Thursday, December 29, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:33:00 PM |

Sesorean Tur Candi

Hari ini aku dan Ndil janjian dengan orang Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. Janjian pukul 14.00, kami tiba sejam sebelumnya di kantor BP3 yang terletak di utara Kompleks Candi Prambanan.

1. Soto Mbah Semar
Untuk habiskan waktu, kami makan di Warung Soto Mbah Semar yang terletak tak jauh dari BP3. Suasananya asyik, pecel dan dawetnya enak. Meski warung soto, ada menu lain di sana.


2. BP3 Jateng
Lalu ke BP3, melihat banyak arca yang dipajang di kantor itu. Sayang, kami tak sempat memotret, sebab waktunya sangat terbatas.

3. Candi Plaosan
Setelahnya ke candi yang indah banget: Plaosan! Candi ini cantik sekali. Membuatku ingin menikah di sini... Meski seing melihat candi ini dari kejauhan, dalam perjalanan ke-dari lereng Merapi, baru kali ini berkesempatan mampir, melihat. Aku tak memotret. "Aku akan kembali lagi ke sini," kataku pada Ndil. 

Ketika akan masuk, kami--ehm: Ndil, maksudku--sempat berdebat dengan petugas yang meminta "seiklasnya" untuk bea masuk, setelah kami mengisi buku tamu. Dia minta seiklasnya, sebab tak ada tiket. Setelah berdebat panjang sebab Ndil tak mau membayar tanpa tiket, kami dipersilahkan para Satpam penjaga untuk masuk, dengan menggerutu.

4. Candi Sari


Dari si cantik Plaosan, kami ke Candi Sari. Aku tak pernah tahu keberadaan candi ini. Candinya hanya satu bangunan tunggal, memiliki dua lantai seperti Candi Plaosan. Di candi yang berada di wilayah Kabupaten Sleman, DIY ini, ada penjaga dengan karcis.


5. Candi Kalasan


Dari Sari, kami ke Candi Kalasan. Candi ini sangat-sangat sangat sering kulihat, sebab ia berada di lintasan jalur Jogja-Solo. Kupikir ini hanya candi sederhana. Ternyata, tembok-tembok candi ini memiliki ukiran yang cantik. Menurut Ndil, ini adalah salah satu candi dengan ukiran indah.

Di kawasan DIY ini ada karcis. Ndil bersedia membayar, setelah mencatat di Buku Tamu.

6. Candi Kedulan


Sedih melihat candi ini. Sudah bertahun-tahun ekskavasinya terbengkalai akibat persoalan pembebasan lahan. Sudah lama Ndil cerita tentang keberadaan candi ini, setiap kami pulang dari lereng Merapi. Namun karena dia masih di dalam tanah, maka tak pernah terlihat dari kejauhan.

Oh iya, kami tak membayar untuk melihat candi yang berada di Kabupaten Sleman, DIY ini. Tak ada tiket, hanya mengisi buku tamu. Sang petugas tidak memaksa menarik uang masuk. DIY memang berbeda dari manajemen di Jateng, ya!


Dari sini, kami pulang. Di otakku masuk berbagai imaji. Ini kali pertamaku mengunjungi keempat candi tadi. Bener kata BOL BRUTU: Nyandi itu nyandu!

Lain waktu akan kutulis satu per satu tentang candi itu. Kali ini edisi narsis dahulu, ya! :))

Oh iya, saat melihat Candi Sari, ada dua orang kulit hitam yang kuyakin dari India. Salah seorang dari mereka membawa kamera dengan lensa cukupan. Memotret sana-sini tanpa banyak bicara antar mereka. Lalu menanyakan letak Candi Kalasan. Di Kalasan kami bertemu mereka lagi. Sepertinya, keduanya sedang menelusuri jejak nenek moyang mereka, hehehe.


Mlekom,
AZ

Thursday, December 15, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:20:00 AM | No comments

Arif si Korban Perokok Pasif, Sering Pingsan Kena Asap Rokok



Jakarta, Arif Rahmat adalah salah satu dari banyak orang yang menjadi korban rokok. Ketika usianya baru 17 tahun, Arif didiagnosis menderita penyakit jantung akibat paparan asap rokok. Bila terkena asap rokok, jantungnya akan terasa seperti ditusuk-tusuk hingga akhirnya jatuh pingsan.

Arif Rahmat yang kini berusia 19 tahun didiagnosis menderita kelainan jantung sejak kelas 2 SMK, pada usia 17 tahun. Dokter mengatakan kelainan pada organ vitalnya terjadi karena racun asap rokok. Ia bukan perokok dan tidak ada perokok di dalam keluarganya, namun ia menjadi korban asap rokok dari lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya.

"Saya perokok pasif dan saya tidak punya keluarga yang merokok. Tapi saya kena penyakit jantung. Jantung saya sakit setiap kali kena asap rokok. Dan kalau saya tidak kabur 1 sampai 5 menit dari kepulan asap rokok, saya mulai merasa sesak, jantung rasanya seperti ditusuk-tusuk benda tumpul, bahkan bisa sampai pingsan. Dan kalau sampai pingsan, saya harus minum 6-10 obat sekali minum, itu sehari bisa 30-40 obat, benar-benar tersiksa," jelas Arif Rahmat, dalam acara temu media 'Merokok Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Arif yang kini duduk sebagai mahasiswa semester 1 di STT Sapta Taruna mengaku sangat terganggu dengan teman-teman di kampusnya yang masih saja suka merokok di depannya.

Ketika ingin mengerjakan tugas atau makan di kantin ia harus segera menghindar bila ada temannya yang merokok. Padahal sudah jelas-jelas tertulis bahwa sekolah dan kampus adalah kawasan bebas rokok.

"Saya sudah bilang ke teman-teman kalau merokok asapnya tolong dibuang ke samping, itu saja mereka nggak mau. Kalau mau merokok boleh tapi ya sana di luar gerbang, kampus kan bebas rokok. Saya sudah mengeluarkan aspirasi tapi kami selalu ditindas karena baru anak semester 1. Sebelum kami bicara kalau asap rokok itu bahaya, asap rokoknya sudah disembur ke kami duluan," jelas Arif geram.

Kini Arif hanya bisa menghindar setiap ada temannya yang merokok, meski itu di kawasan bebas rokok sekalipun. Ia berharap pihak kampusnya benar-benar memberikan sanksi yang tegas bila ternyata ada mahasiswa yang merokok di kawasan bebas rokok.

"Kampus kan tempat belajar, tapi saya malah jadi nggak bisa belajar karena pas ngerjain tugas eh ada yang merokok. Saya benar-benar terganggu, daripada pingsan dan minum banyak obat mending menghindar. Bayangkan kalau anak Anda yang seperti itu," tutup Arif. (mer/ir)

Sumber: Detik Health


Posted by adriani zulivan Posted on 7:15:00 AM | No comments

Kalahkan Morfin & Ganja, Nikotin Rokok Rajanya Bikin Candu



Jakarta, Ada beberapa tingkat zat yang adiksi atau yang bisa membuat orang kecanduan, mulai yang paling ringan hingga berat. Dan nikotin dari rokok adalah biangnya alias raja dari raja zat-zat yang bikin candu.

"Berdasarkan ilmu kedokteran, ada 6 tingkatan zat yang membuat orang adiksi," jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG dalam acara temu media 'Merokok Mengintimidasi HAM' di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Berikut 6 tingkatan zat adiksi (kecanduan) berdasarkan ilmu kedokteran, yaitu:

  1. Adiksi kopi, yang merupakan zat yang paling ringan penyebab adiksi
  2. Adiksi marijuana atau ganja
  3. Adiksi alkohol
  4. Adiksi heroin
  5. Adiksi morfin
  6. Adiksi nikotin

"Di buku kedokteran belum ada lagi adiksi nomor 7, jadi nikotin itu biangnya adiksi, raja dari raja. Kecanduan nikotin lebih tinggi pangkatnya dari kecanduan morfin, kecanduan morfin lebih tinggi pangkatnya dari kecanduan heroin dan seterusnya," jelas dr Hakim.

Dan jika ada orang yang menganggap bisa menetralkan kecanduan rokok dengan kopi, maka anggapan itu salah.

"Kalau menetralkan rokok dengan kopi pangkatnya jadi bintang 7, tapi belum ada rangking 7 di buku kedokteran. Nikotin tetap jadi rajanya," tegas dr Hakim.

dr Hakim menuturkan hal ini sering tidak disadari masyarakat karena banyak yang menyangka adiksi rokok adalah adiksi yang paling ringan, padahal justru nikotin adalah raja dari raja zat yang bikin candu. Maka tak heran bila banyak perokok yang sangat berat untuk dapat berhenti merokok.

"Hingga saat ini belum ada obat yang bisa menghentikan adiksi rokok," tegas dr Hakim.

Bila dibandingkan dengan narkotik dan psikotropik yang juga membuat candu, nikotin adalah satu-satunya zat adiktif yang tetap berbahaya walaupun digunakan dengan cara pemakaian yang benar.

"Kalau narkotik digunakan dengan cara yang benar, maka bisa dipakai untuk menghilangkan rasa sakit misal saat orang akan operasi. Psikotropik juga demikian, bisa meredakan orang gangguang jiwa yang ngamuk-ngamuk. Tapi kalau nikotin, walaupun digunakan dengan cara yang benar, dibakar ujungnya yang diluar mulut bukan di dalam, lalu dihisap, itu kan sudah cara pemakaian yang benar, tapi tetap berbahaya," tutup dr Hakim. (mer/ir)

Sumber: Detik Health

Wednesday, December 14, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 12:50:00 AM | No comments

Rokok Mengintimidasi Hak Asasi Manusia



Jakarta, Setiap tanggal 10 Desember, masyarakat dunia memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia. Sayangnya, masih banyak pelanggaran dan intimidasi yang dirasakan masyarakat Indonesia , salah satunya intimidasi HAM karena banyaknya jumlah perokok.

Setiap ada larangan merokok, para perokok selalu berdalih bahwa merokok adalah hak asasinya. Padahal merokok bukanlah hak asasi melainkan hanya kebutuhan belaka. Orang yang merokok di tempat umum bahkan merampas dan mengintimidasi hak asasi orang lain.

"Banyak orang yang mengklaim bahwa merokok adalah hak asasi manusia (HAM). Padahal sebenarnya itu bukan hak asasi, karena kalau hak asasi orang tidak bisa hidup tanpa itu. Nyatanya kan orang tidak akan mati kalau tidak merokok. Kalaupun itu hak dia buat merokok, tapi dia mengganggu hak orang lain mendapatkan udara segar untuk bernapas," jelas Dr Adnan Buyung Nasution, SH, Bapak Advokat Indonesia dalam acara temu media di Yayasan Kanker Indonesia, Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Hak asasi manusia (HAM) adalah sesuatu yang bisa mengancam jiwa jika tidak dipenuhi. Berbeda dengan merokok, jika tidak dipenuhi tidak akan mengancam jiwa. Jadi merokok bukanlah hak asasi, melainkan hanya sebuah kebutuhan belaka.

Sedangkan udara bersih adalah hak asasi setiap manusia, apabila manusia tidak mendapat udara bersih maka manusia akan mati. Dan udara yang bercampur asap rokok adalah udara yang mematikan.

"Ada argumen bahwa merokok adalah hak individu. Namun sikap ini belum menjawab pertanyaan tentang dampak merokok terhadap orang lain yang tidak merokok. Pelaksaan hak asasi manusia tidak boleh melanggar hak asasi orang lain, dalam hal ini hak atas kesehatan dari anggota masyarakat lain," jelas Todung Mulya Lubis, ahli hukum sekaligus aktivis HAM.

Todung menjelaskan bahwa di UUD 45 Pasal 28H (amandemen 2) disebutkan bahwa "Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan".

"Kalau paradigma ini dipenuhi, maka seharusnya merokok sudah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. Karena setiap orang berhak dengan lingkungan hidup yang sehat," jelas Todung.

Kesehatan merupakan salah satu hak asasi manusia yang harus diwujudkan sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Untuk itu jika seseorang ingin merokok sebaiknya tidak mencelakakan orang lain.

"Selain itu menghirup lingkungan yang sehat dan bersih adalah salah satu hak asasi yang ada di dalam UUD'45. Karena asap rokok bisa mengganggu kesehatan dan kemanusiaan, jadi orang yang merokok tanpa menghormati tata cara merokok yang benar berarti ia orang yang tidak beradab. Kalau ingin merokok ada adapnya, jangan mencelakakan orang lain," jelas dr Hakim Sorimuda Pohan, SpOG (mer/ir)

Sumber: Detik Health

Friday, December 2, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 1:01:00 PM |

+31651666486

Gambar dari sini
+31 Alhamdulillah Ndil…

Itu twitku pasca dapet SMS.

Cindil: Test pake nomor londo k ayang. Pasti mahal. Aku sdg naik kereta k rmh mbak hasti
Aku: Alhamdulillah ayang… Aku bisa tidur nih klo gini *peluk ayang*

Mlekom,
AZ

Thursday, November 24, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 12:36:00 AM | No comments

Titus Bonai Tolak Bintangi Iklan Rokok Meski Dibayar Rp 10 M



Jakarta, Bintang sepakbola Indonesia yang tengah naik daun, Titus Bonai sangat anti terhadap rokok. Bukan cuma tidak doyan merokok, ia juga tak mau membintangi iklan rokok meski dibayar Rp 10 miliar.

"Puji Tuhan, akan saya tolak," kata Tibo, panggilan akrabnya saat ditanyai apakah tetap menolak jika bayaran sebagai bintang iklan rokok mencapai Rp 10 miliar, dalam jumpa pers di Yayasan Jantung Indonesia, Cikini, Jakarta, Kamis (24/11/2011).

Tibo, bintang sepakbola kelahiran Papua 4 Maret 1989 ini mengaku memang berasal dari keluarga yang bebas rokok. Orangtuanya sejak dulu memang tidak merokok, sehingga ia merasa malu kalau dirinya sampai kecanduan rokok.

Sama seperti Tibo, bintang sepakbola Indonesia lainnya yakni Octovianus Maniani alias Octo juga sangat antirokok. Meski ornagtuanya sendiri adalah perokok, ia merasa tidak perlu ikut-ikutan karena tahu bahwa asapnya tidak baik untuk fisiknya sebagai atlet profesional.

"Bagi seorang atlet, air lebih penting untuk tubuh kita. Kalau rokok malah merusak. Jadi sama seperti Tibo, saya juga tidak merokok. Kalau iklan rokok, berapapun (honornya) akan saya tolak," kata Octo.

Sementara itu, pengamat sosial Imam Prasodjo juga sependapat dengan kedua atlet muda berbakat yang sednag naik daun di Indonesia tersebut. Menurutnya, efek rokok sangat merusak generasi muda dan bahkan jauh lebih berbahaya dibandingkan serangan teroris.

"Teroris hanya membunuh 1 dari 5 juta orang. Bunuh diri hanya menyumbang 1 kematian di antara 10 ribu orang. Kematian yang terkait dengan sepakbola, hanya 1 dari 25 ribu orang. Tapi rokok, bisa membunuh 1 dari 200 orang," tegas Imam.

Mengenai sponsor rokok dalam event olahraga, sesepuh persepakbolaan Indonesia Arifin Panigoro mengaku optimistis pembinaan olahraga di Indonesia tetap bisa berjalan tanpa sponsor rokok. Menurutnya, perusahaan selain rokok juga banyak yang berminat menyeponsori.

"Bahkan selama ini banyak sponsor yang ingin masuk, tapi justru tidak jadi karena tidak mau disandingkan dengan iklan rokok," kata Arifin tanpa menyebutkan dengan lebih detail jenis sponsor yang dimaksud.
(up/ir)

Sumber: Detik Health

Saturday, November 12, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:03:00 PM | No comments

Changes to How You Share Content in Notes: Facebook

You currently automatically import content from your website or blog into your Facebook notes. Starting November 22nd, this feature will no longer be available, although you'll still be able to write individual notes. The best way to share content from your website is to post links on your Wall. Learn more about notes.   

Source: http://www.facebook.com/help/notes/basics   


Just found this. A bit hurting... *lebaymode* :)
Guys, it means that you need to have a double-work since your personal blog's posts will never goes to your Facebook Wall and note without you copy then past it to them.

Sekian!

Friday, October 28, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:57:00 PM | No comments

JALIN Merapi di Teng2Crit


Kita dapat undangan dari @argamoja, pengelola @teng2crit. Teng-teng crit adalah singkatan dari tenguk-tenguk crito. Bahasa Jawa yang aku tak tahu artinya. Namun, @teng2crit merupakan talkshow mengenai berbagai hal terkait dunia maya. Acara obrolan kaum onlen Jogja, di @AngkringanGK, sebuah angkringan tempat ngumpul para Mimin Jogja.

Aku dan Ndil datang mewakili JALIN Merapi.

*

*
Foto:
@argamoja di http://tengtengcrit.tumblr.com/post/12106546787/foto2-ttc8-satu-tahun-erupsi-merapi-2010

Video:
@fotodeka di http://www.youtube.com/watch?v=7-b1XMeKbF0&feature=mfu_in_order&list=UL

Tentang obrolan ini:
http://choro.wordpress.com/category/yang-anyar-anyar/
http://tengtengcrit.tumblr.com/post/12106419873/review-ttc8-satu-tahun-erupsi-merapi


Tuesday, October 18, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:14:00 AM | No comments

His Invisible Wife





Judul: His Invisible Wife
Lokasi: Alun-alun Utara Yogyakarta

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 10:11:00 AM | No comments

Toilet Berpindah





Judul: Toilet Berpindah
Lokasi: Alun-alun Selatan, Yogyakarta

Mlekom,
AZ

Tuesday, October 4, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:57:00 AM | No comments

Sepageti Pithik Awul-awul





Percakapan pekan lalu
Rr: Ndil, mau dimasakin spageti?
Cn: Mau.


Percakapan tadi malam
Rr: Itu spagetinya udah jadi
Cn: Ok, siapin yah! Zzzzzz [ditinggal tidur]


*
Bahan Awul-awul:

  • Sepageti
  • Pithik = ayam
  • Wortel potong asal
  • Jamur entah-apa-namanya
  • Jagung suwir

Monday, October 3, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:11:00 PM | No comments

Kaos Baru Alhamdulillah…



[Sing it like the song "Baju Baru Lebaran"]
Kaos baru, alhamdulillah.
Dipakenya di Borobudur.
Yang dikasih si Cindil sayang.
Oleh-olehnya dari Bandung.
Posted by adriani zulivan Posted on 9:58:00 PM | No comments

Surat Izin Mengambil Pungutan Surat Izin Mengemudi



Perpanjangan SIM di mobil keliling depan Bonbin tadi: 80rb lupa-bea-apa + 20rb adminstrasi + 5rb utk dompet gk imut ini -->  20 menit


Sebenarnya jenis pungutannya tidak terlalu jelas, entah ada surat resminya, entah enggak. Mereka sebut untuk bea administrasi, bea cek kesehatan, dst. Kata papaku: bea ecek-eceknya lah.

Sunday, October 2, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:30:00 AM | No comments

Samsidar Yusni

Ki-ka: Kakakku, ..., Yusni, ..., aku, Fauzan Anhar

Dapat berita mengejutkan mengenai kecelakaan pesawat yang menewaskan seluruh penumpangnya. Salah satunya adalah Yusni, teman masa kecilku di Kutacane, Aceh Tenggara. Foto-foto ini bidikan papaku, tahun 1993.

Lihat berita menyedihkan itu di sini.


Mlekom,
AZ

Friday, September 23, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:31:00 PM | No comments

We are Taking-takingan


Waiting for you, on-air for a radio talkshow. You were taking a shoot on me from the studio, then I taking your pic from the outside. We are taking-takingan, then :)

Mlekom,
AZ


20140104

Posted by adriani zulivan Posted on 12:44:00 PM | No comments

Saling Memotret





Aku ikut Ndil yang jadi narasumber sebuah talkshow di radio. Aku menunggu di depan studio. Saat break iklan, Ndil mengintip dari jendela. AKu motret. Eh terus si Ndil ikutan motret. Jadi motret-motretan (bahasa apa ini?!).

:)

Mlekom,
AZ


[20130511]

Wednesday, September 21, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 12:47:00 PM | No comments

Ngelendi


Nah, ini cerita seru di bulan puasa! :)

Jadi, kemarin (21/09), setelah kejadian tunggu-menunggu akibat ada relawan dan teman-teman dari tukang-online-Jogja yang pengen ikutan nebeng landy TIKUS DARAT yang membuat kita (kebetulan dari 4 penumpang hanya aku & Cindil yang puasa) buka puasa di atas landy nan ber-spa, akhirnya tiba juga kita di undangan ini. Tiba kembali di Jogja tengah malam :)

Mlekom,
AZ

Foto:

Sunday, September 18, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:55:00 PM | No comments

Bukan Prewed Photo II

Maen-maen ke Magelang, demi tiga kegiatan menarik:
  • diskusi heritage (aku gak ikut, karena datang menyusul)
  • makan-makan
  • blusukan ke tiga candi
  • poto-poto!
Ini poto-poto KITA oleh Alex Satrio:


Posted by adriani zulivan Posted on 10:21:00 AM | No comments

Boog Kotta Leiding


Berikut obrolan para anggota KOTA TOEA MAGELANG, pasca ku-post foto ini di grup tsb:

MBilung Sarawita 
Betul ... di atas plengkung itu memang irigasi bikinan Belanda ... nama resmi bangunan itu adalah saluran/tanggul "Kali Kota" ... nama jaman Belandanya apa Bung Bagus Priyana ? ;)

Bagus Priyana
Kalo saluran airnya di sebut Boog kotta leiding, . .sejak pertama dibangun sampe sekarang tetap di sebut dg plengkung, dmn di kota Magelang ada 3 plengkung dlm satu sistem saluran air yg sama, (diduga) satu2nya di Indonesia. . .dibangun pd akhir tahun 1800 sbg suatu sistem utk menggelontor limbah rumah tangga, irigasi pertanian, menyirami taman kota dan pencegah kebakaran. . .Sumber airnya mengambil dr kali manggis di kampung Pucangsari kel. Kedungsari Kota Magelang. . Saluran ini sepanjang kurang lebih 5 km yg melintas di tengah2 kota. . .Sedang kali manggis sendiri mengambil airnya dr kali progo di daerah Bengkal, kec. Kranggan Temanggung. . .ali Manggis itu semacam Selokan Mataram di Jogja. .

Bagus Priyana 
Coba klik www.kotatoeamagelang.wordpress.com. .dulu pernah kami liput. .

Adriani Zulivan 
sip! makasih mas2. apakah ini satu alur dg yg di jalan utama menuju Jogja, hampir di ujung kota? *saya gk tau nama tempat/jalannya. hanya saja. saluran ini (meski dg warna cat berbeda) sepertinya menyambung sampai sana. tq

Bagus Priyana
Plengkung itu diatasnya adalah saluran air yg melintas/melayang diatas jalan. . Ada yg menyebutnya dg Aquaduct ato flyriver. . .Kalo foto di atas namanya Plengkung Tengkon krn ada di kampung Tengkon, . .trus 2 km ke arah utara namanya Plengkung Lama (foto ada pd www.kotatoeamagelang.wordpress.com) dan Plengkung Baru (dibangun th 1920 terletak 400 meter utara dr Plengkung Lama). . .kalo saluran air yg ada di sisi jalan menuju luar kota (sesudah Pecinan dibawah Bukit Tidar) itu namanya Kali Manggis. . .

Bagus Priyana
Kalo Plengkung Tengkon dan Plengkung Lama sdh 'dipermak' ditempeli dg batu2 alam, .jd sdh tdk keliatan aslinya. . .hal ini pernah kami protes ke Pemerintah Kota. . .tp rupanya tdk ada respon. . .biasalah kami jg tdk kaget. .

Nana Lystiani
waaa.....ini dekat rumahku dulu di jl tengkon/daha. aku sebel ama peremajaannya yang membuat kehilangna bentuk aslinya. mungkin itu bentuk servis dari pengembang yang membongkar gudang mbako di samping plenkung ini. gudang mbako itu tempatku berpetualang saat kecil, selain juga kali kecil di plengkung ini. sebelum dibongkar aku sempat foto-foto gudang mbakonya, karena kebatulan keluarga kami ditawari untuk membeli satu kavling di situ.

Dinta Kusuma
mohon maaf., foto yang diambil itu, foto plengkung bagian mana ya? maksute kampung tengkon tu dmn? :)

Bagus Priyana
@ Dinta Kusuma> depan Monumen Tentara Pelajar Bayeman ke arah timur, kira2 150 meter. . .



Mlekom,
AZ

Saturday, September 17, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:55:00 PM | No comments

Kanal Porong, Situs Sejarah yang Menunggu Punah


Linimasa @paringwaluyo Tanggal 11 Agustus 2011

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa terdapat sebuah situs bersejarah di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Situs ini kini terancam punah, akibat bencana semburan lumpur Lapindo. Apa dan bagaimana? Simak tweet series dari linimassa Mas @paringwaluyo ini:
  • Th 1000 M, Raja Airlangga membuat kanal Porong utk antisipasi banjir di wilayahnya #lapindo
  • Kanal Porong itu dikerjakan dalam waktu 99 hari. Proyek besar pd jaman Airlangga #lapindo
  • Hasil penggalian kanal Porong, tanahnya dibikin tanggul kanan-kiri sungai dg alat yg sederhana #lapindo
  • Masa Hayam Wuruk, kanal ini jd jalur memasuki kerajaan majapahit, selain sungai mas di surabaya #lapindo
  • Irigasi kanal porong, n sungai2 kecil sekitarnya jd irigasi persawahan luas di jenggolo, wil majapahit #lapindo
  • Utk menandai kemakmuran porong n sekitarnya, Hayam Wuruk bangun candi pari, di desa candipari, porong #lapindo
  • Bahkan, pedagang2 Islam, jg gunakan jalur kanal porong utk masuk kawasan majapahit #lapindo
  • Di muara kanal porong, menuju ke surabaya, terdpt makam islam yg sangat tua #lapindo
  • Setiap jelang ramadhan, makam itu ramai dikunjungi orang. Makam terletak di daerah ketingan. Sbb byk ikan keting #lapindo
  • Konon makam itu ibu/kerabat walisongo, meninggal saat rombongan akan memasuki jalur kanal porong menuju majapahit #lapindo
  • Masa pendudukan belanda, kanal porong yg agak berkelok di desa kedungcangkring, oleh belanda jalurnya diluruskan ke timur #lapindo
  • Bekas kanal porong lama, yg dilurukan oleh belanda, disebut kali mati sampai skrng #lapindo
  • Pembangunan kembali kanal porong oleh belanda inilah yg jd sungai porong sampai saat ini #lapindo
  • Namun sjk kasus lapindo muncul, eksotika kanal porong bagi petani n petambak, rusak akibat pembuangan lumpur lapaindo smp skrng #lapindo
  • Lapindo, korporasi milik grup bakrie jd pencetus sjrah hitam bagi hancurnya peradaban di kanal porong n sekitarnya #lapindo
  • sudah berjalan 5 th lebih pembuangan lumpur ke kanal porong yg menyejarah, tak tau akan sampai kapan ini terus berlangsung #lapindo
  • UNEP pernah ajukan assasment agar buat kanal sendiri utk buang lumpur ke laut #lapindo
  • Namun gagasan itu tak pernah dihiraukan oleh pemerintah, apalagi oleh lapindo #lapindo
  • Salah satu dasar penolakannya, krn butuh biaya yg sangat mahal yg bakal dikeluarkan oleh #lapindo
  • Kini, dimuara sungai porong ditempatkan penyedot lumpur yg mengalir melalui kanal porong #lapindo
  • Lumpur yg mengalir ke muara kanal porong disedot lalu ditimbun ke pulau sarina. Pulau kecil awalnya, tp kini penuh lumpur #lapindo
  • dana trilyunan rupiah dianggarkan oleh pemerintah tangani proyek mulai dari nanggul sampai tumpuk lumpur ke pulau sarina #lapindo
  • Budget BPLS utk tangani semua ini terus meningkat: 2007=800M, 2008=900M, 2009=1T, 2010=1,1T, 2011=1,2T #lapindo
  • Publik hrs protes duit rakyat dipakai utk tangani bencana dg dikelola tetap status quo agar proyek terus jd unfinishing #lapindo
Ilustrasi dari sini.

Mlekom,
AZ


20140405

Posted by adriani zulivan Posted on 10:18:00 AM | No comments

Menanti Pembeli


Pedagang mainan tradisional di depan pertokoan tempat Kupat Tahu Podjok, Magelang, Jateng. Masih ada yang beli mainan tradisional seperti ini? Semoga saja!

Mlekom,
AZ

Sunday, September 4, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:01:00 PM | No comments

Diskusi Merapi hingga Kopi Jo

Bersama Mas Yanuar Nugroho, Mbak Maria Santi, Mbak Ambarsarisewi, dan Cindil.

Pagi dari Jogja ke kampungnya Mbak Santi di Muntilan, lereng Merapi. Nemenin Mas Yan diskusi dampak bencana gunungapi Merapi bersama penduduk setempat. Banyak hal menarik selain obrolan tsb:
  • suguhan makanan yang luar biasa enak.
  • suguhan pemandangan indah, terutama perkebunan warga. Yang paling bikin takjub adalah tanaman kebutuhan sehari-hari (cabe, tomat, terong, sawi, daun bawang, seledri, dst) di pekarangan rumah. Kegiatan ini menjadi semacam “keharusan” bagi tiap warga setempat yang didorong oleh perangkat desanya. Menarik banget!
 Foto: Mbak Santi

Setelahnya mampir ke Taman Budaya Jogja yang saat itu sedang menyelenggarakan Pasar Kangen Jogja. Salah satu hal menarik disana adalah Kopi Jo. Kopi spesial yang diracik dengan campuran kopi dan susu. Hanya ada di event-event di Jogja, tidak buka lapak. Sayang aku tidak mencicipi, karena insom yang kerap mendera.

 Foto: Mas Yan, oleh Cindil

Mlekom,
AZ

Sunday, August 28, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:57:00 PM | No comments

Apa Motif SMS Seperti ini?

Pernah tahu motif SMS seperti di bawah ini? Sy tidak bisa menebak samasekali, kecuali bisa yakin bahwa pengirim bukan org cerdas yg tidak melek media. Lihat caranya menulis... Saya tidak hilangkan satu karakterpun.   
SMS sejenis sudah dua kali saya terima. Apa motifnya yah?   

SMS siang tadi dari nomor: +62 877 3919 0415 20 Aug 2011, 12.37.31 pm:

Sekitar pd tgl 1-31/1-12/1970-2011 ada byk perempuan yg terkadang sampai di setiap harinya naik, diboncengkan, dll utk berkeliling bersama di byk jalan beraspal dan byk jalan tdk beraspal di byk suasana di byk pedukuhan, byk dusun, byk perumahan, byk desa, byk kecamatan, serta byk kabupaten di Kota Yogyakarta di Negara Indonesia, sebenarnya sudah terkadang sampai di setiap harinya tdk makan, terkadang sampai di setiap harinya tdk minum, terkadang sampai di setiap harinya byk dicari utk byk diperkosa hingga byk dipaksa diintimi di vaginanya byk perempuan di atas, dsb. Pengirim:Bpk. M. Suparjono/Parjono/dll.


Wednesday, August 24, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:42:00 PM | 1 comment

Tentang Pendidikan Anakku

Barusan baca linimasa akun Twitter seorang teman:
@budinddharmawan: +1 RT @senirupa: Apa pentingnya sih tinggal di Jakarta? Punya ketergantungan pada macet ya???

Entah kenapa, dua hari lalu aku teringat dengan Balige, sebuah kota kecil di pinggiran Danau Toba. Balige menawarkan pesona kota yang luar biasa indah. Perbukitan, pertanian, perkebunan, dan tentu saja bentang danau yang begitu meggoda mata.

Salah satu hal yang membangkitkan ingatanku pada kota ini adalah perbincangan kami mengenai di mana kami akan menyekolahkan anak-anak kami nanti? Serta-merta, aku menyebutkan Balige, setelah semalaman mempertimbangkannya.

Seorang teman, Dr Yanuar Nugroho, yang tinggal di Manchester Inggris, saat ini sedang merencanakan kepulangannya ke Indonesia. Meski sudah menjadi dosen tetap di Manchester University, beliau benar-benar ingin pulang ke Indonesia.

Ia tidak memilih Jakarta, sebagaimana impian begitu banyak warga Indonesia. Ia menginginkan kota yang tenang. Meski berasal dari Solo, Mas Yan --begitu ia biasa kupanggil-- memilih Jogja sebagai tempat tinggalnya bersama anak-istri yang rencananya akan kembali ke tanah air lima tahun mendatang. Dan ternyata, istri Mas Yan juga asli Jogja :)

Mengapa Jogja? Sebab hanya di Jogja mereka menemukan sekolah yang tidak harus masuk enam hari seminggu. Selama ini di Inggris mereka mendidik kedua putri mereka dengan metode home schooling.
Banyak pertimbangan mengenai hal ini; beban studi siswa yang berat (banyaknya PR dan tugas-tugas sekolah lainnya), keharusan tinggal di sekolah selama 6-8 jam, hingga mininya kesempatan orangtua untuk mendidik sendiri anak-anaknya.

OK, itu alasan Mas Yan dan istri. Alasanku mungkin lebih rumit: Aku menginginkan anak-anak bisa belajar bahasa Inggris tanpa terpaksa --seperti yang terjadi padaku dan ayah mereka--. Aku menginginkan mereka mendapat dasar yang baik dalam urusan agama. Aku juga menginkan agar mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ke-Indonesia-an.

Itu artinya, aku ingin tinggal di daerah yang berbahasa Inggris, sebab bahasa ini sangat bermanfaat. Aku mengalami sendiri bagaimana sulitnya belajar bahasa ketika bahasa itu jarang digunakan dalam keseharian.
Sebagai contoh, aku sedikit-banyak mengerti 6-7 bahasa daerah dari keseharianku ketika masih ikut ayah yang kerja nomaden ke berbagai daerah di Indonesia. Aku tak pernah kursus untuk memahami berbagai bahasa tersebut. Interaksi dengan penduduk setempat --selama minimal dua tahun-- memudahkan upaya tersebut.

Aku ingin anakku mendapat fondasi agama yang baik. Aku sepertinya tidak akan sanggung menanamkan fondasi ini dengan keterbatasan pendidikan agamaku, yang hanya kudapat dalam keseharian keluarga --yang juga tidak agamis (berdasar ukuran pribadiku)-- serta TPA (Taman Pendidikan Quran) semasa kecil.
Aku ingin mereka menjadi pribadi yang tahan godaan dunia, karena sudah dilandasi pendidikan agama tersebut. Menjadikan anak tangguh dengan fondasi agama memang debatable, namun aku merasa itu penting.

Yang terakhir, kuinginkan anak-anakku nanti tahu asal-usul mereka, terkait kebudayaan, suku, daerah, kampung halaman, dan seterusnya. Aku yang hingga saat ini masih bingung jika menyebutkan di mana kampung halamanku ini, tak ingin menggariskan hal sama pada anak-anakku.

Mereka harus sering kuajak ke tempat nenek-moyang kami --meski agak jauh dari mungkin, jika memilih kampung halamanku (juga ayah mereka) sebagai tempat tinggal. Mereka harus bisa berbahasa daerah, jangan sepertiku yang terbata-bata berbahasa ibu dari kebudayaan ayah dan ibuku.
Aku juga inginn mereka mahir memainkan/mempertunjukkan paling tidak satu jenis kesenian tradisional daerah. Entah itu menari, bermain alat musik, dan sebagainya. Memasukkan mereka dalam les-les kesenian tradisional bukan juga pilihan baik ketika mereka samasekali tidak mengenal budaya apa yang akan mereka pelajari nantinya.

Nah, demi mendapatkan semua itu, kira-kira ketiga keinginan itu berbunyi:
  1. Kami akan tinggal di salah satu negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya.
  2. Aku akan memasukkan anak-anakku ke dalam pesantren selama mereka Sekolah Dasar.
  3. Kami akan tinggal di sebuah daerah yang memiliki budaya yang kental.
Sulitnya mengkombinasikan ketiga keinginan itu!
  1. Mungkin mereka lahir ketika ayahnya masih melanjutkan studi di luar negeri, namun setelah itu bukankah ayahnya harus kembali ke tanah air untuk melanjutkan pekerjaannya?
  2. Melepaskan tanggungjawab orangtua ke guru di usia yang terlalu dini bukankah akan menciptakan banyak hal negatif? Seperti anak yang akan 'jauh' dari orangtua, orangtua yang kehilangan kesempatan untuk mendidik anak, atau bahkan kebencian di anak karena mereka sejak kecil sudah dipaksa mandiri dengan kehidupan ala pesantren?
  3. Daerah berbudaya kental --seperti masih menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar-- hanya ada di kota-kota kecil. Celakanya, mayoritas kota kecil di Indonesia tak memiliki infrastruktur yang baik penunjang pendidikan. Belum lagi sulitnya akses transportasi --jika harus menyekolahkan anak di tempat-tempat ini, berarti ayahnya harus sering bolak-balik dengan tidak mudah akibat tak ada lapangan terbang.
Sulit, yah?

Entah mengapa, Balige masuk dalam benakku. Kota kecil itu, meski tak ada pesawat, banyak menerbangkan anak-anak daerahnya untuk bersekolah di ITB, atau paling tidak UGM dan UI. Kusebut "paling tidak", sebab kedua universitas itu biasanya menjadi pilihan terakhir mereka untuk sekolah di Tanah Jawa setelah ITB. Terdengar sombong, yah? Tapi memang begitu adanya!

Orang Batak dikenal sebagai orang-orang yang cerdas. Selain gigih, mereka juga pekerja keras. Di Tanah Batak ini ada dua Sekolah Unggulan, ini sejenis Taruna Nusantara (Magelang, Jawa Tengah) yang terkenal menjadi pondokan dari siswa cerdas se-Indonesia. Kedua Sekolah Plus itu adalah Soposurung (Balige) dan Matauli (Sibolga, Tapanuli Selatan). Di tingkat SD-SMP ada pula seleksi siswa berprestasi dari seluruh sekolah di penjuru kota yang akan digabung ke dalam sebuah kelas yang disebut "SD Plus" atau "SMP Plus", dan seterusnya.

Mereka yang masuk ke sekolah plus-plus ini akan terjamin masuk ke perguruan tinggi bergengsi. Bergengsi, dalam pengertian di negara tercinta ini, adalah perguruan tinggi milik pemerintah yang untuk memperebutkan sebuah bangkunya harus berjuang melawan hingga belasan ribu anak bangsa.

Warga Balige yang menggunakan bahasa Batak Toba sebagai bahasa pengantarnya ini akan menyulitkan usahaku untuk mengenalkan Bahasa Inggris pada anak-anak. Namun, percaya atau tidak, banyak teman sekolahku di Balige dulu yang jago bahasa Inggris!
Bukan karena les, sebab mereka tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar kelas tambahan, namun karena mereka pintar-pintar itu tadi! Ya, pelajaran apapun yang dimasukkan ke dalam otak mereka, sepertinya masuk dan tercerna dengan baik, termasuk pelajaran Bahasa Inggris di sekolah.

Masyarakat Balige, sebagaimana suku Batak lainnya, mayoritas beragama Kristen (Katolik dan Protestan). Namun umat Islam disana mendapat tempat yang baik. Ini akan tetap menjamin kemerdekaan kami untuk beribadah.

Nah, Balige masih sangat erat budayanya. Meski aku dan suami tidak berasal dari Batak Toba, kehebatan anak-anak Batak dalam mencapai cita-citanya dengan cara memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar diantara kesempitan mereka dalam hal perekonomian cukup menjadi alasan untuk menghapus luar negeri dan pesantren dalam daftar pendidikan anakku kelak!

Jika benar-benar ada kesempatan itu, aku akan mencoba membuat semacam sekolah terbuka bagi anak-anak kurang mampu di Balige. Sekolah gratis itu akan terdiri atas dua kelas: 
  • kelas agama (bagi yang beragama Islam) dengan mengajak ustadz/ah muda yang bersedia digaji kecil
  • kelas Bahasa Inggris, dengan mengajak para Sarjana Sastra Inggris yang juga bersedia mengabdi
Dana didapat darimana? Itu yang harus kupikirkan dari sekarang: Merancang sistem pendanaan yang disumberkan dari sumbangan donatur.

Jika begini, urusan anak selesai! Ayahnya gimana, yah?

Mlekom,
AZ


[20130530.rgd]


Monday, August 15, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:20:00 PM | No comments

Bola vs Sinetron: Demi Cintaku Padamu!

Setting:
Living room

Background story:
Pasutri pensiunan. Suami penggila bola. Istri penggila suami, eh sayang suami meski gak suka bola; jadi pasti kabarin sang suami kalau ada pertandingan bola di televisi.
Sang istri sesekali menonton bola, terdeteksi ikut teriak-teriak saat pertandingan Indonesia versus apapun pasca kemenangan Tim Garuda pada penyisihan Piala Asia.

Istri (pengen nonton sinetron religi): Pa, mo nonton bola?
Suami (tidur di depan tv): Siapa yang main?
Istri: Gak tau aku. Bule.

Pendek kata, akhirnya nonton bola. Sang istri ikutan, meski tidak suka. Kata Search, band rock asal Malaysia: Demi cintaku padamu!

Thursday, August 11, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:00:00 PM | No comments

Situs Kanal Porong


Mungkin tak banyak yang tahu bahwa terdapat sebuah situs bersejarah di kanal Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Kni, situs itu terancam punah akibat bencana semburan lumpur Lapindo. Apa dan bagaimana? Berikut tweet series @paringwaluyo (11/08) tadi:
  1. Th 1000 M, Raja Airlangga membuat kanal Porong utk antisipasi banjir diwilayahnya #lapindo
  2. Kanal Porong itu dikerjakan dalam waktu 99 hari. Proyek besar pd jaman Airlangga #lapindo
  3. Hasil penggalian kanal Porong, tanahnya dibikin tanggul kanan-kiri sungai dg alat yg sederhana #lapindo
  4. Masa Hayam Wuruk, kanal ini jd jalur memasuki kerajaan majapahit, selain sungai mas di surabaya #lapindo
  5. Irigasi kanal porong, n sungai2 kecil sekitarnya jd irigasi persawahan luas di jenggolo, wil majapahit #lapindo
  6. Utk menandai kemakmuran porong n sekitarnya, Hayam Wuruk bangun candi pari, di desa candipari, porong #lapindo
  7. Bahkan, pedagang2 Islam, jg gunakan jalur kanal porong utk masuk kawasan majapahit #lapindo
  8. Dimuara kanal porong, menuju ke surabaya, terdpt makam islam yg sangat tua #lapindo
  9. Setiap jelang ramadhan, makam itu ramai dikunjungi orang. Makam terletak di daerah ketingan. Sbb byk ikan keting #lapindo
  10. Konon makam itu ibu/kerabat walisongo, meninggal saat rombongan akan memasuki jalur kanal porong menuju majapahit #lapindo
  11. Masa pendudukan belanda, kanal porong yg agak berkelok di desa kedungcangkring, oleh belanda jalurnya diluruskan ke timur #lapindo
  12. Bekas kanal porong lama, yg dilurukan oleh belanda, disebut kali mati sampai skrng #lapindo
  13. Pembangunan kembali kanal porong oleh belanda inilah yg jd sungai porong sampai saat ini #lapindo
  14. Namun sjk kasus lapindo muncul, eksotika kanal porong bagi petani n petambak, rusak akibat pembuangan lumpur lapaindo smp skrng #lapindo
  15. Lapindo, korporasi milik grup bakrie jd pencetus sjrah hitam bagi hancurnya peradaban di kanal porong n sekitarnya #lapindo
  16. sudah berjalan 5 th lebih pembuangan lumpur ke kanal porong yg menyejarah, tak tau akan sampai kapan ini terus berlangsung #lapindo
  17. UNEP pernah ajukan assasment agar buat kanal sendiri utk buang lumpur ke laut #lapindo
  18. Namun gagasan itu tak pernah dihiraukan oleh pemerintah, apalagi oleh lapindo #lapindo
  19. Salah satu dasar penolakannya, krn butuh biaya yg sangat mahal yg bakal dikeluarkan oleh #lapindo
  20. Kini, dimuara sungai porong ditempatkan penyedot lumpur yg mengalir melalui kanal porong #lapindo
  21. Lumpur yg mengalir ke muara kanal porong disedot lalu ditimbun ke pulau sarina. Pulau kecil awalnya, tp kini penuh lumpur #lapindo
  22. dana trilyunan rupiah dianggarkan oleh pemerintah tangani proyek mulai dari nanggul sampai tumpuk lumpur ke pulau sarina #lapindo
  23. Budget BPLS utk tangani semua ini terus meningkat: 2007=800M, 2008=900M, 2009=1T, 2010=1,1T, 2011=1,2T #lapindo
  24. Publik hrs protes duit rakyat dipakai utk tangani bencana dg dikelola tetap status quo agar proyek terus jd unfinishing #lapindo

Mlekom,
AZ



Sunday, August 7, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:31:00 AM | No comments

Agar-agar Santan


Masakan Mamaku.

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 11:29:00 AM | No comments

Mi Goreng Seafood

 `


Masakan Mama.

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 11:28:00 AM | No comments

Ayam Panggang Kalio


Masakan Mama. Aku tak tahu resepnya... :| 
Kapan-kapan kutanyakan!

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 11:23:00 AM | No comments

Taucho Udang Cumi


Masakan Mama. Lihat resepnya di sini.

Mlekom,
AZ

Friday, August 5, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:07:00 AM | No comments

Dadar Gulung Coklat

Resep Mama:
  • Bikin inti (campuran kelapa dan gula merah)
  • Bikin pembalutnya (dari tepung apa yah? aku gak tau, kapan-kapan kutanyakan, oke!)
Mlekom,
AZ 
Posted by adriani zulivan Posted on 11:01:00 AM | No comments

Es Bening


Resep:
  • Bikin air gula (campuran gula putih dan air yang direbus)
  • Masukkan potongan cincau, rumput laut dan pepaya.
  • Tambahkan perasan jeruk segar. Tambah es batu.

Kreasi mamaku.

Mlekom,
AZ

Wednesday, July 27, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:28:00 AM | No comments

Keluarga Miskin Terperangkap Rokok



JAKARTA, KOMPAS.com — Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI, Abdillah Ahsan, mengungkapkan, konsumsi rokok paling banyak justru terdapat di keluarga miskin. Hal ini berdasarkan perhitungan pada tahun 2009 yang menyebutkan bahwa 68 persen keluarga miskin memiliki pengeluaran untuk rokok paling banyak.

"Ini sangat menyedihkan karena enam dari sepuluh rumah tangga termiskin di Indonesia mengeluarkan uangnya untuk membeli rokok. Pengeluaran rokok ini akan membebani ekonomi rumah tangga termiskin dan mengorbankan pengeluaran lainnya yang jauh lebih penting," ujar Abdillah dalam pemaparan penelitian terkait perkembangan konsumsi rokok dan bea cukai industri rokok di Indonesia, Rabu (27/7/2011) di Jakarta.

Ia merujuk pada perhitungan sederhana untuk konsumsi rokok yang terjadi di Indonesia, yaitu:
1. Konsumsi rokok per hari diperkirakan satu bungkus rokok menghabiskan uang senilai Rp 10.000.

2. Dari harga tersebut, maka konsumsi rokok per bulan sebanyak 30 bungkus menghabiskan uang senilai Rp 300.000.

3. Dalam satu tahun, seorang perokok menghabiskan 360 bungkus rokok. Uang yang dihabiskan menjadi Rp 3.600.000.

"Jika seseorang mengonsumsi rokok per 10 tahun sebanyak 3.600 bungkus, maka sama dengan menghabiskan Rp 36 juta. Biaya ini lebih besar dari biaya haji, biaya sekolah S-1 Universitas Indonesia, membayar uang muka rumah, dan renovasi rumah. Jadi mereka lebih memilih rokok daripada pendidikan atau umrah," tambah Abdillah.

Lembaga Demografi juga menyebutkan, akibat konsumsi rokok yang tinggi pada keluarga miskin, mereka kehilangan beberapa kesempatan penting, yaitu pembelian rokok 11 kali lebih banyak daripada membeli daging untuk konsumsi keluarga. Bahkan, pengeluaran rokok juga tujuh kali lebih besar daripada pembelian buah-buahan untuk dikonsumsi.

Keluarga miskin, ungkap Abdillah, juga menghabiskan enam kali lebih banyak untuk membeli rokok daripada biaya pendidikan. Sisanya, lima kali lebih besar biaya rokok daripada biaya membeli telur, susu, dan biaya kesehatan. Biaya rokok juga dua kali lebih besar daripada membeli dan mengonsumsi ikan.

"Mereka lebih memilih rokok dari pada mencarikan susu, daging, dan buah untuk keluarga, terutama anak-anak. Termasuk biaya pendidikan yang dikesampingkan," tukasnya.

Editor :Inggried

Sumber: Kompas.
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata