Sunday, February 27, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:50:00 PM | No comments

Gono Gini


Gono gini itu kalo gak salah dikait-kaitkan dengan urusan harta. Kita berdua sih gak punya harta berarti, meski leptop dan sepeda Cindil sangat berharga bagi kita, sebab akan “susah hidup” kalau tidak ada keduanya.
Aku mengusulkan untuk membuat pembagian tanggungjawab keuangan untuk keluarga kita (kita berdua, maksudnya). Hal-hal seperti ini:
  1. Seluruh kebutuhan rumah tangga (bea konsumsi, bea transpot, dan bea rumah)  jadi tanggungjawab Cindil.
  2. Seluruh penghasilanku ditabung.
Komentar Cindil:
Iya sayang.kamu atur aja.aku ikut
Hummm, pembagian ini adil tidak, ya?

Wednesday, February 23, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:17:00 AM | No comments

Bahaya, Longsoran Tebing Kali Apu

Kamis (03/02) pukul 10.39 WIB terpantau longsoran tebing curam di bantaran Kali Apu, Magelang. Hal ini dikhawatirkan membentuk rawa-rawa (pening) baru. Area baru memjadi ancaman banjir lahar dingin Gunungapi Merapi. Pening (rawa) Kali Senowo dan Kali Apu jebol pukul 11.00. Warga di sepanjang aliran bantaran Kali Senowo dan KAli Pabelan harap waspada

Genangan air yang sangat luas dan debet air besar menggenang di aliran kali bagian atas. Sebagian besar bantaran kali tertutup material Merapi, sehingga air tak dapat mengalir sebab menahan genangan. Curah hujan tinggi akan mengakibatkan banjir bah yang turut mengangkut material gunung.

Adriani Zulivan, berdasar laporan Bayu Saptanugraha dan sumber Kompag Merapi

*
Ditulis untuk website komunitas JALIN Merapi dengan tautan berikut.

Thursday, February 17, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:51:00 PM | No comments

Ketika Aku Memilih Ini



Di dunia ini, aku hanya menginginkan dua jenis pekerjaan:
  1. Pekerjaan lapangan
  2. Pekerjaan jurnalistik
Di dunia ini pula, aku tidak menginginkan pekerjaan di kantor birokrat dan perusahaan, kecuali:
  1. kampus dan lembaga penelitian
  2. perusahaan media
*
Karena satu dan lain hal, sejak 2011 ini aku tidak melanjutkan pekerjaanku di NGO tempat aku bekerja sejak akhir 2009 lalu. Awal Februari aku diterima di sebuah Perusahaan IT --sebut saja namanya begitu--sebagai Public Relation (PR). PR adalah jenis pekerjaan yang menurutku masih berhubungan dengan dunia media. Apalagi gaji yang ditawarkan cukup besar untuk standar Jogja. Kuterima.

Sayangnya, aku menerima tidak dengan hati dan pikiran. Sebab seluruh hati dan pikiranku tak bisa lepas dari hal-hal terkait pekerjaan lapangan, jurnalistik, dan anti perusahaan. Wah, gaswat!

Setelah seleksi wawancara (7/02) yang didalamnya terdapat sesi tawar menawar gaji, akupun pulang. Di sesi itu, tidak terjadi kesepakatan sebab harga yang kutawarkan tidak cocok dengan tawaran mereka. Dengan langkah ringan, sebab tak harus masuk ke perusahaan, aku menuju rumah.Pulang.

Keesokan pagi masuk email dari perusahaan tersebut. Berisi draft kontrak kerja. Menyebutkan besar gajiku setelah mereka naikkan dari tawaran saat sesi wawancara. Aku bingung menerima tawaran ini, sebab aku tidak merasa sreg dengan jenis pekerjaan yang ditawarkan, yaitu lebih kepada marketing produk lewat media yang mereka miliki.

Ini jauh dari perkiraanku. Jika PR lebih banyak bertemu orang luar kantor untuk membina relasi --yang memang akhirnya berpengaruh pada marketing-- pekerjaan di sini akan berada di kantor setiap hari! Intinya, tak akan ada keasyikan membina relasi dengan orang luar seperti yang awalnya kubayangkan.

Email kujawab juga. Mereka mimintaku untuk masuk kerja pada 21 Februari. Dengan berbagai alasan agar tidak segera masuk ke sana --namun di lain sisi aku saat itu belum memiliki pekerjaan-- sedikit kuperpanjang sesi bagaining ini demi mengundur waktu. Berikut jawabanku 4 hari kemudian:

Saya sudah membaca dan mempelajari Job Offering Letter terlampir. Ada sejumlah hal yang ingin saya tanyakan:
  1. Saya tidak menemukan detil job descriptions yang akan saya kerjakan nanti.
  2. Apakah angka yang tertulis tidak bisa masuk dalam range tawaran saya saat wawancara?

Keesokan harinya emailku berbalas:
 
Terima kasih atas email anda, maaf baru kami reply hari ini, perlu bisa kami sampaikan  adalah sbb:
  1. untuk ekspektasi anda di salary offering perlu kami bicarakan dulu dengan pihak-pihak terkait,
  2. untuk job desc detail CRO akan kami sampaikan beserta KPI pada saat anda sudah joint di, krn bagaimanapun in detail hal tersebut masih merupakan rahasia perusahaan terkait dengan status kekaryawanan anda secara legal.

Tidak kubalas. 16 Februari dikirim lagi:


Terkait dengan email anda tempo hari, kami menerbitkan Job Offering Letter sebagai opsi ke 2 untuk anda. Untuk detail job description akan kami sampaikan setelah anda menerima Job Offering kami dan bergabung dengan kami.

Mohon anda cek dan pelajari job offering letter tersebut, serta konfirmasikan kepada saya secepatnya.


Dalam offer terakhir ini tertulis angka yang sangat baik, berupa gaji pokok dan tunjangan jabatan. Sesuai keinginanku dalam sesi wawancara. Ditambah bonus kinerja tahunan dan 4 jenis asuransi (keluarga, kecelakaan kerja, kematian, hari tua). Nah, makin susah kalau mau nolak lagi!
Kebetulan seminggu sebelumnya aku mendapat tawaran kerja di kantor lamaku, di sebuah institusi pendidikan. Belum ada kejelasan. Aku masih menunggu itu dulu tanpa melepaskan yang PR ini. Kujawab:
Terimakasih atas kesempatannya untuk mempertimbangkan kembali tawaran tersebut.

Setelah mendapat gambaran umum mengenai job description tersebut, saya mengerti apa yang akan saya kerjakan nanti meski belum mendetail. Secara angka, saya menyetujui tawaran ini.

Namun perlu saya beritahukan kembali, bahwa saya tidak dapat bergabung pada Senin (21/02) nanti, terkait keperluan keluarga (yang pernah saya ceritakan saat tes lalu). Saya siap untuk memulai pekerjaan saya pada 1 Maret 2011 mendatang.

Mohon pertimbangan,
Tidak ada jawaban. Tapi aku tahu mereka menyetujui, sebab hal ini sudah kusampaikan sejak sesi wawancara. 
Tawaran pekerjaan di institusi pendidikan tsb belum menunjukkan tanda-tanda. 25 Maret kuperjelas tawaran itu, mereka masih membutuhkanku. Alhamdulillah.
"Tapi honornya enggak besar, lho..." kata bakal calon bosku.
Ah tak apa. Yang penting aku jadi freelancer. Kami sepakat untuk tidak membuat jam kerja untukku. Aku akan bekerja sesuai target, tidak harus ngantor setiap hari, 8 jam sehari. Akupun bisa pindah kerjaan jika mendapat pekerjaan yang cocok. Aku senang!
Aku tidak tahu berapa rupiah yang akan menjadi hakku di tiap bulannya untuk pekerjaan ini, namun aku memiliki kepercayaan besar pada orang-orang di institusi ini. Tahun 2008 aku pernah bekerja di sini, itu sebabnya :)

Aku yakin bahwa sebagai freelancer di institusi pendidikan ini aku tak akan mendapat gaji sebesar di Perusahaan IT, tak kan pula ada asuransi, tidak juga bonus. Tapi tak apa. Ini bukan goal-ku. Ini hanya persinggahan sementara. Kuutarakan pada Cindil mengenai hal ini.

Ya sayang.aku doain n dukung kamu.yg pnting kamu tau n suka ma yg kamu pilih.
SMS Cindil ini menenangkan hatiku. Aku mempertaruhkan hal besar untuk pekerjaanku. Makasih sudah dukung aku, sayang…

Tuesday, February 15, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 12:30:00 AM | No comments

Yang Muda yang Pikun

Gambar enggak nyambung [http://bit.ly/IDHMbn]

Itu aku. Muda (ehm), dan sangat pikun!
Benda apa yang sering saya tinggalkan atau lupa membawa ketika sedang dibutuhkan?
  1. hape
  2. kunci
  3. dompet
Kalo cerita ketinggalan buku di angkutan umum? Sudah sering.
Leptop sekali, di taksi. Dengan susah payah nemu kembali.

Hape, berulang kali. Di angkot, di warung, kantor, posko relawan Merapi, mobil orang, rumah orang, dsb, etc, dll.

Sandal? Sering, di mesjid. Wajar, bukan? Ah, bukan, yah?

Untung kamu ninggalin dompet di tmpat yg kamu kenal. Cb kalo d bus ato taksi.

SMS Cindil dini hari tadi, pasca mengantarkanku pulang. Kita seharian ke luar kota. Aku bawa segala macam kebutuhan seharian itu ke mobil. Jadi pas turun, bawaanku ribet.

Ah, tapi itu excuse yang buruk. Dan aku tahu, Cindil sangat tidak suka dengan kecerobohanku yang jadi "kebiasaan" ini.

AZ

Sunday, February 13, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 8:56:00 AM | No comments

Coklat Apa Item?


Mo kondangan temennya Cindil.

Aku: Sayang, kondangan pake coklat apa item?
Cn: Coklat aja.biar manis.item ya gpp.biar gelap

Huh, emang Cindil selalu nyebelin kalo ditanya beginian!

AZ

Saturday, February 12, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:03:00 PM | 1 comment

Harta Karun Keluargaku

`
Pernah menemukan harta karun berharga di rumah keluarga? Aku sering, terutama di lemari milik ibu yang kupanggil mama.

Harta karun terbanyak dan terfavorit adalah pakaian ;) Model pakaian zaman mama muda dan masih modis dulu, kebetulan oleh perancang2 terkenal dunia diduplikasi menjadi tren busana sejak 2009 lalu. Yay!

Harta karun lain adalah resep masakan. Mama punya sebuah buku babon resep masakan. Bukan resep masakan sehari-hari keluarga, tapi resep masakan-masakan khusus, terutama kue.

Buku ini usang, buruk rupa. Penampakannya sudah tidak putih warna kertas bersih, namun kusam kuning kecoklatan. Beberapa lembar sudah sobek. Tak sedikit tulisan yang sudah hilang luntur tintanya.

Pernah kutawarkan diri untuk mengetik ulang resep-resep tersebut agar lebih aman tersimpan. Mama mau, tapi belum sempat kulaksanakan.

Apa harta karun keluargamu?

Tuesday, February 8, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:54:00 PM | No comments

Lewat Satu


Sepagian coba konsentrasi bikin lamaran kerja untuk sebuah lowongan yang akan berkahir masa pendaftarannya pada sore ini. Tapi gbs. Hahaha. Sama sekali gak konsen.

Yaweslah, relakan saja, lewat satu kesempatan.
Belum jodoh!
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata