Sunday, March 27, 2016

Posted by adriani zulivan Posted on 10:28:00 PM | No comments

24 Hari Menuju Jagongan Media Rakyat 2016


Halo pelestari pusaka Indonesia, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat ya, agar dapat mengikuti Jagongan media Rakyat (JMR) 2016 pada 21-24 April mendatang di Yogyakarta :)


COMBINE

JMR merupakan agenda dua tahunan yang diselenggarakan oleh COMBINE Resources Institution (CRI) atau biasa disebut COMBINE (dari "community-based information network") saja, sebuah lembaga yang berbasis di Sewon, Bantul, Yogyakarta. CRI memokuskan perhatian pada isu media dan komunitas, dengan harapan seluruh warga di seluruh pelosok negeri dapat mengakses informasi. 

Oleh COMBINE isu tersebut digarap dalam dua program yaitu Lumbung Komunitas (LK) dan 
Pengeloaan Informasi yang terdiri atas Manajemen Informasi Kebencanaan (MIK), Suara Warga (SW) dan Pasar Komunitas (PK). LK melahirkan sistem data kependudukan bernama Sistem Informasi Desa (SID), yang memudahkan petugas di Kantor Desa untuk mengetahui profil warganya. 

Selain membangun radio komunitas (rakom) untuk informasi di wilayah bencana, di tahun 2010 MIK membuat @jalinmerapi sebagai media informasi terkait kondisi sosial warga ketika erupsi Gunungapi Merapi. SW menghasilkan Suara Komunitas (SK) yang menjadi media bagi pewarta warga di seluruh nusantara.

JMR
Tahun ini merupakan kali keempat penyelenggaraan JMR. JMR ini merupakan ajang bertemunya seluruh inovator dan pengguna media komunitas. Media komunitas bisa berbentuk konvensional seperti pengajian dan kentongan, bisa berupa elektronik seperti radio dan televisi, dapat pula berbentuk daring seperti sosmed atau blog.

JMR mempertemukan parapihak pengguna media komunitas, baik yang merupakan penerima manfaat dari program-program COMBINE maupun pemanfaat media komunitas lainnya yang menggunakan media komunitas untuk pemberdayaan komunitas/warga.

Ruang kelas untuk menyelenggarakan diskusi, panggung untuk menampilkan pertunjukan, stan untuk memamerkan produk komunitas, ruang audio visual untuk memutar video, hingga tempat nongkrong untuk ngopi-ngopi dan makan dengan menu dari warung-warung milik komunitas yang 'dipindahkan' sementara di arena JMR. 

Tiap harinya ada empat waktu kegiatan yang dilaksanakan pararel di enam ruang berbeda. Bayangkan berapa oraang yang akan hadir. Ini tentu akan menjadi promosi besar (dan gratis!) bagi tiap komunitas yang terlibat.


Untuk itu COMBINE mengundang banyak pihak untuk terlibat dalam penyelenggaraan JMR di tiap tahunnya. Tahun ini mengambil tema "Menganyam Inisiatif Komunitas", tentu dengan penggunaan media sebagai basis informasinya. Tema ini akan membahas tiga hal, yaitu inovasi, literasi dan advokasi. 

A. Inovasi
  1. Perkotaan
  2. Kebencanaan dan Pembangunan Beresiko
  3. Pariwisata Berkelanjutan
  4. Teknologi Informasi
B. Advokasi
  1. Kesejahteraan Desa
  2. Lingkungan
  3. Pelestarian Pusaka
  4. Hukum dan HAM
  5. Penyiaran
  6. Pertanian
  7. Buruh Migran
  8. Disabilitas
  9. Keterbukaan Informasi Publik
C. Literasi
  1. Jurnalisme Kontemporer
  2. Ekonomi Mandiri
  3. Literasi media
  4. Media Baru
  5. Seni dan Aktivisme Sosial
  6. Literasi dan Aktivisme Sosial
  7. Penerbitan Alternatif
Poster IHI (desain oleh Abdulah Rofii)
Lihat isu B.3, yaitu Pelestarian Pusaka. Indonesian Heritage Inventory (IHI) diberi kesempatan untuk menggawangi isu ini. Salah satu yang perlu dilakukan adalah menentukan tema bahasan. Ini dia:
Komunitas pelestari pusaka di Indonesia tak terhitung jumlahnya. Masing-masing melakukan pelestarian lewat caranya masing-masing. Ada beragam cara mudah yang ramai dikerjakan komunitas-komunitas ini. Ada yang mendokumentasikan lewat foto dan tulisan, ada yang merawat bangunan Cagar Budaya dengan membersihkan secara berkala, ada yang rutin melakukan jelajah pusaka untuk mengenalkan kepada publik yang lebih luas. Inilah media pelestarian pusaka.
Mungkin anda melakukannya dengan cara lain yang mudah dan murah? Mudah dalam artian, tak membutuhkan upaya yang besar untuk melaksanakannya (seperti membuat jelajah pusaka). Sedang murah berarti tidak membutuhkan dana besar untuk pelaksanaannya.
Jika anda memiliki komunitas yang bergerak dalam inisiatif pelestarian pusaka dengan kedua cara tersebut, maka IHI mengundang anda menjadi pembicara di isu B.3 JMR 2016 pada Sabtu (23/04) pukul 15.00 di Jogja National Museum.

Isu B.3 akan diselenggarakan sebagai sesi diskusi dengan durasi 2,5 jam. Akan ada 3-4 pembicara yang akan kami hadirkan di sini. Tema besar dari sesi ini adalah "Memperkenalkan Pusaka untuk Pelestarian", dengan sub-tema sesuai hal-hal yang dikerjakan oleh teman-teman bersama komunitas masing-masing.

Sesi ini akan dikelola sedikit meniru metode pecha kucha. Tiap presenter akan diminta berbicara dengan presentasinya selama 10 menit, disusul pembicara lainnya dengan jumlah waktu yang sama, dst. Di akhir sesi akan ada tanya jawab.

Pembicara diharap membuat materi presentasi. Tak harus berbentuk Power Point, video dan foto pasti lebih manarik. Namun PP pun oke!

IHI
Juga disebut sebagai Pantau Pusaka Indonesia, IHI merupakan sebuah langkah awal menuju terbangunnya platform Indonesian Heritage Inventory. Inisiatif ini hasilkan sistem dokumentasi data sebaran pusaka di wilayah Indonesia. Yang dimaksud dengan pusaka di sini adalah heritage dalam Bahasa Inggris.

Data sebaran pusaka terbuka untuk publik dan dapat diperbarui informasinya secara kolaboratif. Publik dapat memperbarui informasi pada setiap data pusaka pada situasi terkini atau jika terjadi perubahan. Misalnya terkait pusaka yang sedang direvitalisasi, yang sedang alami kerusakan, terlanda dampak bencana, atau terancam oleh faktor alam maupun manusia.

Perlu Diketahui
JMR merupakan ajang keroyokan yang dikerjakan secara bersama-sama oleh beragam komunitas. Tak ada bayaran untuk penanggungjawab sesi, pembicara maupun peserta yang hadir. Termasuk di sesi Pelestarian Pusaka ini. 

Panitia menyediakan ruang untuk kita gunakan berdiskusi, notulen untuk mencatat jalannya diskusi, foto/videografer untuk dokumentasi, serta makanan ringan dan minuman untuk seluruh peserta yang hadir di tiap diskusi. Hanya itu. Jadi tak ada uang pengganti ongkos transpor ke dan dari tempat acara.

Undangan tak terbatas bagi komunitas di Yogya saja, namun terbuka bagi komunitas pelestari pusaka di seluruh Indonesia. Hanya saja tiap peserta yang hadir wajib menanggung sendiri biaya transpor, makan dan akomodasi selama mengikuti JMR. Tiap peserta diperkenankan membawa 'supporter' dengan jumlah tak terhingga. Makin rame makin seru!

Jika tertarik menjadi salah satu pembicara dengan ide pelestarian pusaka yang mudah dan murah tadi, monggo daftarkan komunitasmu! Sertakan informasi singkat mengenai program yang kamu lakukan untuk pelestarian pusaka. Sertakan pula alamat website atau media sosial yang dapat menjelaskan kegiatan tersebut.

Kami tunggu hingga Kamis, 31 Maret 2016 di heritageinventoryid@gmail.com Peserta yang memenuhi persyaratan akan diundang sebagai pembicara di Jagongan Media Rakyat 2016.

Cek kemeriahan JMR sebelumnya di sini. Info lengkapnya di sini. Tentang COMBINE di sini. Tentang IHI yang kami kembangkan di sini. :)

Update per 3 hari menuju JMR 2016:
  1. IHI menyediakan penginapan gratis satu kamar yang bisa memuat 6 orang, untuk digunakan pada tanggal 23 April 2016.
  2. Di atas ini adalah contoh rute dan jadwal kereta api yang bisa diambil untuk menghadiri JMR. Mohon maaf, kami tidak menyediakan tiket ya :)

Sugeng rawuh ing Ngayogyakarta!

Mlekom,
AZ



about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata