Sunday, November 22, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:15:00 PM | No comments

Toilet Gratis untuk Buruh Gendong!

 


SDGs 6: Air bersih dan sanitasi layak.


Dalam sehari, #BuruhGendong keluarkan dana sebesar Rp 14.000 untuk ongkos PP rumah ke pasar, Rp 4.000 untuk nasi lauk tempe, serta Rp 1.000 untuk tiap kali masuk toilet umum di pasar.


Pendapatan di masa pandemi #COVID_19 sangat minim. Bisa dapat ongkos pulang aja sudah alhamdulillah, daripada berhutang atau tidur di emperan toko.


Uang untuk membeli nasi, bisa disimpan selama kegiatan @dapurgendong masih berjalan. Untuk itu, mari donasi untuk keberlangsungan Dapur Umum Buruh Gendong Perempuan Yogyakarta (DU-BGPY), klik tautan di profil.


Lalu untuk toilet, berapa rupiah yang harus dikeluarkan jika dalam sehari harus menggunakannya berulang kali?


🚽


@un_water tetapkan 19 November sebagai "Hari Toilet Sedunia", untuk mendorong kebijakan negara2 anggota PBB agar sediakan air bersih dan sanitasi. Sebanyak satu dari tiga warga dunia, tidak dapat mengakses sanitasi layak. Mungkinkah buruh gendong di pasar, masuk dalam jumlah tsb?


Untuk itu bersama @yasanti_yogya, @dapurgendong keluarkan pernyataan bersama untuk mendukung pemenuhan hak buruh gendong atas sanitasi sebagai fasilitas kerja di pasar.


Dalam tanggapannya di media, dinas pengelola pasar terkait menyatakan bahwa per Desember 2020 nanti, akan ada toilet gratis untuk buruh gendong di Pasar Beringharjo.


Mari kita pantau bersama 🤝


#DapurBuruhGendongPerempuan

#RakyatBantuRakyat #ToiletUntukSemua #ToiletForAll #WorldToiletDay

Tuesday, November 17, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:19:00 PM | No comments

Quarantine Haircuts! 💇‍♀️

 



We're 8 months into the #COVID_19 pandemic. A nice @nytimes piece tells you to "Stop TRYING to be productive" during this outbreak:


"You’re supposed to be inventing something or coming up with the next big business idea or doing something great that’s going to be worthy of time spent at home..."


#MamakAwak is still wondering if it's safe to go to the salon, while she hates long hair. Me myself having a bad hair MONTHS during coronavirus and still not ready enough to put my head in a stranger's hands...


So this is me TRYING to be productive with my mama's hair.


"Ma, it looks terrible!"

"If it's not, I should be at the hair salon now!"


It was a 30 minutes demo with lots of laughs. And she's happy enough with the shape 😅


That was my very first time playing on woman haircuts. During the last 4 months, my husband asked me to do the hair clipper jobs on his head with satisfying results (for him)!


Who's next? ✂️✂️✂️

.

Wednesday, November 11, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:24:00 PM | No comments

Masih Korona, Tetap Bahagia



Gimana ga bahagia, jika hasil masak sendirian tengah malam + pagi buta tadi, bisa dinikmati relawan @dapurgendong 🍚


Nasi uduk dengan tiga menu andalan @dapurhaidanur: tumis cumi cepokak, pampis cakalang dan tentunya kalio jengkol. Cek detil isi tampah ini di @dapurhaidanur!


🌼


#SebelasSebelas ketiga. Mohon doa agar sampai keempat, kelima, kelimapuluh, ke~ 🙏


JANGAN LUPA BAHAGIA!


Ps: yang bikin bentuk kerucut dan menghias tumpeng itu #MamakAwak, si kapten @dapurhaidanur 😉


📍Dapur Umum Buruh Gendong Perempuan Yogyakarta 

Sunday, October 18, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:28:00 PM | No comments

Persiapan Pembukaan Dapur Umum Buruh Gendong


Atas inisiasi seorang teman baru, siang-malam (18/10) tadi kami ngendon di @bakzoojogja yang disulap menjadi DAPUR UMUM. Bersiap untuk agenda penting besok: masak 130 bungkus nasi untuk buruh gendong (BG) perempuan di pasar.


Nyaris 300 BG tercatat dalam data @yasanti_yogya di Pasar Bringharjo Yogyakarta. Lebih dari 250 adalah perempuan, 128 diantaranya lansia.


Masa pandemi virus mematikan. Lansia bekerja. Naik turun tangga. Sunggi puluhan kilogram komoditas pasar di punggung. Diupah kurang dari Rp 10.000 sekali angkut. Bayar bus PP rumah-pasar Rp 14.000. Keluarkan Rp 6.000 untuk sebungkus nasi-tempe.


Berapa rupiah yang bisa dibawa pulang? Rp 50.000 jika kondisi perekonomian baik, di bukan masa pandemi korona. Korona? Bisa bayar bus saja alhamdulillah, agar tak harus tidur di emperan pasar...


🌶️


Jangan paksa mereka yang rentan ini, untuk diam di rumah. Sebab kita (juga mereka: pemerintah) belum mampu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar simbah-simbah ini, jika mereka tidak bekerja.


Pandemi COVID-19, entah kapan berakhir. Perekonomian kita, entah kapan pulih. Langkah kecil ini, semoga bisa bantu ringankan beban para perempuan rentan yang masih bekerja itu.


Mari sediakan mereka makan siang. Yang bergizi, yang gratis. Setidaknya uang Rp 6.000 untuk nasi-tempe, bisa dibawa pulang untuk membeli pulsa cucu yang sedang sekolah daring.


🌶️


Gabung? Hayuk! Keahlian apapun diperlukan. Dari tukang masak, sampai tukang dokumentasi. Gak bisa bantu tenaga, tapi ada dana? Sumbang! Gak ada dana, tapi punya kebun, ternak, kolam ikan dsb yang bisa dijadikan makanan? Sumbang!


Cek infonya di Slide 2. Mari kita bersama, #RakyatBantuRakyat.


Trims untuk yang sudah kirim sayur, telor, minyak goreng, beras, bawang dan segala bumbu, serta uang dan apapun selama empat hari terakhir ini. Trims! 🙏


•••

Rakyat di Slide 1 gendong kompor, wajan, baskom dll untuk dijadikan 'alat perang' di dapur umum (trims @dapurhaidanur!). Lalu briefing bersama relawan. Dan masak telor, cicil persiapan menu besok. Lalu cuci piring, keahlian utama si rakyat kerah eh rambut putih itu 👴


Sampai besok pukul 7 pagi di @bakzoojogja! Wajib ikuti 3M-COVID ya 💚


#DapurUmumBuruhGendong

Wednesday, September 23, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:37:00 PM | No comments

Kurangi Marah-marah!

 


Warga dunia kerap berkilah

Usah hirau jadi masalah

Mahluk berakal masih amanah


Banyak kawan berkeluh-kesah

Urusan bangsa hanya sedekah

Jangan sampai berat sebelah


Selamat ultah.

Kurangi marah-marah!


[Untukmu yang berulang tahun di tengah kemarahan akan kondisi sosial dan lingkungan yang sering tak sesuai inginmu]


#SebelasSebelas #PapakKuceng


Sunday, August 2, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 9:04:00 AM | No comments

Panen Buku Hari Ini


Panen apa hari ini? Buku!


Ya, @pasukanbulubulu dapat sumbangan berupa buku, dari bibi dosen @urdclabo. Beliau yang hobi membaca itu, hibahkan sekardus buku beragam tema dari koleksi pribadinya.



Buku-buku donasi ini akan dijual di Tokopedia, untuk menambah produk yang di toko bernama BEBONGKARAN itu. Yang sudah terpajang saat ini adalah sebagian hasil membongkar rak buku #MamakPapakKuceng di rumah.


Seluruh hasil penjualan akan digunakan untuk melunasi biaya klinik hewan. Ada belasan nota hutang yang belum terbayar lunas, dari pengobatan kucing jalanan di tiga klinik rekanan @pasukanbulubulu.

Buku-buku yang dijual sangat beragam, dengan harga terjangkau: mulai dari Rp 2.000 saja! Bersyukur sekali ketika dik Aning @panenapahariini menjadi donatur pertama untuk buku-buku sumbangan bibi dosen ini 💚



#KucingKoko ucapkan trims untuk kebaikan semua teman, yang terus bersedia membantu hewan jalanan di masa sulit ini!


Oh ya, sila berkenalan dengan bibi @urdclabo untuk belajar tentang arsitektur, dan paman @panenapahariini untuk berlangganan hasil panen dari petani di Kulonprogo Jogja.


Trims, orang baik 💚

#PasukanBulubulu



Tuesday, May 12, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 12:54:00 PM | No comments

Cicip Makanan Ini, Bantu Hewan Terlantar🐾


Dua pekan terakhir, kami berkolaborasi dengan @dapurhaidanur untuk siapkan rangkaian menu ini: oseng cumi pete, rendang jengkol, sambal teri kacang, ikan asin sambal ijo, pampis tuna, sate kerang medan, dan sambal goreng hati kentang.




Ide utamanya adalah, membantu kawanan hewan domestik (terutama kucing dan anjing) jalanan agar bisa terus makan dan berobat di masa sulit ini. Selain manusia, hewan jalanan juga alami dampak serius di masa pandemi COVID-19.



Warung makan banyak yang tutup, padahal ini adalah salah satu harapan bagi hewan jalanan untuk mengais makanan. Pasar pun tidak terlalu berdenyut, sehingga kesempatan kucing dan anjing mendapat makanan sisa perdagangan menjadi sangat kecil.


Jika biasanya ada banyak orang yang rutin memberi makan pada kucing dan anjing jalanan, kini jumlahnya sangat berkurang. Selain akibat harus #dirumahsaja, banyak orang2 baik itu yang kini tak mampu membeli pakan hewan ketika bahkan mereka pun kesulitan membeli beras untuk keluarganya.




Selama pandemi korona, banyak kucing jalanan yang pada situasi normal alami kesulitan untuk bertahan hidup di jalanan, saat ini semakin sulit. Laporan sahabat @pasukanbulubulu di sekitar Jabodetabek, dalam sebulan terakhir banyak sekali hewan jalanan yang alami berbagai masalah kesehatan. Malnutrisi adalah yang paling banyak.



Kami ingin bantu sediakan pakan dan dana untuk berobat bagi pasukan bulu jalanan ini. Memberi pakan bagi teman-teman yang memelihara banyak hewan terlantar dan yang rutin memberi makan pasukan jalanan, adalah salah satu target. Juga membawa berobat kucing dan anjing yang sakit. Termasuk terus lanjutkan program kebiri kucing jalanan yang selama ini rutin dilakukan @pasukanbulubulu.




Bantu kami, dengan mencicipi makanan-makanan ini. Harga berkisar Rp 30.000 - 45.000, pemesanan melalui WhatsApp di nomor 081288051914. Pengiriman hanya untuk wilayah Yogyakarta, dengan ojek daring (online). Makanan dibuat ketika ada pesanan, jadi minimal pemesanan pada H-1.



Tetap sehat dan makan enak dari rumah, sekaligus menderma untuk hewan jalanan. Cek Instagram @dapurhaidanur dan @pasukanbulubulu, untuk informasi lengkap.






Trims,

AZ



Saturday, April 25, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 9:33:00 AM | No comments

Matur nuwun sampun ngelarisi...

 


Pesan itu saya terima dari MbokMin, setelah berbelanja di @pasardesa_id. Wah saya bahagia banget, bisa nemu inisiatif super keren yang digagas perangkat Desa Panggungharjo, Bantul, DIY ini.


Dengan dukungan para ahli di bidang IT dan pemasaran--termasuk sahabat saya Mas @56hudin sang ahli strategi & Kang @edysrid si jagoan branding--gagasan ini menjadi inisiatif lokal yang begitu membanggakan.


Gimana ga bangga, ketika kamu bisa makan enak selagi masa #DiRumahAja? Gak harus ke pasar, belanjaan diantar. Artinya, kamu jadi pahlawan yang turut bantu dunia untuk lawan penyebaran #Covid19.


Kamu juga bakal bangga banget, bisa terlibat dalam upaya membangkitkan ekonomi warga Padukuhan Panggungharjo, yang cukup berdampak di tengah pandemi virus saat ini.


Kebanggaan lain, ketika kamu mampu menjadi bagian dari meningkatnya pengetahuan kaum muda, akan penggunaan TIK di desa.


Tentunya, bangga sebagai pengguna plodukploduk endonesya! 🇮🇩



Sayuran di sini segar bugar, saya lupa beli buah. Tahu dan tempe enak, ga kecut dan kedelai murni. Sayangnya kerang pesanan kosong, jadi ga bisa komentar soal produk hewani. Untuk kurma, mohon maaf tidak segar.


Di samping kualitas produk, adalah soal layanan. Ada hal teknis yang saya catat dari pengalaman sebagai pelanggan, sejak mengakses situs hingga pengiriman belanjaan. Terutama soal alur komunikasi (misal soal penggunaan plastik yang saya minta diminimalisir pada pesanan saya, eh tiap produk dibungkus dengan plastik berbeda hehehe). Namun mengingat ini masih anyar dan merupakan pengalaman baru bagi para pegiatnya, catatan2 tsb menjadi bisa dimaklumi.


Yang pasti, saya bangga dan akan memesan lagi. Mumpung masih gratis ongkir loh! Oh ya, pasardesa.id hanya melayani pengiriman di dalam wilayah Padukuhan Panggungharjo dulu ya. Semoga desa2 lain lakukan inisiatif sama, sehingga lebih banyak warga dan #KaumRebahan yang rasakan manfaat serupa 🙏



~ catatan malam minggu seorang #buwistri... yang bahagia bisa masak enak tanpa ke pasar, yang terpaksa nampang di slide akhir demi permintaan pasar 😉

.

#pasardesaid



Monday, March 2, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 9:40:00 AM | No comments

Ada pembunuh di antara kita...😷

 


Ada pembunuh di antara kita...

Pembunuh kuman...


Usaha sih usaha, tapi ya udahlah ga usah keras2 amat usahanya. Kalo udah saatnya, mati sih kapan dan karena apa saja bisa! Dalam hidup ini, kita bukan cuma siaga virus, siaga itu buat segala hal. #SokBijakTapiYaBijakSok


Cairan pembersih tangan itu bukan hal(a)u virus, tapi kuman. Masker itu bukan halau virus, tapi kuman. Kaya jodoh, virus satu ini belum bisa dihalau. Setidaknya hari ini, korona duh korona...


Semoga kita selalu berjodoh. Amin! 

~ ttd, pasukan halu yang (pernah) beranjak ke (peng)hulu

Wednesday, February 26, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 9:58:00 AM | No comments

Bottle to go

 

Cerita botol...


Dulu rajin banget ngisi botol-botol dengan pakan kering pabrikan. Taro di meja dekat pintu keluar, taro di kendaraan, dan tas orang-orang rumah. Jadi siapapun yang bepergian, akan punya sesuatu untuk kucing yang ditemui di jalan.


Karena ini, #MamakKuceng jadi pengumpul botol bekas. Tapi cuma mau bekas sendiri, atau bekas keluarga. Kalau mungut di jalanan ogah, karna takut tertular penyakit hehehe 🙊


Favorit yang bahannya kuat (biasanya bukan kemasan air mineral), dan tutupnya lebar agar mudah masukin pakan. Kalo di rumah ada botol plastik bekas yang sesuai, pasti saya cuci dan jadikan wadah begini. Pilihnya hanya plastik, kalo bahan kaca berat ditenteng dan resiko pecah.


Nah sore tadi lagi kesambet aura rajin. Jadilah itu botol2 diisi penuh, taro di rak dekat pintu keluar. Biar besok, siapapun yang keluar rumah punya oleh2 buat #PasukanBulubulu jalanan.


Saya juga suka kasih botol berisi pakan ke orang-orang yang ditemu di jalan. Ada mas ojek yang suka kasih makan siangnya ke kucing. Ada anak sekolah. Ada teman kantor. Ada pedagang kios pinggir jalan yang pelihara kucing. Ada-ada ajalah pokoknya.


Itu pakan merk apa? Ada Bolt, Origin, Cat Choize, Me-O dan Le Chef. Tapi taro di botolnya, gak dicampur loh ya... Satu merk ya satu botol, kecuali ada sisa 😁


Jika bukan untuk donasi (misal ada kiriman melalui Pasbul untuk bantu orang lain), saya gak pernah beli pakan pabrikan sampe berkarung-karung. Biasanya beli 5 kg, dengan merk berbeda tiap kilogramnya.


Banyak kucing jalanan tidak akrab dengan pakan kering pabrikan (DF), jadi selalu beli merk berbeda. Yang pasti, bawanya dua macam: satu yang ukuran potongan (kibble) besar, satunya kecil agar anak kucing bisa ikut makan.


Kalau lagi malas, kemasan beli langsung masukin dalam tas. Udah, gitu aja 😅


Apa wadah favorit kalian saat gerilya #KasihMakanKucingLiarJalanan?




Monday, February 24, 2020

Posted by adrianizulivan Posted on 10:02:00 AM | No comments

Piknik Tipistipis


 

Ini kumpulan para penyelamat hewan terlantar di Jakarta. Kami undang ke rumah, untuk piknik tipistipis di halaman komplek. Selain temu muka sebab banyak yang belum pernah bersua, yang selama ini hanya ngobrol via WhatsApp Group.









Saya masak untuk potluck. Cuma bihun goreng dan ikan asin + terong disambal cabe ijo. Juga bikin es buah, meski isinya cuma buah naga, kiwi dan nata de coco. Kecuali buah dan bihun singkong (mie lethek yang beli di sini), semua beli di pasar belakang komplek.




Banyak kudapan sore ini. Kawan ada yang bawa kopi saset beserta termos air panasnya (hahaha, piknik betulll ya!), ada yang traktir kopi dari mesin kopi di depan komplek, ada yang bawa nasi kuning bikinan sendiri lengkap dengan lauk paku, dan saya geret cemilan toples dari rumah.




Trims sudah mampir 🤗


(Eh eh, wadah & sendok plastik sekali pakai itu, bukan bawaan saya loh!)

.

#AZngedapur

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata