Tuesday, January 10, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 12:05:00 AM | No comments

Indonesian Heritage Inventory - Basis Data Pusaka Nusantara

Mengapa Indonesian Heritage Inventory (IHI)? 

Pusaka adalah masa depan kita. Peradaban belajar dan berkembang dari pengalaman masa lalu dan masa kini. Nusantara Indonesia adalah perpustakaan pengetahuan dan pengalaman yang luar biasa kaya. Khasanah itu terwujud dalam bentukan alam dan budaya, baik yang teraga sebagai benda (tangible) maupun yang tak benda (intangible). 

Kekayaan itu terserak, belum terhimpun sebagai pengetahuan bersama (collective knowledge) yang bisa digunakan sebagai bekal kemajuan tanpa meninggalkan kearifan tempatan. Ragam pusaka yang terserak itu tak lepas dari ancaman kehilangan, kerusakan, kemusnahan, dan juga perusakan, pengabaian, hingga penghancuran. Upaya menghimpun data ragam pusaka nusantara adalah keniscayaan demi kelestarian peradaban yang erat dengan akar budaya dan alamnya. 

Sistem pendataan pusaka yang dikelola oleh pemerintah masih jauh dari sempurna. Perbedaan kewenangan antar bidang yang mengurusi ranah lingkungan alam dan lingkungan budaya menjadikan data pusaka semakin terserak. Basis data pusaka yang berada dalam satu sektor pun berbeda wujud metadata dan manajemennya pada wilayah kerja yang berbeda; tak hanya antar daerah, tetapi juga antar instansi. Pada situasi ini, pusaka nusantara terus mendapatkan tekanan kemajuan peradaban dan ancaman ketidaklestarian. Respon cepat dan tepat tak bisa diharapkan dari manajemen data pusaka yang tak dinamis nan birokratis. Harus ada upaya yang lebih dinamis, partisipatif, dan kreatif.

Energi dinamis komunitas muda Indonesia adalah modal perubahan sistem yang harus dimanfaatkan. Minat menjelajah anak negeri dan ketertarikan mereka pada kegiatan pendokumentasian objek/tempat/situs yang dikunjungi sangat tinggi. Media jejaring sosial, blog, dan layanan selular menjadi media menampilkan diri, sebagai bukti pernah berkunjung. Minat itu dapat dimanfaatkan dengan membuka layanan penghimpun data situs/objek pusaka (alam dan budaya) yang dikunjungi oleh banyak kelompok/individu petualang Nusantara. 

Sistem online penghimpun data pusaka Nusantara ini dilandasi dengan sistem pencatat/register data pusaka. Register ini terpilah sesuai kategori wilayah dan jenis pusaka. Kode/kategori/tag register pusaka tersebut akan menjadi penanda untuk update kondisi pusaka tersebut dari waktu ke waktu. Data yang terhimpun akan dinamis karena merupakan agregat dari banyak input yang terus dihimpun dalam basis data dan terpetakan. Beragam perangkat dalam satu kerangka konvergensi dapat digunakan, mulai dari komputer yang terhubung ke internet, GPS, kamera foto, kamera video, telepon selular pintar, hingga SMS.

Elanto Wijoyono

Monday, January 9, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 12:18:00 AM |

Gagasan Besar Indonesian Heritage Inventory

Mengapa heritage?

Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Idiom yang dikenal denga JAS MERAH ini merupakan seruan Soekarno, Presiden Pertama republik Indonesia. Bapak Proklamator ini sangat memahami pentingnya sejarah. Lewat sejarah, generasi sekarang mampu memahami kejadian bangsanya di masa terdahulu, untuk kemudian disampaikan pada anak-cucunya.

Terputusnya rantai sejarah sebuah peradaban yang tak lagi bisa dilacak, merupakan bentuk kemiskinan sosial. Kemiskinan ini berupa hilangnya kebudayaan di masa lampau, meski hanya berupa kisah. Kehilangan ini dapat merugikan umat manusia yang hidup di di suatu kawasan di mana sejarah masa lalu itu hilang.

Kehilangan ini akan membuat generasi sekarang bertanya-tanya mengenai apa, siapa dan bagaimana kehidupan nenek moyangnya. Mencari tahu kehidupan masa lalu bukanlah sekadar pencarian jati diri dan nostalgia, apalagi jika dimaksudkan untuk sekadar menemukan obyek komersil demi kepentingan industri wisata, atau perdagangan benda bersejarah untuk kepentingan ekonomi. Lebih dari itu, informasi mengenai kehidupan di masa lalu mampu menjadi sumber pengetahuan yang penting bagi manusia untuk membangun kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.

Lewat kisah sejarah bencana di masa lalu, misalnya, sejumlah warga di lereng gunungapi Merapi mampu mempersiapkan dirinya untuk melakukan mitigasi sebagai antisipasi erupsi Merapi 2010 lalu. Hal ini berdampak pada berkurangnya jumlah korban saat erupsi.

Contoh lain adalah untuk meredakan ketegangan antara dua kelompok budaya yang berbeda. Ini terjadi saat muncul kehebohan antara Indonesia dan Malaysia. Kedua negara jiran ini bersitegang pada 2009, akibat Malaysia dituduh mengklaim sejumlah artefak kebudayaan Indonesia, seperti Tari Reog Ponorogo, batik dan wayang. Setelah dirunut, ternyata di masa lalu ada sekelompok masyarakat Jawa hijrah ke Malaysia. Di lokasi barunya ini, mereka tetap memainkan reog, membuat batik, dan menikmati wayang; sebagaimana yang mereka lakukan dalam keseharian semasa masih berada di nusantara. Seiring bertambahnya populasi di negara baru, maka semakin banyak warga Malaysia yang menyukai, bahkan memproduksi budaya asli Indonesia ini. Lambat laun, kebudayaan ini pun ditetapkan sebagai budaya Malaysia. Nah, informasi sejarah ini akhirnya sedikit-banak mampu meredakan ketegangan antara kedua negara.

Heritage, Makhluk Apakah Itu?

Heritage (pusaka) adalah 1 harta benda peninggalan orang yg telah meninggal; warisan; 2 barang yg diturunkan dr nenek moyang (KBBI daring).
Pusaka masuk dalam cagar budaya. Cagar budaya adalah antar daerah yg kelestarian hidup masyarakat dan peri kehidupannya dilindungi oleh undang-undang dr bahaya kepunahan (KBBI daring, idem). Dalam konsideran Badan Pelestari Pusaka Indonesia (BPPI) disebutkan bahwa Pusaka Indonesia terdiri atas:
  1. Pusaka Alam 
  2. Pusaka Budaya Teraga/Ragawi, dan
  3. Pusaka Budaya Tak Teraga/Tak Ragawi
Penggunaan istilah “pusaka” mengacu pada Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia yang disahkan dalam rangka Tahun Pusaka Indonesia 2003 yang dikelola oleh Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia (JPPI) dan International Council on Monuments and Sites (ICOMOS) Indonesia, didukung oleh Kemenbudpar RI. (Wijoyono, 2010 )

Mengapa Inventory?

Heritage adalah bagian dari sejarah masa lalu. Di dalamnya terpendam pengetahuan mengenai kehidupan di masa lampau yang perlu dipelajari. Sebagai bangsa yang besar, kita tentu saja tak ingin kehilangan pegetahuan-pengetahuan ini. Agar tak punah, heritage perlu dilestarikan.

Kuliah satu semester tak cukup untuk menjelaskan mengapa pusaka perlu dilestarikan. Tak mudah pula membangun kesadaran di masarakat akan pentingnya menjaga kelestarian pusaka. Masyarakat umumnya hanya menjadi penikmat atas sebuah penemuan cagar budaya. Tak ada gerakan sebagai peneliti ketika sebuah sejarah dipertanyakan, pengkritisi ketika sebuah pusaka dirusak, tak pula menjadi dokumetato atas peninggalan sejarah yang disaksikannya. Sayang memang, ketika sejarah bangsa ini disia-siakan.

Tak ada yang salah jika masyarakat bertindak hanya sebagai penikmat. Toh negeri ini menghidupi dirinya dengan cagar budaya, yaitu lewat industri yang menjual kenikmatan: pariwisata. Meski bermotif membangkitkan perekonomian warga sekitar, sebuah pusaka yang sekadar menjadi obyek wisata, selain kehilangan makna terdahulunya, juga tak akan bermanfaat banyak bagi kehidupan umat manusia di kemudian hari.

Jika perawatan cagar budaya membutuhkan keahlian khusus, biarkan kewajiban ini ditunaikan oleh pemerintah. Berbagai ahli arkeologi, sejarah, geologi, sosial, dan seterusnya, ada di pihak mereka. Biarlah kita, masyarakat awam, melakukan konservasi situs bersejarah menggunakan kemampuan kita sendiri.

Salah satu cara melestarikan benda peninggalan budaya ini adalah lewat inventarisasi (inventory). Inventarisasi bermakna 1 pencatatan atau pendaftaran barang-barang milik kantor, (sekolah, rumah tangga, dsb) yg dipakai dl melaksanakan tugas; 2 pencatat- an atau pengumpulan data (tt kegiatan, hasil yg dicapai, pendapat umum, persuratkabaran, kebudayaan, dsb) (KBBI daring, idem)

Dalam proyek ini, ada sejumlah cara menginventarisir yang akan digunakan, dengan hasil akhir berupa sistem pendataan terintegrasi berbasis internet. Prinsip yang diterapkan dalam proyek ini adalah teknologi yang mengikuti kemampuan manusia. Sistem ini dapat difungsikan sesuai dengan perangkat komunikasi yang dimiliki seseorang. Mulai dari pesan pendek, mobile website, hingga standard website yang dapat diakses pemilik PC.

Di website ini nantinya, semua orang, siapapun, dapat menjadi informan budaya. Ini adalah konsep jurnalisme warga yang terbuka, dengan prinsip dari, oleh dan unttuk siapapun.


Adapun cara-cara tersebut adalah sebagai berikut:
  1. SMS gateway 
  2. Mapping pin
  3. Blog
  4. Social media
  5. Foto
  6. Video
  7. URL
Publik Indonesia menggunakan internet untuk beragam kepentingan. Tak sedikit hal positif yang dihasilkan dari aktivitas di dunia maya ini. Ketujuh bentuk media informasi dan komunikasi (ICT) tersebut merupakan media yang paling sering diakses oleh pengguna internet akibat kemudahannya. Bagaimana ketujuh media tersebut dapat membantu proses pengarsipan pusaka, berikut penjelasannya:

1. SMS Gateway

SMS (short message service) gateway merupakan sebuah layanan pesan pendek yang melalui kode-kode tertentu dapat diteruskan ke website. Pesan yang masuk ke website ini kemudian menjadi bagian dari konten informasi di website tersebut. Memang tidak semudah mengirim SMS ke sesama nomor telepon selular. Untuk membuat pesan yang dikirim muncul di laman website yang dituju, dibutuhkan kode-kode pengiriman khusus.

Dibanding enam media lainnya, dapat dipastikan bahwa layanan yang juga disebut SMS broadcast ini memiliki jumlah pengakses yang paling tinggi di Indonesia. Jumlah ini tinggi, sebab bisa diakses dengan perangkat ponsel (telepon seluler) yang beredar masif di masyarakat. Ponsel yang paling sederhana sekalipun memiliki fitur SMS.

2. Mapping Pin

Siapa yang tak kenal Foursquare? Situs yang bekerja dengan menandai posisi penggunanya di suatu tempat i belahan manapun di bumi ini, merupakan satu dari sekian banyak situs jejaring sosial populer di Indonesia.

Ada sejumlah motif yang membuat tingginya pengguna FSQ di Indonesia. Yang paling populer adalah sebagai ajang menunjukkan eksistensi penggunanya. Ya, seseorang biasa nge-pin (sebutan populer untuk menancapkan titik keberadaannya dalam peta global) di tempat-tempat bergengsi. Selain untuk menunjukkan kepada publik betapa ia menjadi satu diantara orang-orang yang memiliki kemampuan untuk nongkrong di tempat berkelas, ini juga menjadi penanda betapa ia memiliki mobilitas yang tinggi.

Fungsi nge-pin dalam kebiasaaan masyarakat Indonesia ini tentu saja dapat dibantah, ini hanya kesimpulan dari studi kecil kelompok kami. Nah, kegemaran nge-pin ini dapat dijadikan hal bermakna, jika dialihkan pada upaya untuk mendukung proses inventarisasi terhadap situs bersejarah.

Prosesnya akan semudah check-in Foursquare. Ketika seseorang mendatangi atau melihat sebuah situs bersejarah, tinggal tancapkan pin di koordinat situs tersebut!


3. Blog

Orang menuliskan apa saja yang dijumpai atau dirasakannya. Salah satu tema populer yang sering diangkat menjadi sebuah kisah dalam tulisan blog adalah cerita perjalanan wisata. Banyak blogger mampu menuliskan dengan baik apa yang dilihat dan dirasakannya mengenai suatu tempat yang dikunjunginya. Tulisan ini biasanya dilengkapi dengan opini membangun untuk meningkatkan kualitas apapun dari obyek wisata yang didatanginya.

Jika diarahkan pada sisi konservasi, opini-opini ini akan bermanfaat bagi upaya pelestarian pusaka.

4. Social Media

Social media (socmed) atau populer dengan sebutan media jejaring sosial, merupakan sebuah fenomena besar di Indonesia. Lewat Twitter dan Facebook, dua website paling populer di Indonesia, socmed mampu menggerakkan perubahan sosial.

Berbagai gerakan sosial baru muncul di Indonesia dengan mengusung socmed sebagai media perjuangannya. Twitter terbukti mampu membantu proses manajemen bencana lewat akun @jalinmerapi, misalnya. Gerakan Kadal vs Buaya di Facebook pun mampu melawan hegomoni lembaga yudikatif yang kala itu bertindak sewenang-wenang terhadap keadilan.

Masyarakat Indonesia bersikap kritis untuk persoalan-persoalan yang muncul, meskipun lebih banyak yang bergerak hanya di tataran wacana, seperti membesar-besarkan suatu isu lewat socmed. Namun demikian, hal ini tak ada salahnya jika obrolan-obrolan yang ramai di socmed tersebut membuat gerah para pengambil keputusan, lalu melakukan aksi.

Dalam tataran pusaka, kicauan Tweeps (pengguna Twitter) pernah menggagalkan pembangunan sebuah mall di Solo. Mall ini rencananya akan dibangun dengan menghancurkan Pabrik Es Saripetojo, Bangunan Cagar Budaya. Ini menjadi bukti bahwa kekuatan socmed mampu menjaga kelestarian pusaka.

5. Foto

Jika di awal kemunculannya foto berfungsi sebagai dokumentasi, kini foto menjadi salah satu media ajang pamer (narcistic). Kemudahan membuat foto adalah penyebabnya. Kini, kamera foto bahkan tersedia di telepon genggam. Kemudahan menyebar informasi melalui foto ini makin dimudahkan oleh teknologi socmed. Bagaimana efektifitasnya?

Masih menempel di ingatan mengenai pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh mobil dinas salah seorang menteri. Mobil itu masuk ke jalur bus Transjakarta yang terlarang bagi kendaraan lain. Posisi mobil ini difoto oleh seorang pengguna jalan lain, lalu menyebarkannya lewat fitur foto di Twitter. Foto menyebar, sang Menteri dihujat sebab tidak memperingatkan sopirnya. Menteri langsung berbelok ke kepolisian, minta surat tilang.

Nah, jika hal serupa dilakukan masyarakat ketika melihat BCB yang dirusak, misalnya, maka akan lebih banyak orang yang tahu dan lebih cepat ada tindakan dari para pengambil keputusan.

6. Video

s.d.a

7. URL

Ini merupakan fitur berbagi informasi dari sumber informasi lainnya. Bisa dimaksudkan sebagai lansiran berita (seperti Google Alert). Penggunaannya akan semudah berbagi tautan berita di Facebook. Akan ada kolom komen di bawanya untuk memancing diskusi.

Integrasi

Informasi mendalam mengenai suatu situs didapat dari berbagai sumber. Tak mungkin jika informasi ini disediakan secara massif. Apalagi, tujuan dari website terbuka ini adalah agar publik memiliki kesempatan untuk mengisi kontennya.

Salah satu cara yang akan ditempuh adalah mengambil berbagai dokumentasi di ruang publik, lalu mengintegrasinya dengan tiap pin. Maka, ketika sebuah pin di-klik, akan keluar informasi mengenai situs pusaka tersebut, baik berupa tulisan, foto, atau video. Pencari informasi akan langsung diarahkan pada situs asal tempat dokumentasi tersebut dipublikasikan.

Ada pula usulan untuk bekerjasama dengan Wikipedia agar memperoleh data yang lebih komprehensif. Meski begitu, di awal tim Heritage Inventory aan melakukan sendiri seua bentuk publikasi tersebut dengan sumber yang terdekat dengan masing-masing anggota tim. Kami akan meliput sejumlah pusaka di Jogja, Bandung dan Jakarta dengan mendokumentasikannya dala tulisan, foto dan video. Ini agar menjadi contoh bagi pengguna website selanjutnya.

Teknis

  • Belum ada ide nama domain untuk poyek Heritage Inventory ini. Namun itu belum menjadi hal krusial untuk saat ini. Yang pasti, proyek ini akan mendukung penggunaan open source. 
  • Website akan menggunakan Ushaidi.
Adriani Zulivan

Thursday, December 29, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:33:00 PM |

Sesorean Tur Candi

Hari ini aku dan Ndil janjian dengan orang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. Janjian pukul 14.00, kami tiba sejam sebelumnya di kantor BP3 yang terletak di utara Kompleks Candi Prambanan.

1. Soto Mbah Semar
Untuk habiskan waktu, kami makan di Warung Soto Mbah Semar yang terletak tak jauh dari BP3. Suasananya asyik, pecel dan dawetnya enak. Meski warung soto, ada menu lain di sana.


2. BP3 Jateng
Lalu ke BP3, melihat banyak arca yang dipajang di kantor itu. Sayang, kami tak sempat memotret, sebab waktunya sangat terbatas.

3. Candi Plaosan
Setelahnya ke candi yang indah banget: Plaosan! Candi ini cantik sekali. Membuatku ingin menikah di sini... Meski seing melihat candi ini dari kejauhan, dalam perjalanan ke-dari lereng Merapi, baru kali ini berkesempatan mampir, melihat. Aku tak memotret. "Aku akan kembali lagi ke sini," kataku pada Ndil. 

Ketika akan masuk, kami--ehm: Ndil, maksudku--sempat berdebat dengan petugas yang meminta "seiklasnya" untuk bea masuk, setelah kami mengisi buku tamu. Dia minta seiklasnya, sebab tak ada tiket. Setelah berdebat panjang sebab Ndil tak mau membayar tanpa tiket, kami dipersilahkan para Satpam penjaga untuk masuk, dengan menggerutu.

4. Candi Sari


Dari si cantik Plaosan, kami ke Candi Sari. Aku tak pernah tahu keberadaan candi ini. Candinya hanya satu bangunan tunggal, memiliki dua lantai seperti Candi Plaosan. Di candi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, DIY ini, ada penjaga dengan karcis.


5. Candi Kalasan


Dari Sari, kami ke Candi Kalasan. Candi ini sangat-sangat sangat sering kulihat, sebab ia berada di lintasan jalur Jogja-Solo. Kupikir ini hanya candi sederhana. Ternyata, tembok-tembok candi ini memiliki ukiran yang cantik. Menurut Ndil, ini adalah salah satu candi dengan ukiran indah.

Di kawasan DIY ini ada karcis. Ndil bersedia membayar, setelah mencatat di Buku Tamu.

6. Candi Kedulan


Sedih melihat candi ini. Sudah bertahun-tahun ekskavasinya terbengkalai akibat persoalan pembebasan lahan. Sudah lama Ndil cerita tentang keberadaan candi ini, setiap kami pulang dari lereng Merapi. Namun karena dia masih di dalam tanah, maka tak pernah terlihat dari kejauhan.

Oh iya, kami tak membayar untuk melihat candi yang berada di Kabupaten Sleman, DIY ini. Tak ada tiket, hanya mengisi buku tamu. Sang petugas tidak memaksa menarik uang masuk. DIY memang berbeda dari manajemen di Jateng, ya!


Dari sini, kami pulang. Di otakku masuk berbagai imaji. Ini kali pertamaku mengunjungi keempat candi tadi. Bener kata BOL BRUTU: Nyandi itu nyandu!

Lain waktu akan kutulis satu per satu tentang candi itu. Kali ini edisi narsis dahulu, ya! :))

Oh iya, saat melihat Candi Sari, ada dua orang kulit hitam yang kuyakin dari India. Salah seorang dari mereka membawa kamera dengan lensa cukupan. Memotret sana-sini tanpa banyak bicara antar mereka. Lalu menanyakan letak Candi Kalasan. Di Kalasan kami bertemu mereka lagi. Sepertinya, keduanya sedang menelusuri jejak nenek moyang mereka, hehehe.


Mlekom,
AZ

Friday, December 2, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 1:01:00 PM |

+31651666486

Gambar dari sini
+31 Alhamdulillah Ndil…

Itu twitku pasca dapet SMS.

Cindil: Test pake nomor londo k ayang. Pasti mahal. Aku sdg naik kereta k rmh mbak hasti
Aku: Alhamdulillah ayang… Aku bisa tidur nih klo gini *peluk ayang*

Mlekom,
AZ

Friday, October 28, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:57:00 PM | No comments

JALIN Merapi di Teng2Crit


Kita dapat undangan dari @argamoja, pengelola @teng2crit. Teng-teng crit adalah singkatan dari tenguk-tenguk crito. Bahasa Jawa yang aku tak tahu artinya. Namun, @teng2crit merupakan talkshow mengenai berbagai hal terkait dunia maya. Acara obrolan kaum onlen Jogja, di @AngkringanGK, sebuah angkringan tempat ngumpul para Mimin Jogja.

Aku dan Ndil datang mewakili JALIN Merapi.

*

*
Foto:
@argamoja di http://tengtengcrit.tumblr.com/post/12106546787/foto2-ttc8-satu-tahun-erupsi-merapi-2010

Video:
@fotodeka di http://www.youtube.com/watch?v=7-b1XMeKbF0&feature=mfu_in_order&list=UL

Tentang obrolan ini:
http://choro.wordpress.com/category/yang-anyar-anyar/
http://tengtengcrit.tumblr.com/post/12106419873/review-ttc8-satu-tahun-erupsi-merapi


Monday, October 3, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:11:00 PM | No comments

Kaos Baru Alhamdulillah…



[Sing it like the song "Baju Baru Lebaran"]
Kaos baru, alhamdulillah.
Dipakenya di Borobudur.
Yang dikasih si Cindil sayang.
Oleh-olehnya dari Bandung.

Sunday, October 2, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:30:00 AM | No comments

Samsidar Yusni

Ki-ka: Kakakku, ..., Yusni, ..., aku, Fauzan Anhar

Dapat berita mengejutkan mengenai kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpangnya. Salah satunya adalah Yusni, teman masa kecilku di Kutacane, Aceh Tenggara. Foto-foto ini bidikan papaku, tahun 1993.

Lihat berita menyedihkan itu di sini.


Mlekom,
AZ

Friday, September 23, 2011

Posted by adrianizulivan Posted on 12:44:00 PM | No comments

Saling Memotret





Aku ikut Ndil yang jadi narasumber sebuah talkshow di radio. Aku menunggu di depan studio. Saat break iklan, Ndil mengintip dari jendela. AKu motret. Eh terus si Ndil ikutan motret. Jadi motret-motretan (bahasa apa ini?!).

:)

Mlekom,
AZ


[20130511]

Saturday, September 17, 2011

Posted by adrianizulivan Posted on 9:55:00 PM | No comments

Kanal Porong, Situs Sejarah yang Menunggu Punah


Linimasa @paringwaluyo Tanggal 11 Agustus 2011

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa terdapat sebuah situs bersejarah di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Situs ini kini terancam punah, akibat bencana semburan lumpur Lapindo. Apa dan bagaimana? Simak tweet series dari linimassa Mas @paringwaluyo ini:
  • Th 1000 M, Raja Airlangga membuat kanal Porong utk antisipasi banjir di wilayahnya #lapindo
  • Kanal Porong itu dikerjakan dalam waktu 99 hari. Proyek besar pd jaman Airlangga #lapindo
  • Hasil penggalian kanal Porong, tanahnya dibikin tanggul kanan-kiri sungai dg alat yg sederhana #lapindo
  • Masa Hayam Wuruk, kanal ini jd jalur memasuki kerajaan majapahit, selain sungai mas di surabaya #lapindo
  • Irigasi kanal porong, n sungai2 kecil sekitarnya jd irigasi persawahan luas di jenggolo, wil majapahit #lapindo
  • Utk menandai kemakmuran porong n sekitarnya, Hayam Wuruk bangun candi pari, di desa candipari, porong #lapindo
  • Bahkan, pedagang2 Islam, jg gunakan jalur kanal porong utk masuk kawasan majapahit #lapindo
  • Di muara kanal porong, menuju ke surabaya, terdpt makam islam yg sangat tua #lapindo
  • Setiap jelang ramadhan, makam itu ramai dikunjungi orang. Makam terletak di daerah ketingan. Sbb byk ikan keting #lapindo
  • Konon makam itu ibu/kerabat walisongo, meninggal saat rombongan akan memasuki jalur kanal porong menuju majapahit #lapindo
  • Masa pendudukan belanda, kanal porong yg agak berkelok di desa kedungcangkring, oleh belanda jalurnya diluruskan ke timur #lapindo
  • Bekas kanal porong lama, yg dilurukan oleh belanda, disebut kali mati sampai skrng #lapindo
  • Pembangunan kembali kanal porong oleh belanda inilah yg jd sungai porong sampai saat ini #lapindo
  • Namun sjk kasus lapindo muncul, eksotika kanal porong bagi petani n petambak, rusak akibat pembuangan lumpur lapaindo smp skrng #lapindo
  • Lapindo, korporasi milik grup bakrie jd pencetus sjrah hitam bagi hancurnya peradaban di kanal porong n sekitarnya #lapindo
  • sudah berjalan 5 th lebih pembuangan lumpur ke kanal porong yg menyejarah, tak tau akan sampai kapan ini terus berlangsung #lapindo
  • UNEP pernah ajukan assasment agar buat kanal sendiri utk buang lumpur ke laut #lapindo
  • Namun gagasan itu tak pernah dihiraukan oleh pemerintah, apalagi oleh lapindo #lapindo
  • Salah satu dasar penolakannya, krn butuh biaya yg sangat mahal yg bakal dikeluarkan oleh #lapindo
  • Kini, dimuara sungai porong ditempatkan penyedot lumpur yg mengalir melalui kanal porong #lapindo
  • Lumpur yg mengalir ke muara kanal porong disedot lalu ditimbun ke pulau sarina. Pulau kecil awalnya, tp kini penuh lumpur #lapindo
  • dana trilyunan rupiah dianggarkan oleh pemerintah tangani proyek mulai dari nanggul sampai tumpuk lumpur ke pulau sarina #lapindo
  • Budget BPLS utk tangani semua ini terus meningkat: 2007=800M, 2008=900M, 2009=1T, 2010=1,1T, 2011=1,2T #lapindo
  • Publik hrs protes duit rakyat dipakai utk tangani bencana dg dikelola tetap status quo agar proyek terus jd unfinishing #lapindo
Ilustrasi dari sini.

Mlekom,
AZ


20140405

Sunday, September 4, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:01:00 PM | No comments

Diskusi Merapi hingga Kopi Jo

Bersama Mas Yanuar Nugroho, Mbak Maria Santi, Mbak Ambarsarisewi, dan Cindil.

Pagi dari Jogja ke kampungnya Mbak Santi di Muntilan, lereng Merapi. Nemenin Mas Yan diskusi dampak bencana gunungapi Merapi bersama penduduk setempat. Banyak hal menarik selain obrolan tsb:
  • suguhan makanan yang luar biasa enak.
  • suguhan pemandangan indah, terutama perkebunan warga. Yang paling bikin takjub adalah tanaman kebutuhan sehari-hari (cabe, tomat, terong, sawi, daun bawang, seledri, dst) di pekarangan rumah. Kegiatan ini menjadi semacam “keharusan” bagi tiap warga setempat yang didorong oleh perangkat desanya. Menarik banget!
 Foto: Mbak Santi

Setelahnya mampir ke Taman Budaya Jogja yang saat itu sedang menyelenggarakan Pasar Kangen Jogja. Salah satu hal menarik disana adalah Kopi Jo. Kopi spesial yang diracik dengan campuran kopi dan susu. Hanya ada di event-event di Jogja, tidak buka lapak. Sayang aku tidak mencicipi, karena insom yang kerap mendera.

 Foto: Mas Yan, oleh Cindil

Mlekom,
AZ
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata