Friday, April 26, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 9:24:00 AM | 2 comments

Magelang Tak Hanya Borobudur!

Sumber: KTM
Kota Magelang adalah ibukota dari Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah. Meski Candi Borobudur terletak di kabupaten yang sama, keberadaan Magelang sebagai kota layak kunjung tak sepopuler Borobudur. Bahkan, ironisnya, banyak wisatawan yang mengira Borobudur berada di wilayah administratif Yogyakarta.

Wisatawan hanya melewati kota ini dalam perjalanan menuju Borobudur dari Kota Semarang; atau tak pernah menginjak kota ini, jika berangkat ke Borobudur melalui Yogyakarta. Sangat disayangkan, mereka melewatkan sejarah besar Indonesia yang terselip di kota ini.

Magelang lahir pada 11 April, 907, sebagai desa dengan keberadaan seorang raja. Pada abad ke-18, Magelang menjadi pusat pemerintahan Kolonial Inggris. Tahun 1818, setelah Belanda mengalahkan Inggris, Magelang menjadi ibukota Karesidenan Kedu. Letaknya yang strategis menjadikan kota ini sebagai pusat perekonomian. Selanjutnya, Magelang menjadi benteng militer gerakan pro-kemerdekaan. Kini, kota ini menjadi pusat pendidikan militer Republik Indonesia.


Jejak sejarah tersebut terlihat jelas di sejumlah bangunan kuno di Magelang. Saujana kota yang indah turut pula menggoreskan sejarah, ketika para pejuang menyusun pertahanan di lembah, bukit, hingga kaki-kaki gunung Sumbing dan Sindoro.


Oleh sebagian orang, kekayaan sejarah ini dinilai penting. Untuk itu, warga Magelang berusaha mempertahankan sejarah itu. Magelang Koeta Toea (KTM) adalah salah satu kelompok yang menaruh perhatian besar pada isu ini.


KTM selalu mengajak warga untuk selalu menghargai sejarah kotanya. Salah satunya lewat sebuah agenda tahunan bertajuk Magelang Tempo Doeloe. Kegiatan ini diadakan tiap April, untuk memperingati ulang tahun kotanya. Tahun ini, kegiatan berpusat di area Museum BPK Kompleks Eks Gedung Karesidenan Kedu, Jalan Diponegoro No. 1 Kota Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada 27-28 April 2013, dengan beragam agenda.


Ada pertunjukan budaya berupa tari dan musik tradisional, pemutaran film sejarah dan perjuangan, jelajah kota tua, menyaksikan matahari terbit dari puncak bukit Tidar, diskusi sejarah, dan ritual budaya. Ada pula pameran foto tua, angkutan kuno, jajanan rakyat, kerajinan khas, hingga bursa barang kuno.


Bagaimana cara ke sana?


Dari Yogyakarta:

  1. Naik DAMRI (Rp 35.000) dari Bandara, turun di Hotel Wisata. Lanjutkan perjalanan dengan angkot (Rp 2.500) atau taksi (Rp 20.000)
  2. Naik bus apapun dari Terminal Jombor Jogja (Rp 35.000 untuk AC dan Rp 8.000 non AC), turun di Armada. Lanjutkan dengan engkel (bus 3/4, Rp 3.000) ke Karesidenan/perdana.
  3. Atau, anda dapat turun di Terminal Tidar Magelang. Lalu gunakan angkot jalur 8 (Rp 2.000) ke arah Karesidenan.
Dari Semarang:
Naik bus apapun mengarah Jogja (Rp 12.000), turun di Armada. Lanjutkan perjalanan seperti nomor 2 dan 3 di atas.

Informasi

  • Bagus Priyana +6287832626269 | Wahyu Utami +6281392363778
  • Tentang KTM: Facebook, blog.
Sampai bertemu di Magelang!

Mlekom,

AZ



Catatan:


about it
Categories: ,

2 comments:

  1. Te....magelang itu ada kabupaten magelang yang ibukotanya di mungkid dan kota magelang yang ibukotanya di magelang. Klo borobudur letaknya di kabupaten, gedung karesidenan yg dimaksud letaknya di kota magelang.

    ReplyDelete
  2. Iya Buk, jaraknya yang jauh dari Borobudur ini yang bikin Magelang cuma sebagai kota-yang-dilewati...

    ReplyDelete

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata