Wednesday, December 25, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 7:32:00 PM | No comments

Bersiap 2014


Sudah Natal. Berarti Tahun Baru tak akan lama lagi, ya!

Dalam rangka ikut-ikutan menyambung kebiasaan membuat wish-list tahun baru, aku tulis sekarang saja agar tidak keduluanan orang banyak.

Harapan tahun lalu yang terkabul:
Duh lupa! Trus nyontek ini...
  1. Jahit dress sendiri. Yay! Malah bukan hanya dress, ada tidak terlalu banyak lainnya. Malah bikin blog buat pamer jahit-menjahit segala :)
  2. Nambah daftar kunjungan ke candi. Ini si cukup banyak, sampe lupa mana saja.
Intinya, dari sembilan mimpi 2013, hanya dua itu yang tercapai. Sebagian lainnya masih akan masuk ke harapan 2014 ini :)

Harapan tahun depan:
  1. Punya rumah atau tinggal di rumah sendiri, meskipun ngontrak.
  2. Dapat pekerjaan impian: Punya gaji bulanan, punya jam kerja. Cape lho, tiga tahun jadi pengusihi (pengusaha itu untuk lakik!). Kalo hari ini nggak nyari proyek, belum tau bulan depan bisa makan :) Pengennya sih kerja di Singapur, tapi lamaran nggak keterima-terima *nangis*. Pengen kerja di Indonesia Timur, dilarang Mama (padahal sudah nyaris jadi penghuni sebuah kota pesisir nan indah bernama Kupang). Yaudah, kerja di Jakarta pun tak apalah, asal.... gaji dua dijit, LSM atau perusahaan media besar (ough, Google Indonesia buka lowongan Marcomm tuh! *ngarep*), banyak jalan dinas ke luar kota/negeri.
  3. Menerbitkan media sendiri. It's just a step ahead!
  4. Mendaftar studi Master. Ayo, belajar tupel lagi, Mbaknya...
  5. Kecilin perut. Nah!
  6. Masak kue sendiri. Amin!
Dua harapan terkabul, enam di tahun depan. Yang satu lagi mana? Nggak perlu lah, kebutuhan berubah :)

Selamat Natal. Mari bersiap menuju 2014!

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ

Tuesday, December 24, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 3:16:00 PM | No comments

Festival Budaya Bergerak



Festival Budaya Bergerak
22 Desember 2013, 09.00 - 22.00
Plaza Pasar Ngasem, Taman Sari, Yogyakarta

Festival Budaya Bergerak bekerjasama dengan rangkaian Festival Equator #2 Biennale Jogja XII yang dipersembahkan untuk warga Yogyakarta, di Plaza Pasar Ngasem, Taman Sari, salah satu situs warisan budaya yang terletak di pusat kota. Judul ‘Budaya Bergerak’ diambil dari tema besar rangkaian Festival Equator yang mengolah tema utama dari BJXII: Mobilitas atau refleksi pergerakan manusia dan berbagai aspek kulturalnya, terutama dalam hal ini perjumpaan Indonesia dan Arab.

Festival ini dikemas dalam satu acara sehari untuk keluarga, anak-anak dan kalangan muda Jogja. Acara ini mencakup hiburan, bazaar, kuliner dan seni tradisi dan pentas musik, diisi oleh sejumlah komunitas dan performer yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat Yogyakarta. Tema dari Festival Budaya Bergerak adalah pasar malam tradisional yang secara artistik juga mengambil inspirasi dari kisah Wayang Menak yang menjadi ikon acara ini, legenda cinta segi tiga Putri Adaninggar, Kelaswara dan Amir Hamzah yang merupakan kreasi Sultan Hamengku Buwono IX.

Acara keluarga: Family Day: Lomba menggambar layang-layang, Unjuk bakat, Hiburan anak-anak, Sulap oleh Kadir.

Bazaar dan Kuliner menampilkan antara lain: Klinik Kopi, Komunitas Pasar Kutu, dan komunitas Jajanan Pasar Ngasem.

Pengisi Acara antara lain: Tari Tradisi Golek Menak. Hadrah, Dongeng Ludruk Cak Tohir, Doni dan Orkes Keroncong Binaria, Jasmine Akustik, WVLV, Blues Gambus oleh Ki Slamet Gundono dan Dharma Band.

Kami mengundang anda bersama teman-teman dan keluarga untuk ikut serta dalam acara ini, sampai jumpa di Plaza Pasar Ngasem, Minggu, 22 Desember 2013!

09.00 - 11.00 | Lomba lukis anak-anak, Unjuk Bakat Anak-Anak, Sulap Panggung

11.00 - 11.45 | Dongeng Cak Tohir

11.45 - 12.15 | BREAK DZUHUR

12.15 - 12.40 | Pengumuman Pemenang Lomba Lukis

12.40 - 14.45 | Break. Kadir's time

14.45 - 15.45 | BREAK ASHAR

15.45 - 16.30 | Doni & The OKB

16.30 - 17.15 | Jasmine Akustik

17.15 - 17.50 | Salawatan

17.50 - 19.00 | BREAK MAGHRIB

19.00 - 19.30 | Tari Golek Menak

19.30 - 20.15 | Slamet Gundono

20.15 - 21.00 | WVLV

21.00 - 21.45 | Dharma Band

Sumber: Email dan web ini.




Tuesday, December 10, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 12:39:00 AM | No comments

Si Cengeng

Merekam ujian Mba Uut.

Aku cengeng. Aku akui itu. Urusan putus hubungan, diselingkuhi, atau berdebat hebat dengan pasangan bukan hal luar biasa untuk sekadar membuat aku menangis. Sudah sering :) Juga ketika kehilangan hewan piaraan yang sudah kami anggap sebagai bagian dari anggota keluarga. Tapi makin ke sini, tingkat kecengenganku makin aneh. Aku juga menangis ketika:
  • sebuah barang yang sudah berbulan-bulan bertengger di garasi rumahku, diambil oleh pemiliknya
  • nganter mas-mas itu waktu mau pergi jauh, meski kutahu bahwa dia akan segera kembali
  • kangen pada rumah, bukan keluarga/orang-orang di dalamnya, tapi pada bentuk desain/keruangan pada bangunan rumah (physically) 
  • teringat hal menyenangkan yang tak pernah kudapat lagi
  • menyaksikan ujian terbuka.
Yang terkahir adalah kejadian pagi tadi. Aku diundang Wahyu Utami untuk menghadiri agenda promosi studi doktoralnya di Arsitektur UGM. Saat dia presentasi tegang banget (7 profesor penguji!), hingga Dekan membacakan berbagai hal yang intinya: Studi Anda sangat baik, Anda lulus cumlaude, selamat Doktor Wahyu Utami!

Mberebes mili, kata orang Jawa. Air mataku ngalir tak berkesudahan. Aku bukan siapa-siapanya Mba Uut--panggilanku untuknya, hanya teman yang cukup dekat. Aku membayangkan jika itu adalah aku yang ada di sana... Atau kamu! Pasti bahagia sekali.

:'(

Ah, dasar si cengeng!

Selamat buat Mba Uut. Selamat menempuh hidup baru sebagai perempuan bertitel tiga.

Mlekom,
AZ

Friday, December 6, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:49:00 PM | No comments

Pampis Ternate


Cukup lama nggak masak. Gegara obrolan di grup WhatsApp bulan lalu, aku sangat ingin coba makanan ini. Pampis. Sebenarnya bukan hanya makanan Ternate, Maluku Utara. Nyaris seluruh Maluku mengenal menu ini. Adikku yang hobi icip-icip di warung bilang "Pampis Manado, ya?" dan Papaku yang dua tahun bertugas di Ambon juga mengenalinya.

Pampis bikinanku ini kusebut Pampis Ternate, sebab idenya memang kudapat dari obrolan dengan Ko* Maulana Ibrahim. Beliau adalah salah satu penggagas Naskuter, sebuah warung kuliner pusaka Ternate yang memiliki banyak pelanggan di Yogya.

Nanya-nanya ke Oom Google, ketemu resep milik Endang Indriani dengan cuplak-cuplik dari berbagai resep lain. Dengan sedikit modifikasi, ini dia resep olahanku:

Bahan:
  • Tongkol tuna 1/2 kg (1 ekor)
  • Bumbu halus: 7 cabe merah keriting, 3 cabe rawit merah, 3 bawang merah, 2 bawang putih, 1 ruas jahe, 1 ruas kunyit
  • Rajang halus: 3 lembar daun jeruk, 1/2 lembar daun kunyit, 2 batang daun bawang
  • Rajang kasar: 1/2 lembar daun pandan, 1 batang sere
  • 3 batang daun kemangi, petik daunnya.
  • 3 biji asam jawa
  • 2 sdm gula merah
  • 1 buah jeruk nipis
  • Garam, merica
Cara Masak:
  • Bersihkan tongkol. Potong bulat-bulat tipis (untuk memudahkan suwir). Lumuri dengan garam (1 sdt) dan jeruk nipis. Diamkan 5 menit. Masukkan kukusan. Masak setengah matang (daging tidak berwarna merah lagi). Angkat. Tunggu dingin. Buang tulang. Suwir-suwir. Faktanya, aku tidak menyuwir (dengan tangan), namun ngebejek (pencet-pencet pakai sendok-garpu). Sepertinya lebih baik jika langsung dengan tangan, sebab bisa merasakan langsung tulang ikan yang mungkin tercampur daging suwiran. Teksturnya pun akan lebih terasa, seperti yang dibuat Mbak Endang ini.
  • Tumis bumbu halus hingga harum. Tambahkan garam, merica, gula merah dan asam jawa. Aduk. Masukkan rajangan daun halus dan kasar, serta kemangi.
  • Masukkan suwiran ikan. Masak hingga kering.
Pampis dapat disimpan lama, namun harus di lemari pendingin, sebab agak basah. Jadi tinggal masukkan toples, simpan di kulkas. Keluarkan tiap ingin menyantap. Jika ingin lebih kering, setelah disuwir, daging ikan bisa digoreng hingga seperti abon, lalu lakukan langkah yang sama. 

Untuk rasa, ada pula yang menambahkan kecap manis, aku lewatkan ini sebab sudah memakai gula merah. Ikan yang dipakai biasanya cakalang. Tapi berhubung di Yogya gak ada, aku cari tongkol. Kebetulan di pasar tadi dapat tongkol tuna. 

Di Ternate, pampis ini menjadi lauk pelengkap nasi kuning, bersama singkong goreng yang dipotong tipis-tipis semacam keripik. Sajian nasi kuning Ternate dengan menu lengkap seperti itu bisa disantap di Warung Naskuter, Jalan Prof Dr Sardjito No 11, Terban, Yogyakarta (selatan Apotek UGM).

Aku makan dengan nasi putih panas, plus keripik singkong dari Bantul, Yogyakarta. Rasanya? Nggak enak sih, tapi ueeeenak banget! Bahagia sekali bisa bikin makanan seenak ini, untuk pertama kali. Gak pakai gagal, gak pakai dibantuin Mama :)

Cobain deh! Masaknya mudah, kalau beli di Naskuter pun (akan lebih) mudah! #edisiPromo :))

Mlekom,
AZ

*Bahasa Ternate: ko (koko) = abang

Thursday, December 5, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 10:38:00 PM | No comments

Jelajah Pabrik Sejarah Yogyakarta

Tegel kunci

Mari memulai rangkaian Jelajah Akhir Tahun! 

Jelajah yang diinisiasi oleh Indonesian Heritage Inventory (IHI) ini akan terdiri atas beberapa seri, dengan seri pertama bertema "pabrik". Di Yogyakarta ada sejumlah pabrik bersejarah, yang telah menjejak waktu sejak jaman kolonial. Beberapa masih berdiri, meski terseok jaman. 

Limun AyHwa. Gambar dari sini.

Dalam jelajah edisi Sabtu, 7 Desember 2013 ini, kami undang Anda untuk mengikuti jelajah ke tiga pabrik bersejarah di Yogyakarta:
  1. Tegel Kunci (1927). Jl. KS. Tubun 95 Yogyakarta (tidak jauh dari kawasan Malioboro). Baca kisahnya di sini. |  http://tegelkunci.com/
  2. Limun Manna (1949) Jl. Dagen No. 60 (barat Malioboro) atau Limun AyHwa, Jalan Pandega Marta No. 100 (Jakal KM 6). Baca kisahnya di sini
  3. Cerutu Tarumartani (1918)  Jl. Kompol Bambang Suprapto No. 2A Baciro, Gondokusuman (timur Stasiun Lempuyangan). Kisahnya di sini
Cerutu Taumartani.
Kegiatan ini gratis, tanpa dipungut biaya. Yang mau ikut membayar HTM masing-masing.

Mlekom,
AZ

Tuesday, December 3, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 10:35:00 AM | No comments

Jadwal Wayang Kulit Kota Yogyakarta, Desember 2013



Buat sodara sodara yang pingin nonton wayang kulit ini jadwal pergelaran wayang kulit di Kota Yogyakarta:

  1. Sabtu 7 Desember 2013 di Pendopo Kecamatan Umbulharjo, wayang babad dengan judul Dumadine Gendera Tunggul Wulung oleh Ki Cerma Harjo Priyono.
  2. Minggu 8 Desember 2013 di Eks RM Sate Puas Jl. Gamelan (Kecamatan Kraton), wayang purwa dengan judul Ciptaning Mintaraga oleh Ki Panji Atnadi
  3. Minggu 8 Desember 2013, Pendopo Kecamatan Gondomanan, wayang kancil dengan judul Kancil Tobat oleh Ki Sugiyanto
  4. Jumat 13 Desember 2013 di Pendopo Kecamatan Danurejan, wayang purwa dengan judul Sang Narasoma oleh Ki Fani Rikiansah
  5. Sabtu 14 Desember 2013 di Pendopo Kecamatan Gedongtengen, wayang kancil dengan judul Munyuk Dadi Ratu oleh Ki Faizal Noor Singgih 
  6. Sabtu 14 Desember 2013 di Jl KS Tubun (Pathuk), wayang purwa dengan judul Wahtu Ratu Adil oleh Ki Cermo Pergola

Pertunjukan dimulai pukul 20.00 WIB, dan tidak perlu repot repot bawa bekal, sudah ada snack dan teh nasgithel gratis untuk yang mau rawuh.

Sumber: Yohannes Pakdjo
Gambar dari sini.

Monday, November 25, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 7:54:00 PM | No comments

Selamat Hari Guru, Paman!

Keluarga Budhe di pernikahan Kakak akhir tahun lalu, minus Paman.
Pernah tahu bahwa di Indonesia ada rumah sakit khusus stroke? Ada, di Bukittinggi, Sumatera Barat, bernama Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN). Mengapa RS nasional bukan di pusat? Guyonan orang lokal sih: Karena makanan Minang penuh santan, jeroan, pedas, asin, dst.

Aku gak minat membahas tentang RS ini. Namun alasan "urang awak rentan penyakit stroke, akibat makanannya dituduh sebagai penyebab utama penyakit stroke". Keluargaku punya pengalaman ini.

Mamaku punya kakak angkat, kupanggil Paman. Paman tinggal dengan keluarga Mama sejak mereka masih SD di Pulau Telok, Nias, Sumatera Utara. Keluarga Mama adalah pengusaha, menjual berbagai macam hasil tani dan membuka toko panglong. Paman bertugas menjaga toko dan merawat dua adik barunya: Mamaku dan Etek (adik Mama yang juga perempuan).

Masa kecil mereka begitu menyenangkan. Hidup sebagai anak pantai yang mengayuh sampan untuk memetik kelapa di pulau milik Ayah mereka, sembunyi di ladang saat bolos mengaji, hingga menggoda para pelanggan toko yang singgah.

Paman merantau ke Jawa, ambil sekolah kedokteran di Yogya. Sayang, Pendidikan Kedokteran Paman terputus akibat Ayah Mama meninggal. Tak ada lagi biaya sekolah. Akhirnya Paman pindah ke Solo, ambil Pendidikan Keguruan yang biaya sekolahnya lebih murah. Paman membiayai dirinya sendiri.

Paman menjadi guru di SMA Al-Islam Solo. Lalu menikah dengan muridnya (semoga aku tak salah ingat!), yang kini kupanggil Budhe. Bukan pernikahan mudah, sebab Paman adalah anak sebatangkara yang tidak memiliki orangtua dan kakak-adik kandung. Terlebih lagi, dia datang dari negeri antah-berantah di pulau seberang yang tak pernah tercatat dalam kisah pewayangan, atau jazirah nabi.

"Dia shalat-nya baik, orangnya santun, apalagi guru di sekolah Islam," kata Ayah Budhe tentang Paman. Aku tahu kisah ini tahun lalu, diceritakan Budhe. Pernikahan ini melahirkan empat sepupuku yang semuanya perempuan. Aku baru bersua dengan mereka 16 tahun lalu, saat keluargaku menjadi turis di Jawa.

Saat pertama ke Solo, aku tinggal di sebuah rumah joglo yang sangat cantik. Rumah milik keluarga besar Budhe ini berdiri di tengah sebuah pekarangan luas. Sayang, rumah ini kemudian dibongkar saat pembagian warisan. Kini ada banyak bangunan di tanah itu, banyaknya sejumlah anaknya Simbah.

Kalian tentu tahu bagaimana kehidupan guru di zaman itu. Paman, meski sempat menjadi Kepala Sekolah, tidak berpenghasilan besar. Namun keempat sepupuku diterima di sekolah negeri--berturut-turut Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip). Ini tentu menjadi kebanggan bagi keluarga besar kami, apalagi kemudian mereka lulus cum-laude dan mendapat pekerjaan yang baik.

Paman terkenal sangat disiplin di sekolah. Banyak murid takut padanya. Ini kudengar dari muridnya yang berkunjung. Tiap Lebaran tiba, murid-murid Paman, terutama yang sudah lulus, tak pernah putus berkunjung ke rumah. Mereka selalu membawa oleh-oleh dari kampungnya.

Mungkin faktor gen Sumatera yang membuat Paman memang keras. Mungkin pula karena kehidupan kecilnya yang memang keras. Meski begitu, banyak orang bilang kalau Paman 'sangat Jawa'. Tutur bahasanya halus, tak pernah kasar. Paman juga sering bergurau dengan Adikku, satu-satunya anak laki-laki di keluarga besar Mama.

Ketika kami pindah ke Jawa, hubungan dengan keluarga Paman semakin dekat. Terutama setelah kedua orangtuaku tinggal di Yogya. Tiap Lebaran kami ke Solo, sebagai kunjungan terhadap orang tertua di keluarga. Keluarga Solo adalah keluarga dengan jarak terdekat dengan kami. Memang Etek tinggal di Jakarta, adapula sepupu Papa yang di Bandung. Namun kami tentu sowan kepada yang lebih tua.

Budhe yang asli Solo tentu tak biasa memasak makanan Sumatera. Maka Paman sering membeli makanan di Warung Makan Padang, untuk mengobati rindunya pada kampung. Budhe juga belajar menu-menu tertentu. Jika berkunjung ke Solo, Mama juga selalu memasakkan makanan kesukaannya. Tiap kami berkunjung ke Solo, Paman selalu mengajak Adikku makan di Warung Padang.

Sampai Paman terkena penyakit stroke ringan. Paman mulai membatasi makannya. Tidak lagi memilih jeroan dan santan. Budhe sangat protektif. Mama hanya membawakan menu bebas santan dan daging, seperti Ikan Sampade. Kepada Mama, Budhe pun meminta resep beberapa masakan Sumatera yang bebas kolesterol.

Namun, jika di luar rumah, tentu sulit mengontrol Paman. Setelah sehat, daging dan santan kembali disantap. Seingatku, dalam 1.5 tahun, Paman tiga kali mondok di RS akibat strokenya kambuh. Hingga akhir 2011 lalu.

Hari ini dua tahun lalu, kami sekeluarga berangkat mendadak ke Solo. Paman sudah tidak ada, kata sepupuku di telepon. Ini setelah seminggu terbaring tak sadarkan diri di RS akibat pendarahan otak.

Hari itu adalah 25 November, Hari Guru, sebagaimana hari ini. Pergi seorang Azril, si pendidik dari negeri antah-berantah.

Selamat Hari Guru, Paman. Terimakasih sudah mendidik orang yang melahirkanku!

Mlekom,
AZ

Saturday, November 23, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 11:00:00 PM | No comments

Bersua Walikota




Sejak dimulai pada Oktober lalu, Festival Seni Mencari Haryadi (FSMH) belum pernah sekalipun bertemu dengan Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta yang selama ini 'dicari'. Hingga pihak Gubernuran bantu memfasilitasi, lewat pertemuan pada Selasa, 26 November 2013 pukul 19.00 di Pendopo Kepatihan, Jalan Malioboro


Sarasehan bertajuk "Jogja untuk Semesta" ini akan diawali dengan paparan dari narasumber, yaitu:

  1. Agung Kurniawan - seniman; mewakili gerakan Warga Berdaya dan FSMH
  2. Sumbo Tinarbuko (Dosen DKV ISI dan Pegiat Komunitas Reresik Sampah Visual)
  3. Bakti Setiawan (Dosen Arsitektur UGM, pemerhati tata kota)
  4. Haryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta
Usai paparan, akan ada sesi tanya-jawab yang bisa dimanfaatkan oleh warga untuk berdialog langsung tentang kota. Sarasehan ini mengundang seluruh masyarakat Kota Yogyakarta. Akan ada minuman hangat dan makanan ringan untuk kita.

Monggo manfaatkan dengan baik forum yang langka ini. Mencari Haryadi itu susah lho :)

Humas FSMH


CULTHIST '14 on Symbols, Representation, Expression 
in the History of Culture

Conference Venue: Sedad Hakkı Eldem Oditorium, Fındıklı Campus, MSFAU

Throughout the history of mankind, the symbols emerge in all eras and in all scales with various appearances and functions. Sometimes the meanings and functions of the symbols are obvious and some-other-times the symbols present a potential of a key that needs to be subjected to more comprehensive studies.

Symbols bear significance, as objects and concepts in themselves. Then again, accumulation of emotional, intellectual, ideological, anthropological, religious and political references equally bears significance, again, in itself. It is more than fair to claim that the role of symbols in daily life, their origins, stylistic qualities and semantic transformations constitute an inseparable part of cultural history.


THEMES
Culture and politics 
  1. Culture and production of symbol 
  2. Politics, ideology and symbols 
  3. Culture as a network of symbols
  4. Forms of symbol: words, sounds, gestures, visual images 
  5. Theories of symbol, representation and semiotics 
  6. Symbol, sign and metaphor 
  7. Symbol as an idea, belief, action, material entity 
Perspectives 
  1. Symbol and public memory 
  2. Symbols in religion, religious symbolism 
  3. Symbols, culture and geography: North, Central and South America, Africa, Europe, Middle East, Asia (India, China, Japan, Korea, Thailand), Oceania 
  4. Symbol, architecture and urban space 
  5. Scientific symbols, computer icons, punctuation, map-territory relation 
  6. Alphabet, font, glyph, grapheme 
  7. Icon, logo, emblem, motif 
Themes 
  1. Tragedies, disasters, plagues, wars, civil wars, demonstrations, revolutions 
  2. Fashion, sports, cosmetics and entertainment industry 
  3. Advertisement, vehicle industry, real estate, technology 
  4. Marketing strategies and consumer culture 
  5. Identity, class, race, gender and discrimination 
  6. Concepts and symbolism: death, birth, nature, hope, freedom, love, utopia, courage, passion etc. 
  7. Emotions and symbolsim: happy, excited, tender, scared, angry, sad etc. 
Art and science 
  1. Symbols in art and art as a symbol: sculpture, painting, street art, contemporary arts, performance arts, poetry, literature, photography, classical music, pop music, theatre, cinema 
  2. Symbols from sociological and antropological perspective 
  3. Symbols from a pschological and psychiatrical perspective 
  4. Psychoanalysis, rhetoric, and archetypes 
  5. Symbol and historiography 
  6. Deconstructivism and symbols 
  7. Orientalism, Neoclassicism, Eclecticism 
  8. Communication and human behaviour
AGENDA
  • New Deadline for submission of abstracts: Closed.
  • Last Deadline for registration: Oct 4, 2013
  • Deadline for full papers submission: Oct 4, 2013
Find out more here.
Posted by adriani zulivan Posted on 8:57:00 AM | No comments

2014 Conference on Anthropology & Sustainability in Asia




The 2014 Conference on Anthropology & Sustainability in Asia »
Anthropological Perspectives on Holistic Sustainability


CASA 2014 will be held at the KKR Hotel Hiroshima
Hiroshima, Japan
March 16-18, 2014

The Final Deadline for Proposals is February 1, 2014

The Conference on Anthropology & Sustainability in Asia is an international biennial conference. The first conference was held in 2012 in Bangkok, Thailand, and the 2014 conference will be held in Asia’s ‘City of Peace’: Hiroshima, Japan. CASA 2014 will begin with a welcome party on March 16th followed by a two-day interdisciplinary platform for scholars, researchers, policymakers, entrepreneurs, students, and practitioners on March 17th and 18th. Selection of Hiroshima as the venue site provides the ideal backdrop for a conference that will draw researchers and scholars from around Asia to discuss the importance of anthropology in regards to the CASA 2014 theme: Anthropological Perspectives on Holistic Sustainability.

Under the theme of Anthropological Perspectives on Holistic Sustainability, CASA 2014 welcomes submissions from the following sub-themes and special topics:

  1. Cultural Sustainability
  2. Social Sustainability
  3. Political Sustainability
  4. Economic Sustainability
  5. Archaeology and Sustainability
  6. Linguistic Sustainability
  7. Biological Sustainability
  8. Other areas (Please specify)

Special topics:

  1. Comparative cultural systems of sustainability
  2. Professional paradigms in researching the concept of sustainability
  3. The religious impact on the growth of sustainability
  4. Crisis of social solidarity and its implications on sustainability
  5. The erosion of community and its consequences on stable sustainability
  6. Education and civility in the receptivity of sustainability

Sustainability is a term of recent origin with widespread contemporary saliency.  In its popular use, sustainability tends to focus mostly on issues of natural environment.  The lens of environmental sustainability raises questions such as:

  • Can the natural world recover from damage caused by human activity at a rate faster than the damage is done?
  • Is the use of natural resources at a rate that is compatible with their regeneration?
  • What changes in human practice can lead to long-term availability of necessary natural resources?

Anthropological Perspectives on Holistic Sustainability will explore these and related questions, but in a way that considers sustainability beyond its ecological dimensions.  Trends toward broader consideration of sustainability are in place.  The World Bank and other governmental and non-governmental organizations have incorporated the concept of social sustainability into their approaches to development.  The notion of a “triple bottom line” that considers profit, people and planet has entered the private sector discourse on sustainability.  This conference considers the contributions that anthropology can make to expanding the horizons of sustainability.

Find out more here.

Friday, October 18, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 7:43:00 PM | No comments

Menuju "Disability Day"

Desain poster: Anang Saptoto


Sejak 1981, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mencanangkan 3 Desember sebagai International Day of People with Disability atau sering disebut dengan Disability Day. Indonesia merupakan salah satu negara yang memeringatinya. Tahun ini, Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA) bersama Warga Berdaya mengajak masyarakat untuk terlibat. Tak hanya pihak-pihak yang bergerak dalam isu ini, namun juga seluruh elemen masyarakat Yogyakarta.

Kegiatan ini berupa rangkaian panjang sejak 25 November hingga 3 Desember 2013. Ada beragam aktivitas yang akan dilangsungkan, seperti diskusi, seminar, pelatihan, jelajah, permainan, lomba, pentas seni dan beragam aksi publik lainnya. Siapa melakukan apa dan bagaimana, akan dibahas pada pertemuan yang akan dilaksanakan pada Senin, 22 Oktober 2013 pukul 14.00 di Warung Jawi, Dalem Sopingen, Kotagede Yogyakarta. Lihat TOR di sini.

Kehadiran seluruh warga Yogyakarta sangat diperlukan, untuk memberi masukan terkait kegiatan yang akan dilakukan. Siapapun Anda; pelajar, akademisi, praktisi, seniman, ibu rumah tangga, banker, pedagang, wartawan, dsb. Kontribusi berupa keterlibatan aktif di ajang ini juga dinantikan. 

Diharapkan, momen ini akan menjadi gerakan penting dalam proses pengenalan disabilitas di masa mendatang.

Konfirmasi kehadiran: 
085747014100 (Ika) | 087839101000 (Donna)

Alamat Warung Jawi
Jl. Mondorakan, Klaster Dalem Sopingen, KG 2, No. 859, Kotagede, Yogyakarta (cek denah di poster)


Thursday, October 17, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:24:00 AM | No comments

Difabel?



Mungkin tak semua orang memahami arti judul tulisan ini. Difabel merupakan singkatan dari different ability people, yang diartikan sebagai orang dengan kemampuan khusus. Istilah lain untuk pemaknaan tersebut adalah disability dan handicapped.

Semua istilah tersebut belum populer di telinga masyarakat kita. Kita lebih familier dengan istilah penyandang cacat, individu yang mengalami kelainan fisik, dan orang berkebutuhan khusus. Meski tampak sama, ragam istilah tersebut memiliki dampak psikologis berbeda. Tanpa disadari, istilah-istilah ini seringkali menciptakan diskriminasi bagi penyandangnya.

Terlepas dari istilah, ada banyak hal penting yang wajib diberikan negara sebagai hak difabel. Diantaranya adalah aksesibilitas ruang publik, fasilitas khusus terkait ketersediaan informasi dan transportasi, hingga pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi adalah pelayanan pendidikan bagi siswa difabel di sekolah umum--bukan Sekolah Luar Biasa (SLB). Pada dasarnya, pendidikan inklusi tak hanya menyasar pada penyediaan sarana khusus bagi difabel, namun juga mengajarkan siswa non difabel tentang keberadaan disabilitas di sekitarnya.

Bentuk pendidikan ini semestinya diajarkan pula kepada masyarakat umum, melalui jalur-jalur informal. Perlu disadari, masih banyak di antara kita yang belum memahami isu ini. Bagaimana cara berinteraksi dengan difabel dalam keseharian, misalnya. Jika ada pengguna kruk--tongkat alat bantu jalan--yang berdiri di dalam bus, bersediakah kita memberikan tempat duduk? Apa yang harus kita lakukan ketika menyeberangkan seorang tunanetra? 

Banyak hal yang menunjukkan ketidaksiapan kita dalam memberikan hak bagi difabel. Memarkir kendaraan di atas trotoar, lalu duduk di warung tenda yang berdiri di atas trotoar. Ini sering kita lakukan, tanpa menyadari bahwa hal ini membahayakan penyandang tunanetra. Kendaraan-kendaraan dan warung tenda yang berdiri di atas trotoar akan menutup akses tunanetra terhadap guiding block--fasilitas berupa ubin berstruktur menonjol sebagai pengarah jalan. Coba bayangkan, bagaimana jika mereka terbentur pintu mobil atau tersandung kompor di warung!

Bahkan ruang publik yang diatur negara pun tidak memihak difabel. Informasi di stasiun tak ramah tunarungu, sebab pengumuman kedatangan kereta api hanya menggunakan pengeras suara. Toilet umum tidak memiliki pintu yang lebar, sehingga tak bisa dimasuki kursi roda. Itu sedikit persoalan yang kerap kita temui.

Mungkin tak bijak juga jika menyalahkan orang-orang yang menutup akses trotoar ini. Menyalahkan pemerintah? Kebijakan yang tidak peka difabel tentu muncul dari ketidaktahuan para pengambil kebijakan. Minimnya pendidikan disabilitas yang didapat masyarakat, bisa menjadi penyebab. Untuk itu, pendidikan terkait pengenalan disabilitas sangat diperlukan. Proses diseminasi pengetahuan ini tak hanya menjadi pekerjaan pemerintah, namun juga seluruh masyarakat.

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ

Sunday, September 15, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 1:43:00 PM | No comments

Gelar Seni Tradisi



Minggu, 29 September 2013
Halaman Taman Budaya Yogyakarta

Pukul 10.30 -11.30: Sanggar Tari Padma
Pukul 12.30-13.30: Karawitan Puspa Laras Gunungkidul
Pukul 14.00-15.00 : Komunitas Karawitan klasik Yogyakarta, Swagayugama

*) terbuka Untuk Umum & Gratis

Info dari sini.

Posted by adriani zulivan Posted on 1:27:00 PM | No comments

Pentas Tradisi Puro Pakualaman



Lapangan Sewandanan Puro Pakualaman yang teduh & asri, sejuk nuansa pepohonan dengan kuliner khasnya teh gulabatu, sate gajih, jadah bakar angkringan & rujak eskrimnya skrg makin semarak tiap dua minggu sekali, SORE HARI MINGGU KE-2 & MINGGU KE-4 TIAP BULAN, pukul 14.30-17.00 digelar Pentas Kesenian Tradisi unggulan dari 5 kab/kota seDIY, dengan penampilan yg dinamis & rancak bersama persembahan keistimewaan Yogyakarta ....
Mari saksikan bersama keluarga & apresiasi keindahan senitradisi kita bersama...

Info dari sini.

Saturday, September 14, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 1:45:00 PM | No comments

Festival Sendratari se-DIY


Festival Sendratari Se-Kabupaten & Kota Se-DIY
19-20 Oktober 2013 | 19.30 | Gratis

Info dari sini.

Friday, September 13, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 1:40:00 PM | No comments

Festival Bumi Reog 2013



Festival Bumi Reog 2013
Nol KM Jogjakarta 
Sabtu 5 Okt 2013. 
15.00-23.00 WIB
GRATIS

Info dari sini.

Thursday, September 12, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:18:00 PM | No comments

Menafsir Manusia dan Cagar Budaya Yogya



LOMBA FOTO ESAI TINGKAT MAHASISWA SE-DIY

TEMA
Menafsir Manusia dan Cagar Budaya Yogya



INFORMASI DAN KETENTUAN UMUM LOMBA
  1. Lomba ini terbuka untuk mahasiswa, tanpa memungut biaya pendaftaran. 
  2. Seri foto yang dikirimkan sejumlah 4-8 helai foto yang membentuk sebuah kesatuan; panjang teks seluruhnya tidak melebihi 500 kata. Foto diambil dengan kamera digital.
  3. Foto dan teks merupakan karya pribadi dan belum pernah diikutsertakan dalam lomba. 
  4. Karya yang dikirimkan bukan merupakan hasil plagiat, tidak mengandung unsur SARA, pornografi, atau merendahkan pihak lain. 
  5. Rekayasa digital diperbolehkan sebatas cropping, dodging, dan burning (seminimal mungkin). Tidak diperbolehkan menggabungkan foto atau mengubah, menambah, dan mengurangi elemen-elemen di dalam foto. 
  6. Peserta harus menyertakan data diri (nama, alamat lengkap, email, dan nomor telepon) beserta fotokopi kartu identitas (Kartu Mahasiswa). 
  7. Lokasi pemotretan harus di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan periode pemotretan tahun 2013.


CARA PENDAFTARAN
  1. Peserta mengirimkan karya dengan ketentuan: foto cetak, dengan ukuran sisi panjang minimal 30 cm, dan menyerahkan file digital asli (dalam CD atau melalui email) dengan panjang minimal 3000 pixel, dalam format JPEG. Peserta pun harus menyertakan teks (maks. 500 kata) untuk seri fotonya. 
  2. Peserta melampiri karyanya dengan data diri (nama lengkap, alamat lengkap, email, dan nomor telepon) beserta informasi lokasi dan tahun pemotretan. 
  3. Karya dikirimkan melalui email (spsugm.dies@gmail.com) dan pos atau diantar langsung ke Sekretariat Panitia Dies Natalis XXX Sekolah Pascasarjana UGM (paling lambat 10 Oktober 2013).
Sumber: Kris Budiman di sini.

Wednesday, September 11, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:20:00 PM | No comments

Pekerja di Djawa Tempo Doeloe - Olivier Johannes



AGENDA KOTA TOEA MAGELANG - Kamis 19 September 2013

Buku karya Olivier Johannes yang berjudul "PEKERDJA DI DJAWA TEMPO DOELOE" ini memberikan gambaran kehidupan masyarakat di Pulau Jawa pada periode tahun 1890-1940-an melalui lebih dari 140 kartu pos kuno dan foto kuno dari koleksi penulis. Semua ilustrasi bertema profesi-profesi tradisional. Dari pejabat tinggi sampai pekerja rendah, baik profesi untuk kaum wanita maupun kaum pria bahkan juga pekerjaan untuk anak-anak. Semua kartu pos diproduksi dari foto-foto karya beberapa fotografer ternama dan banyak juga dari fotografer anonim. Namun semua foto merupakan karya profesional yang indah.

Gambar dalam buku ini juga disertai dengan penjelasan-penjelasan informatif, seperti informasi tentang baju yang dipakai, alat yang digunakan dan lokasi yang mewakili foto. Olivier Johannes tidak hanya membicarakan tentang pekerjaan mereka saja tetapi dia akan mengantar anda juga untuk menyelami latar belakang sisi sosial dan budaya secara lebih detil dengan memperlihatkan gambar-gambar dari sisi lain.

Selain itu buku ini enak untuk dibuka-buka maupun juga untuk dibaca. Gambar-gambarnya sangat menarik untuk dilihat dan menyenangkan untuk dipakai sebagai bahan pelajaran maupun bahan hiburan semata baik bagi generasi tua maupun muda. Buku yang unik ini akan memperlihatkan koleksi luar biasa sebagai mesin waktu yang mengantar anda ke kehidupan sehari-hari tempo dulu.

Jika Anda ingin lebih tahu tentang kondisi pada waktu itu, ayo ikuti
bedah buku karya Olivier Johannes ini.

TEMA
- Bedah Buku : "PEKERDJA DI DJAWA TEMPO DOELOE"
- Narasumber : OLIVIER JOHANNES [dari Belanda]

PADA:
- Hari / tanggal : Kamis / 19 September 2013
- Waktu : 18.00 - 21.00 WIB
- Tempat : LATAR “KUNCUNG BAWUK”
Jl. Kartini Pasar Anyar, Mertoyudan Magelang.
No Telepon: (0293) 5570177

LOKASI:
[150 meter sebelah timur Polsek Mertoyudan Magelang / seberang timur jalan Raya Magelang - Jogja atau arah tenggara Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang [UMM]

GRATIS!

Cara pendaftaran:
Ketik: PEKERDJA [spasi] Nama Anda
kirim ke 0878 32 6262 69

Sumber: Bagus Priyana di sini.

Posted by adriani zulivan Posted on 1:50:00 PM | No comments

#8 Asia Tri Jogja 2013


23-25 September 2013 | 19.00 
Museum Ullen Sentalu Yogyakarta
Gratis untuk umum

Info dari sini.

Sunday, September 8, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 1:14:00 PM | No comments

Festival Memedi Sawah 2013



21-27 September 2013
Desa Candran, Imogiri, Bantul, Yogyakarta

21-28 September:
Lomba Memedi Sawah

22 September:
Lomba Ngliwet

5 & 12 September:
Jagong tani

21-25 September:
Lomba fotografi

23 September:
Lomba menulis surat

24 September:
Lomba mewarnai

25 September:
Lomba sepeda hias

26-27 September:
Ekshibisi atraksi




Info dari Museum Tani Jawa Indonesia di sini.

Friday, September 6, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 11:41:00 PM | No comments

AB 6585 JY #3


Lokasi: Siomay Mang Mudi, Yogyakarta

Tengok kiri! :)

Mlekom,
AZ



20130104

Tuesday, August 27, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:02:00 PM | No comments

Lumayan, not bad. Not so good


Bingung kepagian pulang ke rumah, sebab hari ini hanya agenda perpisahan di kelas menjahit. Nyetir lambat-lambat menuju rumah yang berjarak sekitar setengah jam perjalanan. Seketika memutuskan untuk mampir saja di warung ini. Seingat saya, dulu warung yang terletak di kawasan Semaki ini, adalah warung Mie Kocok. MIe kocoknya gak enak, makanya sekarang tutup yes!

Rasanya lumayan, not bad. Not so good also :)

Mlekom,
AZ

20140522


Monday, August 26, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 6:35:00 PM | No comments

Kisah Perjalanan


Setiap perjalanan pasti memiliki kisah uniknya masing-masing. Setuju? Yuk berbagi kisah perjalanan versi kamu di http://bit.ly/KisahPerjalanan dan dapatkan kesempatan menang tiket ke London dan Hong Kong!

Syarat dan Ketentuan:

1. 
The Amazing Journey Giveaway (“Giveaway”) is organized by Malaysia Airlines System Berhad (“MAS”) and will run from 26 August to 14 September 2013 (“Giveaway Period”).

2. 
To qualify for the Giveaway, participants must be a fan of MAS’ Facebook page. Those who are not a fan of MAS’ Facebook page and all employees (including but not limited to contractual & temporary employees) or immediate family members and relatives of MAS , its affiliates and subsidiaries, are NOT eligible to participate in the Giveaway (“Eligible Participants”). This contest is open to residents of Indonesians ONLY.

3. 
The mechanics of the Giveaway are as follows:
  • Eligible Participants are to send their journey stories to the “KisahPerjalanan” application on MAS’ Facebook page. The submission closing date is 14 September 2013.
  • Top 2 most interesting journey stories will each win 1 free MAS ticket, including fuel surcharge and administrative fee, exclude airport taxes.      
  • Top 3 most voted/liked stories will each win 1 special MAS hamper.
  • Eligible Participants may only win 1 Prize at any given time.

4. 
The winners of the Giveaway will receive the following Prizes:
  • 1 return Economy ticket from Jakarta to London (1st Prize). Ticket validity is until 3 months after the winner announcement and cannot be transferred, assigned or be the subject for a refund in cash.
  • 1 return Economy from Jakarta to Hong Kong (2nd Prize). Ticket validity is until 3 months after the winner announcement and cannot be transferred, assigned or be the subject for a refund in cash.
  • 3 Special MAS Hampers in the value of IDR 1 million per hamper (3rd-5th Prizes)

5. 
MAS, at its sole and absolute discretion, reserves the right to disqualify any Eligible Participant and revoke or forfeit any Prizes at any stage of the Giveaway without prior notice if:
  • The participant is not an Eligible Participant;
  • The Eligible Participant fails to fully comply with the Terms and Conditions stipulated herein resulting to an automatic disqualification;
  • Entries are incomplete resulting to an automatic disqualification;
  • The Eligible Participant breaches any of the Terms and Conditions or other rules and regulations of the Giveaway or violates any applicable laws or regulations;
  • MAS has, at its sole discretion, any reason whatsoever to believe that such Eligible Participant has attempted to undermine the operation of the Giveaway in any way whatsoever, including but not limited to fraud, cheating or deception.
6. 
MAS’ decision on matters relating to the Giveaway (including, but not limited to the selection of the winners) shall be final and absolute. No discussion, correspondence, enquiry, appeal or challenge by any of the Eligible Participants in respect of any decision of MAS shall be entertained.

7. 
Prizes must be collected in accordance with the mode to be specified by MAS, at its sole and absolute discretion, upon notification of any winnings and within a stipulated time period.  Failure to adhere to the mode of collection and within the stipulated time period will result in forfeiture of the Prizes and the winners shall have no claim whatsoever against MAS, its affiliates, subsidiaries, agents, employees, representatives, retailers, distributors, dealers as well as its advertising, creative, media, digital, design and other creative agencies of MAS, in the event of forfeiture thereof.

8. 
Notwithstanding the above, MAS is entitled to replace the Prizes with other prizes of similar value at any time without any prior notice.

9. 
The Prizes cannot be exchanged or sold for cash and are non-transferable to any other person.

10. 
MAS shall not be liable for any disruption to the Giveaway, whether due to technical problems or otherwise, which is beyond its reasonable control. In the event of disruption to the Giveaway, reasonable efforts shall be used to remedy the disruption and resume the Giveaway on a fair and equitable basis to the Eligible Participants.

11. 
MAS, its affiliates, subsidiaries, agents, employees, representatives, retailers, distributors, dealers as well as its advertising, creative, media, digital, design and other creative agencies of MAS, shall not be liable for any loss or damage whatsoever suffered (including but not limited to loss of opportunities and any indirect or consequential losses) or personal injury suffered or sustained in connection with or arising from either participation in this Giveaway or with any of the Prizes offered or forfeited.

12. 
The Terms and Conditions of the Giveaway shall be construed, governed and interpreted in accordance with the laws of Indonesia.

13. 
All rights and privileges herein granted to MAS are irrevocable and not subjected to rescission, restraint or injunction under any and all circumstances. Under no circumstances shall the Eligible Participants have the right to injunctive relief or to restrain or otherwise interfere with the organization of the Giveaway, the production, distribution, exhibition and/or exploitation of the Giveaway and/or any product based on and/or derived from the Giveaway.

14. 
All personal data collected will only be used for the purposes of managing and operating the Giveaway and not for any other purposes.

15. 
MAS reserves the right at its absolute discretion to vary, delete or add to any of these Terms and Conditions without any prior notice.

16. 
These Terms and Conditions will prevail over any inconsistent terms, conditions, provisions or representations contained in any other promotional materials advertising the Giveaway.

17. 
The main language of the Terms and Conditions shall be the English language. Any translation to any other language than English shall be for convenience only. Should there be any discrepancies between the English Terms & Conditions and the translated version, the English Terms & Conditions shall prevail.

18. 
By virtue of an entry to the Giveaway, the Eligible Participants signify their absolute and unconditional acceptance and agreement to all the Terms and Conditions stipulated herein.

19. 
MAS reserves the right to cancel, terminate or suspend the Giveaway without any prior notice. For the avoidance of doubt, any cancellation, termination or suspension by MAS of the Giveaway shall not entitle the Eligible Participants to any claim or compensation against MAS, its agents and employees for any and all losses or damages suffered or incurred by the Eligible Participants as a direct or an indirect result of the act of cancellation, termination or suspension thereof.

20. 
By participating in this Giveaway, it is deemed that the Eligible Participants have read and agreed to be bound by these Terms and Conditions.

21. 
MAS will not be held responsible for any typographical errors or misprint under these Terms and Conditions.

22. 
Any questions, remarks or complaints relating to this Giveaway may be submitted to MAS’ Facebook message.


Sumber: Malaysia Airlines

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata