Wednesday, April 24, 2013

Posted by adriani zulivan Posted on 5:58:00 PM | No comments

Are You Walking Together?


Pertanyaan ini paling cukup sering muncul jika bertemu orang baru, WNA. Kalimat ini punya cerita khusus buat aku. Akibat kelemahan vocab idiom bahasa Inggris, atau akibat gumpalan (ahem) kotoran yang menutupi membran telinga.

Oktober 2011
Bertemu seorang Mbak-mbak Jepang, dari komunitas yang sama dengan Ndil. kami menjemputnya di hotel di kawasan Malioboro.

"Are you walking together?" tanya Simbak.

"Yes, from the parking area there," tunjukku pada pintu hotel.

"I mean, are you and him, walking together?" tanyanya setelah jeda pikir, sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke aku, dan telunjuk lain ke arah Ndil yang sudah jauh di depan kami, lalu mendekatkan kedua jari tersebut.

"Owh crab! Yea!" jawabku tersipu, sadar kebodohan.
Ndil terbahak waktu kuceritakan.


Maret 2013
Malam minggu. Bersama teman cowok, aku bertemu seorang Mbak-mbak Jerman. Aku dan Simbak Jerman ngobrol di atas becak yang membawa kami ke warung makan.

"Are you working together?"

"Yes, we are," jawabku.

Lama-lama kusadari pertanyaanya.
"Sorry, did you asked wether we are working together, or walking?" tanyaku bodoh.

"Hummm, are you walking together, or working together?" tanyanya balik, membingungkan.

"We are working together, in some project," jawabku polos.
Kami sama-sama tertawa. 

Tak penting.

Mlekom,
AZ


about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata