bertambah. Letusan Merapi 2010, menurut Surono, berdampak terhadap 1 juta lebih penduduk. ”Ini evakuasi massal terbesar di dunia,” kata dia.

Begitu letusan besar mereda, warga kembali ke Merapi karena, di samping menyimpan bahaya, gunung itu juga sumber hidup. Sutikno (2007) menyebut, nilai ekonomi yang diberikan Merapi per tahun mencapai Rp 33,04 triliun. Merapi menjadi penggerak tujuh sektor ekonomi: pertanian (Rp 2,1 triliun), perkebunan (Rp 24,9 triliun), peternakan (Rp 1,35 triliun), perikanan (Rp 4,5 triliun), kehutanan (Rp 6,8 miliar), pertambangan (Rp 396 juta), dan pariwisata (Rp 1,8 miliar).

Namun, berkah itu melenakan. Sebagian permukiman warga di sekitar Merapi dibangun di atas deposit letusan besar Merapi masa lalu. Data Lavigne dan Siswowidjoyo (1995), ada 80.000-100.000 orang hidup di kawasan berbahaya atau ”Forbidden Zone”, area beradius 10 km dari puncak Merapi. Kebanyakan di barat dan selatan. Ratusan ribu lainnya hanya beberapa kilometer dari zona ini.

Dengan segenap reputasi yang mematikan, Merapi merupakan gunung berpenduduk terpadat. Bahkan, banyaknya peninggalan prasejarah berupa candi di sekitar Merapi menunjukkan bahwa peradaban lama berkembang di sana. Namun, hampir semua jejaknya terkubur material Merapi, yang menandai pada masa lalu pernah sedemikian dahsyat letusannya. Letusan yang bisa kembali berulang. Kapan saja…


di ketik ulang tanpa edit 
sumber : koran kompas hari Kamis 24 April 2014, hal 14  – IPTEK – LINGKUNGAN & KESEHATAN
*copas dari Omah Adib

Wednesday, April 23, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:42:00 PM | No comments

Kalkun



Cap: Kalkun
GDP: 508652
Depkes RI PIRT No.: 11337101013
Isi bersih: 600 ml
Perusahaan: Sriwijaya 5, Magelang


Gambar diambil di sebuah warung bakso di pertigaan dekat Kantor Desa Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah.

Mlekom,
AZ

20140512

Tuesday, April 22, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:16:00 PM | No comments

Hot Day, Hot Discussion, Hot Map to be Done

It was a sunny Sunday (06/04) at Rempah Rumah Karya, a design gallery not far from Surakarta, Central Java. Eventough the weather was so hot, the fervor of dozens student from Architecture and Planning Department of Universitas Sebelas Maret (UNS) and Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) are undiminished. 

They are members of "Greenmap of Wonderful Simo", a bamboo mapping project in Simo. This is a part of Surakarta Bamboo Biennale 2014, an annual event of the city. This project is going to discover bamboo potencies in Surakarta and surroundings.

Kusumaningdyah Nurul Handayani, lecturer of UNS who is also a map-maker of Solo Greenmap, is the one who initiated this bamboo mapping program. She invites some students to contribute. Since then, all the members will spend their every weekends on this project, until the next five months.


Simo is a district in Boyolali Region in Central Java Province, Indonesia. There are a lot of bamboo tree in the village, as the reason why most of the villagers make bamboo craft as livelihood. Many handicrafts in the market come from this village, especially the everyday-needs-products like various kind of basket, container, tray, bird cage, and many more. Unfortunately, Simo village as the place where they was produced is not widely known by public. 

Field survey in last March was marked as the start of this project. They collected every information related to bamboo in Simo Village. Raw material of this survey then become the idea of the Greenmap workshop. The workshop called "Map Making: Greenmap Method for Bamboo Mapping". This is the day when the students learned how to process the field data into mapping.

This process is assisted by Elanto Wijoyono, map-maker from Yogyakarta Greenmap. He helps the students to classify the data into visual image, to make it easy to understand. They tried to catch up pictures through photos and maps. Simply put, they then draw maps with hand-drawing. One stage in the map making has been done.

Map reading continued the process. Each group, which divided by region where they took the field data, presented their map. They put the Greenmap icons, as the method of this mapping. Discussion runs hot, equaling the weather that afternoon.

There will be a hot map to be done. Can't wait for the final result this September!

Adriani Zulivan

The workshop.
Explanation about Greenmap method.
Example of Greenmap from various countries.
Group presentations.
See more picture here.

Saturday, April 19, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 7:37:00 PM | No comments

Dasamuka Kalajaya



PKKH UGM (eks Purnabudaya) | 25 April 2014 | 20.00 WIB 
Pagelaran Wayang Kulit Seri Ramayana "Dasamuka Kalajaya" oleh Ki Eko Suwondo.

Jadwal sepanjang 2014:

Sumber dari sini.

Friday, April 18, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 7:43:00 PM | No comments

Gelar Seni Tradisi



Minggu, 27/4/2014 | 10.30-21.00 | Pentas #GelarSeniTradisi
di Taman Budaya Yogya | Gratis

Sumber dari sini.


Posted by adriani zulivan Posted on 7:39:00 PM | No comments

Orchestra Tembang Nusantara



Pagelaran Musik Orchestra " TEMBANG NUSANTARA " | Sabtu, 26 April | 19.00 wib | Auditorium RRI Gejayan, Yogyakarta

HTM 10k 15k More Info : 089687146561 (Anggitan)

Sumber dari sini.


Wednesday, April 16, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 7:25:00 PM | No comments

Pentas Wayang Manuk



Kamis, 24 April 2014 | 19.00 | Balai Soedjatmiko, Solo

Suatu kali di pertengahan tahun 2013 Slamet Gundono datang ke Balai Soedjatmoko, siang itu dalam percakapan Gundono mengatakan ingin sekali mengadakan pementasan di Balai Soedjatmoko, tampil bareng dengan perupa Nasirun yang telah lama dikenalnya.

Sesaat setelah percakapan siang itu Slamet Gundono menghubungi Nasirun, dan mereka berdua mendesain pementasan yang rencananya akan dilakukan awal Maret 2014. Nasirun sendiri berinisiatif membuat berbagai wayang seusai diskusi dengan Gundono, dan Gundono sendiri berulang kali datang ke tempat Nasirun untuk melihat perkembangan wayang yang akan dipentaskan nanti.

Wayang yang dipesan Slamet Gundono adalah Wayang Manuk atau Wayang Burung dengan berbagai jenis mulai dari ukuran kecil dan berbentuk burung, kemudian wayang purwa yang kepalannya berupa kepala burung sampai wayang burung yang sangat besar. Namun Slamet Gundono belum sempat melihat beberapa wayang telah dibuat Nasirun, hal ini juga menjadikan Nasirun seperti punya hutang janji dengan Slamet Gundono. 

Setelah meninggalnya Slamet Gundono bulan Januari 2014 lalu Nasirun kemudian berkomunikasi lagi dengan Balai Soedjatmoko, dan pada bulan April ini wayang tersebut akan dipentaskan dengan dalang Sri Waluyo, salah seorang keponakan Slamet Gundono yang juga kita kenal sebagai dalang wayang golek pesisiran.

Sumber: Balai Soedjatmoko

Tuesday, April 15, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:22:00 PM | No comments

Jelajah Percandian Bukit Boko


postertrail1

Dataran tinggi Ratu Boko dulu bernama Walaing. Penelitian meyakini bahwa kawasan ini berkaitan dengan dinasti Sailendra Buddhis. Tahun 855 Masehi berlangsung pertempuran terakhir dalam dinasti Sailendra. Pertempuran yang dimenangkan seorang penguasa Saiva Jawa dari utara ini, menyingkirkan Sailendra. Saiva lalu membangun beberapa kuil dan istana di Bukit Boko. Kawasan ini kemudian menjadi kota besar, tempat di mana ibukota negara berada. Pada paruh pertama abad ke-10 terjadi bencana letusan gunungapi dan wabah penyakit, sehingga kraton dipindahkan ke Jawa Timur. [1]

Di masa sekarang, publik lebih mengenal Dataran Prambanan dibanding Perbukitan Boko. Selain jejak peninggalannya yang tak lagi seutuh Prambanan, situs Ratu Boko belum ditetapkan sebagai World Heritage Site. Yang membuat situs Boko istimewa adalah keberadaannya di masa lalu sebagai ibukota negara. Sebagai kota besar, ia memiliki berbagai komponen pembentuk kota, seperti pusat pemerintahan, pemukiman penduduk, dan tempat peribadatan.

Selain kompleks utama yang diduga sebagai istana Ratu Boko, di bukit ini terdapat pula berbagai situs percandian, seperti Candi Ijo, Banyunibo dan Barong. Ketiganya memiliki sejarah unik tersendiri. Untuk itu, tim Indonesian Heritage Trail akan mengadakan Jelajah Percandian Bukit Boko yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 19 April 2014. Ini sekaligus sebagai peringatan International Day for Monuments and Sites. Peserta diharapkan berkumpul pada pukul 07.00 di Pasar Prambanan (seberang Kompleks Candi Prambanan), dengan agenda sebagai berikut:
  • 07.00-07.30 sarapan di Pasar Prambanan
  • 08.30-10.00 jelajah Candi Ijo
  • 10.00-12.00 jelajah Candi Banyunibo
  • 12.00-13.30 ishoma
  • 13.30-16.00 jelajah Istana Boko
  • 16.00-17.00 sunset di Candi Barong
Agenda ini diadakan secara gratis dan terbuka untuk umum segala usia. Peserta membayar sendiri konsumsi dan tiket masuk candi (kecuali Istana Ratu Boko yang HTM-nya Rp 35.000,- an, ketiga candi lain seharga Rp 3.000,-). Jelajah dilakukan dengan mengendarai sepeda motor. Ibadah shalat dilaksanakan di masjid terdekat. Makan siang di warung terdekat (akan ditentukan kemudian).

Update (17/04):
  • Berhubung peminat agenda ini cukup banyak, panitia memutuskan untuk memberlakukan sistem pendaftaran. Ini untuk memudahkan pengajuan potongan HTM kompleks Ratu Boko (harga rombongan), demi memotong bea perjalanan. Silahkan mengirim SMS ke nomor 081226799570 untuk konfirmasi kehadiran.
  • Sebab agenda ini mengundang publik luas yang mungkin tak saling mengenal, ada baiknya menggunakan dresscode tertentu untuk memudahkan peserta yang terlambat (menyusul usai agenda pribadi lainnya). Panitia menyarankan menggunakan pakaian berwarna biru. Tentu ini bukan kewajiban.
Untuk pertanyaan, dapat menghubungi email idheritagetrail@gmail.com atau Twitter @PantauPusaka. Sila undang sanak saudara di sini.

Keterangan:
Sumber: Indonesian Heritage Trail

Friday, April 11, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 12:59:00 PM | No comments

Obat Herbal untuk Demam


Semalam aku meriang, kedinginan sampai menggigil, padahal suhu badannya panas. Terpaksa batalin janji dengan Bu Emmy hari ini. Si Ibu malah kasih tips berguna untuk hilangkan demam. Ini:

Kalau demam, minum rebusan daun sambiloto atau beli yg ekstraknya merk jamu Iboe. Saya selalu minum rebusan daun sambiloto kalau ada gejala demam, atau sariawan/tenggorokan sakit shg tdk sampai sakit. Juga bisa minum ekstrak kunyit (bisa cari di toko obat Malaya).

Aku tadi ke dokter, jadi nanya ke Bu Emil tentang cara konsumsi obat ini disamping obat dokter. Katanya:

Harus ada jeda  3 jam. Setelah minum obat,  paling tdk menunggu 3 jam kemudian baru minum herbal, lalu  paling tdk 3 jam kemudian baru minum obat lagi. Tdk boleh barengan.

Trims Bu!

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ



20140415
Posted by adriani zulivan Posted on 10:39:00 AM | No comments

Siapa Bilang Aku Gak Nyoblos?


9 April kemarin, siapa bilang aku gak nyoblos? Foto diambil Tante Yani.

Mlekom,
AZ

20140722

Thursday, April 10, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 11:28:00 PM | No comments

#BangunStudioPerkusi



#KelasPerkusi salah satu kelas bakat minat Rumah Hebat Indonesia (RHI) yang melewati jalan panjang nan cukup terjal. Bagaimana tidak, setiap latihan kakaknya harus menahan tidak enak hati dengan tetangga karena bunyi bising jedar-jeder, alhasil kak Viista Thoriqul Ahda membatasi latihan hanya 10 menit di tiap harinya.

Namun dibalik itu prestasi terus mengalir, Perkusi RHI tampil di banyak event, di Buka Bersama Bareng Warga, CFD, Halal Bihalal FT UNS, Kreasso, Anniversary IAAS, HIPENCA di UNS, Kauman Fair serta Student Center UNS, disanalah kreativitas itu akan selalu diasah.

Dukung mereka untuk #BangunStudioPerkusi sendiri agar tidak mengganggu tetangga dengan suara bising, agar mereka bisa berlatih lebih lama di setiap harinya, dengan cara vote tulisan http://j.mp/rhipelangi
Karena jika menang hadiahnya akan didonasikan untuk pengembangan RHI dan Perpustakaan Ramah Difabel Pelangi.

Jangan lupa sebarkan gambar ini agar makin banyak yg vote.

Sumber: Tri Untoro


20140415

Wednesday, April 9, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:04:00 PM | No comments

Wordpress atau Blogspot?


Blog yang sedang kamu baca ini menggunakan Blogger/Blogspot. Aku menggunakannya sejak 6 tahun lalu. Mengapa memilih Blogspot? Lupa alasannya. Mungkin saat mengetik kata kunci "cara membuat blog", yang keluar layanan ini. Yang pasti, saat itu Blogger terlihat mudah bagiku yang baru belajar curhat di media internet :)

Tiga tahun kemudian, aku membuka akun di Wordpress, namun tidak diseriusi gara-gara... apa ya? Sepertinya gara-gara aku terlanjur cinta dengan desain Blogger-ku yang lama. Ternyata, menggunakan Wordpress lebih mudah dibanding Blogger. Ini menurutku.


2010 lalu aku dan pasangan membuat akun Wordpress untuk curhat-curhatan perjalanan kami berdua. Sejak itu, aku lebih banyak membuat akun dengan Wordpress untuk keperluan pekerjaan. Mengapa? Sebab lebih banyak fasilitas yang memanjakan pengguna.


Fasilitas-fasilitas tersebut telah tersedia di mesin Wordpress, jadi kita tinggal menggunakan. Blogger tidak memilikinya, meski dapat dipasang dengan cara yang ribet (edit HTML, atur template, dan seterusnya). Aku yakin ini bukan hal mudah buat blogger baru.

Aku mendapat banyak pertanyaan terkait ini, terutama dari teman-teman yang ingin serius nge-blog. Pertanyaan ini muncul lagi beberapa pekan lalu saat pelatihan di Merapi. Yawes, ini kelebihan dan kekurangan masing-masing mesin tersebut--menurutku.


Blogger:

  1. Sejak 2003 dibeli Google, namanya lebih dikenal sebagai Blogspot. Sebagai raksasa bisnis media maya, tak perlu khawatir jika Blogger tiba-tiba ditutup akibat bangkrut. Dulu aku kehilangan cukup banyak tulisan di layanan blog milik Friendster. Sedih :(
  2. Sebab berafiliasi pada Google, untuk masuk (log ini) di Blogspot sangat mudah jika kita punya akun Gmail. Oh ya, aku penggemar berat Gmail sebab memiliki banyak sekali fitur aplikasi.
  3. ... (sila tambahkan)
Wordpress:
  1. Meski tidak (belum?) diakuisisi oleh perusahaan besar dunia, tak ada kekhawatiran untuk menggunakan layanan ini, sebab jumlah penggunanya sangat besar. Siapa pemiliknya? Cek di sini.
  2. Tampilan back-end (ruang administrator) lebih mudah dimengerti. Terdiri dari hanya satu landing page (halaman dasar) yang di bagian kirinya telah memuat segala fitur. Untuk melihat komentar, misalnya, di Blogspot harus membuka halaman berbeda.
  3. ... (akan bertambah lagi jika aku ingat)
Fasilitas Wordpress yang tidak terdapat di Blogspot: 
  1. drag picture. Tarik gambar dari file komputer, langsung ke aplikasi blog). 
  2. slide-show photo
  3. aplikasi mudah untuk menampilkan foto identitas yang akan selalu muncul berdampingan dengan nama kita. Aplikasinya bernama Gravatar
  4. tag (kata-kata kunci). Penting untuk memudahkan mesin pencari menemukan blog kita.
  5. page (halaman). Salah satu fungsinya adlah untuk memudahkan pembaca menikmati berbagai informasi mengenai isi blog dan penulisnya.
  6. bisa balas tiap komentar, langsung pada komentator, tidak di tempat terpisah. Bagaimana ya jelasinnya? Misalnya seperti contoh ini untuk Wordpress dan ini untuk Blogspot.
  7. Wordpress akan memberitahu tiap tulisan yang merujuk pada blog kita, asalkan si penulis menerakan alamat tulisan kita pada tulisannya.
  8. ... apa lagi ya?
Secara profesional, banyak pendapat lain tentang plus-minus Blogspot dan Wordpress. Sila googling, ini salah satunya.

Yawes, begitu dulu. Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ


Posted by adriani zulivan Posted on 9:46:00 PM | No comments

Silaturahmi Peradaban



Program-progran Rumah Budaya Ilmu Giri diantaranya adalah menyelenggarakan event pagelaran seni budaya tradisional dan modern. Menyelenggarakan pelatihan seni dan budaya, meningkatkan kreativitas seniman budayawan generasi muda. Melakukan penyebaran dan pendokumentasian karya seni budaya sebagai referensi bahan ajar di sekolah dan melakukan promosi seni budaya. Kegiatan tersebut dikonkretkan dengan workshop seni dan budaya. Mencakup kegiatan pameran, performance dan lainnya.

Tema kegiatan kali ini adalah “SILATURRAHMI PERADABAN” (Menggali akar tradisi dan Menuai akulturasi budaya) 

Sabtu, 3 Mei 2014 
14.00 - 17.00 WIB: WORKSHOP BATIK & SENI GRAFIS“ (gratis)
"Intalasi kreneng dari frog house"

15.00 WIB - 22.00 WIB: SILATURAHMI DAN PENTAS BUDAYA

  • Karawitan dari pesan trend Budaya Ilmu Giri
  • Musik Teatrikal oleh Kinanti Sekar Rahina
  • Musik Shelo ing 7
  • Musik Dendang Kampungan 

22.00 WIB - 24.00 WIB: Api Unggun & Pemutaran Film Dokumenter (Forum Film Dokumenter)

Minggu, 4 Mei 2014
07.00 WIB - 08.00 WIB: SENAM BUDAYAdipandu oleh Ampun Sutrisno

09.00 WIB - 12.00 WIB: MELUKIS BERSAMA DI ATAS CAPING (MC: Yaksa Agus)

  • - Melukis bersama dengan media Caping .
  • - Hadroh
  • - Pantomim Jemek Supardi 
  • - Gejog Lesung

Tempat : Rumah Budaya Ilmu Giri
alamat : Nogosari, Selopamioro, Imogiri, Bantul, Yogyakarta


Workshop gratis dan Peserta Terbatas. Pendaftaran Workshop/Info lebih Lanjut:

  • Kuart Kuat 08122774651
  • SURVIVE!garage, Bayu Widodo 087843167494 
  • SATU DUNIA 082220542888, Luppa 081392678888, Yono 081328668595
  • VENEZIA, Rizal 082328200151


Posted by adriani zulivan Posted on 9:31:00 PM | No comments

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 40: Danau


Kemewahan Urang Rantau

Salah satu kemewahan ketika berkunjung ke kampung halaman adalah pemandangan Danau Maninjau. Dataran sawah hijau dan air danau kebiruan menjadi daya magis yang membuat urang rantau (perantau) selalu ingin kembali. Warisan pusaka alam ini terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Gambar diambil pada pertengahan 2009.

Foto ini diikutkan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde 40.

Mlekom,
AZ

Monday, April 7, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 9:08:00 PM | No comments

Menulis di Titik Nol: Pameran Tunggal Sinta Carolina



Kurator : Ignatia Nilu

Perasaan bersalah yang telak adalah kesunyian itu sendiri, tidak ada imaginasi yang kurang dari kata-kata yang bersemangat menginginkan kebahagiaan. Itu mempercepat mimpi bahasa kesegaran, melalui antisipasi ideal yang beragam. Mungkin menggambarkan kesempurnaan dari dunia anak manusia dimana bahasa tidak lagi terasing.

Berani membebaskan diri untuk dapat berbicara dengan bahasa yang bersemangat adalah sebuah kebahagiaan. Bahasa-bahasa itu dicatatnya dalam tulisan-tulisan yang bahagia.

Pameran ini adalah pameran tunggal Sinta Carolina. Berbeda dengan medium yang pernah digunakan sebelumnya. Kali ini Sinta akan menampilkan karyanya pada beberapa ruang khusus. Karyanya banyak menceritakan tentang ikatan-ikatan kehidupan domestiknya sebagai perempuan. Terdapat pula ruang yang menampilkan proses distribusi karyanya dalam bentuk yang lain seperti merchandise.

Sinta akan menampilkan dialog-dialog yang terjadi dalam proses berkarya serta gagasannya dalam sebuah pameran yang akan menampilkan beberapa ruang-ruang visualnya. 

Sinta Carolina, lahir di Jakarta, 14 September, mulai bersentuhan dengan dunia seni sejak Ia menggeluti dunia fotografi. Ketertarikannya pada makanan dan hal-hal yang berhubungan dengan itu membawanya memilih food photography sebagai genre yang ditekuninya. Berawal dari situ jugalah Ia kemudian mulai tertarik membuat ilustrasi yang berhubungan dengan makanan. Ketertarikannya dengan media ilustrasi sebagai 'taman bermain' barunya kemudian membuatnya memproduksi beberapa merchandise dengan tema-tema yang disukainya, yang bersinggungan langsung dengan kehidupan domestiknya. Kini Ia bisa disebut sebagai fotografer, ilustrator sekaligus food blogger.

Jam buka : 10.00 - 18.00 wib | Hari senin Tutup.

Sumber: I Am Gallery

Friday, April 4, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 10:51:00 PM | No comments

Build A Better City with Creativity


Ide kreatif bisa hadir kapan saja, termasuk saat kamu sedang berjalan-jalan di kotamu. Segala hal yang kamu lihat dan rasakan bisa menjadi pemicu munculnya ide-ide brilian untuk membuat kotamu menjadi lebih baik.

Samsung GALAXY Note 3 Neo mempersembahkan CreatiCity, tempat menampilkan ide-ide kreatif untuk kotamu. Ayo bergabung dengan CreatiCity dan ajak teman-temanmu mengkreasikan ide untuk kotamu yang tercinta. Ide-ide terbaik akan dipamerkan agar menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk ikut menyampaikan ide kepada kotanya. Ayo kirim kreatifitasmu berupa gambar, tulisan maupun video sekarang!

Info lengkap cek di sini.

#ad #free :))

Thursday, April 3, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:24:00 PM | No comments

Menimbang Caleg PDI-P dari Yogyakarta


Tahun ini, seperti tahun-tahun yang lalu, aku akan ikut Pemilu. Sederhana saja, aku ingin Jokowi menjadi Presiden. Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Untuk membuat Jokowi berpeluang memperebutkan kursi Presiden, aku harus memilih tak hanya di Pemilu Pilpres, namun juga sejak pemilu wakil rakyat nanti. Intinya, kudu milih partai merah! Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Maka akupun mencari-cari tahu tentang rekam jejak para caleg dari Partai PDI-P, partai yang mengusung Jokowi. Wajah mereka banyak beredar seantero DIY, mulai dari kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogya, hingga Desa Terong di sudut provinsi. Namun tak berarti aku mengenal.


Ya, OK. Aku kenal satu orang. Dia mantan Bupati dua periode di salah satu Kabupaten. Kini istrinya menggantikan posisinya. Sepertinya selanjutnya akan diisi putranya (soudzon). Namanya... ah kalian tau siapa! Itu lho, yang sekarang sedang disidik KPK akibat kasus korupsi...


Yasudah, nama satu ini tentu kulupakan saja. Rugi kan kalo milih, eh di tengah jalan masuk rutan... Maka kucari tahu nama-nama lain. Nunggu media ngeluarin rekam jejak per calon, kelamaan ya. Mau googling pun malasnya minta ampun. Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Nah, ini dapat informasi dari sumber terpercaya (ceile, udah kaya liputan investigasi infotemen). Sila cari CV-nya di portal KPU yang tidak kumplit itu. Daftar ini adalah mereka-mereka yang 'lolos screening' dari mata pegiat isu publik di DIY. Mereka adalah:

  • Caleg DPRD Provinsi DIY, Dapil 6 (meliputi 9 kecamatan, yaitu Tempel, Sleman, Turi, Ngaglik, Pakem, Cangkringan,  Ngemplak, Kalasan, dan Prambanan): GM Totok Hedi Santosa (nomor urut 2). Berkomitmen pada kebudayaan. Kritis, termasuk pada partainya. Memperjuangkan isu Perdais agar tidak melulu soal fisik. Masukannya kepada Sultan selalu didengar.
  • Caleg DPRD Tingkat 1, Dapil Kota Yogya: R.B. Dwi Wahyu Budiantoro, Spd, Msu (nomor urut 4). Tak banyak omong, serius bekerja. Kritis, termasuk pada partainya.
  • Caleg DPR RI: Pulung Agustanto (nomor urut 7). Orang muda, track record masih bersih. Berkomitmen pada kebudayaan.
Mereka mengotori kota, daerah, dan provinsi dengan alat peraga kampanye? Ya! Mereka mengganggu ketenangan warga dengan suara raung knalpot saat kampanye? Ya! Mereka memaku pohon untuk menempel poster dirinya? Ya! Mereka ugal-ugalan di jalan raya, tanpa patuhi aturan lalin? Ya! Mereka konvoi sepeda motor tanpa helm? Ya! Mereka libatkan anak-anak dalam ajang kampanye? Ya! Mereka membuat kerusuhan di kota? Ya!

Tapi aku selalu ingat kata Bang Kristupa: Yang tidak ikut Pemilu tak pantas menjelek-jelekkan pemimpin sekarang! Jadi, aku ingin punya hak untuk mencaci-maki (astaga!) orang-orang ingkar yang padanya kutitipkan harapan... *uhuk!* Kenapa? Masa perlu dijelaskan lagi?


Nulis ini. Aku dibayar partai? Wah seneng donk, kalau iya. Aku dalam tekanan? Iya, tekanan pengen berbagi informasi. Hahahaha :)

Gambar dari sini. Sampai bertemu 9 April!


Mlekom,

AZ

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata