Monday, February 16, 2015

Posted by adriani zulivan Posted on 10:55:00 PM | No comments

Dunia Rayakan Hari Ibu


Hari itu 22 Desember 1928, hadir sejumlah tokoh perempuan dari 30 organisasi perempuan di 12 kota di Jawa dan Sumatera. Dipelopori oleh Sofie Korneliq Pandean asal Minahasa, mereka mengikuti Kongres Perempuan di Yogyakarta. Pandean ikut membacakan teks Sumpah Pemuda pada 28 Oktober d Jakarta padai tahun yang sama.

Organisasi perempuan hadir di Indonesia sejak 1912. Sebab di tahun 1964 Presiden Soekarno telah menetapkan Hari Kartini untuk peringati jasa RA Kartini sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi, maka tahun 1959 ditetapkan pula Hari Ibu. Hari Ibu ini untuk memperingati semangat seluruh wanita Indonesia, tak hanya Kartini, yang telah berjuang untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Diantaranya adalah Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan dan Rasuna Said, yang juga ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.


Meski dengan semangat berbeda, Hari Ibu tetap diperingati hingga kini. Kini, pemaknaan Hari Ibu lebih mengarah pada pernyataan cinta kepada ibu. Demikian pula yang terjadi di negara lain. Meski perayaan Hari Ibu di negara lain diperingati pada tanggal berbeda, Jhpiego Global turut peringati Hari Ibu Indonesia, 22 Desember lalu.


Selamat Hari Ibu, Indonesia!

Adriani Zulivan
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata