Tuesday, July 25, 2017

Posted by adriani zulivan Posted on 11:03:00 PM | No comments

Kebiasaan Tak Lazim Soal Konsumsi Susu


Tentu saja aku mendukung pemberian ASI. Buk ibuk yang di sana jangan nyolot dulu ya...

Jadi gini. Sudah sejak lama aku punya kebiasaan ga lazim soal konsumsi susu.

Waktu kuliah punya badan kerempeng, aku suka konsumsi susu bumil yang dari informasi yang kubaca, kandungan gizinya lebih tinggi daripada susu biasa. Ini setelah Appeton Weight Gain ga ngefek dan ahli gizi cuma bilang "nanti gendut sendiri kalo udah nikah".

Persoalannya, nikah itu lebih sulit dibanding rajin membaca kandungan susu. Maka ketika tiga tahun lalu menggembul (tanpa nikah) tapi masih merasa membutuhkan susu, kubaca-baca lagi kandungan susu 'tidak biasa' yang berjajar di rak susu toko.

Maka pilihan sering jatuh ke: 1) susu bayi. 2) susu orang lanjut usia. Ini yang kandungan kalsiumnya tinggi. Nah biasanya aku jejerin tuh tiga kemasan susu, bandingin masing-masing ingredients. Yang paling tinggi kandungan mineralnya (tentu pake gugling, apa fungsi masing-masing bagi tubuh) akan kubeli.

Jadi hampir tiap bulan susunya ganti. Paling favorit susu bocah bukan bayi. Sebab meski kandungan susu bayi lebih tinggi, rasanya kaya nyium telapak tangan setelah gelantungan di Kopaja non AC gitu. Zat besiiiiii. Besi karatan!

Nah kalo yang ini dikasih. Sebagai salah satu pengguna internet teladan sejagad nusantara, aku sering dihadiahi produk-produk keluaran baru. Ini yang keempat kali dalam tiga bulan terakhir. Mulai dari sampo, deodoran, sabun cuci piring, sampe susu yang baru datang pagi tadi ini.

*menanti komentar dari pegiat kesehatan soal ketidaklaziman ini

#3menitcerita

Mlekom,
AZ

about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata