Friday, April 11, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 12:59:00 PM | No comments

Obat Herbal untuk Demam


Semalam aku meriang, kedinginan sampai menggigil, padahal suhu badannya panas. Terpaksa batalin janji dengan Bu Emmy hari ini. Si Ibu malah kasih tips berguna untuk hilangkan demam. Ini:

Kalau demam, minum rebusan daun sambiloto atau beli yg ekstraknya merk jamu Iboe. Saya selalu minum rebusan daun sambiloto kalau ada gejala demam, atau sariawan/tenggorokan sakit shg tdk sampai sakit. Juga bisa minum ekstrak kunyit (bisa cari di toko obat Malaya).

Aku tadi ke dokter, jadi nanya ke Bu Emil tentang cara konsumsi obat ini disamping obat dokter. Katanya:

Harus ada jeda  3 jam. Setelah minum obat,  paling tdk menunggu 3 jam kemudian baru minum herbal, lalu  paling tdk 3 jam kemudian baru minum obat lagi. Tdk boleh barengan.

Trims Bu!

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ



20140415
Posted by adrianizulivan Posted on 10:39:00 AM | No comments

Siapa Bilang Aku Gak Nyoblos?


9 April kemarin, siapa bilang aku gak nyoblos? Foto diambil Tante Yani.

Mlekom,
AZ

20140722

Wednesday, April 9, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 10:04:00 PM | No comments

Wordpress atau Blogspot?


Blog yang sedang kamu baca ini menggunakan Blogger/Blogspot. Aku menggunakannya sejak 6 tahun lalu. Mengapa memilih Blogspot? Lupa alasannya. Mungkin saat mengetik kata kunci "cara membuat blog", yang keluar layanan ini. Yang pasti, saat itu Blogger terlihat mudah bagiku yang baru belajar curhat di media internet :)

Tiga tahun kemudian, aku membuka akun di Wordpress, namun tidak diseriusi gara-gara... apa ya? Sepertinya gara-gara aku terlanjur cinta dengan desain Blogger-ku yang lama. Ternyata, menggunakan Wordpress lebih mudah dibanding Blogger. Ini menurutku.


2010 lalu aku dan pasangan membuat akun Wordpress untuk curhat-curhatan perjalanan kami berdua. Sejak itu, aku lebih banyak membuat akun dengan Wordpress untuk keperluan pekerjaan. Mengapa? Sebab lebih banyak fasilitas yang memanjakan pengguna.


Fasilitas-fasilitas tersebut telah tersedia di mesin Wordpress, jadi kita tinggal menggunakan. Blogger tidak memilikinya, meski dapat dipasang dengan cara yang ribet (edit HTML, atur template, dan seterusnya). Aku yakin ini bukan hal mudah buat blogger baru.

Aku mendapat banyak pertanyaan terkait ini, terutama dari teman-teman yang ingin serius nge-blog. Pertanyaan ini muncul lagi beberapa pekan lalu saat pelatihan di Merapi. Yawes, ini kelebihan dan kekurangan masing-masing mesin tersebut--menurutku.


Blogger:

  1. Sejak 2003 dibeli Google, namanya lebih dikenal sebagai Blogspot. Sebagai raksasa bisnis media maya, tak perlu khawatir jika Blogger tiba-tiba ditutup akibat bangkrut. Dulu aku kehilangan cukup banyak tulisan di layanan blog milik Friendster. Sedih :(
  2. Sebab berafiliasi pada Google, untuk masuk (log ini) di Blogspot sangat mudah jika kita punya akun Gmail. Oh ya, aku penggemar berat Gmail sebab memiliki banyak sekali fitur aplikasi.
  3. ... (sila tambahkan)
Wordpress:
  1. Meski tidak (belum?) diakuisisi oleh perusahaan besar dunia, tak ada kekhawatiran untuk menggunakan layanan ini, sebab jumlah penggunanya sangat besar. Siapa pemiliknya? Cek di sini.
  2. Tampilan back-end (ruang administrator) lebih mudah dimengerti. Terdiri dari hanya satu landing page (halaman dasar) yang di bagian kirinya telah memuat segala fitur. Untuk melihat komentar, misalnya, di Blogspot harus membuka halaman berbeda.
  3. ... (akan bertambah lagi jika aku ingat)
Fasilitas Wordpress yang tidak terdapat di Blogspot: 
  1. drag picture. Tarik gambar dari file komputer, langsung ke aplikasi blog). 
  2. slide-show photo
  3. aplikasi mudah untuk menampilkan foto identitas yang akan selalu muncul berdampingan dengan nama kita. Aplikasinya bernama Gravatar
  4. tag (kata-kata kunci). Penting untuk memudahkan mesin pencari menemukan blog kita.
  5. page (halaman). Salah satu fungsinya adlah untuk memudahkan pembaca menikmati berbagai informasi mengenai isi blog dan penulisnya.
  6. bisa balas tiap komentar, langsung pada komentator, tidak di tempat terpisah. Bagaimana ya jelasinnya? Misalnya seperti contoh ini untuk Wordpress dan ini untuk Blogspot.
  7. Wordpress akan memberitahu tiap tulisan yang merujuk pada blog kita, asalkan si penulis menerakan alamat tulisan kita pada tulisannya.
  8. ... apa lagi ya?
Secara profesional, banyak pendapat lain tentang plus-minus Blogspot dan Wordpress. Sila googling, ini salah satunya.

Yawes, begitu dulu. Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ


Posted by adrianizulivan Posted on 9:31:00 PM | No comments

Turnamen Foto Perjalanan Ronde 40: Danau


Kemewahan Urang Rantau

Salah satu kemewahan ketika berkunjung ke kampung halaman adalah pemandangan Danau Maninjau. Dataran sawah hijau dan air danau kebiruan menjadi daya magis yang membuat urang rantau (perantau) selalu ingin kembali. Warisan pusaka alam ini terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Gambar diambil pada pertengahan 2009.

Foto ini diikutkan dalam Turnamen Foto Perjalanan Ronde 40.

Mlekom,
AZ

Monday, April 7, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 9:08:00 PM | No comments

Menulis di Titik Nol: Pameran Tunggal Sinta Carolina



Kurator : Ignatia Nilu

Perasaan bersalah yang telak adalah kesunyian itu sendiri, tidak ada imaginasi yang kurang dari kata-kata yang bersemangat menginginkan kebahagiaan. Itu mempercepat mimpi bahasa kesegaran, melalui antisipasi ideal yang beragam. Mungkin menggambarkan kesempurnaan dari dunia anak manusia dimana bahasa tidak lagi terasing.

Berani membebaskan diri untuk dapat berbicara dengan bahasa yang bersemangat adalah sebuah kebahagiaan. Bahasa-bahasa itu dicatatnya dalam tulisan-tulisan yang bahagia.

Pameran ini adalah pameran tunggal Sinta Carolina. Berbeda dengan medium yang pernah digunakan sebelumnya. Kali ini Sinta akan menampilkan karyanya pada beberapa ruang khusus. Karyanya banyak menceritakan tentang ikatan-ikatan kehidupan domestiknya sebagai perempuan. Terdapat pula ruang yang menampilkan proses distribusi karyanya dalam bentuk yang lain seperti merchandise.

Sinta akan menampilkan dialog-dialog yang terjadi dalam proses berkarya serta gagasannya dalam sebuah pameran yang akan menampilkan beberapa ruang-ruang visualnya. 

Sinta Carolina, lahir di Jakarta, 14 September, mulai bersentuhan dengan dunia seni sejak Ia menggeluti dunia fotografi. Ketertarikannya pada makanan dan hal-hal yang berhubungan dengan itu membawanya memilih food photography sebagai genre yang ditekuninya. Berawal dari situ jugalah Ia kemudian mulai tertarik membuat ilustrasi yang berhubungan dengan makanan. Ketertarikannya dengan media ilustrasi sebagai 'taman bermain' barunya kemudian membuatnya memproduksi beberapa merchandise dengan tema-tema yang disukainya, yang bersinggungan langsung dengan kehidupan domestiknya. Kini Ia bisa disebut sebagai fotografer, ilustrator sekaligus food blogger.

Jam buka : 10.00 - 18.00 wib | Hari senin Tutup.

Sumber: I Am Gallery

Thursday, April 3, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 8:20:00 PM | No comments

Akhir Kisah Persahabatan Pesut, Jawi dan Manusia

Mbah Guru bercerita tentang legenda dari buku "Sejarah Kawitane Wong Jowo lan Wong Kanung". Tersebutlah seekor ikan pesut dari Nusa Bruney (Kalimantan) yang bermigrasi ke Jawa. Migrasi dilakukan pasca keributan yang terjadi di Nusa Bruney. Keluwesan pesut membuat ia berteman akrab dengan manusia. Ia juga menjalin persahabatan dengan jawi (banteng betina, kemudian menjadi asal muasal kata "jawa").
Ketiganya bersahabat erat. Kie Sen Dhang, pemimpin manusia, melarang perburuan ikan pesut dan banteng betina. Pesut memberi ganggang sebagai makanan untuk jawi, sehingga susunya berlimpah. Susu ini juga menjadi asupan bagi anak-anak pesut.  
Alkisah, persahabatan ini diabadikan dalam ukiran batu berbentuk rupa ketiganya. Pesut, jawi dan manusia terukir abadi di puncak sebuah bukit di pesisir Jawa.
[Disadur dari Wisata Lasem]
Lansekap di sekitar situs.
Bukit tersebut diyakini sebagai Bukit Selodiri. Menurut Gunadi Kasnowihardjo dari Balai Penelitian Arkeologi Yogyakarta, pada 1978 pemerintah pusat telah melakukan penelitian dengan simpulan bahwa bukit ini merupakan punden berundak. Selain temugelang (batu yang disusun keliling), ditemukan pula kursi dan kubur batu, serta arca kepala hewan. 

Diperkirakan, situs megalitikum ini ada sejak 294 tahun sebelum masehi. Kuat dugaan ada titik-titik megalitikum lain di sekitar lokasi tersebut. Jajang Agus Sonjaya dari Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, meyakini bahwa bagian barat Bukit Selodiri juga merupakan punden berundak.
Lokasi situs.
Situs yang terletak di 111º 28′ 2” BT, 06⁰ 39′ 5″ LS ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Artinya, segala tindakan terkait situs harus mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010. Namun sejak akhir 2011 lalu, Terjan menjadi sorotan. Selain berita kehilangan sejumlah batu berukir, terjadi pula berbagai perusakan. Sebagian besar arca batu tidak diambil untuk dijual, namun ditinggal begitu saja di lokasi dalam kondisi rusak parah. Ditengarai, aksi ini akibat maraknya penambangan di sekitar lokasi.

Bukit Selodiri terletak di Desa Terjan, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Terjan adalah kawasan perbukitan batu kapur, banyak pengusaha mengeruk bukit untuk material pembuatan semen. Tak pelak, warga pemilik tanah pun melepas lahannya. Lahan penyangga situs seluas 8,5 hektare telah dijual ke sejumlah pengusaha tambang. Hingga kini hanya tersisa 0,25 hektare, dengan titik pusat situs hanya berdiameter 100 meter.
Bukit yang digerus.
Sayangnya, kasus ini tak mendapat perhatian. Di tahun yang sama, pemerintah pusat mulai mengerahkan dukungan penuh terhadap situs megalitik lain, yaitu Gunung Padang di Jawa Barat. Hingga hari ini, penelitian Gunung Padang belum mencapai simpulan. Haruskan Situs Terjan menunggu lebih lama? Atau inikah akhir dari kisah persahabatan pesut, jawi dan manusia?
Aktivitas pembukaan lahan tambang.
Kini, sejumlah warga yang tergabung dalam Gerakan Pelestarian Pusaka Rembang - Lasem, coba mengadvokasi. Tujuan mereka adalah menghentikan perusakan, agar situs tetap lestari. Mereka menjumpai sejumlah pihak yang dianggap bertanggungjawab dalam perusakan ini. Mari beri dukungan via Agik NS (komunitas Wisata Lasem) dan Baskoro (Rembang Heritage Society)! Seluruh gambar milik Agik NS. Bacaan lanjut terkait situs Terjan dapat dilihat di sini:

Mlekom,
AZ


Wednesday, April 2, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 7:22:00 PM | No comments

Melongok Potensi Lain Merapi

Berbagai produk dari Kabupaten Sleman.
Sejak erupsi 2006, kawasan Merapi menjadi salah satu tujuan wisata utama di Yogyakarta. Tak sampai sejam perjalanan dari pusat kota, pengunjung akan menyaksikan kegagahan Merapi, bekas bunker evakuasi, juga Batu Alien di Kali Adem. Ada pula Museum Sisa Hartaku di Petung, lokasi bekas kediaman Mbah Maridjan, serta makam sang mantan Juru Kunci di Srunen. Rute lainnya adalah melihat pemandangan alam dari gardu pandang di Tangkisan, serta Kali Opak yang dipenuhi material erupsi.

Itu menjadi rute andalan. Mudah ditempuh dari pusat kota, juga siap secara infrastruktur pariwisata. Wilayah tenggara dari Gunungapi Merapi di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Provinsi DI Yogyakarta ini paling dikenal dunia. Wilayah ini merupakan pusat koordinasi badan nasional di saat tanggap darurat, sehingga menjadi rujukan utama para jurnalis. Bagaimana dengan desa-desa lain?

Kaki Merapi berdiri di empat kabupaten, yaitu Sleman (DI Yogyakarta), Klaten, Boyolali dan Magelang (Jawa Tengah). Berbeda dengan Sleman, potensi di tiga kabupaten lain tak terlalu disorot media. Meski demikian, banyak desa coba menggali potensinya lewat berbagai produk. 

Akhir Maret lalu, warga Sleman, Klaten dan Magelang mengikuti sebuah pelatihan pemasaran. Pelatihan ini menggunakan media berbasis internet untuk mendorong promosi produk desa. Banyak hal yang dilakukan para 'wakil rakyat' Merapi dari berbagai kelompok ini, salah satunya belajar membuat blog untuk masing-masing produk/desa. Berikut diantaranya.

Sleman
Selain yang tersebut di atas, ada pula potensi lain yang tak kalah menarik, seperti bumi perkemahan, berbagai kerajinan tas, ayam goreng, makanan ringan, hingga minuman khas. Untuk merasakan semua keunikan tersebut, informasi lengkapnya dapat diperoleh di sini:
  1. Jelajah desa http://kleresedecamp.wordpress.com/
  2. Wisata jeep http://wisatakepuharjo.blogspot.com/
  3. Tas merapi http://merapicraft.wordpress.com/
  4. Aneka kripik http://anekakripikmerapi.blogspot.com/
  5. Wedang uwuh http://wedangvulkanik.blogspot.com/
  6. Ayam goeng http://ayamgorengbuhenis.blogspot.com/
  7. Topeng kayu http://topengunikwukirsari.wordpress.com/
  8. Anekas tas https://www.facebook.com/tas.gue.5
Bahan kemeja pria. Menggambarkan kondisi hujan abu,
dengan pepohonan gersang di sekitar gunung.
Klaten
Balerante, Kecamatan Kemalang, merupakan area paling terdampak pada erupsi 2010. Warga memperoleh pelatihan membatik di pengungsian. Kini, mereka coba jadikan batik sebagai salah satu sumber penghasilan. Desa pun mulai menginisiasi wisata desa untuk masa kunjung yang lebih lama.

Batik Balerante memiliki motif kontemporer, menggambarkan kondisi desa pra dan pasca erupsi. Di tiap helai batik ditempel kertas berisi kisah tiap motif dan si perancang. Harga per lembar mulai Rp 35.000 untuk sapu tangan dan Rp 350.000 untuk bahan kemeja. Info lengkap sila cek di http://batikbalerante.blogspot.com/
Berbagai produk dari Kabupaten Magelang.
Magelang
Andalan utamanya adalah aneka makanan ringan, seperti dodol, keripik, permen, dan masih banyak lagi. Ada pula peternakan ikan lele dan burung kenari. Di industri garmen, ada batik dan kain sarung anak. Magelang terkenal dengan pahatan batu, Anda bisa mendapatkannya di sini. Industri batu bata merah pun ada, juga distributor sayur-mayur. Bagi yang hobi berpetualang, ditawarkan rute perjalanan ke lereng Merapi dan sungai-sungai yang berhulu di gunungapi. Cek info masing-masing produk:
  1. Dodol salak http://geraionjumoyo.blogspot.com
  2. Batik dan bordir http://griyabatikbordir.blogspot.com
  3. Kripik pothil (singkong) http://pothiltalesmancaster.blogspot.com
  4. Batu bata http://hadrahassalafiyyah.blogspot.com
  5. Sayu mayur http://sayurmayurbarokah.wordpress.com
  6. Pahat batu http://redvolcanocraft.blogspot.com
  7. Sarung anak http://sarunginstantanaklucu.blogspot.com
  8. Wisata Sungai http://panoramasungaipabelan.blogspot.com
  9. Peternak ikan lele http://dumbopython.blogspot.com
  10. Aneka kripik http://cripingmerapi.blogspot.com
  11. Wisata desa http://pesonangargomulyo.blogspot.com
  12. Peternakan burung kenari http://choyrulkenari.wordpress.com
  13. Kue seledri http://suliez-7.blogspot.com
  14. Permen tape http://kripikngargosoko.blogspot.com
  15. Aneka dodol http://anekasnackgmp.blogspot.com
  16. Aneka kripik http://ngemplaklorsirahan.blogspot.com
  17. Aneka peyek http://pemdessirahan.blogspot.com
Daftar ini masih akan terus bertambah, sebab tak seluruh pegiat industri desa dapat hadir dalam pelatihan ini. Mari membeli jasa dan produk warga desa Merapi. Dengan membeli, Anda membantu kemandirian warga.

Selain pemasaran, kendala pengambangan berbagai produk ini adalah soal pengemasan. Untuk itu, kami mengundang teman-teman yang memiliki kemampuan dalam hal desain produk, untuk bergabung dan menularkan ilmunya secara sukarelawan. Mari bergabung bersama kami di grup Pasar Rakyat Merapi.

Seluruh gambar dikompilasi dari masing-masing blog.

Mlekom,
AZ


Saturday, March 22, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 11:21:00 PM | No comments

Bukan Teman Sepermainan

Sebuah pelaminan terangkai pesta kebun. Deretan tamu mengular, jawaban atas "silahkan memberi doa dan ucapan langsung kepada mempelai" yang ditawarkan mbak-mbak MC. Jarak dua meter, kami beradu pandang. Aku dan manten perempuan.

Tiba giliranku. Salam terucap, lalu saling menyentuhkan keempat tangan kami. Hanya tangan. Lalu manten laki. Kami berpelukan, cipika cipiki. Kupegang erat bahu kanannya dengan tangan kiri. Kedua tanggannya menggenggam tangan kananku. Kuberi ucapan bahagia setulus hati. Perempuan di sebelahnya terus menyaksikan, dalam tatapan "Who the hells are you, bitch? Hey my newlywed husband, what do you think you are doing right here now?"

Antrian tak dapat menunggu, "Nanti aku hubungi," kata manten laki, saat kusesalkan betapa singkat masa tinggal mereka di kota ini.

Aku punya teman, teman sepermainan. 
Di mana ada dia, selalu ada aku...
[TTM ~ Ratu]

Itu dulu. Waktu temanku masih di Yogya. Temenku ini adalah si manten laki. Kami sekelas di kursus bahasa Lembaga Indonesia Prancis, jaman aku kuliah. Dia kupanggil Simbah, karena menjadi pendengar yang sabar dan penasehat yang baik. Terutama untuk urusan pacar-pacaranku. Usinya memang belasan tahun di atasku. Tiap pacarnya kupanggil "Mbah Putri" :)

Hari ini Simbah nikah. Istrinya bukan teman sepermainan kami. Sedikit mengagetkan, setelah empat tahun usahaku menjodohkannya dengan banyak orang nirhasil. Kami terakhir ketemu 2011 lalu, eh tiba-tiba ngirim undangan.

Sekitar dua bulan lalu Simbah nanyain restoran India di Yogya. Ternyata untuk katering di pestanya. Kutanyakan siapa perempuan beruntung yang mendapatkan hatinya? Dia bilang orang baru, bukan dari lingkaran pertemanan kami. Bapaknya Simbah Putri ini asli India, jadi tema nikahannya India. Sip!

Berapa kali temanmu putus--minimal berdebat--dengan cewenya, akibat cemburu denganmu? Aku... sering. Kejadian ini, malam ini, mungkin salah satunya. Lalu aku mengutuk kesendirianku di pesta itu, sebab Simas mendadak harus ke luar kota. 

Well... mariage heureux, ma chère Simbah et Mbah Putri. Kapan kita ke mana? Aku pengen ngenalin Simas dengan Mbah Putri... (sepenting itukah?  Atau tentang kecemburuan itu cuma perasaanku saja? Hahaha!).

Gambar (kuambil di sini) adalah dhokra berbentuk burung hantuBurung hantu menjadi tunggangan Laksmi, dewi kekayaan dalam mitologi Hindu-India. Gak nyambung dengan cerita, biarin aja :)

Mlekom,
AZ


Tuesday, March 18, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 6:42:00 PM | No comments

Sistem Infomasi Desa untuk Promosi Produk Merapi



Seri Workshop 
Pemanfaatan Sistem Informasi Desa (SID)
untuk Promosi Potensi Desa di Kawasan Merapi



Latar Belakang
Sejak tahun 2011, Program Merapi Recovery Response (MRR) di bawah payung Disaster Risk Reduction based Rehabilitation and Reconstruction (DR4) UNDP, bersama COMBINE Resource Institution (CRI) menginisasi pembangunan Sistem Informasi Desa (SID) di 9 desa di lingkar Gunungapi Merapi. SID dirancang untuk menyediakan informasi tentang desa, termasuk yang relevan dengan konteks potensi ancaman bencana di wilayah setempat. Sebagai sebuah sistem informasi, SID bersifat aksesibel bagi publik dan terhubung dengan beragam teknologi dan media. Data dan informasi yang terkelola di dalam SID di tingkat desa akan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kepedulian dan kesiapsiagaan komunitas desa untuk mengurangi risiko bencana.

Pada saat ini, SID yang terbangun di desa, memiliki beragam fungsi teknis, antara lain:

  1. Data kependudukan yang terintegrasi dengan fungsi pelayanan publik
  2. Data potensi ancaman bencana desa
  3. Data aset/sumber daya desa
  4. Data produk unggulan desa
  5. Peta desa interaktif
  6. Sistem peringatan dini berbasis SMS (SIKAD: Sistem Informasi Kebencanaan Desa); dibangun bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta

Fungsi pelayanan publik adalah salah satu manfaat dasar dari SID bagi desa, selain untuk mendukung perencanaan pembangunan desa dan pemetaan potensi/sumber daya desa. Dengan berjalannya fungsi dasar pelayanan publik, diharapkan SID bisa lebih terkomunikasikan keberadaan dan manfaat layanannya bagi masyarakat desa. Dampaknya, data yang akurat akan bisa terbarui secara rutin, setiap saat, yang akan penting dan menentukan bagi desa, terutama dalam konteks pengurangan risiko bencana.

Selain fugsi tersebut, SID juga memiliki fungsi untuk memetakan potensi sumber daya desa, antara lain produk-produk unggulan desa. Dengan ragam media yang dihimpun dalam payung SID, terutama media online, diharapkan SID bisa mendorong tumbuhnya praktik usaha ekonomi rakyat di desa-desa penerap SID. CRI bersama MRR UNDP menrancang sebuah seri workshop untuk melatih desa-desa penerap SID memanfaatkan media yang tersedia untuk melakukan promosi potensi desa.

Tujuan

  • Memperkuat pengetahuan dan kemampuan peserta dari komunitas desa dalam menggunakan SID untuk mempromosikan produk unggulan desa
  • Memperkuat kemampuan pengelolaan website desa oleh pemerintah dan komunitas desa untuk mempromosikan produk unggulan desa ke dunia luar

Waktu dan Tempat

  • Selasa – Rabu, 25 – 26 Maret 2014: Hotel Quin Colombo, Kalasan, Sleman, D.I. Yogyakarta untuk Cluster Sleman
  • Kamis – Jumat, 27 – 28 Maret 2014: Hotel Artoz, Magelang, Jawa Tengah untuk Cluster Magelang

Peserta
Setiap workshop di tingkat desa akan diikuti oleh 20 orang peserta, perwakilan pemerintah desa dan tim promosi desa (yang dibangun oleh IOM).

  • Sleman: Kepuharjo, Glagaharjo, Wukirsari, Tamanmartani, Umbulharjo, Argomulyo
  • Magelang: Jumoyo, Sirahan, Tamanagung, Ngargomulyo

Fasilitator

  • MRR UNDP: Mart Widarto, Didik Humam Zarodi
  • COMBINE Resource Institution: Elanto Wijoyono
  • Praktisi Media Online: Adriani Zulivan, Sinta Carolina

Agenda

Hari I
08.30 – 09.00 : Pendaftaran ulang peserta (MRR UNDP)
09.00 – 09.15 : Pembukaan (BPBD Sleman/Magelang dan Koordinator Program MRR UNDP)
09.15 – 12.00 : Presentasi dan Diskusi:

  • Pemanfaatan SID untuk Promosi Produk Unggulan Desa (MRR UNDP)
  • Pemanfaatan Media berbasis Internet untuk Pemasaran Produk Unggulan Desa (Adriani Zulivan)

12.00 – 13.00 : istirahat
13.00 – 14.00 : Pemetaan potensi produk unggulan desa (fas: tim)
14.00 – 15.30 : Penulisan materi produk unggulan desa untuk konten publikasi/promosi (fas: Sinta Carolina)
15.30 – 16.00 : istirahat
16.00 – 17.30 : Latihan 1: membuat akun e-mail kelompok, membuat blog, membuat akun media jejaring sosial (Facebook dan Twitter), dan bergabung ke situs komunitas/toko online (Kaskus, TokoBagus) (fas: tim)
17.30 – 19.00 : istirahat
19.00 – 21.00 : Unggah materi ke media jejaring sosial (fas: tim)

Hari II
08.30 – 10.00 : Latihan 2: unggah materi promosi desa ke website desa (SID) (fas: tim)
10.00 – 11.30 : Presentasi dan Diskusi:

  • Menghubungkan SID dengan Media Online lainnya
  • Strategi Sistem Penjualan dan Pengiriman Produk Desa

11.30 – 12.00 : Rencana Tindak Lanjut dan Penutup


Info lanjut di program Lumbung Komunitas.

Sunday, March 16, 2014

Posted by adrianizulivan Posted on 10:44:00 PM | No comments

Panen Cabe Merapi


Ini kedua kalinya panen cabe di Deles, dusun yang terletak di jarak 4 kilometer dari puncak gunungapi Merapi. Bersama Dik Umi, putrinya Mas Sukiman, difoto Irma.

Mlekom,
AZ
20140722
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata