Thursday, July 28, 2022

Posted by adrianizulivan Posted on 11:31:00 AM | No comments

Warung Tanpa Rokok

 




Ini warung biasa, kecil, sederhana, harga makanan murah. Tak ada yang istimewa.


Tapi warung kecil ini kekeuh untuk tidak membiarkan pelanggan merokok di dalam ruangan. Tentu ada pergolakan.


"Ada saja yang merokok sembunyi2, nanti kami minta merokok di luar," kata pelayan warung.


Alasan warung tidak bolehkan merokok, adalah karena protes penghuni kos di lantai atas. Lantai atas adalah kos-kosan perempuan. Selain itu, banyak ornamen kayu yang jadi interior ruangan, sehingga rawan terbakar.


Apapun alasannya, saya sangat salut. Meski bukan warung rame, mereka bersedia 'mengusir' pelanggan ngeyel yang tidak ikuti aturan larangan merokok.


Sebagai pelanggan, saya merasa sangat nyaman di sini. Bisa menghirup udara tanpa merasa bengek, dan gak perlu kipas2 untuk halau asap rokok.


Yang terpenting, tanpa sampah rokok warung ini bersih dan tidak bau. Gak percaya? Buktikan sendiri!


📍Jl Solo, seberang RS Siloam YK

☎️ @miebaksobedjo

Sunday, July 24, 2022

Posted by adrianizulivan Posted on 8:02:00 PM | No comments

Tentang Aksi Kolektif

Gotong royong menjadi budaya yang mengakar dalam sendi kehidupan berbangsa kita. Sebagai istilah, koletivisme telah digunakan dalam teori sosialis sejak 1880. Namun filsuf Jenewa Jean-Jacques Rousseau dipercaya sebagai orang pertama yang menggunakannya pada 1762, dalam teori kontrak sosial.

Di masa kini bentuk yang sejalan dengan altruisme itu begitu lekat dalam keseharian kita, hingga menjadi dasar bagi gerakan sosial kemasyarakatan. Meletakkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi atau golongan, adalah tujuannya.

Kolektivitas menjadi dasar bagi kerja-kerja sosial, yang menuntut adanya kebersamaan dalam tiap tahapan proses. Proses membersamai ini, tak akan sempat memberi ruang bagi ke-aku-an.

Maka ketika "aku" dimunculkan dalam identitas yang mengusung semangat kolektivitas, kira-kira apa yang akan terjadi ya?

Saya sedang menulis tentang aksi kolektif. Jika kalian punya pengalaman, mohon bantu menjawab pertanyaan di atas 🙏 Pengalaman kerja sosial bersama komunitas dengan bentuk kerelawanan, lebih diutamakan.

mlekom,
az

Maturnuwun 💪

*📷 Foto ndak nyambung ndak papa lah, ngambil dari gugat.id

Wednesday, July 13, 2022

Posted by adrianizulivan Posted on 11:34:00 AM | No comments

Aksi Cepat Tempel


 


Media sebesar Tempo dengan segala kekuatannya, butuh 6 bulan untuk buka kasus ini.


Jadi ingat sentilan-sentilan lawas soal ACT.


Bersama komunitas Jalin Merapi, saya bergiat dalam pengelolaan informasi kebencanaan semasa erupsi Gunungapi Merapi pada 2006. Sebab menjadi isu yang seksi, banyak organisasi yang genit dan ingin menjadi bagian dengan meraup keuntungan.


ACT tentu salah satunya. Yang selalu hadir di tiap kejadian bencana, dengan tenda dan ragam bendera serta spanduk yang dijajar masif. Tenda kosong, tanpa kegiatan. Model pasang-tempel umbul-umbul, yang mereka lakukan di hampir seluruh area bencana di Indonesia (dan luar negeri). Bahkan sejak bencana tsunami Aceh. Sampai kawan-kawan lapangan sering plesetin nama organisasi ini dengan "Aksi Cepat Tempel". Sebab memang jagoan nempelin publikasi luar ruang, yang tentu berujung pada ajakan donasi.


Semoga momentum ini jadi pembuka, untuk berbagai kasus penyelewengan lainnya. Termasuk kegiatan sosial yang dilakukan oleh banyak kelompok, untuk merespon pandemi COVID-19. Seperti kegiatan yang sedang dikawal oleh jejaring pegiat kemanusiaan di Yogyakarta, yang kini sedang menghitung hari untuk menjadi konsumsi publik.


Sabar, tunggu tanggal main. Gak ada proses yang cepat, jika ingin hasil terbaik. Bagi yang sudah memahami dan tak ingin ikut proses, mari ikut rayakan euforia kemenangan yang sudah di depan mata ini. Bagi yang turut menikmati berbagai aset dan fasilitas, siapkan diri jika terpaksa ikutan 'ngandang'.


Yuk kita kawal bersama!


Cek kasusnya di sini https://twitter.com/i/spaces/1YqJDqegOwAxV?s=20


#ToWhomItMayConcern #DU101

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata