Wednesday, June 29, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 3:56:00 PM | 1 comment

Aku Tergoda!

Setelah mengundurkan diri pada September 2010, Januari 2011 lalu secara resmi aku tidak lagi terdaftar sebagai staf di NGO yang itu. Januari masih sibuk ber-voluntir ria untuk JALIN Merapi. Februari pekerjaan untuk Merapi mulai berkurang, lantas aku mulai mengirim-kan lamaran kerja.

Ini kali pertama aku membuat lamaran kerja untuk pekerjaan yang tidak secara langsung ditawarkan padaku. Pekerjaanku selama ini kudapat dari 'ajakan' kenalan atau institusi untuk bergabung. Main pede aja, kalau semua lamaran yang menarik minatku di berbagai situs dan milis lowongan kerja itu memang sedang mengajakku secara personal :)

Jadilah aku melamar sana-sini. Fokus tujuanku di Yogyakarta. Alasan kebutuhan hati dan pikiran sangat 'memaksaku' untuk tidak meninggalkan kota ini. Aku ikut berbagai wawancara kerja, dari yang gokil, aneh, sampai yang benar-benar menarik.


Tengah Februari 2011 aku diterima sebagai Public Relation Officer di sebuah perusahaan Konsultan IT. Awalnya mereka tawarkan gaji Rp 1,3 jt dalam sesi wawancara. Namun setelah tawaran cukup alot lewat sejumlah email beberapa hari kemudian, tawaran mereka mentok di angka yang cukup tinggi untuk ukuran Jogja, yakni hampir 4x lipat gaji UMR untuk tamatan S1 di Jogja.

Aku terima, tentu saja. Dari 4 tawaran lain hanya memberi angka 1 lebih dikit, itupun tanpa asuransi. Kata Cindil, rata-rata gaji S1 di Jogja di angka Rp 1 hingga 1,5 juta. Wah! Perusahaan ini juga memberi 4 jenis asuransi + tunjangan jabatan + bonus per tiga bulan dan 1 tahun.

Aku diminta masuk 3 hari setelah wawancara. Kutolak, sebab masih harus pamitan, dll dengan JALIN Merapi. Kutawarkan mulai masuk pada 1 Maret 2011. Mereka setuju.

Nyaris di penghujung Maret aku bertemu dengan bos di kantor lamaku, kantor yang pernah kudiami 2008 lalu. Beliau memintaku untuk menangani sebuah proyek. "Tapi gajinya enggak gede, lho!" katanya. Entah kenapa, aku setuju. Namun dengan perjanjian bahwa aku bekerja freelance dan bisa keluar sewaktu-waktu ketika aku mendapat pekerjaan yang kuinginkan.

1 Maret pagi, sebelum berangkat ke kantor lama yang kini menjadi kantor baruku, kusempatkan untuk mengirimkan email ke Perusahaan IT yang telah merekrutku, menyatakan bahwa aku tidak bisa memenuhi panggilan mereka untuk bergabung disana.

Dengan kesempatan untuk bisa mencari pekerjaan lain, aku tetap melamar di tempat yang kuinginkan. Eh di Maret akhir, bos memintaku untuk tidak mencari pekerjaan baru hingga masa proyek berakhir, yaitu Desember 2011. Aku pun menyanggupi, mengingat aku memiliki kesempatan lebih untuk melakukan banyak hal selama bekerja sebagai freelancer.

Namun meski begitu, aku tetap membaca-baca lowongan pekerjaan dan menyimpannya meski tak sekalipun mengirimkan lamaran. Terakhir kali, tercatat di sent item email, aku melamar kerja pada 14 Maret 2011. Beberapa diantaranya membuatku sangat tergoda. Sumpah! Tapi masih tahan banting sampai... sampai... hari ini, Rabu 29 Juni 2011.

Bos maafkan, aku tergoda!


Saturday, June 18, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 10:42:00 AM | No comments

Kepala Kakap Asam-manis

Masakan Mama.

Bahan & Cara:
  • Kepala ikan kakap. Ggoreng.
  • Tumis bawang merah dan bawang putih. Masukkan irisan wortel dan timun. Tambahkan saos tomat dan tomat segar. Tambah sedikit gula putih dan garam.
  • Tuang ke atas ikan goreng.

Mlekom,
AZ 

Friday, June 17, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:59:00 AM | No comments

Ayam Goreng Medan Tulang Lunak


Arisan ibu-ibu di rumah. Mamaku buat Ayam Goreng Medan. Dipresto, biar tulangnya lunak dan bumbunya meresap.


Resepnya:
  • bumbu: bawang putih, bawang merah, kunyit, ketumbar, lengkuas
  • semua bumbu diungkap dengan ayam. goreng
Menu arisan kali ini juga ditambah denganSambal goreng Telur Puyuh. Lalu   tahu dan tempe goreng yang diungkap bersamaan dengan ayam . Tak lupa sajian Sambal Terasi dan Lalapan.




 `

















`
 `


 Selamat menikmati ya, ibuk-ibuk! :))


Mlekom,
AZ

Wednesday, June 15, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:42:00 PM | No comments

Kena Asap Rokok, Anak Jadi Kecanduan Nikotin



KOMPAS.com - Ini adalah peringatan bagi para perokok. Segera matikan rokok Anda jika di sekitar ada anak dan remaja. Pasalnya, anak yang menjadi perokok pasif lama-lama akan ikut kecanduan nikotin.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari  Concordia dan Universitas Montreal Kanada menemukan, remaja yang sering terpapar asap rokok dari orangtua, saudara, teman atau orang di sekitarnya lambat laun akan mulai merokok juga.

"Anak yang melihat orang lain merokok akan meniru kebiasaan itu karena tak menganggap rokok sebagai bahaya. Hasil pengamatan kami menunjukkan walau tidak pernah merokok, anak yang terpapar rokok akan melihat kebiasaan itu wajar sehingga mereka akan mulai merokok di usia remaja," kata Simon Racicot, dari Departemen Psikologi Universitas Concordia.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nicotine & Tobacco Research ini menambah panjang bukti dari efek negatif berada di lingkungan perokok.

Peneliti senior Jennifer J. McGrath menyebutkan sekitar 60 persen anak di Amerika Utara merupakan perokok pasif.  "Makin banyak perokok di sekitar anak, makin tinggi paparan nikotin yang diterima mereka. Padahal anak yang jadi perokok pasif menyerap nikotin dalam dosis lebih tinggi dari perokok aktif," katanya.

Hasil riset awal menunjukkan paparan rokok akan memengaruhi otak perokok pasif sehingga menimbulkan reaksi kecanduan, bahkan sebelum anak tersebut mulai menjadi perokok.

Dalam penelitian ini 327 remaja usia 11-13 tahun diwawancarai mengenai kebiasaan merokok, jumlah perokok di rumah dan lingkungan mereka, serta situasi ketika mereka merokok.

"Pra remaja yang dikelilingi oleh perokok adalah calon perokok juga," demikian kesimpulan para peneliti.  

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan perlunya langkah pencegahan khusus untuk anak-anak yang menjadi perokok pasif. Kesadaran akan bahaya rokok ini seharusnya sampai pada anak-anak dan orangtuanya.

"Orang dewasa atau orangtua seharusnya tidak merokok di sekitar anak, baik itu di rumah atau kendaraan demi mencegah anak menjadi perokok pasif," kata Racicot.

Editor :Asep Candra
Penulis : Lusia Kus Anna
Sumber: Kompas

Sunday, June 12, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 6:16:00 PM |

Hari Berbagi Pengalaman

Apa kabar,
Mohon maaf baru bisa kirim informasi beasiswa USAID. Berikut detil link beasiswa PRESTASI.
  1. Home PRESTASI di IIEF (pelaksana USAID)
  2. Release di USAID
  3. PRESTASI Graduate Scholarship on facebook 
Terakhir aku cek belum ada berkas formulir yang bisa diunduh. Pengumuman ini memang belum “resmi”. Artinya, setelah semuanya siap, biasanya mereka akan mengumumkannya di media nasional maupun lokal. Dan tentu saja, setelah beriklan di media, website-nya sudah lengkap dengan informasi jurusan/spesialisasi di tiap bidang.
Ada lima kluster studi master yang ditawarkan, antara lain:
  1. pertumbuhan ekonomi: studi perencanaan pembangunan, pengembangan ekonomi, penanggulangan kemiskinan dll.
  2. kesehatan: berbagai spesialisasi di bidang kesehatan
  3. pendidikan: kurikulum, perencanaan, manajemen pendidikan, dll
  4. demokrasi dan tata kelola pemerintahan: administrasi negara, kebijakan public, manajemen proyek, manajemen keuangan public, analis kebijakan, dll
  5. lingkungan: kebijakan dan manajemen lingkungan, biodiversity, sustainable development, dll.
Ke orang lain aku nggak akan bilang sejauh ini. Tapi buat sesama BUL sih...ciee... He3... Ini sharing pengalamanku. Modal utamanya ada niat sama minat untuk sekolah lagi. Artinya, kita yang mesti menyesuaikan dengan program donor.

Adri skrng banyak tangani isu NGO kan? Seputar pengelolaan program, kaitannya sama jaringan, media, mitra, mungkin kalau lebih lama lagi nantinya, ikut bikin proposal, ikut di manajemen projek, dst. So, soal bidang atau spesialisasinya, ikutin kluster yg ada ditawarin USAID. Misal, untuk sosiatri, bisa ambil master social polisy. atau, kalau kaitan sama kerjaan, ya non profit manajemen masternya.

Ini sekadar contoh saja. Bahwa tidak selalu yang kubilang "menyesuaikan" dengan program donor, itu nggaak relevan dengan kebutuhan kita. Misal di lembaga kamu kerja skrng ini punya konsen jg soal pendidikan. Nah, kalau bidikannya mau jd expert, ya ambil master pendidikan. Kan spesialisasinya banyak tuh. Misalnya, kamu ambil master bidang politik dan advokasi pendidikan. Jadi memang, misal itu judul paper di Indonesia, yg seolah sgt mikro, di sini bs jd nama program/spesialisasi sekolah.

Jadi prinsipnya itu, ada niat dan minat dulu. Soal lain2, bisa diusahakan. Dan pasti terasa ringan kalau niat dan minat sekolah kita tinggi. Syarat2, standar (nanti bisa diupdate, menyesuaikan dengan pengumuman IIE-USAID). Pengalamanku:
  1. Legalisir ijazah dan transkrip S1/S2 (dalam negeri) dalam bahasa Indonesia dan Inggris (diterjemahkan di lembaga bahasa resmi baik swasta maupun di pusat bahasa universitas; nanti minta mereka stempel hasil terjemahannya).
  2. Surat nominasi. Kalau bisa dari direktur lembagamu bekerja. Atau kalau nggak ada ya manajermu. Atau mantan dosen pembimbing. Tp yg utama bos di kantor. Isinya antara lain: bahwa lembagamu sedang berbenah, membutuhkan penguatan SDM dan institusi, dan kandidat diproyeksikan untuk berperan penting. Untuk itu, studi master di US akan memberikan perspektif baru, pengetahuan baru, pengalaman praktis baru (ada skema magang baik di pemerintahan maupun lembaga non-profit di US) sehingga sepulang nanti akan menginspirasi dan menjadi motor pengembangan lembaga.
  3. Surat rekomendasi 3 buah. Surat ini pada dasarnya berisi testimony dari orang yang dikenal pelamar beasiswa (kepala dinasnya/atasannya, mitra kerja, mantan dosen pembimbing saat di universitas, dll) bahwa si pelamar adalah mumpuni secara kapasitas akademik, punya track record pekerjaan yang baik, berdedikasi, punya semangat belajar baik, kemampuan adaptasi baik, dst. Intinya, karena USAID tidak kenal dengan si pelamar beasiswa, mereka ingin ada “garansi” dari orang yang kredibel yang kenal dengan pelamara beasiswa.
  4. Esai. Nah, ini gampang-gampang susah. Tapi butuh banyak pemikiran. Panjangnya cuma 500 kata. Isinya mesti meyakinkan. Biasanya diminta jawab tiga hal: alasan kenapa mendaftar beasiswa, apa manfaat yang diharapkan, lalu apa yang akan dilakukan setelah pulang. Akan sangat bagus jika tulisannya direfleksikan dengan pekerjaan/peran keseharian/tugas di kantor.
  5. Bahasa, mereka minta sertifikat TOEFL intitusional dengan skor 450. dikit kan syaratnya? hehehe
Prosedur tesnya, pengalamanku, adalah screening berkas/administrative. Kalau lolos, akan dipanggil wawancara. Untuk di luar Jakarta, wawancaranya lewat telepon. Yang wawancara biasanya 5 orang: 2 expert di bidang terkait (kesehatan/pendidikan/dll), 1 perwakilan IIEF, perwakilan USAID. Kalau lolos, berarti diterima.

Untuk TOEFL kurang dari 500, akan dikursuskan di IALF (Jakarta/Surabaya/Bali). Semua biaya ditanggung USAID.

Demikian dulu ya. Semoga bisa membantu. Semoga banyak teman-teman yang berminat.

Salam dari Newark,
Hari


Gambar dari sini.

Sambil lalu, kutodong Hari untuk membagi tips memenangkan beasiswa ke US. Seminggu kemudian, di tengah kesibukannya, Hari menjawab dengan sangat lengkap, di pesan Facebook. Menurutnya, dia memang tak pernah mempublikasikan ini. Menurutku, ini penting disebar agar lebih banyak orang mengerti.

Terimakasih, ya. Semoga aku bisa menyusul...

Mlekom,
AZ

Saturday, June 11, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 9:01:00 PM | No comments

Berinfak d(ar)i WC



Lokasi: Pom Bensin di Magelang.

...sebab mengingatkan BERINFAK dapat dimulai dari wece...

Mlekom,
AZ

20140514

Sunday, June 5, 2011


Gambar dari sini.
Penjelasan Adriani Zulivan di Forum Facebook Group KAGAMA (Keluarga Alumni Gadjah Mada), Minggu (05/06) pukul 20.30 WIB:

  1. Lumba2 bukan jenis hewan yang masuk dalam hewan langka. Jumlah habitat mereka masih sangat banyak di alam/dunia. Sedangkan hewan yang perlu/butuh (bahkan wajib) konservasi adalah hewan langka. Kiterianya apa? Bisa cek di kesepakatan konsorsium dunia ~> Jika sy menemukan link-nya, akan saya share di sini, segera.
  2. Universitas adalah tempat yang tidak diperkenankan utk mendirikan lahan konservasi hewan jika tidak sesuai dengan habitatnya. UGM tak mampu buat laut, kan? ~> Jika mmg niat konservasi, sila lakukan di lepas pantai. seperti yang dilakukan dg Taman Komodo, Sekolah Orang Hutan, dst.
  3. Dari artikel http://bit.ly/maheMC : “Yang lebih penting, bagaimana PT WSI yang telah membangun wisata pantai bisa mengobati kejenuhan masyarakat melalui rekreasi ke pantai,” ~> Hewan tidak suka dikurung. mereka, *apalagi lumba2 terbukti punya kecerdasan tinggi* punya perasaan, seperti juga manusia. Lumba2 biasa berenang bebas di laut luas. Mereka akan stress jika 'terhimpit'.
  4. PT WSI adalah sebuah perusahaan yg selama ini bergerak di bidang hiburan pasar malam (seperti tong setan, komidi putar, rumah hantu, dst). Di benak mereka sebagai 'produser', ini adalah wahana hiburan. Tidak peduli pada aspek urgensi
  5. Perizinan ini telah dilakukan PT WSI sejak tahun 2010 lalu. Seorang Konsultan Dep Kehutanan (adalah drh dari UGM), sudah meminta Dept Pertanian (sebagai badan yg bertanggungjawab soal perizinan konservasi satwa liar) untuk tidak memberikan izin pembangunan proyek ini.
  6. Seluruh proyek penelitian di UGM seharusnya mendapat perizinan dari LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat) UGM. Para petinggi LPPM --Prof Danang Parikesit dan Dr drh Wisnu Nurcahyo secara tegas mengatakan bahwa LPPM tidak pernah diajak berkonsultasi mengenai rencana proyek tsb.
  7. Secara tegas pula, keduanya menyatakan bahwa pihak LPPM UGM menolak rencana tersebut sebab tidak sesuai dengan peraturan negara mengenai Pemanfaatan dan Penangkaran Satwaliar.
  8. Mengapa bisa lolos sampai MoU? Hal ini tidak melewati prosedur yang seharusnya masuk terlebih dhulu di LPPM sebagai lembaga penelitian di bawah UGM. ~> Apakah karena takut, jika lewat LPPM, maka proyek tsb tidak akan gol? who knows?
  9. Ini salah satu bunyi Legal Draft ttg Pemanfaatan & Penangkaran Satwa Langka (PP No 8 Tahun 1999): "Lembaga penangkaran: Penangkaran satwa liar di luar habitat aslinya (eks-situ) harus dilakukan oleh lembaga konservasi yg dpt berbentukKebun Binatang, Museum Zoologi, dan Tam,an Satwa Khusus seperti Taman Safari. UNIVERSITAS BUKANLAH LEMBAGA KONSERVASI yang berhak untuk menangkarkan satwa liar meskipun untuk tujuan riset sekalipun."
  10. Mengenai Penangkaran Satwa Akuatik (khususnya lumba2), Dr drh Wisnu N: Pemeliharaan di eks-situ cenderung bermasalah dlm hal penyediaan lingkungan biologi dan lingkungan fisik. persoalan ini sering dijumpai dlm pemeliharaan/penangkaran lumba2 yg sudah ada selama ini. Penangkaran harus sesuai kaidah ilmiah terkait satwaliar akuatik laut yg perlu media air laut utk kehidupannya, analisa lingkungan penangkaran & keberlanjutan penyediaan air laut
  11. ...lanjut, dari Dr drh Wisnu N: Pelaksanaan riset universitas terkait penggunaan satwaliar sebaga hewan percobaan penelitian harus memenuhi prinsip2 kesejahteraan hewan (animal welfare). Agar hewan yg ditangkarkan dpt hidup dan berkembangbiak dengan baik. Melindungi kesehatan lingkungan kampus & masyarakat sekitar kampus dari penyakit yg dpt menular dari satwa ke manusia atau dari manusia ke satwa tsb (zoonosis).
  12. ...lanjut, masih Dr Wisnu: Standar yang dibuat haus meliputi tatacara pengadaan, adaptasi dan penempatan satwa liar, pengelolaan pakan dan obat-obatan, pengelolaan kebersihan atau sanitasi kolam dan lingkungan, pengelolaan kesehatan dan pengendalian penyakit, kolam karantina, pengelolaan reproduksi, pembesaran anak, pengelolaan sistem pencatatan kejadian dan perkembangan lumba2 (recording).
  13.  ...lanjut lagi: Pemanfaatan penangkaran lumba2 di luar habitatnya (eks-situ) meski banyak mendatangkan manfaat bagi peneliti dan masyarakat, namun secara naluri alamiah satwaliar akan lebih bebas, aman dan nyaman di habitat alamnya di lautan bebas. Universitas harus MEMPERHITUNGKAN kajian2 ekologis bila akan menangkarkan lumba2 di luar habitatnya.
  14. Sekian hasil konsultasi sy dengan Dr drh Wisnu. Besok teman2 dari Animal Friend Jogja akan melakukan aksi penolakan pada 10 am di Bunderan.
  15. Dari sisi animal welfare, teman2 Animal Friend Jogja (AFJ) ini punya lebih banyak preferensi. Sila baca di dua tautan yg saya kirimkan di atas.



Sumber berita:
  1. UGM 
  2. Kompas 

Opini JAF, pemerhati kesejahteraan satwa:
  1. Tulisan 1 
  2. Tulisan 2


Adriani Zulivan,
Pernah Kuliah di UGM




Friday, June 3, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 11:17:00 PM | No comments

Telapak Tangan: Ketika Ulekan dan iMac Jadi Tersangka

Telapak tanganku cidera. Telapak tangan kananku sangat sering sakit dua tahun terakhir, terutama pada setahun terakhir. Ini diawali dari dua cerita saling terkait.

Cerita I: Penghujung Ramadhan 2009
Aku dan Oetha, adik semata wayangku, akan berlebaran ke Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Ayah kami saat itu bertugas di kota kecil yang indah itu. Akibat ini perjalanan darat pertama kami ke Sumatra (adikku nyetir sendiri PP, lho!), seorang kakak sepupu di Jakarta membuatkan kami bekal makanan.

Ada berbagai makanan tahan lama, seperti rendang dan teri dan makanan tidak tahan lama seperti daging dan ayam balado yang dimasak tidak kering. Makanan basah ini untuk makanan buka puasa dan sahur keesokan harinya.

Masakan Mama

Daging dan ayam balado itu biasanya cabenya diulek kasar, jadi pakai penggiling manual, bukan blender. Namun sore itu, kakak sepupuku mau mengulek cabenya dengan blender, sebab dia kecapean. Maka kutawarkan diri untuk menggiling dengan ulekan tangan.

Sumber: http://bit.ly/inhvC4

Jadilah aku mengulek setengah kilo cabe merah mentah dengan ulekan tangan. Usaha itu membutuhkan sekitar 1.5 jam yang akhirnya selesai pasca diambil alih oleh seorang sepupu lain. *ini sepupu cowo, kuat tangannya*. Lama sekali saya mengerjakannya. Selain akibat cabenya belum mateng--jadi masih keras, juga karena itu ulekan kecil sekali. Diameternya cuma 15 cm.

Akhirnya jadi juga itu sambel, meski berbeda dengan potongan cabe umumnya, rasa masakannya tetap sama, penampilan nomer sekian dulu.

Nyaris seminggu kemudian, kita akan kembali ke Jawa. Ibuku memanggil tukang pijat untuk memijat seluruh badanku dan adik agar hilang semua cape selama perjalanan ke Sungai Penuh kemarin. Ibu-ibu yang mijat kaget dengan telapak tangan kananku yang sangat bengkak. Lebih kaget ketika kuceritakan itu akibat mengulek sambel. Beliau pun menyarankan untuk menggunakan batu giling (ulekan dalam bahasa Sumatra) lebar dengan cobek bulat bunder sebesa genggaman tangan.

"Hehe, sudah kapok ngulek saya bu," jawabku.

*
Cerita II: Pertengahan 2010
Sebuah web tempat menyimpan foto baru dibuat di kantorku. Aku bertugas memindahkan seluruh dokumentasi foto yang dimiliki oleh lembaga tersebut. Aku melakukannya selama sekitar dua bulan (yeah! sigh) menggunakan iMac.

Sumbe: http://bit.ly/iKeC86

Fasilitas iMac memang sangat membantu kerja-kerja membosankan seperti itu, namun fisiologi mouse-nya sangat tidak bersahabat dengan fisiologi tanganku.

Sumber: http://bit.ly/mlJ6MZ

Sempat berhenti menggunakan iMac pasca upload dokumen foto, aku "terpaksa" menggunakannya lagi saat mengadmini sebuah akun Twitter untuk bencana erupsi Merapi yang arus informasinya membuat kami, para admin, bisa melek 24 jam selama sekitar tiga bulan sejak akhir 2010 lalu.

Aku sempat mengganti mouse bawaan tersebut dengan mouse biasa berbentuk bulat yang tidak pipih. Namun tidak banyak membantu, sebab sepertinya telapak tanganku sudah sangat butuh terapi-entah-apa untuk meregangkan syaraf dan/atau otot pergelangan tangannya.

*
Pasca ngulek sambel sebelum mudik 2009 lalu, setelah dipijat di Sungai Penuh, telapaka tanganku bisa normal kembali. Namun pasca menggunakan mouse Mac tersebut hingga saat ini belum pernah telapak tangan kananku normal seperti sebelumnya.

Coba tidak pakai mouse? Ini makin sakit saat memainkan jari-jari di keypad laptop. Mouse Logitech cukup membantu, meski sakit di telapak tangan ini belum pernah pulih.

Sumber: http://bit.ly/jQpUK5


Ada cerita dari teman kantor yang mengalami cidera sama. TErnyata sakit ini jamak didera pengguna komputer. Barusan kucoba googling di sini dan ini.
*
Sejak bareng Cindil, aku sering memasak untuknya. Aku tahu bahwa bumbu-bumbu masakan yang berbentuk bubuk tidak baik, namun ini cara untuk tetap bisa membuatkan makanan kesukaan Cindil. Maka di dapur kami ada berbagai bumbu dapur bubuk, seperti bawang putih, lengkuas, jahe, kunyit, ketumbar, lada hitam, lada putih, dan cabe merah. Jika saja ada bubuk bawang merah, aku pasti membelinya.

Sekitar sebulan lalu, Cindil ngomong iseng di YM:
"Enak banget kali ya, makan tempe goreng plus sambel dengan nasi panas"
Ketika kami ketemu, aku buatkan menu itu. Aku ngulek sendiri sambal yang kukarang-karang resepnya: cabe meah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, jeruk nipis.

Pegel banget. Sudah dibawa ke tukang pijat dua minggu lalu, sampe sekarang bengkak. Baru dua jam lalu dipijat ibuku. Juga belum sembuh.



Gimana yah? Aku benci iMac dan ulekan. Kalo iMac bisa ganti mouse. Tapi ulekan? Susah buat sambal doyanan Cindil tanpa alat itu...

Kapan ada blender yg bisa nge-blend cabe tidak halus? Mau donk!

Wednesday, June 1, 2011

Posted by adriani zulivan Posted on 7:49:00 PM | No comments

43 Juta Lebih Anak Indonesia Terpapar Bahaya Rokok


Jakarta, Kompas - Pengendalian produk tembakau, dalam hal ini rokok, bertujuan melindungi generasi muda dari paparan zat-zat berbahaya bagi kesehatan. Di sejumlah negara, pengendalian terhadap produk tembakau semakin ketat.

Hal itu dikemukakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam

peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) di Taman Lalu Lintas Cibubur, Jakarta, Selasa (31/5). Peringatan itu mengangkat tema ”Melalui Regulasi Terbaik, Kita Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Merokok”. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2010, prevalensi merokok 34,7 persen.

”Lebih dari 43 juta anak Indonesia hidup serumah dengan perokok dan terpapar asap rokok,” kata Endang dalam sambutannya mengutip data The Global Youth Tobacco Survey tahun 2006.

”Tiga dari 10 pelajar pertama kali merokok pada usia di bawah 10 tahun. Anak-anak dan kaum muda semakin dijejali ajakan merokok oleh iklan, promosi, dan sponsor rokok,” ujar Endang.

Menkes mengatakan, iklan rokok di Indonesia gencar karena negara-negara lain sudah membatasi, bahkan ada negara yang total mengendalikan tembakau. ”Karena tidak ada tempat lain, masuk ke Indonesia,” katanya.

Upaya pemerintah melindungi generasi muda antara lain lewat regulasi. Saat ini sedang dipersiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau. Penyusunan RPP mendekati tahap akhir. Daerah juga diimbau mempunyai peraturan terkait kawasan tanpa rokok. Dari 470 kabupaten/kota, baru 25 kabupaten/kota yang mempunyai peraturan kawasan tanpa rokok.

Melalui siaran pers,   Direktur  Regional  WHO  untuk  Asia  Tenggara Samlee  Plianbangchang mengatakan, hampir  6  juta  orang  meninggal  dunia  karena  mengonsumsi  tembakau  atau  terkena  paparan  asap  rokok.  Diperkirakan  kematian  akibat  konsumsi  tembakau    mencapai  8  juta  orang   pada    2030.   

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengimbau lembaga penyiaran televisi dan radio agar tidak menyiarkan iklan rokok pada 31 Mei 2011. Imbauan disampaikan oleh KPI kepada asosiasi lembaga penyiaran.

Penuh asap rokok

Di Surabaya, Jawa Timur, HTTS nyaris tidak bergaung karena sebagian masyarakat tidak mengetahui momentum ini. Area publik tetap dipenuhi asap rokok.

Pemantauan di Bandara Internasional Juanda, lobi bandara yang terbuka dan tanpa AC dipenuhi asap rokok sehingga terasa pengap.

Beberapa perokok mengaku tidak tahu kalau kemarin merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia. ”Saya tidak tahu. Tetapi merokok kan membantu perekonomian nasional. Bukankah cukai rokok merupakan penghasilan negara yang sangat besar,” kata Eka Wijaya asal Surabaya.

Aktivitas merokok secara bebas juga terlihat di gerbong kereta komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo dan di Terminal Purabaya, Surabaya.

Di Mojokerto, para pengendara sepeda motor, sopir, dan penumpang bus non-AC mengisap rokok. Bahkan, seorang pelajar SMA berpakaian seragam asyik merokok di pinggir jalan.

Briptu Afandi (35), petugas polisi lalu lintas di Pos Lantas Kenanten 903 Mojokerto, mengatakan, tak semua orang mengetahui peringatan HTTS, karena tak ada sosialisasi, terutama kalangan masyarakat bawah seperti kuli bangunan, tukang becak, dan sopir.

Di kantor DPRD Kota Malang banyak orang merokok tanpa ada yang menegur. Petugas Satpol PP dan anggota DPRD yang lalu lalang pun tidak menegur para perokok.

Suasana berbeda tampak di ruang tunggu kantor DPRD Kabupaten Malang. Pada hari Selasa itu berlangsung sidang paripurna. Para peserta sidang dan pegawai kantor DPRD tidak ada yang merokok.

Tampaknya kebiasaan tak merokok di area publik sudah terbangun. Puluhan pengemudi mobil dinas yang duduk di ruang tunggu juga tidak ada yang merokok.

(INE/ANO/TIF/ODY)

Sumber: Kompas
  • Atribution. Powered by Blogger.
  • ngeksis

  • mata-mata