Wednesday, May 27, 2015

Posted by adriani zulivan Posted on 4:24:00 PM | No comments

Menjaga Pundi-pundi


Barusan klik tautan yang menjalar pada angka-angka yang masuk ke rekeningku bulan ini. Eh, sudah gajian. Yay! Semalam, dalam perjalanan kereta ke Jakarta, aku melihat satu tautan menarik tentang mengelola gaji. Perlu nih, untuk memastikan gaji bersisa tiap bulan.

Mulai bulan ini, aku memang berencana membuat tabungan berencana. Belum model reksadana (halah, apapulak ini!), tapi membagi penghasilan ke dalam rekening berbeda sesuai peruntukan. Sudah tengok-tengok juga bank yang akan kubidik.

Sirik mendengar teman kantor dengan jabatan setara, yang bisa nabung 1-2 juta sebulan. Dia hidup ngekos, tapi kosannya jauh dari kantor, sehingga harga kosnya setengah harga kosku. Keluarganya hidup sejauh empat pulau dari Jawa, artinya dia tidak akan pulang tiap akhir pekan sepertiku. Dia juga memasak makanannya sendiri. Keren!

Aku yang tak mampu bangun pagi, tak mungkin menjauh dari kantor demi menghemat dari sewa kamar. Memasak sendiri juga tidak memungkinkan. Harapan cuma ada pada tidak membeli tiket PP Jakarta-Yogya saban akhir pekan.

Jikapun hanya menggunakan moda transportasi termurah: kereta api kelas ekonomi, setidaknya aku menghabiskan Rp 500rb (tiket KAI ada yang seharga Rp 75.000 untuk sekali jalan. Namun jangan harap bisa mendapatkannya jika kamu pulang Jumat sore dan kembali Minggu sore. Rata-rata tiket kelas ekonomi di atas Rp 250rb).

Rp 500rb itu baru harga tiket. Belum harga taksi/ojek ke stasiun (naik Kopaja ke stasiun atau Damri ke bandara adalah ilusi). Makan di jalan, cemilan di jalan, dst. Jadi kira-kira, per mudik dirata-rata habis Rp 800.000 dengan kereta. Tiket pesawat paling murah Rp 450rb (harga utopia bagi pemudik jumat kembali senin pagi banget). PP jadi Rp 900rb, tiket saja. Masih tambah taksi Rp 150.000 dan makan di gerai termurah (KFC) seharga Rp 25rb, ini baru one way. Jadi, total jika naik pesawat termurah sekitar Rp 1,3jt.

Jadi sebulan, 4 x akhir pekan:
  • dengan kereta api termurah: Rp 800rb x 4 = Rp 3,2jt
  • dengan pesawat termurah: Rp 1,3jt x 4 = Rp 5,2jt
Itu bukan angka yang lumayan, tapi besar! Kalau ditabung, bisa ngalahin angka tabungan bulanan temenku itu donk ya!

Temanku yang lain bilang: ah itu karena kamu baru-baru aja, jadinya kepengen pulang terus. Besok-besok pulangnya jadi 2 pekan sekali, lalu sebulan sekali, lalu cuman lebaran aja! *sambil ngakak* Nyatanya, hingga bulan kedelapan, pola mudikku masih sama...

Sampai kapan?

Jadi rencananya begini. Per bulan hanya akan membeli tiket mudik untuk liburan panjang. Misalnya tanggal merah di dekat akhir pekan, atau cuti bersama. Setelah ditilik-tilik lagi, tanggal merah seperti itu hanya tinggal di bulan Juli (Lebaran, yang aku sudah beli tiketnya), Agustus (Tujuhbelasan, yang baru tadi kubeli online), dan Idul Adha September (yang belum bisa dibeli tiket keretanya).

Artinya, cuma ada satu kali akhir pekan yang akan menguras pundi-pundi. Tiga pekan lainnya harus rela menyaksikan kenikmatan Yogya dari bongkahan status teman-teman di medsos.

Pekan lalu, pada teman dekat kubilang: Pekan ini aku akan pulang. Jika setelahnya aku pulang lagi, tolong ingatkan. Agar aku bisa menabung, menjaga pundi-pundi untuk cita-cita yang besar di depan sana *jaela*.

Nyatanya, akhir pekan ini aku mudik lagi. Oke, ingatkan aku pekan depan. 

Ya!

Gambar dari sini.

Mlekom,
AZ


about it
Categories:

0 comments:

Post a Comment

  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata