Gejayan.id resmi diluncurkan pada 5 Mei 2026 di Kampus UII Cik Di Tiro, Yogyakarta sebagai media alternatif yang menolak tunduk pada logika klik dan trafik harian. Media ini digagas oleh Masduki bersama sejumlah tokoh jurnalistik di Yogyakarta, dengan semangat menghadirkan jurnalisme mendalam sekaligus ruang aktivisme.
Masduki, seorang akademisi dan pegiat media, menekankan bahwa jurnalisme adalah fondasi demokrasi. “Tanpa jurnalisme, demokrasi hanya tinggal slogan,” ujarnya dalam peluncuran.
Nama Gejayan dipilih karena jalan tersebut sarat sejarah gerakan sipil, mulai dari gugurnya Moses Gatotkaca pada reformasi 1998 hingga lahirnya gerakan Gejayan Memanggil yang mengguncang politik nasional 2019–2024. Semangat perlawanan dari jalanan itu kini dihidupkan kembali dalam bentuk kerja jurnalistik.
Gejayan.id berkomitmen menjaga kualitas dengan ritme terbit dua kali sebulan, membuka pendanaan melalui donasi publik untuk menjaga independensi, serta menghadirkan kanal khusus Arsip dan Tribute to Udin sebagai upaya merawat memori kolektif dan melawan disinformasi.
Kehadirannya diibaratkan sebagai lilin kecil di tengah gelap, sekaligus kentongan yang membangunkan masyarakat atas krisis demokrasi dan keadilan sosial.
_az_









0 comments:
Post a Comment