Showing posts with label Ndil. Show all posts
Showing posts with label Ndil. Show all posts
Sunday, December 23, 2012
![]() |
| Pic from here. |
Yesterday afternoon, Joyo and I attended a wedding invitation, in Magelang. We agreed to wear shades of blue, for no reason.
Once I opened the door of the cab, I was surprised by the decor at the entrance of the room: everything is blue! The girls at the guest book, the kids running around, thfamily of the bride, the nuclear family, and off course the bride. Oh that's not all, yet! The tents, chairs, pelaminan (wedding stage for the bride), carpet, and everything you name it: all in blue.
"Hahahaha, you're their family," says Joyo.
Well yeah, if I replace the songket (weaving fabric) I wear with batik (painted fabric), the uniforms of this family, there is almost no difference. This is sort of incorrect costume election for me! :)
We arrived very late, due to bad traffic across the city. But we were happy to attend this modest Javanese wedding, after a fascinating struggle with the airport bus from Jogja.
It was a blue wedding. Not that blue, but the blue happy marriage.
Congrats, bluers. Be happy ever after!
Mlekom,
AZ
Sunday, April 8, 2012
![]() |
| Foto: FB @fernanrahadi |
(ki-ka) @hayuhabibi & Hayya, aku, Moniq, Tiwie & Attar,
@hannadudu, @fernanrahadi, Menur, @samring. (bawah) @lalutiramjati,
@habibizaki, (atas) @atmawarin, @iwanawaluddin, Ndil, (bawah) @gabri_ns,
(atas) @abmudito
Aku. Tanpa persiapan, buru-buru. Make-up seadanya tanpa alas bedak. Sampe kado buat Fernan pun ketinggalan :|
![]() |
| Ga mecing :) |
Ada Ndil di sana. Perkenalan pertama Ndil dengan teman-teman kampusku :-*
Mlekom,
AZ Wednesday, February 15, 2012
Kemarin aku begitu bahagia, bisa main lagi ke CC, lihat anak-anak, mama dan cucu-cucu :)
Dari CC, aku dan Ndil ke RK. Sebelumnya kita sempatkan belanja buah-buahan dan biskuit untuk bahan puding. Hummm, aku juga ditraktir eskrim sama Ndil :) Ya, sore ini kami bikin agar-agar!
Tadinya aku sempat membeli bubuk agar-agar bening. Akan kujadikan seperti sebuah etalase toko yang bening, tampak barang pajangan toko. Barang pajangan toko di agar-agar ini berupa buah-buahan dan bahan makanan lain yang akan kususun di dalamnya.
Ini yang berhasil kami dapatkan dari Super Indo sore itu:
- buah naga
- melon
- jeruk
- rumput laut hijau
- biskuit coklat selai
Tiba di RK pukul 4 sore, langsung bersiap untuk misi ager-ager. Ndil bersihkan rumah, aku bersihkan barang-barang dapur dan alat masak lain yang sudah lama tidak digunakan. Proses memasak sendiri butuh dua jam. Namun hasilnya tidak mengecewakan, meski ini adalah baru kali keduaku membuat puding, meski aku tak sempat membaca buku resep puding yang sudah kubuka sejak pagi.
Jika orang lain punya coklat dan bunga di Hari Kasih Sayang, kita punya cinta yang besar. Saking besarnya, susah dipotong... Begitu kata Twitter dan Facebook Ndil :)
Ah Ndil, kita tak pernah minat merayakan tanggal 14 Februari. Ini hanya kado untuk kamu yang sudah menemani aku sepanjang hari kemarin dengaan... membolos. Ya, kamu bolos! :)
Malam ini di Twitter dan Facebook Ndil:
Malam ini di Twitter dan Facebook Ndil:
Semalam (14/02), mendapat cinta yang besar dari Adriani Zulivan. Saking besarnya, susah dipotong :))
Trims, sayang!
*orang bolos kok didukung :)
Friday, December 2, 2011
Gambar dari sini.
+31 Alhamdulillah Ndil…
Itu twitku pasca dapet SMS.
Cindil: Test pake nomor londo k ayang. Pasti mahal. Aku sdg naik kereta k rmh mbak hasti
Aku: Alhamdulillah ayang… Aku bisa tidur nih klo gini *peluk ayang*
Mlekom,
AZ
Sunday, October 24, 2010
Masih seru-seruan dengan RUU versi tim Yogya. Yang nggak dibayar malah lebih serius daripada gerombolan dari Batavia itu. Kok pada bisa jadi pejabat tho mereka.. [07102010 0815pm]
Biasa. Labelku cagar budaya. [07102010 0913pm]
Aku punya ide proyek bangun sistem info heritage dengan opengrinmep ku. Aku mau menantang Batavia dengan konsep sistem mereka yang mentah itu. [24102010 0116pm]
Itu SMS Cindil beberapa minggu ini. Mengenai kepedulian pada hal-hal berbau cagar budaya.
Aku dukung, sayang. I do. I will.
Semoga kamu juga peduli denganku, dengan kehidupan kita nanti. Mungkin kamu bisa mulai dengan menulis Si S itu…
AZ
Saturday, October 9, 2010
“Ini henpon baru yang murah waktu itu,” alasannya ketika ditanya seorang teman kantor mengapa memilih henpon Nongkiya yang dipakainya. Henpon itu menggantikan henpon lamanya yang rusak pasca kena hujan. Ceritanya, Cindil bersama rombongannya naik truk bak terbuka di Sumatera Barat.
Itu cerita tahun lalu. Henpon yang masih digunakan sampai sekarang itu (“Gak ada alasan buat ganti, henpon ini masih bagus,” komentar Cindil) sudah tidak kelihatan lagi huruf dan nomor di tiap tombol keypad-nya. Hanya Tuhan dan Cindil lah yang tahu dimana letak huruf A, Z, E, W atau angka 0, 8, 1, 5, dst.
Hanya Tuhan yang tahu...
Yes, tidak ada yang masalah dengan henpon itu, memang. Tapi makin kesini, aku makin merasa mengapa Cindil SANGAT membutuhkan henpon baru, sebab:
- Phonebook henpon ini sangat terbatas. Cindil punya relasi luas. Tidak mungkin dia bisa memasukkan semua nomor henpon mereka.
- SMS storage-nya juga terbatas. Cindil membutuhkan lebih banyak space untuk kelancaran komunikasinya, termasuk dengan aku. Dia, meski dengan keterbatasan storage itu, sangat hobi menyimpan SMS.
- Henpon ini tidak memiliki fitur internet. Cindil yang sibuk dan aktif seringkali kesulitan mengakses email yang dia butuhkan ketika sedang mobile. Ini menyulitkan, tak hanya bagi kolega kerjanya, namun juga aku yang sering pengen ngobrol lewat YM.
- Cindil yang pesepeda ini selalu mendengar musik jika sedang bersepeda. Henpon miliknya tidak memiliki fasilitas musik. Hal ini membuat dia terpaksa membawa alat musik lagi.
- Cindil punya sense yang baik terhadap kejadian di sekelilingnya. Keman-mana bawa kamera saku digital. Andai dia bawa henpon kamera, pasti akan lebih banyak foto feature yang bisa dia hasilkan.
Nah, inti dari semua itu adalah: Aku yakin Cindil akan makin produktif jika dia menggunakan smartphone.
AZ
Thursday, September 16, 2010
Wajahku, wajahnya, tampak kuyu. Semua itu karena kita basah kuyup. Eh, enggak dink. Hanya Cindil yang basah kuyup, sebab dia memberikan jaket parasutnya untuk kukenakan. Aku basah hanya di celana. Ya, seharusnya dia yang mengenakan itu jaket, sebab aku tidak akan begitu basah karena tertahan tubuhnya.
Sore tadi, kita kehujanan di atas motor dalam perjalanan kembali ke kantor di kawasan Sewon dari sebuah salon di Manding. Perjalanannya mungkin tak lebih dari 3 km. Namun hujan yang cukup deras mengguyur. Mengapa harus pulang saat itu juga? Aku tak tahu apa pertimbangan Cindil yang tanpa bertanya segera melaju begitu prosesi potong rambut selesai.
Tak ada cara lain untuk pulang tanpa basah? Di lokasi seperti itu tentu tak mudah mendatangkan taksi, apalagi berharap taksi lewat. Jikapun ada taksi, tak mungkin kutinggalkan Cindil sendiri disana. Menitipkan motor pada orang salon? Ah, apakah mungkin?
Aku memang harus segera pulang. Aku sudah berjanji pada keluarga untuk pulang tepat waktu. Sesi salon kali ini memang membuatku telat, sebab begitu tiba di salon pukul 04.30 pm, aku harus menunggu setengah jam hingga giliranku tiba.
Makasih ya Cindil. Jangan sakit! Padahal kamu sedang terkena radang tenggorokan… ;(
Sore tadi, kita kehujanan di atas motor dalam perjalanan kembali ke kantor di kawasan Sewon dari sebuah salon di Manding. Perjalanannya mungkin tak lebih dari 3 km. Namun hujan yang cukup deras mengguyur. Mengapa harus pulang saat itu juga? Aku tak tahu apa pertimbangan Cindil yang tanpa bertanya segera melaju begitu prosesi potong rambut selesai.
Tak ada cara lain untuk pulang tanpa basah? Di lokasi seperti itu tentu tak mudah mendatangkan taksi, apalagi berharap taksi lewat. Jikapun ada taksi, tak mungkin kutinggalkan Cindil sendiri disana. Menitipkan motor pada orang salon? Ah, apakah mungkin?
Aku memang harus segera pulang. Aku sudah berjanji pada keluarga untuk pulang tepat waktu. Sesi salon kali ini memang membuatku telat, sebab begitu tiba di salon pukul 04.30 pm, aku harus menunggu setengah jam hingga giliranku tiba.
Makasih ya Cindil. Jangan sakit! Padahal kamu sedang terkena radang tenggorokan… ;(
Mlekom,
AZ
Sunday, September 12, 2010
Yang mana tampangku?
Jika liburan teralu lama, salah satu dampaknya adalah anda bisa lupa dengan pasangan anda.
Oya?
Ya, sebab terlalu lama tidak bertemu. Seperti kami :)
Cindil: “Kalo ketemu lagi, kamu masih inget wajahku, gak? Jangan sampe tertukar. Banyak orang yang sekarang mengaku-ngaku sebagai Cindil, lho.”
Aku: “Gampang. Tinggal dibaui aja. Kalo tidak beraroma, berarti itu kamu.”
Cindil: “Hmm, kalo itu aku gak bisa tau. Kamu yang tau. Tapi masa harus cium-cium dulu buat ngenalis aku atau bukan. Kalau bukan, gimana hayo?”
Aku: “Ya lumayan bisa cium-cium dikit “
Cindil: “Hiks. Masa kamu nyium-nyium orang laen. Kenapa gak coba ditelp aja. Kalo hapenya bunyi, berarti aku.
Aku: “Pulsanya habis”
Cindil: “Ya kamu bisa nyuruh aku nelp nomor IM3 kamu. Kan gak banyak yang tau nomor itu. Atau pake password apa gitu. Cium-cium itu langkah terakhir aja.”
Aku: “Password nya apa? Kalo pake kata “Cindil” udah banyak yang tau…”
Cindil: “Tanya kamu pake baju apa pas kita pertama kali ciuman.”
Aku: “Ya, nanti kutanyakan: Waktu aku pake baju motif tivi rusak, benarkah itu pertama kali kita ciuman?”
Cindil: “Suruh gelitikin kamu. Kalo aku yang asli pasti langsung ke telapak kakimu. Mmm, tapi kamu entar disentuh-sentuh, dunk.”
AZ
Foto: http://bit.ly/ItAlEg
Wednesday, August 25, 2010
Cindil sakit, uuum… dia tidak suka disebut dengan kata itu. OK, mari menyebutnya “kurang sehat”!
Ya, Cindil saat ini sedang kurang sehat (lho, malah aneh!). Hasil pemeriksaan lab terakhir menunjukkan kadar kolesterolnya yang tinggi, juga kadar asam urat yang sangat tinggi. Kedua kadar tersebut sudahmelewati batas aman.
Nah, apa yang bisa dimakan oleh orang-orang dengan dua penyakit ini?
Kolesterol tidak boleh makan:
Jika makanan beli, kita siasati dengan bebakaran dan pepes. Dia boleh makan ayam bakar, asal tidak makan kulit ayam yang mengandung banyak lemak.
Sayur? Harus yang sop-sopan, tanpa daging.
Nah, siapa yang bisa menjamin bahwa itu semua bebas minyak, misalnya?
Ya, tidak ada. Dan tak bisa dijamin. Hampir seluruh masakan menggunakan minyak goreng. Bahkan bakar, bacem dan tumis.
Nah, saat googling, kutemukan sejumlah artikel yang sangat melegakan. Yang intinya bahwa orang-orang berkolesterol tinggi boleh makan minyak. Ya, pasti kalian menyebut minyak goreng dari jagung dan kedelai. Tunggu dulu, bacalah artikel ini dan ini.
Intinya, bahkan minyak sawit yang jamak digunakan dalam keseharian masyarakat kita tidak mengandung kolesterol. Namun, minyak goreng akan mengikat kolesterol jika digunakan berulang kali.
Nah, solusi terbaik adalah dengan masak sendiri, karena dengan begitu, kita bisa memilih minyak goreng dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan menggunakannya hanya untuk satu kali penggorengan.
Susah, yes?
Iyes, memang. Tapi itu jauh lebih baik, dibanding harus mengalami ini, lagi:
Ya, Cindil saat ini sedang kurang sehat (lho, malah aneh!). Hasil pemeriksaan lab terakhir menunjukkan kadar kolesterolnya yang tinggi, juga kadar asam urat yang sangat tinggi. Kedua kadar tersebut sudahmelewati batas aman.
Nah, apa yang bisa dimakan oleh orang-orang dengan dua penyakit ini?
Kolesterol tidak boleh makan:
- gorengan
- lemak
- daging
- cumi, kepiting
- santan
- kacang2an
- brokoli
- daun singkong
Jika makanan beli, kita siasati dengan bebakaran dan pepes. Dia boleh makan ayam bakar, asal tidak makan kulit ayam yang mengandung banyak lemak.
Sayur? Harus yang sop-sopan, tanpa daging.
Nah, siapa yang bisa menjamin bahwa itu semua bebas minyak, misalnya?
Ya, tidak ada. Dan tak bisa dijamin. Hampir seluruh masakan menggunakan minyak goreng. Bahkan bakar, bacem dan tumis.
Nah, saat googling, kutemukan sejumlah artikel yang sangat melegakan. Yang intinya bahwa orang-orang berkolesterol tinggi boleh makan minyak. Ya, pasti kalian menyebut minyak goreng dari jagung dan kedelai. Tunggu dulu, bacalah artikel ini dan ini.
Intinya, bahkan minyak sawit yang jamak digunakan dalam keseharian masyarakat kita tidak mengandung kolesterol. Namun, minyak goreng akan mengikat kolesterol jika digunakan berulang kali.
Nah, solusi terbaik adalah dengan masak sendiri, karena dengan begitu, kita bisa memilih minyak goreng dengan kadar kolesterol jahat (LDL) yang rendah dan menggunakannya hanya untuk satu kali penggorengan.
Susah, yes?
Iyes, memang. Tapi itu jauh lebih baik, dibanding harus mengalami ini, lagi:
Cindil waktu terbaring lemas di RS Panti Rapih...
Kudu sabar ya, Ndil…
Mlekom,
AZ
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)





