Thursday, October 20, 2016

Posted by adriani zulivan Posted on 10:26:00 AM | No comments

Visitor

Ini bulan kedua saya menjadi "Visitor" di salah satu gedung perkantoran. Untuk dapat naik ke lantai yang dituju, saya harus menukarkan identitas diri dengan kartu pass yang harus di-tap di lift.

Kartu identitas yang diminta adalah kartu yang ada fotonya. Jadi, Kartu Keluarga, kartu BPJS, kartu NPWP, kartu mileage pesawat, apalagi kartu bank gambar Taz-Mania itu ga bakal laku.


Salah tiga kartu dengan cetakan muka yang saya punya adalah: KTP, SIM C dan SIM A. Jadi selama dua bulan ini saya tukarkan KTP dengan akses lift. Awalnya KTP saya tinggal tiap pagi, diambil lagi sore. Kemudian KTP saya tukar tiap senin pagi, lalu ambil kembali tiap jumat sore. Suatu hari pernah sampai kesulitan naik pesawat karena lupa ambil KTP di resepsionis :|


Masalahnya, KTP saya kadaluarsa Mei kemaren. Saya baru sadar senin lalu ketika mau tukar kartu akses lift, ditolak resepsionis gedung karena sudah kadaluarsa. Saya beneran ga tau, soale sekian kali dipake check in dan boarding pesawat boleh tuh!


Kedua SIM ga pernah diperpanjang sejak jutaan tahun lalu (karena belakangan ga pernah pake kendaraan pribadi... sebab saya ga punya kendaraan pribadi, halah).


Sejak KTP saya ketahuan basi, resepsionis dan sekuriti (yang  beberapa diantaranya kenal saya eh saya kenal) bantu bukakan akses lift ke lantai yang saya tuju. "Ga usah dikasih (kartunya) ya, dibukakan saja," kata mereka.


Demi tidak merepotkan mereka, ketika tiba di lobi gedung saya telp teman selantai yang saya tahu datang lebih pagi. Tidak repotkan petugas gedung iya, repotin teman juga iya. Hih! Nah, saya senang jika di lobi ketemu teman selantai, bisa nebeng akses lift. Beberapa kali saya nyodorin kepala ke dalam lift yang pintunya hampir ditutup: Maaf, ada yang ke lantai 21? #murahan


Kalau mau turun untuk makan siang, saya selalu pinjam ke teman, dikembalikan setelah saya naik lagi :p


Maka malam tadi saya bulatkan tekad. Membawa identitas lain yang bergambar muka saya untuk ditukar dengan akses lift. Sudah saya cek tanggal kadaluarsanya: Januari 2017.


Pagi ini Mba Resepsionis bilang: Oh iya, KTP-nya belum diperpanjang ya buk?


Sampai ketemu lagi jumat sore nanti ya, Por!

#soalkartu

Mlekom,

AZ

Thursday, October 6, 2016

Posted by adriani zulivan Posted on 10:47:00 AM | No comments

Jelang Tiga per Empat Malam


Tanggal kemarin di jam segini pada tahun lalu. Aku terduduk lemas di Stasiun Bandung, menunggu kereta ke arah timur. Setelah obrolan siang itu.

"Lagi di mana?

"Bandung, masak pertanyaannya diulang2 sih."
"Ga mampir ke Yogya?"
Deg. Jantungku berdetak cepat.
"Cencen kenapa mas?"
"Cencen sudah pergi..."
"Cencen kenapa mas???"
"Cencen sudah ninggalin kita."

Air mata pecah, tenggorokan berat, sesenggukan membuat lemas. Di kereta terus merutuk diri, sebab akhir pekan lalu tak pulang hanya untuk hadiri reuni.


"Orangtua macam apa aku, anak sakit bukannya datang..."

"Kamu kan baru saja pulang. Ga ada yang salah, Cencen tau kok kalau kita sayang sama dia."

Setelah sebungkus tisu habis di perjalanan, jelang tiga per empat malam anak Cencen kami kuburkan. "Maaf ya sayang, kamu harus menunggu lama sebelum mendapat tempat bobok baru. Semoga sama hangatnya dengan badan bapakmu yang sering jadi tumpuan tidurmu itu."

__
Setahun kini. 
Apa kabarmu di sana, nak? Sampaikan salam kami untuk dua saudaramu yang sudah lebih dahulu bobok di sana ya, Kengkeng dan Ngokngok. Kami janji untuk menemui kalian lagi di akhir perjalanan nanti.

Oh ya perkenalkan Zorro. Dia gantikan posisimu di rumah--meski di hati kami, kamu selalu ada. Zorro tak dapat melihat, tapi seperti kamu--dia senang berkelana dan pulang ketika bapak kalian tiba. Di tempat lain, kami juga memelihara Ponpon yang adalah adik sekandungan Zorro. Seperti kamu dan adik2mu, Cen, mereka berdua sangat ganteng :)


Ah. Menuliskan cerita ini hujan di mataku, Cen. Seperti pagi tagi ketika kulihat videomu jelang dijemput ke tempat bobok yang baru ini. Yanh penting kamu baik kan, Cen? Masih ganteng, kan? Aku tahu kamu pasti begitu.


Cencen, tolong sampaikan salam kami kepada malaikat yang menemanimu tidur di sana. Kami sayang kamu, nak.


~ Pancen dan Mancen (bapake dan mamake Cencen)


Mlekom,

AZ
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata