Thursday, April 26, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 4:38:00 PM |

Tanah Teduh

Ini video yang bagus, namun tak jelaskan makna. Milik sekumpulan arsitek muda Indonesia. Setahuku, mereka adalah sejumlah kecil dari sedikit pemerhati green concept building. Cek di sini.

Paling tidak, menonton ini membawa damai sejenak. Pemilihan tone dan suaranya sangat teduh, seperti namanya :) 
Cocok buat healing, lah (tapi perlu menghiraukan obrolan orang-orang di video ini).



Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 4:19:00 PM |

Menjadi Penyelamat Orangutan




COP School Memanggil Anak Muda Indonesia untuk Menjadi Penyelamat Orangutan!

Info dan pendaftaran: 
daniek@cop.or.id, phone: 081328837434.
Kuota terbatas.
Pendaftaran ditutup 1 Mei 2012.

Salam,
COP, Backpacker Indonesia dan Orangutan

*
Copas dari sini.
Posted by adriani zulivan Posted on 9:06:00 AM |

Green Graffiti



Baru saja nonton liputan di TV tentang Green Graffiti. Papaku bilang: bagus banget!" Aku mengangguk setuju. Kata perusahaan yang diwawancara: "Ini ramah lingkungan, cocok diterapkan di negara berkembang. Aku bilang: "Tidak! Indonesia memiliki corak media berbeda."

Alasan:
  1. Jalur pejalan kaki di Indonesia terbatas. Jikapun ada, diserobot parkir dan pedagang kaki lima.
  2. Jumlah pejalan kaki di Indonesia tak banyak. Mereka (termasuk aku), lebih suka naik kendaraan.
Ketika jalur pejalan kaki terbatas, maka media untuk membuat graffiti itu akan ikut terbatas. Masa' iya mau bikin graffiti iklan di trotoar yang saban malam diinjak gerobak angkringan?

Baliho, spanduk, umbul-umbul dan sejenisnya, apalagi yang berukuran raksasa, memang merusak wajah kota dan sangat tidak ramah lingkungan. Setelah usai masa tayangnya, media ini hanya akan menjadi sampah, sampah yang sulit diurai alam.

Namun hingga kini, media luar ruang jenis ini masih dianggap yang paling efektif di Indonesia. Sebab, mayoritas masyarakat kita adalah pengguna kendaraan, sehingga media harus dipasang dengan posisi yang sesuai dengan jarak pandang/baca mereka; dari dalam mobil/bus, dari atas sepeda motor, dan seterusnya.

Contoh-contoh baik dari negara maju memang tak selalu pas bila diterapkan di Indonesia. Selain karena masyarakat yang tak taat hukum, pemerintah pun melempem dalam terapkan kebijakan.

Ini negaraku. Mana negaramu? :)

Mlekom,
AZ


`
*
Tentang Green Graffiti, lihat di sini. Website-nya oke!

Tuesday, April 24, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:56:00 PM | No comments

Toilet Desa


Lokasi: Balai Konservasi Borobudur

Ini toilet kantor pemerintahan di desa kecil. Bersih dan wangi plus banyak signage :)

Mlekom,
AZ

20140514
Posted by adriani zulivan Posted on 9:51:00 PM | No comments

WC Tong Sampah


Lokasi: Kantor Balai Konservasi Peninggalan Borobudur

Buang kertas... Ini wece apa tong sampah?

Mlekom,
AZ

20140514
Posted by adriani zulivan Posted on 9:20:00 PM | No comments

Sebab Buang Air Kelamaan...


Lokasi: Terminal Jombor, Yogyakarta

Sebab menggunakan kata "buang air besar" dan "buang air kecil" adalah kelamaan, nggak ringkes!

Mlekom,
AZ

20140514
Posted by adriani zulivan Posted on 9:12:00 PM | No comments

Ari: Janda Kesepian


Lokasi: Terminal Jombor, Yogyakarta.

Sang janda kesepian yang mencari keramaian di toilet... Mana ada, buk!

Mlekom,
AZ

20140514

Posted by adriani zulivan Posted on 7:48:00 PM | No comments

Baru ala Jadul


Baru ala jadul. Closet dengan flush di Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Mlekom,
AZ


20140518

Monday, April 23, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:26:00 PM | No comments

Terburuk


Sebenernya males ikutan ke Pantai Paris yang menurutku biasa-biasa saja. Tapi gak enak, sebab ini nemenin tamu keluarga. Seorang Oom yang lagi hanimun dengan istri baru, setelah ditinggal almarhum istrinya.

Yang ada di sana cuma nonton sejoli yang poto-potoan seru ala anak muda. Di atas dokar, di bawah pohon, di atas pasir, di bibir pantai, dan masih buaaanyak lagi. Mama Papa untung ikutan, jadi aku gak harus nemenin-nemenin banget. Biarlah dua sejoli itu menikmati suasana, aku minggir di bawah pohon, lalu mlipir ke warung.

Harganya Rp 5.000. Murah banget, semoga beneran ayam, bukan daging lainnya. Porsinya gede bungata (liat deh itu sampe tinggi ke permukaan mangkok)! Warnanya kuning kaya opor. Aneh. Rasanya lebih aneh. Ini salah satu mie ayam teburuk yang pernah kumakan. 

Mlekom,
AZ

20140522
Posted by adriani zulivan Posted on 9:14:00 PM | No comments

Babik Rp 2.000

Di Pantai Depok Parangtrisis--dikenal dengan sebutan Paris, kalian bisa beli ikan di Pasar Ikan Segar yang ada di dekat parkiran. Lalu membawa ikan mentah tersebut ke salah satu warung yang bertebar di bibir pantai. 

Warung Makan 41 Gus Nanang adalah favorit keluargaku. Jika pergi bersama teman-teman, aku juga menganjurkan tempat ini. Kenapa? Karena warung cukup bersih, tidak terlalu ramai sebab berada di ujung, ada mushola, washtafel dan toilet yang banyak. 

Saking banyaknya fasilitas 'berair' di sini, disediakan pula kolam renang seadanya. Nah, seluruh kegiatan yang menghabiskan air tawar ini dikenakan biaya. Begitulah.

Mlekom,
AZ

20140522


Saturday, April 21, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 4:49:00 PM |

OTW



OTW was made from 1395 different pictures and a lot of hand-made properties. The main idea of this film is to show that diversity is coloring our lives. We made bunch of different things. Combining minimized Asian-European buildings and religious places into a table-sized paper-city of Jogjakarta, a little lost man, and Eastern-Western audio in a less than 3 minutes film to share the beauty of diversity.

This short film is submitted by David Sugianto.

About Asia-Europe Short Films Contest: http://asef.org/index.php/shorts

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 4:31:00 PM |

Iklan Anti Rokok di Sudut-sudut Jogja

Sangat mudah menemukan iklan produk rokok di sudut manapun di Jogja, dalam berbagai bentuk media iklan; dalam dan luar ruang. Dia ada di baliho, spanduk, megatron, flyer, poster, facade bangunan (terutama kios dan warung), dan seterusnya. You name it!

Yang sulit itu adalah mencari iklan anti rokok! Jikapun ada, selain usia tayangnya tak bertahan lama (entah akibat apa), iklan-iklan yang dipasang pemda/pemkot ini tidak menarik dalam segi desain.

Berikut adalah media ruang publik berupa baliho di Yogyakarta. Bukan Kota Jogja, namun Kabupaten Sleman. Semua berisi himbauan untuk tidak merokok. Diambil dari album milik komunitas Jogja Sehat Tanpa Tembakau (JSTT).

Perempatan Jombor
`
Maguwoharja. Bersebelahan dengan iklan rokok!
`
Perempatan UPN
`
Perempatan Gejayan
`
Monjali
`
Demak Ijo
`
Pelem Gurih


Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 12:29:00 AM | No comments

UNDANGAN Panen Salak!

Pesan dari Mbak Sinta Carolina:
 
Man-teman tukangmakaners...
mari berkumpul dan bergembira riya di kebon salak oom Alex Satrio 
minggu pagi tgl 22 April 2012, 

kalo mau ikutan, kumpul di rumahku*) sebelum jam 8 pagi ya....
o ya, jgn lupa bawa kantong plastik kosong krn keliatannya kita akan disangoni salak fresh from the kebon, hehehe...


*) 
  • Bakso Lomboq Uleq seberang Mirota Kampus Jakal, Jogja. 
  • Lokasi kebon salak: Turi, Sleman, DIY (30 menit dari Rumah Mba Sinta)
  • Gratis. Terbatas! 
  • Hub 0816 422 9112 (Sinta)


Mlekom,
AZ

Monday, April 16, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 8:32:00 AM | No comments

Travel Writing Scholarship to Southeast Asia!



Hey Nomads! 

It's time to do one final spell check and put the finishing touches on your application for the 2012 Travel Writing Scholarship to Southeast Asia - entries close on Monday!

You must apply by April 23 at 2pm Australian Eastern Standard Time for your submission to be eligible. 

This is your opportunity to be mentored by Rough Guides author, Richard Lim, and break into the travel writing industry - with a chance of being published in 'The Rough Guide to Singapore'! 

After your assignment in Singapore, you will head to Bali to join Stuart McDonald of Travelfish for six days of adventure and local culture (off the banana pancake trail!). Finally, you'll embark on a food excursion through Kuala Lumpur and Penang with Tin Cho Chaw of hsaba.com to discover how food influences the lives of Malaysians. And you'll be writing about it all! 

To enter, you need to submit a personal travel essay on one of our four chosen themes and tell us why you should be awarded the scholarship. Head to the World Nomads Scholarship page for more information and to apply!

Don't wait until the last minute, only entries received before 2pm (AEST) on April 23rd will qualify for consideration!! 

Apply Now!

   
Good luck!
Alicia Smith
PROGRAMS MARKETING MANAGER

Source: here.

20140208

Saturday, April 14, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:49:00 AM |

Sukiman, Perintis Diversifikasi Tanaman Tembakau ke Sayuran


Pada ketinggian 1185 mdpl di sebuah dusun perbatasan akhir dengan Puncak  Gunung Merapi tepatnya di Dusun Kepuh  Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang Klaten , Sukiman (42 tahun) menjalani aktivitas hidup sebagai seorang petani asli lereng merapi dengan suasana damai dan tenang. Aktivitas pagi itu diawali Sukiman ke ladang belakang rumah untuk merawat tanaman sayuran tomat yang sudah mulai berbuah, disamping tomat tanaman Lombok merah dan sayuran kembang  kol juga nampak tumbuh subur di ladang belakang rumah di bawah gardu pandang pengawasan Gunung Merapi di Deles ini. Kebanyakan orang tahu bahwa di Deles ini sekedar daerah wisata  lereng Gunung Merapi dari sisi timur yang masuk Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Pada saat erupsi merapi tahun 2010 kemarin Deles ini merupakan daerah rawan bencana 3 dimana semua warga dari dusun ini mengungsi secara sukarela ke kota Klaten selama 40 hari. Dari sekian banyak kisah menarik dari dusun lereng merapi ini terutama kisah heroik disaat merapi meletus 2010 dan juga kisah kearifan masyarakat lokal dalam penghijauan  hutan di lereng merapi ternyata ada sebuah kisah perjuangan seorang petani dalam merubah pola tanam tembakau ke sayuran dan tanaman produktif lainnya.


Sejak jaman dahulu sampai awal tahun 2003 mayarakat di daerah Deles dan sekitarnya adalah petani tembakau sejati. Tanaman tembakau merupakan tanaman yang di budidayakan secara turun temurun oleh warga didaerah ini dan termasuk daerah penghasil tembakau wilayah jawa Tengah. Selain tembakau tanamn cengkih juga menjadi tanaman unggulan dari warga Deles ini. Sukiman seorang lulusan sekolah setingkat SMEA mencoba membuat sebuah perubahan yang sangat bersejarah di Deles ini. Bermodalkan tekad dan pengetahuan yang dia miliki mulailah Sukiman ini melakukan budi daya tanaman diluar tanaman tembakau yang menjadi tradisi masyarakat Deles ini. Awal mulanya orang menganggap apa yang dilakukan Sukiman ini agak aneh karena belum terbiasa di daerah ini. Tanaman Tomat, Kembang Kol, Cabe dan beberapa sayuran lain mulai di budidayakan Sukiman mulai tahun 2003. Perlahan namun pasti apa yang dilakukan Sukiman tidak sia-sia. Hasil ketekunannya berbuah hasil panen tanaman sayur yang bagus. Satu persatu masyarakat mulai bertanya kepada Sukiman dan meniru pola tanam yang dilakukan Sukiman. Dengan penuh kesabaran Sukiman memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada petani walau dia bukan seorang pegawai penyuluh pertanian resmi dari pemerintah.


Dari satu kampung ke kampung Sukiman dengan sabar memberikan penyuluhan kepada para petani bagaimana bertanam sayuran yang bagus, mulai dari penyediaan bibit tanaman, penyemaian perawatan dari hama penyakit dan sampai pengolahan pasca Panen. Sukiman tidak pernah meminta upah ketika  memberi penyuluhan kewarga tetapi secara kearifan local  masyarakat  kadang warga membeli imbalan berupa sekarung rumput yang langsung di taruh warga di motor Sukiman bagitu selesai penyuluhan. Hasil panen sedikit demi sedikit menarik para pengepul sayuran untuka naik ke Lereng merapi ini ketika musim panen sayuran tiba. Banyak petani yang awalnya menanam tembakau kemudian beralih ketanaman sayuran walaupun saat itu adalah saat musim bertanam tembakau. Pelan namun pasti, Sukiman tidak pernah memaksakan petani tembakau untuk beralih dari tembakau ke sayuran. Semua mengalir dengan alami karena bukti yang di bawa Sukiman menjanjikan secara nyata bahwa hasil sayuran yang di tanam melebihi hasil ketika bertanam tembakau yang harganya sangat fluktuatif dan selalu di permainkan tengkulak. Pengorbanan Sukiman ini tidak sia-sia, secara bertahap sejak tahun 2003 sampai 2011 tiga desa di lereng merapi sisi timur yaitu meliputi Desa Sidorejo, Sidomulyo, dan Balerante mulai berubah pola tanamnya dari petani tembakau menjadi petani sayur mayur. Tembakau secara perlahan tergantikan oleh komoditi sayuran dan luas ladang tembakau lama-lama semakin mengecil karena perubahan pola tanam masyarakat ini.


Selain itu Sukiman juga aktif sebagai seorang relawan dalam memantau Gunung merapi dari sisi timur. Lewat radio komunitasnya dan organisasi lintas merapi yang didirikannya Sukiman memberikan banyak pencerahan dan ide-ide kebersamaan yang menghidupkan kembali semangat warga daerah sini. Semangat untuk mandiri dan saling membantu diantara warga yang kuat serta kepedulian pada alam sekitar dengan melakukan penghijauan hutan serta pencegahan dari eklporasi pasir di lereng merapi ini menjadi contoh keteladanan yang luar biasa dari seorang Sukiman, petani lulusan SMA yang tidak tergoda bekerja di Kota tetapi memilih menetap di kampung dan menjadi motivator warga sekitarnya.


Liputan khusus JSTT (fauzi an & didik jn)

Copas dari sini.
Posted by adriani zulivan Posted on 7:08:00 AM | No comments

Jangan Isi BBM!

Teman-teman, beberapa pekan ini kita dibanjiri oleh informasi tentang naiknya harga minyak dunia. Bahkan banyak demonstrasi menentang keputusan pemerintah yang mau tidak mau HARUS menaikan harga jual BBM!
 

Sebenarnya biang keladi kenaikan harga BBM bukanlah pemerintah! Melainkan Perusahaan Minyak Global yang Memonopoli mayoritas harga minyak dunia! Dan ADA CARA untuk menghadapi mereka! BENAR! ADA CARANYA!
 

Ini yang teman-teman bisa lakukan, dan hal ini sering dilakukan oleh masyarakat di Australia untuk menekan harga jual BBM mereka! Kekuatan media saat ini sangat berpengaruh bagi penyebaran informasi. Semakin banyak orang yang melakukan, semakin besar pula EFEKNYA! Sebarkan melalui Twitter,
Facebook, BBM, dan berbagai media yang terpikirkan!
 

PADA TANGGAL 15 APRIL 2012. Sekali lagi, TANGGAL 15 APRIL 2012! Mulai pukul 00.00 sampai pukul 24.00. JANGAN MENGISI BBM!! Benar! JANGAN MENGISI BBM! Kalau mau isi ВВМ sehari sebelum atau sehari sesudah 15 April 2012.
 

Fakta: Dengan tidak terjualnya produk mereka satu hari saja, perusahaan minyak akan mengalami kerugian 3 Triliun Rupiah!! Apabila semua orang di Indonesia melakukan hal ini, Mau tidak Mau, perusahaan harus menurunkan harganya agar bisa menjual!

Dan INDONESIA TIDAK SENDIRIAN!! Beberapa masyarakat di negara-negara lain sedang melakukan hal yang sama! Grass Root Campaign, istilah mereka. Sasaran Mereka hanya satu. KORPORASI MINYAK GLOBAL! 

BOYKOT BBM UNTUK SEHARI!! PAKSA PERUSAHAAN MINYAK UNTUK MENURUNKAN HARGA! Ingat! JANGAN mengisi BBM tepat pada tanggal 15 APRIL 2012!!!

*
Dari Mas Nanang Pamudji, Kaprodi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fisipol UGM.


Aku setuju dengan alasan meningkatnya harga BBM. Juga setuju dengan ajakan boikot ini, toh ini hari libur. Namun tak setuju dengan cara publikasi dan penyebaran kampanye ini. Butuh marcomm gratis, mas? Count me in :))


Mlekom,
AZ

Friday, April 13, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 7:55:00 AM | No comments

3 Baritons

Gambar: FB Bu Anggi Minarni


are you asking me out? #nowwatching :)

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 7:27:00 AM | No comments

Pak Raden Ngamen untuk Hak Cipta


Kali ini Drs Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden tidak sedang ingin mendongeng. Hatinya sedang galau. Beras di bakul tak ada. Mau berobat ke dokter tak ada biaya. Apalagi untuk mengurus rumah bocor dan hak cipta. Maka, pria kelahiran Jember 28 November 1932 ini akan bernyanyi; dengan begitu dia bisa membunuh rasa sedih dan sakit hati. 

Sejak puluhan tahun hak cipta Unyil tidak berada dalam genggamannya. Terbang entah ke mana. Maka kali ini Pak Raden akan turun dari kursi rodanya, untuk menyanyi dan curhat kepada sesiapa yang mau datang ke rumahnya. 


Selain bicara soal hak cipta, Pak Raden tentu akan menyanyi seadanya. Dia pilih lagu “Iwak Peyek”sebagai lagu pembuka, karena baginya lagu itu selalu membuatnya yakin bahwa hidup sederhana bisa dibuat meriah. Lalu lagu penutup “Sol Do Iwak Kebo” yang mengingatkan kita pada serial Si Unyil.
 

Selain sejumlah lagu pilihannya, juga beberapa tembang dolanan Jawa, Khrisna Pabichara yang sastrawan cum motivator akan menjadi pemandu acara sekaligus akan membawakan sebuah puisi. 

Acara untuk galang dana Pak Raden ini terbuka untuk umum. Ada penjualan buku karya Pak Raden, lukisan dan kaos. Semua dana akan dipergunakan Pak Raden untuk makan, berobat dan mengurus hak cipta. 

Siapapun boleh datang, boleh melempar koin, dan tentu saja ikutan nyanyi bersama. 


Hari/tanggal : Sabtu, 14 April 2012, mulai pukul 16.00 WIB
Tempat    : Kediaman pak Raden. Jalan Petamburan 3 No 27 RT 003 RW 04 Petamburan Slipi, Jakarta 

Kontak
Prasodjo Chusnato 
Hp 082124379430
Twitter @labulucu
FB Prasodjo Chusnato Sukiman

*
Sumber tulisan dan foto:
Sumber: Facebook Bamby Cahyadi di sini.



Sejumlah Tweet yang mungkin bisa membuat kamu ikut tergugah:

RT @_PakRaden_: Selamat pagi semuanya.Untuk donasi sila kirim ke Mandiri 1570001117119 a/n Arief Maulana atau ke rekening BCA: 0840382796 a/n Chusnato


Mlekom,
AZ

Thursday, April 12, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 7:01:00 PM | No comments

Ih, Presidenku Jago Bahasa Inggris!



SBY di forum lokal, presscon Gempa Aceh: 

"memastikan early warning system works well"

"agar semuanya under control" 

:)


Presiden negaraku ini...


Mlekom,
AZ


*foto tak terkait
Posted by adriani zulivan Posted on 2:43:00 PM |

The Baldy-baldy Boy-boy

Gambar dari sini.

Dalam program workshop Pendidikan Pusaka di Balai Konservasi Borobudur, peserta diperkenalkan lagu populer Jawa: Gundul-gungul Pacul yang ditranslasi ke dalam bahasa Inggris, menjadi:

The baldy-baldy boy-boy
He shakes his head
Bringing a plate of rice-rice
The plate falls down
 
And the rice scatter on the floor
The plate
And the

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 1:05:00 PM | No comments

Ngok-ngok

Izinkan aku untuk co-pas twitku malam ini:

Anakku gk terselamatkan... RIP Ngok-ngok...

Ini Ngok-ngok sebelum dikuburkan sore tadi... @kireynazkiya @obethjourney @joeyakarta 


Boleh ya, pengen cerita ttg Ngok-ngok! #Ngok

Juli 2011 aku temukan #Ngok di sebuah bak sampah di dekat kontrakanku di @kotagede.

Saat itu #Ngok mau nyebrang jln, nyaris ditabrak motor. Tubuhnya yg begitu kecil (usia 1 minggu) & warna putih bikin dia tdk tampak

Aku turun, niat seberangkan dia. Sepertinya ke arah warung di seberang. Mgkn kelaparan. Saat kupegang, seorang ibu tanya: Mau diambil, mba?

Kutanya siapa pemiliknya. Ternyata #Ngok milik si ibu. Dia sarankan agar kurawat. Ternyata ada 2 lainnya di dlm kardus di depan rumah si ibu

Si ibu seorang pemulung. Dia temukan #Ngok bersaudara di sebuah bak sampah lalu membawanya pulang. Mereka bertiga dibuang!

Si Ibu bawa pulang #Ngok cuma bermodal rasa kasihan. Dia tak tau bgmn cara mberi mreka makanan. Di kardus itu kutemukan mi instan kering :((

Si Ibu jg bukan org berpunya. Dia senang jika ada yg rawat #Ngok. Tnyta ada byk kucing lain beragam usia di rumahnya, yg jg tampak lapar.

Kuputuskan bawa #Ngok bersaudara. Mereka jd peliharaan kedua kami--stlh Lelen yg ketemu di Bantul & menghilang 2 bln kmdn--

Ini (ki-ka) Ngok-ngok, Keng-keng & Cencen. Hari kedua di rumah (04/07/2011). Masih dekillll :) #Ngok


Dinamain Ngok-ngok, krn #Ngok suka cengok (lihat foto). Kengkeng (dari Hokeng) & Cencen (Vincent) adlh nama Papua,


Nama Papua ini diambil dari grafiti yg ada di rumah kontrakan. Sepertinya, rumah itu dulu ditempati teman-teman dari Papua

Hari2 awal, meski bau, mereka menyenangkan. Sering keluar cacing lewat mencret dan muntahnya. Bikin kotor seisi rumah :) #Ngok

Lalu #Ngok bsdr kami bawa ke klinik hewan. Divaksin anti cacing & diobati mencretnya. Hanya seminggu di rumah, Kengkeng pergi... :'(

Mereka yg awalnya sllu tidur berpelukan, kmdn sdh gk bisa lg. Kengkeng yg paling byk muntahin cacing :( #Ngok


Stlh ditinggal Ngkeng, #Ngok & Ncen tetap kompak. Aku senang, perasaan duka mereka tak berlarut2 :)


Sampe gede, mereka tidur masih berpelukan, lho. Bahkan masih sering saling menjilati tubuh saudaranya... 


#Ngok sangat sering sakit2an. Menurut dokter, krn dia ditemukan di tempat kotor & tdk sempat diberi ASI.

Menyedihkan! Mbo klo buang kucing tunggu sampai selesai disapih ibunya... Mgkn #Ngok stress krn jadi yatimpiatu yg gk tau dmn ortunya...

Sore td, 10 bln stlh perjumpaan kami, #Ngok akhirnya nyusul Ngkeng. Ncen setia nunggu adik terakhirnya dikuburkan


Ncen & @joeyakarta di pusara #Ngok. Besok kita tabur bunga ya, nak!


Kami berduka. Kami menyebut mereka semua sbg "Anak Kita". Tapi Ncen mgkn yg paling sedih. Gk ada lg saudara utk dipeluknya... #Ngok

Oia, Ncen--yg selama ini paling sehat--sdh 5 hari kena radang. Tdk mau makan. Doakan Ncen sehat ya oom & tante di temlen...

Yawes. Dadah #Ngok, titip salam buat Ngkeng di sana, yah! Kami semua sayang kalian...  [Ttd: Mama, Papa, Kakak] -- @joeyakarta

@silvia93vivi @obethjourney @kireynazkiya trims tante, oom. doakan kami tegar! *seriusmintadoa*

@alexia308 Ngok mmg sakit2an, Mbah. Kamu sempet ketemu mereka yah

Rt @joeyakarta @adrianizulivan luv him

@joeyakarta i love them all. Ngkeng, Ngok, Ncen. Juga Ndil :) ~ Ngrong

@imronrosyid @silvia93vivi okeh senenge mas. Ndue anak iku membahagiakan sekali. Alhamdulillah...

@silvia93vivi anak nomer II, part II mbak. Pt I si Lelen, kabur entah kemana

@Pangeranucoxs makanya, jangan buang kucing, yah!

Apakabar mereka? Salam yah! RT @cakpii hey aku jg mggu kmrn bw pulang 4 ekor kitten yg dibuang 

Salam buat adiknya ya mba | Hewan dianggap gk penting, mgkn? RT @nayarini adik & suaminya jg suka ambil kucing buangan #yg buang koq tega ya

@bertogesit cengok bgt. pas udah gede gk cengok lg sih, tapi gk mgkn juga ganti nama :))

@silvia93vivi tepatnya: ganteng2. Cowo semua :)) Ncen malah diduga sdh punya anak, hasil hub gelap dg tetangga. Bsok aku update kebenarannya

@bertogesit pas kami sibuk siapkan kuburan, Ncen triak2 sambil ndesel2 di kaki. Pas udah dikasih tengok #Ngok yg udah kaku, dia lgsg diam...

Anak-anak waktu pindahan rumah (30/07/2011). Di antara tumpukan barang, #Ngok makin cengok :) @joeyakarta


RT @bertogesit @adrianizulivan 6 bulanan lalu aku ngubur mas Kentang.. 3 hari dirmh, 4 hari opname, parvo. Bojo saya nangis gero2 pertama kali seumur idup.
@bertogesit ini bukan pengalaman pertamaku, tp nangisku jg gk berhenti2 :( Smg Ngok ktemu Mas Kentang di sana... Salam buat bojonya, mas!

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 9:45:00 AM |

Cinta Senja


Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan

*
Copas dari sini.

Wednesday, April 11, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:53:00 AM |

Mirip?


Baru aja bikin baju dengan bahan dan warna sama. Tapi bentuknya kebaya. Kapan-kapan aku pakai untuk ditempel di tulisan ini*, yah! :)

Foto ini ketemu di Facebook Andrew Soegiharto Soebroto dengan keterangan "RED @ Jakarta, Indonesia". Cek fotonya di sini: http://instagr.am/p/JP0HIirj-_/

Mlekom,
AZ

*Aha, ini bajuku.
Posted by adriani zulivan Posted on 7:36:00 AM | No comments

Copil Ponorogo


Capil / Caping Gunung Mbah Tubani

By admin
Kerutan usia tampak jelas di wajahnya. Dengan mata yang tak lagi awas, jari-jari lelaki tua ini telaten menganyam bilah-bilah bambu menjadi caping. Mbah Tubani, satu dari sekian banyak perajin capil nggunung di Desa Karanggebang, Jetis, Ponorogo.

Topi anyaman bambu ini biasanya digunakan petani di sawah untuk berlindung dari panas dan hujan. Capil nggunung bermanfaat besar, namun hanya menghasilkan keuntungan yang tidak seberapa bagi  para pembuatnya.

Mbah Tubani mengaku mampu membuat 2 kodi atau 40 topi dalam seminggu. Hasil seluruh penjualan Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu. Separonya habis untuk modal dan sisanya untuk makan.“Kalau dihitung, hasilnya memang tidak seberapa. Daripada menganggur,” katanya dalam bahasa Jawa.

Mbah Tubani Tubani yang mengaku lupa usianya ini bersetia ngurip-uripi capil nggunung.

Dimas Pe Merdeka
Radio Matrix FM Ponorogo

Sumber tulisan dan foto: JRKI Jatim


*
Yuk bantu kakek ini. Beli copil (topi bambu) buatannya, Rp 5.000 per buah. Ada diskon utk pembelian banyak. Lokasi di Ponorogo. Pesan ke Dimas di 081234428000 atau 0352-7157000.

Selamat memborong sambil membantu Si Kakek, ya!

Mlekom,
AZ

Tuesday, April 10, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 8:29:00 AM | No comments

Berburu Hantu Rumah Tua

Tim Pemburu Hantu | foto @alexia308

Mlekom,
AZ

Posted by adriani zulivan Posted on 7:59:00 AM | No comments

Bahkan Wajahmu Pun Berdusta


Sumber: http://on.fb.me/IRkTGS

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 7:46:00 AM | No comments

Pesbuak

Iko alah ado ciek aplikasi untuak urang awak. Ka sia nan indak bagitu lanca babaso, sarupo aden ko, cubo lah pakai aplikasi ko, Insya Allah baiko lanca mangecek Minang, bahaso awak ko.



Sabananyo, awak indak mangarati, apakah aplikasi ko bana-bana ado atau indak. Tapi, awak la paranah maliek Pasbuak dalam bahaso Jawa.

Mari lah awak cubo basamo... :))

Mlekom,
AZ

* Gamba den ambiak dari sinan. Ko Pusat Humor Indonesia (PHI)

Monday, April 9, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:59:00 AM |

Senjata Ampuh

 Foto: Kris Budiman

Buatku, ada dua senjata paling ampuh: masker dan kamera.

Masker
Ampuh, terutama untuk halau aroma asap rokok dan asap kendaraan. Juga berkhasiat sembunyikan wajah yang sedang tak layak tayang.

Kamera.
Ampuh, tentu saja. Kalian tahu kenapa, tidak perlu aku jelaskan.

Mlekom,
AZ
Posted by adriani zulivan Posted on 8:34:00 AM | No comments

Arisan!


Sore ini arisan ibu-ibu di lingkungan rumah. Kali ini rumahku mendapat giliran. Mama seharian sibuk masak kue. Tiga macam:
  1. Bolu kukus ubi ungu
  2. Risol
  3. Agar-agar markisa
Mlekom,
AZ 

Sunday, April 8, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 10:10:00 AM |

Kawinan Fernan

Foto: FB @fernanrahadi
(ki-ka) @hayuhabibi & Hayya, aku, Moniq, Tiwie & Attar, @hannadudu, @fernanrahadi, Menur, @samring. (bawah) @lalutiramjati, @habibizaki, (atas) @atmawarin, @iwanawaluddin, Ndil, (bawah) @gabri_ns, (atas) @abmudito

Aku. Tanpa persiapan, buru-buru. Make-up seadanya tanpa alas bedak. Sampe kado buat Fernan pun ketinggalan :|

Ga mecing :)
Ada Ndil di sana. Perkenalan pertama Ndil dengan teman-teman kampusku :-*

Mlekom,
AZ

Saturday, April 7, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 9:43:00 AM |

Don-don

 Foto burem, diambil dengan HP di bawah cahaya gelap

Ramadhan. Pelafalan dalam Bahasa Jawa menjadi "Romadon", sehingga oleh ibunya, ia dipanggil Don-don. Kami pun ikut, meski aku sempat protes karena namanya yang bagus menjadi jelek.

OK, Ramadhan. Ini ceritaku tentang anak manis ini...

RT @adrianizulivan #Ramadhan, anaknya Bu Rukiah (asisten RT yg baru), gk bisa diam. H+1 ketiban kursi makan. H+2 "panen" jeruk tanaman hias punya Papa

RT @adrianizulivan #Ramadhan H+3 ngetok2 pintu mobil pakai sapu. H+4 serakin cottonbud. H+5 nyalain mesin jahit. H+6 berendam di ember cucian.

RT @adrianizulivan Kmrn #Ramadhan mainan telp rumah, semalam nyadar klo gk hidup samasekali. Blm lg cabut kabel PC yg lg kupake ngetik. Hari ini H2C apalagi...

RT @adrianizulivan Tadi pagi #Ramadhan bawaa kucing tetangga, mau dimasukin ke rumah sini. Naik ke bahu ibunya yg lg nyuci. Pencet2 tombol mesin cuci. Yaolooo

RT @adrianizulivan Mau dipertimbangkan kembali ttg #Ramadhan yg dibawa ke rumah, gk sampe hati, sbb Bu Rukiah baik & benar2 butuh uang utk 3 anaknya yg lain

RT @adrianizulivan Mau marahin #Ramadhan jg gak sampe hati... Cuman bs ngikut pantau dia slama ibunya kerja. Huff... :(

RT @_agiLL @adrianizulivan jd pengen nonton "keajaiban" #Ramadhan :D umur berapa sih cyinn?

RT @adrianizulivan @_agiLL lupa nanya. sekitar 2th bu :)) anaknya pinter sih, aktif bgt hehehe

RT @cha_visuvius Bygkan jika itu anakmu, kak :) RT @adrianizulivan: Mau marahin #Ramadhan jg gak sampe hati... Cuman bs ngikut pantau dia slama ibunya kerja

‏RT @adrianizulivan @cha_visuvius iya, gk kebayang punya anak gak bisa diem :)

RT @joeyakarta resepnya beri kegiatan sendiri tp hrs dijagain. u know it so well lah RT @adrianizulivan pantau #Ramadhan slama ibunya kerja. Huff...

RT @adrianizulivan @joeyakarta di rumah kan gk ada mainan anak. males jg pinjemin bonekaku kalo model mainnya begitu... *maap ya, Ramadhan*


Mlekom,
AZ

Friday, April 6, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 8:34:00 PM | No comments

Stalker!



Accidentally saw this. This is the display of someone's monitor. Found this in his house. Hey look, he's stalking me!

He is Ndil. Stalker who not frightens me :))

Mlekom,
AZ

Thursday, April 5, 2012

Posted by adriani zulivan Posted on 10:21:00 AM |

Oleh-oleh dari Dinparbud Kota Jogja

Edisi pamer! :))

Kunjungan ke Dinparbud Kota Jogja kemarin mendapat buku-buku ini. Mupeng, kan? Mupeng, donk! Mupeng, deh... *maksa*


`
`
 
`


`

`

`

Mlekom,
AZ
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata