Wednesday, February 12, 2014

Posted by adriani zulivan Posted on 3:14:00 AM | No comments

Keripik Biji Durian


Beli durian 6 buah, gak sebiji pun bisa dimakan. Kubilang, aku ditipu pedagangnya. Temenku bilang, jangan berburuk sangka. 

Akhirnya, durian hanya dikupas lalu dimasukkan kontainer makanan. Disimpan di kulkas. Sama Mama suruh dibuang saja. Sama aku suruh disimpan saja, nanti dibuat kolak, kuah serabi atau apapun. Kata Mama, itu gak ada aromanya, buat apa dimasak. Kataku, biar uangnya gak kebuang, dimasak saja :p

Aku pun googling "resep durian". Yang paling banyak tentu pancake, nggak menarik. Akhirnya mencatat jus, kolak, mochi, es krim, serabi (bukan kuahnya), sop (semacam es campur), durian goreng, keripik biji durian dan ketan durian. Belum tau mau buat apa, yang pasti tidak akan membuang daging dan bijinya.

Akhirnya, baru sempat ngedapur 11 hari kemudian. Niatnya mau bikin durian jadi semacam selai untuk olesan dorayaki itu. Tentu duriannya hanya sebagai tekstur tambahan (sebab aroma tak dapat dipertanggungjawabkan) saja, dengan bahan utama kacang merah. Bijinya, tentu digoreng.

Warna dagingnya sudah bening sebab kelamaan di kulkas. Aromanya sudah nyaris busuk. Akhirnya semua kucuci, sisakan biji saja. Jadi jelas akan memasak apa :)

Begini resepnya...


Biji yang sudah dikupas

Bahan 
1.5 kg biji durian
1500ml air
2 ruas kunyit, haluskan
1 sdt kapur sirih
6 bawang putih, haluskan
4 kemiri, haluskan
2 sdm garam
minyak goreng
kiri: hasil potongan. kanan: slicer dan potongan yang dimasukkan ke larutan kunyit dan kapur sirih
Cara
  • Siapkan baskom berisi air. Masukkan kunyit dan kapur sirih.
  • Bersihkan biji durian, kupas kulit kerasnya. Remas-remas dengan sedikit garam. Cuci. Potong tipis (aku gunakan slicer, sebab ukuran biji yang kecil dan tekstur yang licin akan sulit dipotong dengan pisau biasa). Masukkan dalam baskom berisi air.
  • Dengan saringan, angkat biji dari baskom. Akan banyak getah (bening, seperti lem) yang keluar. Terus guyur dengan air kran, sangga bawah baskom agar getah turun.
  • Lumuri irisan biji yang sudah bersih dengan bawang + kemiri + garam. Diamkan 10 menit agar meresap.
  • Goreng dalam minyak sedang. Harus sabar menunggu garing, sebab gorengan setipis ini akan cepat sekali gosong jika digoreng dengan api besar.
  • Tiriskan. Simpan dalam toples.
Bagaimana rasanya? Enak, sangat wangi. Tapi justru wanginya yang bikin aku tidak terlalu menikmati. Enakan biji nangka sih (tapi belum pernah nyoba digoreng, dulu di Aceh sering makan rebusan biji nangka).

Ini nyaris subuh. Demi menuhi janji ke beberapa teman yang meminta resepnya :) 
Silahkan mencoba. Enak, kok!

Mlekom,
AZ
about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata