Wednesday, March 5, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 8:08:00 PM | No comments

Asem-asem Daging


Ini adalah salah satu hasil pikir "duh enak banget, coba bikin ah!" setelah mencicipi menu Asem-asem Daging di dapur Es Teler Sukonandi. Lalu, seperti biasa, tanya Padhe Google. 

Di warung Sukonandi, menu ini hanya berbahan daging sandung lamur, buncis, tomat hijau, dan cabe hijau besar. Aku tambahkan tahu, brokoli, terong hijau dan jagung manis. Juga tomat merah dan cabe merah sebagai penyegar warna. Dagingnya kupilih tetelan (seperti yang digunakan untuk rawon), bukan sandung lamur (yang hanya berupa lemak bening). Dan tentu saja, rasanya lebih pedas dengan tambahan cabe rawit.

Bahan:
  • 250 gr tetelan, potong seibu jari
  • 100 gr buncis
  • 1 batang brokoli, potong kecil
  • 200 gr tahu, potong dadu
  • 1 bongkol jagung, pipil
  • 1 terong hijau kecil, potong kecil-tebal
  • 4 tomat hijau, belah empat.
  • 1 tomat merah, belah empat
  • 6 belimbing wuluh, potong bulat
  • 4 cabe hijau besar, potong
  • 1 cabe merah besar
Bumbu halus:
  • 5 bawang merah
  • 3 bawang putih
  • 2 cabe rawit
Bumbu utuh:
  • 2 biji asam jawa (optional)
  • 2 batang sere, geprek
  • 2 cm lengkuas, iris lebar-tipis
  • 4 lembar daun salam
  • 1/4 sdt merica bubuk (optional)
  • 3 sdm kecap manis
  • 2 sdm gula pasir
Cara:
  • Cuci daging. Tekan-tekan lembut (jangan sampai pecah), aliri dengan air. Rendam sebentar, sampai air berwarna merah. Ulangi terus sampai bening. Ini untuk hilangkan darah.
  • Masukkan 750 ml air ke panci. Tambah garam. Aku gunakan panci tekanan tinggi (presto) agar daging lekas lunak. Didihkan air. Masukkan daging dan beberapa lembar lengkuas yang sudah diiris + 2 lembar daun salam + 1 batang sere. Matikan api setelah 15 menit. Ini menjadi kaldu.
  • Dalam penggorengan, panaskan minyak. Tumis bumbu halus + sisa sere, lengkuas dan salam; hingga matang.
  • Pindahkan tumisan ke dalam kaldu. Aduk rata. 
  • Nyalakan api kecil. Masukkan seluruh bahan (dahulukan brokoli dan buncis yang lebih lama matang) + kecap, merica dan gula. 
Meski tak sama persis dengan yang kucicipi di warung Sukonandi, rasanya enak (pake banget). Asem, pedes. Segar! "Ini sayur asem versi daging," kata Mamaku.

Mlekom,
AZ
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata