Thursday, April 7, 2016

Posted by adriani zulivan Posted on 2:19:00 PM | No comments

Bonbin Sastra dan Tempe Gembus

Aku bukan anak Sastra, fakultas yang kini bernama Ilmu Budaya (FIB). Namun aku dan pastinya bayak anak Universitas Gadjah Mada (UGM) lain, memiliki kenangan di Bonbin, kantin fakultas ini.

Waktu aku masih kuliah, orang-orang bilang nama "Bonbin" yang merupakan pendekan dari "kebon binatang" itu, diambil sebagai gambaran betapa kumuhnya Fakultas Sastra waktu itu. Sebelum ada gedung baru, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tingkat fakultas di Sastra berjajar dalam satu area di sudut kampus. Banyak mahasiswa yang tinggal di sini sehingga kampusnya jorok. Karena jorok, jadi seperti bonbin. Begitu versi yang aku tahu, beragam versi lain ada di sini.

Meski lebih sering nangkring di Kantin Mbok Galak di belakang Perpustakaan Fisipol--fakultasku, aku juga sering nongkrong di Bonbin. Itu jaman belum tertata rapi seperti sekarang, masih berupa gerobak dan bangku-bangku kayu seadany milik masing-masing pedagang. Harga nasi sayur telor di sana sekitar Rp 5.000,- sepertinya. Itupun sudah dengan es teh.

Bukan kantin favorit memang, apalagi jaman itu di sana belum ada air mengalir untuk mencuci bahan makanan ataupun alat makan. Tapi di sinilah aku pertama kali mengenal tempe gembus. Kalian yang tidak tahu itu apa, mampirlah ke sini. Di sini pula ketemu banyak teman yang sekarang menjadi "seseorang", mulai dari seniman sampai aktivis yang sering muncul di TV itu.

Tadi baca linimasa teman di Facebook, kantin ini akhirnya digusur juga setelah berbulan-bulan digugat oleh pecintanya. Untung saja bulan lalu sempat mampir dua kali ke sini, sekedar ngopi di pagi buta.

Atas perpindahan ini, Yu Par sang legenda Bonbin akan ikut mutasi ke tempat barunya di Lembah UGM, areal di timur kampus. Sedikit banyak aku dapat memahami keberatan teman-teman kelompok anti-relokasi: sebab kenangan adalah segalanya. #uhuk

"Kowe dudu cah UGM nek rung tau nang Bonbin," (kamu bukan anak UGM kalo belum pernah ke Bonbin) kata temenku jaman itu. Benar juga, setidaknya saya jadi tahu enaknya tempe gembus... #ganyambung

Soal penolakan relokasi bisa dicek di sini dan sini. Soal Aksi Penolakan Relokasi Bonbin hari ini (7/04) bisa dicek di sini dan sini. Foto tertanggal 26 Maret 2016 pagi, kali terakhir aku nongkrong di Bonbin.

Mlekom,
AZ
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata