Monday, August 6, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 11:05:00 AM |

TMT Denpasar - Hari 5

Sahur dengan menu membosankan. Kami hanya memanasi makanan yang ada di kulkas. Sama dengan menu dua kali sahur sebelumnya. Maaf ya ikan, seumur hidupku baru kali ini aku membencimu... :|
`
 `
Balikuna
Akhir pekan ini suami dan anak-anak Bu Ari datang dari Jakarta, untuk menemani keluarga angkat Bu Ari dari Belgia yang sedang berlibur di Bali. Pagi ini mereka rafting di Sungai Uyung, Ubud. Kami diajak serta, namun menolak sebab perlu menyelesaikan banyak pekerjaan lagi.
`
`
Be Paseh
Ini adalah resto di Denpasar. Jual segala macam makanan ikan. Hwaaa, aku bosan! Eh ternyata ada ayam betutu dan udang bakar. Aku pilih udang bakar yang ternyata, rasanya biasa banget. Tapi lumayanlah, kali ini tak harus menyantap ikan.
`
Bu Ari bergabung dengan kami di sini. Oia, aku baru tahu bahwa kacang goreng yang selalu ada di makanan Bali itu untuk meredam rasa pedas. Bu Ari yang bilang. Belum kubuktikan, sih!
 
Veranda Cafe
Kami bertemu dengan Pak Anindya dari Bappeda Bali. Beliau adalah salah seorang "oknum" pemerintahan yang memiliki pemikiran langka :) Beliau mendukung Bali Creative City dan mengajak orang untuk berjalan kaki dengan memperluas pedestrian way di Jalan Gajahmada. Oleh Pemkot setempat, jalan ini telah ditetapkan sebagai Kawasan Heritage.
`
`
Kak Shindi da para ibu-ibu ikut mobil Bu Ari. Kami mampir untuk mencari menu sahur. Agak sulit mencari sebab lagi bosan makan makanan Jawa yang selalu tersedia di kulkas. Padahal, makanan Jawa adalah pilihan mudah untuk mencari makanan halal di Bali.

Sepanjang jalan menyisir makanan, akhirnya mampir di Warung Madura. Kami beli dua sate ayam dan satu gule kambing. Yang makan kambing cuma aku. Hummm. Sambil menunggu pesanan siap, Mbak Maya minum jamu bubuk. Aku dan Uci ke toko sebelah; aku cari baby oil untuk pijat, dan Uci beli tolak angin :)

Amman Shintya
Tidur!

Mlekom,
AZ



Categories:
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata